
Sudah lima bulan berlalu ,setelah kepergian Zen ke London .Sekarang Riska sudah mulai masuk kuliah kembali Di universitas Surabaya .
Riska memutuskan untuk kuliah didalam negeri ,setelah banyak tawaran dari papa yang ingin Riska kuliah di Soul.
Pagi-pagi sekali Riska sudah bangun ,ia sudah membantu itunya di dapur .
Iya ,setelah kepergian Zen, Riska juga sudah mulai belajar memasak dan mengurus rumah.
Mungkin ia ingin menjadi wanita yang lebih dewasa dan lebih baik kelak, kalau sudah bertemu dengan Zen kembali .
"Wahh adik kakak , sudah mahir masak sekarang ."Ucap Abi yang baru datang kemeja makan dengan pakaian kerja yang sudah rapi.
"Iya dong kak ,adik kan sudah jadi wanita hebat kayak mamah ."Saut papa yang baru datang kemeja makan juga .
"Betul tuhh papa ."Ucap Riska .
"Iya iya ."Ujar Abi ."Oya, nanti kakak antar saja kuliahnya ,kan mobil kamu masih di bengkel ."Sambungnya.
"Benar yang dibilang kakak kamu .Nanti kalau urusan pulang biar papa yang jemput ."Saut papa.
"Okehh ."Kata Riska .
"Lebih baik ayah atau kakak belikan adik mobil saja .Dari pada keluar masuk bengkel tiap hari kan kasihan adik ."Kata mama.
"Bener itu mahh ."Saut Riska senang .
"Iya nanti biar kakak kamu yang belikan ."Kata papa .
"Tunggu-tunggu ko jadi kakak sihh pa ."Ujar Abi .
"Iya terus siapa lagi Abi ."Kata papa.
"Benar Abi ,belikan gihh ."Saut mama.
"Iya iya ."Ucap Abi .
Beranjak dari tempat duduknya ."Yaudah ayo berangkat kak."Ajak Riska ."Mah pah Riska berangkat dulu ."Pamitnya.
"Abi juga berangkat dulu mah pa."Pamit Abi .
Mereka berdua melangkah keluar bersamaan .Setibanya diluar Abi dan Riska segera masuk kedalam mobil .
Setibanya didalam mobil Abi segera menyalahkan mesin mobilnya untuk segera meninggalkan perakaran rumahnya .
Ditempat Yani .
Sudah lima bulan lamanya pernikahan Yani dan Kiki berlangsung .
Yani dan Kiki menjalani kehidupan suami istri layaknya orang pacaran pada umunya .Namun bedanya mereka berdua sudah terikat dalam ikatan suci.
Dan walau sudah hampir lima bulan mereka menikah. Kiki dan Yani menunda dahulu untuk memiliki buah hati .Ya, karna Kiki sendiri tak ingin kehilangan Yani karna usia kehamilan diusia yang masih muda .Dan Kiki juga tak ingin kuliah Yani terhampar karna keinginan egoisnya .
Sedikit cerita
Saya Kiki ,kenapa saya menunda memiliki anak ,iya pasti kalian sudah taukan, dengan membaca tulisan diatas. Iya ,karna itu saya menundanya .
Waktu itu saya sedang terduduk diruang kerja kantor saya ,dan tiba-tiba pikiran itu terlintas di pemikiran saya .
Apalagi kalau bukan pikiran untuk berhubungan lebih dekat dengan istri saya.Namun hal itu saya tunda, setelah saya membuka laman Wb di media sosial tentang hamil diusia muda .
Dan apa kalian tau apa yang tertulis di sana ,di sana tertulis kalau hamil diusia muda sangat bisa berakhir fatal dan bisa menyebabkan kematian juga. Disitu juga saya langsung berpikir dua kali lagi untuk benar-benar melakukannya.
Lalu saya terpikir kembali ,kan ada pil penunda kehamilan .Kenapa saya harus menahan hasrat saya kan ada pil itu.
Saya pun kembali membuka media sosial mencari tau nama pil penunda kehamilan itu.Dilaman Wb banyak sekali nama-nama pil itu,Namun setelah saya baca-baca , betapa terkejutnya saya saat melihat dosis yang disebabkan oleh pil itu.
Pada akhirnya saya menunda semuanya , termasuk menuruti hasrat yang sudah terpendam berbulan-bulan ,dan keinginan untuk memiliki buah hati .
Dan setibanya di rumah , entah apa yang terlintas dalam pikiran saya saat itu .Saya tiba-tiba mengajak istri saya ber runding soal hal membuat buah hati tadi .Entah, betapa gilanya saya sampai berani berkata seperti itu.
Tak sesuai dengan dugaan saya ternyata istri saya mau ,ahhh itu membuat saya senang. Namun ingatan saya soal media sosial yang saya lihat tadi membuat saya menolak semuanya .Dan itu membuat raut wajah istri saya yang awalanya tega menjadi sedikit tenang .Mungkin dia sebenarnya belum siap ,namun ia tetap berkata iya.
########
Sedangkan menurut pemikiran Yani .
Saya pernah diajak ngobrol dengan Kiki ,ya masalah tentang buah hati .Kiki sangat ingin memiliki anak ,itu sangat terlihat dari raut wajahnya .Namun dia berkata kalau dia tak ingin memiliki anak sebelum saya lulus kuliah.
Lalu saya menjawab ,saya sudah siap ko menjadi seorang ibu ,saya juga sudah siap membagi waktu saya untuk menjadi ibu dan fokus dengan kuliah saya.
Entah apa yang saya pikirkan sampai saya berkata seperti itu .Namun yang saya pikir, Kiki akan setuju dengan jawaban saya. Ternyata tidak ,Kiki menolak ,dan saya tidak tau alasannya.
Tapi karna itu saya juga merasa lega ,kenapa? ya sebenarnya ,saya belum terlalu siapa seutuhnya untuk menjalani semua itu .
Kembali ke dunia nyata.
"Sudah selesai Yan ?".Tanya Kiki kepada istrinya .
"Sudah ko ,ayok berangkat ."Kata Yani meraih tas yang tergeletak diatas meja .
Setelah sudah didalam mobil Kiki menyalahkan mesin mobilnya untuk segera meninggalkan pekarangan rumahnya.
Mobil itu terus melaju di jalanan kota yang mulai ramai dengan lalu lantang kendaraan ,dan orang-orang yang mulai beraktivitas.
Hingga beberapa menit kemudian sampailah mobil Kiki didepan Universitas terkenal di kota nya .
"Aku masuk kampus dulu ."Pamit Yani membuka pintu mobil .
"Yan ."Panggil Kiki ."Semangat kuliahnya"Sambungnya .Yang dijawab senyuman manis dari istrinya .
Mobil Kiki kembali melaju meninggalkan pekarangan kampus Yani .
Sedikit cerita .
Sebelum Yani kuliah di universitas di Surabaya. Ia sempat diberi penawaran oleh suaminya untuk kuliah diluar negeri. Namun Yani menolaknya dengan alasan karna pembayarannya yang mahal .Padahal ya sebenarnya ,ia menolak karna dirinya tak ingin terlalu jauh dari suaminya .
Dan hari ini kali ke lima Yani memasuki kuliahnya.Ia melangkah kakinya, memasuki halaman tempat ia kuliah.
Tiba-tiba
"Dorr."Ujar Riska dengan menepuk pundak Yani.
"Yaajimm lu kebiasaan."Ujar Yani kaget dengan melotot kan bola mata hitamnya.
"Kaget gue ,lu suka banget buat jantung gue copot ."Ucap Yani ."Btw tidak biasanya lu berangkat pagi ,ada apa ini?".Sambungnya .
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa ,gue pingin berangkat lebih awal aja ,biar tidak dimarahi lagi sama senior es balok ."Kata Riska sedikit menyindir seniornya .
Sedikit cerita
Saat pertama kali masuk kuliah,lebih tepatnya saat kumpul-kumpul perkenalan(Ospek). Riska terlambat datang karna mobilnya mogok ditengah jalan .
Dan apesnya ,setibanya ditempat kuliah, dia bertemu dengan seniornya yang amat galak .Parahnya lagi dia bukan cuma senior tapi juga ketua pemimpin ospek.
Kalau tidak salah namanya Gabriel ,dia ganteng sihh namun ,astaga galaknya menyebalkan sekali.Udah galak cuek pula kan kesel gue .
Perasaan secuek-cueknya gue ,tidak pernah tuhh se cuek itu.Itu menurut gue ya ,sebagai Riska si ratu cuek.
Kembali ke dunianya .
"Terus gimana urusan lu sama kak Es ?".Tanya Yani ,yang dimaksud kak Es adalah Gabriel.
"Akhirnya beres Yani ,aaagghh seneng banget gue ."Kata Riska ."Lilu ko belum kelihatan ,kemana ya ?"Sambungnya.
"Lilu ada kelas pagi Ris ."Jawab Yani .
"Ooo yaudah kita masuk kelas aja dari pada terlambat."ajak Riska .
Mereka berdua melangkah bersama melewati lorong tempat kuliah .Sampai setibanya diruang ruang kelas IPA mereka berdua melangkah masuk bersama .
Sementara itu dilain kelas .
Lebih tepatnya dikelas tata busana Lilu .
Sedikit cerita
Saya mengambil kelas tata busana karna ingin menjadi seperti tante saya .Atau kurang lebih ,saya lah yang akan meneruskan usaha tante saya .
Itu karna anak tante saya laki-laki dan dia juga sudah memiliki perusahaan kecil diluar kota.Dan dia sendiri tak bisa menjahit .
Lalu saya yang jago menjahit ini ,heheh sombongnya saya .Okehh lanjut ,saya yang hobi atau sudah pandai menjahit ini pun diputuskan oleh tante saya sebagai penerus usahanya .
Saya tak menolak dengan keputusan tante saya ,lagi tohh saya juga suka membuat baju kan .
Akhirnya saya ambil kelas tata busan ditempat kuliah saya .Dan mulai hari ini saya sudah mulai belajar sebagai mahasiswa baru tata busan .Saya juga sudah berjanji pada diri saya akan belajar lebih giat lagi agar menjadi mahasiswa tata busana terbaik di kampus saya .
Kembali ke awal .
Selesai dengan kelas pertama ,yang sangat singkat menurut ku .Saya segera membereskan barang-barang saya ,dan beranjak melangkah keluar ruangan .
Saya melangkah melewati lorong tempat kuliah saya,setibanya diluar gedung .Saya melangkah ke taman kuliah ,dan duduk disalah satu kursi di bangku besi panjang dengan meja bundar sebagai pelengkapnya .
Sesekali Lilu melamun memperhatikan halaman kampus yang ramai dengan mahasiswa yang baru datang ,istirahat ,dll.Tiba-tiba
Ia juga terpikir dengan Ardi .Entah kemana sudah lima bulan lamanya dia tak memberi kabar kepada Lilu .
Lilu pun beranjak dari tempat duduknya ,setelah mendapat kan chat grup kampusnya .Kalau jam kuliah kedua dan ketiganya di libur kan untuk hari ini .Ia segera melangkah keluar kampus .
Setibanya didepan kampus, Lilu menghentikan taksi .Ia naik kedalam taksi ,entah akan pergi kemana dia .
Setibanya didepan rumah yang tak terlalu besar namun sangat nyaman untuk ditempati .Selesai membayar uang taksi itu, lalu beranjak turun dari dalam taksi .Ia melangkah kedalam pekarangan rumah itu ,dengan pintu gerbang rumah yang sudah terbuka, membuat Lilu dengan mudahnya melangkah masuk.
"Nak Lilu ,ada apa nak?". Tanya wanita itu yang tak lain adalah ibu Ardi .
"Mau bertemu Ardi tante ,Ardi nya ada tante ?".Tanya balik Lilu .
"Ardi baru saja keluar ."Jawab wanita itu ."Kalau tidak salah, Ardi pergi ke taman kota nak Li ."Sambungnya.
"Kalau gitu Lilu pamit tante mau menyusul ke taman kota ,kali aja bisa bertemu ."Kata Lilu berpamitan.
Lilu kembali melangkahkan kakinya ke taman Kota .Ia melewati jalanan khusus pejalan kaki.
Beberapa jam kemudian tibalah Lilu didepan pintu masuk taman Kota .
Lilu dengan memperhatikan keadaan sekitar ,melangkahkan kakinya menyusuri jalanan kecil taman Kota .
Melihat Lilu ."Ehh Liku,kenapa Lilu disini?."Gumam Ardi .
Lilu yang sudah tau keberadaan Ardi langsung melangkah mendekat .
"Sulit banget cari kamu ."Ujar Lilu.
"Kenapa cari saya?".Tanya Ardi .
Menghembuskan nafasnya dengan kasar ."Aaggghh ,kau itu tidak kasih kabar saya .Sebagai sahabat saya itu cemas be*ego*o ."Kata Lilu.
"O!!."Ujar Ardi ."Maaf kalau gitu. "Sambungnya.
"Emang kamu kemana sihh? ,sampai-sampai tidak kasih saya kabar ."Kata Lilu.
"Saya ada urusan keluarga Li ."Kata Ardi."Saya pulang dulu ya Li ."Pamit Ardi melangkah melewati Lilu.
Namun dengan cepat Lilu meraih tangan Ardi dan menggenggamnya dengan sangat kuat.
"Main pergi-pergi aja lu ."Ujar Lilu ."Ayo temenin gue beli minum dulu haus ."Sambungannya dengan menarik tangan Ardi .Lilu melangkah pergi ke salah satu toko minuman di taman itu .
Didalam Cafe Ardi tetap diam ,tidak seperti biasanya yang selalu cerewet .
Lilu yang merasa ada yang aneh dengan sikap Ardi memberanikan diri untuk bertanya."Ar lu baik-baik saja kan?".
"Saya! ,saya ya baik-baik Li .Emang ada apa Li?".Tanya Ardi .
"Tidak papa sihh,cuma sikap kamu agak aneh aja Ar tidak seperti biasanya."Kata Lilu.
Ardi hanya diem dengan menunduk sedikit kepalanya.
"Ehh Ar, lu tidak pesan minuman ?".Tanya Lilu.
"Tidak Li ,saya lagi tidak minum yang manis-manis ."Kata Ardi .
"Yaudah kalau gitu saya juga tidak akan pesan ."Kata Lilu.
"Kenapa tidak jadi?".Tanya Ardi .
"Tidak mood aja ."Jawab Lilu ."Ayo saya antar pulang Ar sekalian ngobrol gitu sambil jalan."Sambungnya.
Sebelum menjawabnya ,tangan Ardi sudah kembali ditarik oleh Lilu melangkah keluar Cafe .
Disepanjang jalan Ardi hanya diam tanpa ada sepatah kata pun yang ia ucapkan. Sampai tiba-tiba ,Ardi membungkuk kan badannya dengan memegang dada kirinya .Yang seperti teramat sakit .
__ADS_1
Seketika itu Lilu panik ."Ar, Ardi,lu ada apa? ,Ar ada apa ?".Tanya Lilu panik .
Ardi semakin kesakitan ,dengan badan tertelungkup Ardi pun pingsan .
Lilu yang panik segera menghubungi ambulan rumah sakit .
Setibanya di rumah sakit Ardi langsung dibawa ke ruang ICU ,Lilu menunggu diluar ruangan dengan raut wajah yang teraman sangat cemas sekali dengan keadaan Ardi.
Beberapa jam pun berlalu ,namun dokter tak juga kunjung keluar dari dalam ruangan. Ayah dan ibu Ardi yang baru datang dengan rasa yang amat khawatir menghampiri Lilu ,yang sedang terduduk di kursi tunggu .
"Nak Li bagaimana dengan keadaan Ardi ?".Tanya Ibu Ardi dengan raut wajah cemasnya .
"Tidak tau tante dokter belum juga keluar ruangan ."jawab Lilu ."Om ,tante .Sebenarnya Ardi sakit apa? ".Tanya Lilu.
Kedua orang Ardi hanya terdiam ,tampa menjawab pertanyaan dari Lilu.
Sampai keluar lahh dokter Rendi. Iya ,yang menangani Ardi adalah ayah Yani .
Lilu langsung beranjak dari tempat duduknya setelah tau Dokter sudah keluar ruangan ."Dok , bagaimana dengan keadaan Ardi dok?".Tanya Lilu.
"Maaf sebelumnya apa Ardi tadi lari lari ?"Tanya Balik Dokter.
"Sepertinya ,Iya dokter ."Jawab ibu Ardi lirih.
"Saya sudah bilang ......"Ucap Dokter terputus oleh pertanyaan Lilu .
"Ardi sakit apa dokter ?".Tanya Lilu tegas .
"Ardi sakit jantung nak Li ."Jawab Dokter."Jantung Ardi sudah dalam keadaan jantung yang sangat lemah.Walau sudah dibantu dengan operasi cangkok jantung ,tetep saja Ardi tidak boleh terlalu capek ."Sambungnya .
"Ardi baru di nyata sembuh total ,jika dia mau menyetujui operasi donor jantung itu. "Kata Dokter ."Pak Reno dan bu Retno ,boleh bicara sebentar di ruangan saya ."Kata Dokter .
Pak Reno dan juga istrinya bu Retno pergi mengikuti dokter Rendi ke ruangannya .
Sementara itu Lilu ,melangkah masuk kedalam kamar Ardi yang terbaring lemas .
Lilu terduduk disamping tempat tidur Ardi, dengan raut wajahnya yang sudah dipenuhi dengan air mata yang mengalir dengan derasnya .
Ardi yang baru tersadar berkata dengan lirih."Lilu ."
"Ihh, kenapa tidak bilang kalau kamu sakit Ardi. "Ujar Lilu memukul pelan lengan Ardi.
"Aduhh Li ."Ujar Ardi .
"Ehh sakit ya ,maaf ."Kata Lilu ."Ar kenapa kamu tidak menyetujui operasi donor jantung itu?".Sambungnya.
Ardi hanya diam memperhatikan langit-langit kamar rumah sakit .
"Ardi ,lebih baik kamu menyetujuinya .Agar kamu cepat sembuh ,dan cerewet seperti dulu lagi ."Kata Lilu.
"Tidak bisa Li ,karna resikonya juga sangat besar .Jika operasi itu gagal, makah saya juga akan kehilangan kamu untuk selamanya ."Kata Ardi .
"Tapi saya tak bisa melihat kamu kesakitan setiap ini terus Ardi ."Kata Lilu.
"Sudah ku bilang tidak Li ,Ya tidak ."Ucap Ardi tegas ."Jika kau tak mampu melihat saya kesakitan setiap hari ,makah lupakan saya untuk selamanya ."Sambungnya .
Lilu yang amat sangat kesal dengan sikap Ardi ,yang tak pernah terbayang oleh dirinya selama ini .Beranjak dari tempat duduknya."Memang benar, dengan apa yang saya pikirkan selama ini .Kalau cinta hanya sebuah tulisan dengan tinta hitam tiada arti.Dan tak berguna, yang hanya menahan beban luka dalam hati ."Kata Lilu dengan amarah yang berkobar-kobar ."Saya permisi dan lupakan saja semua tentang kenangan kita selama ini."Sambungnya berlalu pergi.
Setelah kepergian Lilu ,Ardi hanya terdiam dengan menahan rasa sakit di dadanya yang mulai terasa kembali .
Ibu Ardi yang baru masuk kedalam ruangan melihat anaknya yang ke sakit kembali.Segera melangkah mendekat . "Ardi ,sakit lagi ya .Ayah panggil dokter yah."Kata Ibu Retno dengan raut wajah panik .
Ayah Ardi segera berlari keluar memanggil dokter .
Hari mulai menjelang malam ,ditambah lagi dengan hujan rintih-rintih yang saat itu melengkapi suasana dingin di kota Surabaya . Namun Lilu tak junjung pulang kerumahnya ,ia melangkah kan kaki lemahnya menyusuri jalanan kota .
Sampai tiba-tiba di perempatan jalan, tempat di penyeberangan pejalan kaki .Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Lilu ,ia melangkah maju ke Zebra cross ,yang disaat. Lampu lalu lintas masih menyalah hijau .
Ada mobil dari arah kirinya yang melaju dengan kencangnya kerahnya. Namun Lilu masih terdiam melihat mobil itu yang sudah menyalahkan lampu mobilnya dan membunyikan klakson mobilnya ,berharap Lilu segera menyingkir .Namun Lilu masih tak bergerak sedikit pun dari sana .Sampai tiba-tiba disaat mobil itu sudah semakin mendekat kearah Lilu, seseorang menarik tubuh Lilu menepi ke jalan menghindari mobil itu .
Disaat itu juga Lilu tersadar ,dan menangis sejadi-jadinya .
Orang yang menyelamatkan Lilu ,ternyata adalah tante Lilu yang saat itu kebetulan lewat .
Tante Lilu memeluk tubuh yang mulai menggigil kedinginan itu .Ia membawa Lilu ke mobil nya ,dan segera membawanya pulang ke rumah .
Sesampainya di rumah ,Tante Lilu memapah tubuh Lilu ke kamarnya .
"Kamu ganti baju gihh ,biar tante buatkan jahe hangat untuk kamu ."Suruh tante Lilu .
Tante Lilu melangkah keluar kamar Lilu untuk membawa segelas jahe hangat untuk Lilu.
Beberapa menit kemudian Tante Lilu kembali ke kamar Lilu dengan segelas jahe hangat yang ia bawa .
Menghampiri Lilu yang saat itu terduduk melamun di sova dekat jendela kamarnya.
"Li minum dulu jahe hangatnya ."Kata Tante dengan memberikan segelas jahe hangat itu kepada Lilu .
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi Li ,coba cerita ke tante ?".Tanya Tente dengan lembut .
"Entahlah tante saya harus mulai cerita dari mana ."Kata Lilu ."Lilu sudah melupakan semua beban hidup Lilu ,dan mulai menjalankan kehidupan baru lagi .Namun disaat Lilu sudah mulai percaya dengan keberadaan cinta .Kenapa Tuhan seperti tidak adil kepada Lilu. Tuhan mengambil ayah ,mamah ,kakak ,orang yang paling Lilu sayangi ."Kata Lilu .
"Lilu ikhlas dengan itu semua ,Lilu mencoba tetap tersenyum dan bahagia seperti tidak ada beban yang Lilu bawa .Namun kenapa sekarang hal itu datang kembali .Tante tau Ardi jatuh sakit .Dia sakit jantung ,dan itu semua terjadi disaat Lilu mulai menyukainya."Kata Lilu ."Apa Lilu memang tidak layak untuk merasakan cinta walau hanya sesaat ."Sambungnya .
"Bukanya Tuhan tidak adil Lilu ,Tuhan hanya ingin menguji hambanya yang berhati kuat seperti kamu ."Kata Tante ."Pernah ada pepatah yang berkata seperti ini kan ,Sehabis hujan badai pasti akan ada pelangi indah yang menyambut .Lilu harus percaya itu ,kalau sehabis tangis-menangis pasti akan ada kebahagiaan yang menyambut. "Kata Tante .
"Tapi Ardi sendiri, saja sudah mengusir saya dari dalam hidupnya ."Kata Lilu.
"Tarus kamu kesal ?,marah karna Ardi berkata seperti itu".Kata tante .
Lilu hanya terdiam menunduk kepalanya.
"Lilu masalah tidak akan selesai jika salah satu dari kalian tidak ada yang mengalah."Kata Tante."Bisa jadi ,Ardi berkata seperti itu ,karna dia tak ingin kamu melihatnya menderita .Dia hanya bermaksud menanggung semua bebannya sendiri ."Sambungnya.
"Sudah kamu istirahat gihh,tidak perlu terlalu dipikirkan .Besok kamu temui lagi Ardi , dan aja bicara dengan baik-baik ."Kata Tante melangkah pergi meninggalkan kamar Lilu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
********************