
"Yani ayok."teriak Kiki yang menunggu istrinya di teres rumah .
Yani keluar dengan wajah kesal dan marah."Ayok-ayok ,apa kau tak tau kaus kakiku tak ada."kata Yani dengan menarik kencang dasi Kiki sampai terbungkuk menyamai tingginya.
Melepas pegangannya dari suaminya."Diam dan bantu cari ."kata Yani.
Memperbaiki dasinya."Macan betina."kata pelan Kiki ,membantu istrinya mencari kaos kaki.
Beberapa saat kemudian ."Ini kaos kaki kamu."kata Kiki mengambil kaos kaki di lemari pakaian dalam Yani.
Yani yang malu mendekat ."Tutup."ujar Yani menutup pintu lemari.
Kiki diam dan memperhatikan sikap malu istrinya yang lucu.sesekali Kiki tersenyum manis.
Selesai mengenakan sepatu dan kaos kaki."Ayok berangkat."ajak Yani menarik tangan suaminya .
Sesampainya didalam mobil,Kiki melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang melalui jalanan kota.
"Nanti aku jemput."ucap Kiki fokus menyetir .
"Umm."gumam Yani.
"Kenapa Yan kusut jahh muka kamu."ujar Kiki.
"Bentar lagi UN."kata Yani masam.
"Y terus."ujar Kiki fokus menyetir.
"Pusing bambang."ujar Yani dengan nada suara kesal .
"Enggak usah terlalu dipikirkan,nanti gila lohh."ucap jahil Kiki.
"Hemm."gumam sinis Yani.
"Gimana kalau nanti malam aku bantu bahas ulang materi kamu lagi."ucap Kiki.
"Terserah lahh pusing."ujar Yani.
"Singa betina juga bisa pusing."kata Kiki dalam hati.
Beberapa menit kemudian sampailah Kiki dan Yani disekolah.Kiki menepikan mobilnya .
"Yan."panggil Kiki menghentikan langkah istrinya yang ingin keluar mobil .
"Tak perlu terlalu dipikirkan un nya nanti sakit."kata Kiki melepas genggamannya.
Mengangguk kepala."Umm."gumam Yani beranjak pergi masuk kedalam sekolahnya .
Kiki kembali menyalahkan mobilnya dan berlalu pergi dari sekolah istrinya.
"Woyy."ucap Riska menepuk pundak Yani.
"Telat lagi lu Ris." ucap Yani.
"Ya gitulahh ,lu kan tau gue selalu ketiduran kalau."kata Riska terputus oleh perkataan Yani .
"Kalau selesai solat gue kan udah pernah bilang kalau kamu."kata Yani tak melanjutkan ucapannya.
"Kamu apa."ujar Riska.
"Kamu."
"Apa Yani apa??"
"Kamu disukai sama Zen."
"Apa."ujar Riska terkejut .
"Enggak usah alay,kamu juga suka kan sama Zen?"tanya Yani
Riska hanya diam dengan menundukkan kepalanya menyembuhkan pipi merahnya .
"Enggak usah malu kali Ris. kau sudah tau sifat kamu ,dibalik sifat tomboy sok kuat kamu ada jiwa romantis dalam diri kamu ."kata Yani.
"Kamu jangan bilang ke siapa-siapa dulu Yani."kata Riska.
"Enggak Janji."ujar Yani menyilangkan dua jarinya.
"Sudah ayo masuk ,apa kita akan jadi penjaga pintu ."ujar Yani menarik tangan Riska .
Didalam kelas Ardi yang selalu bertengkar dengan Lilu menambah kebisingan dikelas.
"Aduhhh kalian pacaran aja apa susahnya,rame banget pusing gue."ujar marah Yusi tertelungkup di atas mejanya.
"Kenapa lu ?"tanya Yani kepada Yusi.
"Gue habis ditembak."ujar Yusi
"Mati dong lu ."ucap ketus Riska.
"Serius ini Ris."ujar Yusi.
"Terus lu terima?"tanya kepo Yani.
"Belum gue masih bingung."kata Yusi.
"Emang sapa namanya?"tanya Riska .
"Edi ."jawab Yusi.
"Edi sapa ,coba lihat fotonya."ucap Yani pikir Edi teman suaminya.
"Enggak punya."kata Yusi.
"lahh gimana sihh ditembak orang gak tau fotonya."ujar Riska.
"Ciri-ciri orangnya itu tinggi putih agak lebat rambutnya ,bener gak dia juga suka pakai bawa jas tapi jarang iya pakai ."ucap Yani menebak-nebak.
"Bener itu lu ko tau ,ada hubungan apa lu sama dia"ujar Yusi .
"Dia temen Kiki ."kata Yani.
"Bang Kiki temen kakak gue."ujar Yusi.
"Umm."gumam Yani cuek.
"Btw ada hubungan apa lu sama Kiki?"tanya Riska.
"Entah gue mau tidur ."ujar Yani menata posisi tidurnya.
.
.
.
.
.
.
.
Ditempat Zuan dan Zoan.
Bel jam istirahat pelajaran pertama berbunyi .Zuan ,Zoan ,dan teman-temannya pergi ke taman sekolah biasa mereka nongkrong.
Mengelus-ngelus perut ratanya."Tempe ke kantin yuk laper."ajak Zoan .
"Ayok."jawab Mail.
__ADS_1
Zoan dan Mail pergi ke kantin .Sementara itu
"Zu nanti siang main yuk."ajak Aldo.
"Main apaan?"tanya Zuan.
"Game sambil belajar."kata Aldo.
"Di Rumah Sapa?"tanya Zuan.
"Rumah gue aja jam 2 gimana."ucap Aldo.
"okeh."kata Zuan .
Beberapa menit kemudian Zoan dan Mail kembali dari kantin dengan camilan yang banyak ditangan mereka.
"Buset lu borong semua tuhh jajan."ujar Aldo tak habis pikir dengan makanan teman nya.
"Enggak,dahlah ayo makan keburu masuk."ucap Zoan .
"Nanti datang ke rumah ku Jam 2."ujar Aldo.
"Ngapain,enggak ada camilan enggak dateng gue."kata Mail.
"Ngerjain tugas,lu enggak dateng bodoamat gue."ujar Aldo.
"Lu ,gue cium remuk lu."ujar Mail
"Cium aja kalau enggak gue tendang lu."ucap Aldo .
Mail mendekati Aldo dan menindih badan Aldo,mencengkeram tangan Aldo dengan kuat.
Sementara itu Aldo meronta-ronta menahan geli dengan mencoba melepaskan dirinya dari Mail.
Menarik badan Mail dan Aldo."DIAM,gue nikah in kalian enggak diam."ujar Zoan kesal .
Memakan makanan ."Kalian enggak mau makan ."ucap Zuan tak perduli.
"Kakak."ujar Zoan ikut bergabung makan camilan,yang diikuti dengan Mail dan Aldo yang selesai merapikan bajunya.
Waktu terus berputar tak terasa sudah jam 2 .Sesuai dengan janji Zuan dan Zoan datang ke rumah Aldo.
"Assalamu'alaikum."Salam Zuan dan Zoan dengan menekan bel rumah Aldo.
"Wallaikumsalam."jawab Aldo membuka pintu rumah .
Mail yang baru datang ."Aduhh telat gue."ujar Mail ngos-ngosan.
"Kenapa lu?"tanya Zoan.
"Gue dikejar anjing,an**jirr haus .Aldo minum."ucap Mail dengan gaya orang haus.
"Udah ayo masuk dulu ."kata Aldo mempersilakan teman-temannya masuk.
"Ini Den Camilan sama minumannya."ucap pembantu itu menaruh makanan di atas meja.
"Lah bi tadi saya sudah bilang biar saya ambil sendiri .Bibi kan masih banyak tugas."ujar Aldo membantu menata makanan yang dibawa pembantunya.
"Gapapa den."
"Makasih bi."
"Iya den."jawab pembantu itu pergi kebelakang.
"Pembantu lu."ujar Zoan.
"Iya gitu lah."kata Aldo.
Melihat Mail yang minum seperti kuda kehausan."Ehh buset lu minum atau apaan woyy pelan-pelan."ujar Aldo.
"Haus bro."ujar Mail selesai minum.
"Ayo belajar .Nilai kalian banyak yang menurun latihan ulangan kemarin."ucap Zuan fokus membuka bukanya.
"Asiyap pak guru."ucap Zoan ,Aldo ,Dan Mail bersamaan.
.
.
.
.
.
.
.
Ditempat Yani
Yani yang sudah didalam mobil Kiki .Seperti hari biasa Kiki mengantar istrinya pulang kerumah selesai sekolah.Sesampainya dirumah Kiki memepihkan mobilnya.
"Ki nanti malam mau makan apa?"tnya Yani pada suaminya.
"Bali daging sapi,sama terserah kamu."kata Kiki.
"Oke,semangat kerjanya."ucap Yani.
"Asiyap ibu negara."kata Kiki melajukan mobilnya kembali.
Dengan membuka pintu rumah."Mandi terus tidur enak kayaknya."ujar Yani .
.
.
.
.
Ditempat Kiki.
Dengan cemas."Bos ada masalah dengan perusahaan kita yang di Seoul."kata Edi.
Memberikan berkas kerja."Lihatlah berkas ini."ucap Edi.
"Bagaimana bisa merosot."ujar Kiki terkejut dengan hasil laporan berkas yang diberikan Edi.
"Kita harus kesana untuk memastikan."ujar Kiki.
"Pasti ada yang korupsi atau curang dalam bekerja."ucap Kiki dingin dan cuek .
"Tapi bos."ucap Edi.
"Kenapa?"tnya Kiki dengan sorot mata dinginnya.
"Engak jadi.Kita berangkat hari apa?"tnya Edi.
"Secepatnya ,bagaimana jika besok."kata Kiki.
"Pulangnya kapan bos?"tnya Edi.
"Satu minggu lagi mungkin,tpi jika kita cepat menyelesaikannya tak sampai satu minggu kita sudah kembali ke indonesia."ucap Kiki.
"Ehh bos penerbangan pesawat engak bisa kalau."kata Edi terputus oleh perkataan Kiki.
"Kalau terlalu dak-dakkan .Kita akan naik jet pribadi saya."ucap Kiki.
Edi hanya terdiam terkejut bawah dia diajak naik pesawat pribadi yang mewah.
__ADS_1
"Sudah sore ,saya pulang duluan ,inget besok datang jam 6 di bandara Internasional juanda .Jangan telat."kata Kiki.berlalu pergi.
"Okeh boss."ucap Edi.
Diperjalanan pulang Kiki mampir sebentar kewatek membeli Terambulan keju kesukaan istrinya.
Selesai membeli terambulan Kiki melanjutkan perjalananya pulang kerumah .
"Asallamualaikum."salam Kiki yang baru pulang kerja.
"Wallaikumsalam."teriak Yani yang sibuk di dapur menyimpan makan malam.
"Saya bawa camilan Yan."kata Kiki.
"Apaan itu."ucap Yani membuka kotak makanan yang dibawa suaminya.
Melonggarkan dasinya"Saya mandi dulu ."Ujar Kiki .
"Wihh enak ini,nanti dimakan sambil lihat bintang y."ujar Yani.
"Terserah kamu."ucap Kiki yang sudah naik tangga kekamar .
"Sedang apa Yan?"tnya Kiki yang baru datang .
"Ini ada chat dari adik-adik katanya mau datang kesini minggu besok."kata Yani.
"Suruh datang aja Yan biar rame rumahnya."kata Kiki.
"Okeh."jawab Yani.
"Ayo makan."ajak Yani mengambilkan nasi untuk suaminya.
Kiki dan Yani memakan makan malam mereka.
Beberapa menit kemudian Yani dan Kiki yang selesai makan dan berberes dapur.Yani membuat kopi dan secangkir coklat panas,dan Kiki menata kue tadi diatas piring.
"Saya yang bawa kuenya ."ujar Yani membawa kue itu dan berlalu pergi ,yang disusul oleh Kiki dari belakang membawa kopi dan coklat panas.
Yani dan Kiki duduk di teras lantai satu rumah mereka .
"Lihatlah bintang itu." kata Kiki menunjuk salah satu bintang yang paling terang dari yang lain.
"Kenapa? bintang itu indah."ujar Yani melihat bintang yang ditunjuk suaminya.
"Kata Ayahku ,bintang yang paling terang diantara bintang yang lain adalah wujud nyata dari roh orang yang paling kita sayang.Tapi terkadang juga ada yang bilang itu bayang orang yang paling kita sayang ."kata Kiki melihat bintang itu.
"Benarkah."ujar Yani.
"Iya,jika kita merindukan seseorang maka lihatlah bintang itu dan sebut namanya tiga kali,kamu pasti dapat melihat bayang dia disana."kata Kiki.
"Tapi orang yang saya sayang sudah ada disini."ucap Yani melihat Kiki.
Kiki melihat sorot mata istrinya yang sangat indah."Yan sebelumnya maafkan saya."ucap Kiki.
"Ehh kenapa ?"tnya Yani bingung dengan ucapan suaminya.
"Saya!!Saya akan pergi ke Seoul besok ."kata Kiki.
"Hanya karna itu kau minta maaf."ujar Yani yang disusul dengan tawanya.
"Ada yang lucu ?"tnya Kiki.
"Tidak juga."ucap Yani.
"Yani kamu tidak papakan saya tinggal untuk beberapa hari."ucap Kiki.
"Tidak papa Kiki."kata Yani .
"Bener ."ujar Kiki.
"Umm."
"Sudah ayo masuk dingin."ajak Yani.
Yani dan Kiki masuk kedalam rumah .Saat didalam kamar Kiki masuk kedalam ruang baju.Yani yang baru saja selesai menata buku mata pelajarannya mengikuti suaminya keruang baju.
"Hayo lagi apa?"tnya Yani merangkul suaminya dari belakang.
"Berkemas buat besok ."jawab Kiki sibuk memilih baju.
"Ko engak minta bantuan saya."ucap Yani kesal.
"Kamu lagi belajar saya tak ingin menganggu kamu."kata Kiki
"Dah dah sini biar saya kemaskan."ujar Yani mengambil alih memilih baju.
"Kamu butuh baju untuk apa saja?"tnya Yani sewot.
"Baju rapat,dan untuk baju santai dikit aja lagian untuk tidur aja."kata Kiki duduk di kursi samping lemari.
Tampa menjawab ucapan suaminya Yani melanjutkan mengemas baju -baju yang dibutuhkan kedalam koper dengan rapi.
"Udah beres yan?"tnya Kiki yang melihat istrinya menutup koper.
"Sudah ayo tidur besok kamu harus bangun pagi ."ucap sewot Yani.
Kiki yang tau istrinya ngambek mengikuti dari belakang.
"Yan sudah tidur?"tnya Kiki yang tak dapat tidur .
Yani yang sudah tertidur tak menjawab ucapan suaminya.
Kiki merangkul istrinya dari belakang.
Kiki yang merasakan kalau istrinya sedang menangis membalikkan badannya menghadap dirinya.
"Yani kenapa menangis?"tnya Kiki .
"Yani tertidur dalam.keadaan menangis."ujar Kiki dalam hati.
"Yani Yan Yani bangun hy bangun Yani."ujar Kiki memcoba membagunkan istrinya.
Cukup lama Kiki membangunkan istrinya.Yani pun terbangun ,dengan ketakutan Yani langsung memeluk erat Kiki.
"Hey ada apa tenang kan dirimu."ujar Kiki mengelus lembut kepala istrinya.
Serasa istrinya sudah agak tenang Kiki bertanya kembali ."ada apa?".
"Kamu akan pergi dari saya untuk selama-lamanya."kata Yani dengan mata yang masih bengkak.
Dengan lembut."Hy saya tak akan pergi kemana-mana Yani."ucap Kiki mengusap air mata istrinya.
"Tapi dalam mimpiku kamu."kata Yani tak sanggup melanjutkan ucapannya Yani kembali meneteskan air matanya.
Dengan menatap lurus kearah mata indah istrinya."Saya berjanji selagi jantung kamu masih berdenyut saya tak akan pernah meninggalkan kamu Yani."kata Kiki.
"Janji ya."ucap Yani memeluk suaminya.
"Oya Yani ,sudah tidur lagi masih malam ."ucap Kiki mengelus lembut punggung istrinya.
Ucap dalam hati Kiki."Apa sebaiknya saya tidak meninggal kan Yani sendirian.Apa lagi dengan keadaannya sekarang."
.
.
.
.
****
__ADS_1