Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.

Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.
Eps.102 Hari tanpa kejadian 1


__ADS_3

Dino yang sudah sampai di vila milik Danu yang ada di salah satu desa di W.Danu langsung di sambut dengan ramah oleh pembantu rumah tangga di rumah itu .


"Selamat datang Den."Sapa nya yang di balas senyum manis oleh Danu.


"Kenalkan bik ,dia Dino teman saya .Dino ini bik Nur yang ngerawat rumah saya selama saya pergi ."Kata Danu .


Dino pun berkenalan dengan bik Nur .Selesai dengan percakapan singkat itu ,bik Nur pun menunjukkan kamar yang akan di tempati oleh teman majikannya itu.


Selesai dengan itu Bik Nur berlalu pergi ke dapur untuk melanjutkan memasakkannya yang belum sempat ia selesaikan .


++++++++++


Dino merebahkan dirinya sejenak di atas tempat tidur ,ia memejamkan matanya untuk melepas sedikit rasa letih sejak semalaman.


Sampai suara ketukkan pintu membuyarkan semuanya ,Dino segera beranjak untuk membuka pintu kamarnya .


"Maaf menggangu mas ,saya cuma mau kasih ini ."Kata Bik Nur memberikan peralatan mandi untuk Dino .


Menerima pemberian itu."Eh iy ,terimakasih bik."Ucapnya sedikit canggung .


"Saya permisi mas."Bik Nur berlalu pergi dari sana .


Dino kembali masuk ke dalam kamarnya ,akan tetapi belum juga menutup pintu kamar nya yang masih terbuka sedikit .Dino melihat ,Danu yang keluar dari kamar lain yang tidak terlalu jauh dari kamarnya dengan pakaian formal.


Dino segera ikut keluar untuk mengikuti langkah Danu. Setibanya di teras rumah ,Dino mendekat ke Danu yang sedang sibuk mengisi angin ke ban sepedahnya. "Anda ingin pergi kemana ?".Tanya Dino .


Tanpa melihat Dino."Jangan panggil saya dengan sebutan anda ,itu terlalu formal .Panggil saja dengan nama saya ."Jelasnya .


"An- eh kamu ingin kemana?".


Danu yang mendengar perkataan gugup Dino tertawa pelan ."Saya akan berkeliling desa ,kau ingin ikut?".Tanya balik.


"Jika ingin ambil saja sepedah di gudang,di sana masih ada satu sepedah ."Lanjutnya .


"Saya akan ikut ,tujuan saya kesini kan untuk melihat-lihat desa ini."Kata Dino agar bisa mengawasi Danu lebih dekat lagi .


+++++++++++


++++++


Ditempat Kiki .


Kiki yang sudah pusing dengan semuanya hanya bisa terduduk di kursi kerjanya dengan perhatiannya yang kosong melihat keluar jendela kaca besar kantornya .


"Bos!!".Ucap Edi sedikit berteriak kepada Kiki.


Kiki segera mengalihkan perhatian dinginnya memperhatikan sekretarisnya itu ."Saya ingin mengatakan sesuatu kepada bos ."


"Apa?".


"Saya sudah menyimpan kecurigaan kepada sahabat bos yang tempo hari datang ke sini .Saya curiga kalau sahabat bos itu ,ada hubungannya dengan semua masalah ini .Terutama hubungan dengan anak yang sedang di kandung mbak Tika."Jelas Edi .


"Kita tidak ada bukti jika sahabat saya ada hubungannya dengan ini ,dan juga tidak mungkin dia ikut melakukan ini karna apa manfaatnya dia melakukan ini kepada saya ."Kiki yang belum terlalu yakin .


"Saya sudah menyuruh salah satu anak buah saya untuk mengikuti sahabat bos."


Di tengah-tengah percakapan serius itu tiba-tiba Tika masuk ke dalam ruang kerja Kiki tanpa memberi salam atau mengetuk pintu terlebih dahulu yang membuat Edi terkejut bukan main .


Namun Kiki yang masih dengan raut wajah tenangnya."Ingin apa kau kemarin?".


"Tentu saja untuk membicarakan rencana pernikahan kita ,untuk apa lagi kalau bukan rencanan itu ."Ucap Tika dengan senyum manisnya .


Tika mendekati Kiki dan duduk tepat di depan meja kerja Kiki. "Kau ingin orang-orang tahu kalau kau sudah menghamili seorang wanita yang tidak berdaya ,kau ingin beritah ini menyebar .Hem,pasti seru bukan? .Seorang pemimpin perusahaan besar ,masuk kedalam scandal perselingkuhan sampai wanita itu hamil."


Kata-kata Tika yang langsung membuatnya naik fital ."Tutup mulutmu ,Tika!!".Bentak Kiki dengan suara lantangnya.


"Tidak perlu berteriak tuan ,anda membuat anak kita ketakutan ."Dengan senyum miringnya.


Edi yang mendengar perkataan Tika ,langsung menjijit alis kanannya .


"Apapun rencana mu ,saya tidak akan menikah dengan wanita sebrengsek seperti kau!".Ucap Kiki tegas .


Dengan santai Tika bangkit dari tempat duduknya ."Kita lihat saya nanti ,karna saya tidak akan biarkan anak kita lahir tanpa seorang ayah."Ucap Tika berlalu pergi keluar ruang kerja pribadi Kiki seperti tidak terjadi apa-apa.


Kiki kembali duduk di kursi dengan raut wajah yang sangat kesal ,ia memukul keras meja kerjanya Berakk.... ."Aa!!".Umpatnya.


Sementara itu Edi yang masih ada di sana masih berdiri mematung dengan apa yang baru saja ia lihat .


"Lalu ,apa rencana bos selanjutnya?".Tanya Edi membuka keheningan.


"Suruh salah satu anak buah kita untuk mengikuti Tika ,saya tidak ingin sampai dia melakukan sesuatu yang menyakiti keluarga istri saya."Kiki dengan tangan kanan yang menyanggah pelipisnya.


"Baik bos ,saya permisi."Edi yang ingin berlalu pergi.


"Dan untuk sahabat saya ,saya harap kamu bisa mendapatkan bukti yang lebih jelas lagi ."Lanjut Kiki kepada Edi .


"Baik bos."Edi yang beranjak meninggalkan ruang pribadi Kiki ,bosnya .


+++++++++++


++++++


Ditempat Yani .

__ADS_1


Kampus .


Sementara itu ,Yani yang sedang duduk di kantin kampus bersama dengan Riska setelah sekian lamanya menunggu kelas selesai .Riska menikmati bakso pesanannya,sedangkan Yani hanya terdiam mengaduk-gaduk jus buah pesanannya yang membuat Riska ."Woyy ngelamun aja ,ada apa Yan?".


"Em, gakpapa sedikit tidak enak saja."Jawab Yani sedikit canggung.


"Hemm."Dengus Riska .


"Jika ada masalah cerita saja Yan ,gue enggak ingin lu diem aja .Gue berasa di abaikan ,gue enggak suka ."Lanjutnya .


"Hhhhhh."Tawa kecil Yani .


Riska yang mendengar tawa Yani ,langsung menatap Yani dengan datar ."Gue serius Yan."


"Iyiy saya tahu Ris ."


"Balik yuk pergi ,kelas juga udah selesai kan."Ajak Yani .


"Hem ,yuk ,gue udah kenyang ."Riska beranjak dari tempat duduknya .


Dalam perjalanan ke parkiran mobil ,Yani melihat layar ponselnya ."Ris,lu duluan aja gue udah di jemput ."Kata Yani berlalu pergi ke arah lain .


"E!!".Ujar Riska terhenti dengan Yani yang sudah berjalan menjauhi dirinya .


Riska pun mengedipkan kedua bahunya ,sebelum berlalu pergi ke parkiran mobil .Belum juga terlalu jauh dari langkahnya ,Riska bertemu dengan Gabriel .


Riska berlalu pergi saja tanpa memperdulikan Gabriel ,akan tetapi Gabriel ."Hy tunggu."Suruh Gabriel .


Riska menghentikan langkah ,dengan raut wajah dinginnya ia membalikkan badannya."Apa?".


"Tadi saya dari perpustakaan .Kata penjaga perpustakaan kau sudah meminjam salah satu buku yang seharusnya saya pinjam hari ini."Kata Gabriel .


"Hem,buku apa ?".Tanya dingin Riska .


"Cool car engine works judul bukunya ."Ucap Gabriel .


"Buku itu ada di rumah ,besok saya akan berikan kamu ."Riska dengan beranjak pergi tanpa menunggu ucapan Gabriel kembali .


"Cewek kulkas."Gumam Gabriel berlalu pergi dari sana .


+++++++++


"Ki ,saya takut yang di katakan ayah benar akan terjadi .Kamu tahu ayah kan Ki ,ayah sangat keras kepala Ki."Yani yang sudah benar-benar khawatir.


Kiki tersenyum tipis melihat raut wajah cemas istrinya ."Tidak akan ada yang terjadi ,kamu tenang saja .Dan jangan khawatir ,saya pastikan semuanya akan segera berakhir."Kata Kiki .


Yani mencoba tersenyum ,dan menganggukkan kepalanya.Kiki tersenyum dengan mulai menyalahkan mesin mobilnya ."Tunggu kamu akan antar saya pulang!?".


"Iya ."


"Yasudah saya titip salam sama ayah".Jawab enteng Kiki yang mulai fokus menyetir .


"Hem."


Mobil yang di kendaraani Kiki terus melaju hingga sampai lah di pertigaan gang rumah Yani .Kiki berlahan mengurangi kecepatan mobilnya untuk menepihkan mobilnya. Setelah mobil sudah menepih ,Yani beranjak turun ."Saya pergi dulu ,kamu jangan lupa makan Ki .Jangan sampai hanya karnaa tidak ada saya yang masak di rumah ,kamu jadi malas makan ."Oceh Yani .


Kiki tersenyum tipis ."Iy, nanti saya makan ."


Yani yang sudah di luar mobil ."Dahh hati-hati ."Dengan menutup pintu mobil kembali ,dan berjalan pergi dari sana .


Kiki masih terdiam di dalam mobil ,untuk memastikan istrinya masuk kedalam rumah dengan baik-baik saja .


Sementara itu Yani yang sudah berjalan sedikit jauh ,akhirnya sampailah didepan rumahnya .Yani segera melangkah masuk kedalam pekarangan rumahnya ,untuk segera masuk kedalam rumah .


Jalan yang di lalui Yani ,adalah jalan luruh tanpa ada belokkan ke arah lain .Sehingga Kiki bisa lebih mudah mengawasi istrinya tadi dari ke jauh .


Di saat istrinya sudah masuk kedalam rumahnya ,Kiki menyalahkan masih mobilnya untuk berlalu pergi dari sana .


+++++++++


+++++


Sementara di tempat Danu ,yang sekarang sudah berada di tempat perdesaan yang jauh dari keramaian kota dan juga dari kejaran seseorang pria suruhan mantan pacarnya .


Danu yang sedang bersepeda bersama Dino untuk melihat-lihat perdesaan sejak tadi pun berhenti sejenak di salah satu pondok penunggu yang ada di desa itu .


Danu terduduk terdiam dengan perhatian memperhatikan orang-orang petani yang sedang bekerja di ladang di seberang jalan.Dino yang melihat itu membuka suara ."Indah juga suasana desa ini."


"Iya ."


"Sebenarnya saja tidak mau ikut campur dengan masalah ada saat ini .Saya hanya ingin tahu kenapa pria kemarin ingin membunuh mas?".Tanya Dino mulai menggali informasi.


Danu hanya terdiam dengan perhatian yang sama .Dino yang melihat itu pun ikut terdiam karna belum saatnya jika dirinya harus langsung bertanya semuanya.


Sampai ."Pria kemarin adalah suruhan mantan pacar saya ,atau kurang lebih masih pacar saya ."Kata Danu .


"Pacar saya memutuskan saya setelah dia tahu ,dia sedang hamil anak saya ."Lanjutnya.


"Tunggu apa?,bukankah seharusnya pacar mas tadi minta pertanggung jawaban ke mas .Lalu kenapa dia malah meminta mengakhiri hubungannya dengan mas ."Kata Dino yang masih belum mengerti dengan apa yang di katakan Danu .


Danu tersenyum tipis tanpa memperhatikan wajah kebingungan Dino ."Awalnya saya juga tidak mengerti dengan jalan pikirannya ,tapi setelah saat itu ........"


+++++++++

__ADS_1


Kembali ke masalah lalu .


Di suatu malam ,di tempat di salah satu clup malam yang sudah di sewa VIP oleh satu orang pria yang sedang menunggu kedatangan seseorang .Sampai sesaat kemudian masuk seorang wanita dengan paras cantik masuk kedalam ruangan itu .


"Malam sayang."Sapa Danu yang di abaikan oleh ekspresi dingin wanita tadi .Iya, wanita tadi tidak lain adalah Tika.


"Saya hanya ingin memberitahu kamu ,kalau saya sedang mengandung anak mu. "


"H! kamu serius ."Tanya Danu sedikit kaget.Tika hanya terdiam dengan tatapan dinginnya .


"Bagus kalau begitu ,saya akan tanggung jawab .Saya akan segera menikahi kamu."Danu dengan senyum manisnya .


"Tidak ,saya tidak ingin menikah. "Tika dengan tatapan dinginnya .


"Tunggu kamu bermaksud ,kamu ingin menggugurkan kandungan mu?".


"Tidak ,saya tidak akan biarkan itu terjadi ."Tolak Danu .


"Tidak ,saya tidak sebodoh itu Danu ."


"Saya akan tetap mempertahankan kehamilan saya saat ini ,hanya saja saya tidak ingin menikah dengan kamu .Saya ingin kita mengakhiri hubungan ini ,dan saya ingin kamu jangan pernah temui saya lagi ."Kata Tika dengan tatap santai nya .


"Tidak."


"Saya tidak bisa meninggalkan kamu ,bagaimana dengan anak saya .Saya juga ingin bisa dekat dengannya ,dan saya juga harus tanggung jawab. "Elak Danu .


"Kamu bisa melihat anak ini setelah lahir ,tapi untuk saat ini saya ingin kamu pergi .Dan jangan pernah bilang ke siapapun kalau ini anak kamu...."


"Apa maksudmu?".Tanya tegas Danu memutuskan kalimat Tika .


Tika dengan santai bangkit dari tempat duduknya ."Jika kamu tidak pergi."Kata Tika mengeluarkan jarum suntik yang sudah ia siyapkan .Jarum suntik berisi racun itu ia arahkan ke urat nadi nya ."Saya akan mati!!" .


"Saya akan mati bersama anak ini."Ancam Tika.


"Lebih baik kau tidak melihat keduanya bukan ."Lanjut Tika yang masih melakukan hal yang sama .


Danu yang panik ."Tunggu ,kamu jangan gila Tika apa yang kau laku....."


"Pergi sejauh mungkin!!!!."Bentak Tika yang masih bersikukuh.


"Tik....."


"Pergi!!!".Bentaknya .


Dengan berat hati Danu berkata. "Ba-baiklah saya pergi ,saya harap kamu ini membuatmu baik-baik saja ."Beranjak pergi dari sana.


Selesai dengan kepergian Danu ,Tika tersenyum puas dengan rencananya ."Bodoh!".Upatnya .


+++


Setelah beberapa hari setelah kejadian di malam itu .Di malam ini ,Danu pergi ke tempat kerja Tika sebelum dirinya akan melakukan perjalanan jauh .Danu bermaksud berpamitan ,sampai di ruang kerja Tika, Danu tanpa sengaja mendengar percakapan Tika dengan seseorang di dalam ruangan pribadi .


Percakapan yang baru saja Danu dengarkan benar-benar membuat Danu kecewa ,syok ,dan sedih bercampur menjadi satu.


Akhirnya Danu memutuskan niatnya untuk bertemu dengan Tika ,ia langsung berlalu pergi dari sana tanpa memperdulikan siapapun lagi .


+++++++++++


++++++


Kembali ke masa sekarang.


"Yang saya dengar saat itu benar-benar membuat saya kecewa ,lalu saya memutuskan untuk meninggal semuanya dan pergi ke Bali ."Kata Danu .


"Jika saya jadi mas ,saya tidak akan meninggalkan semunya ,terutama dengan sahabat mas yang sekarang pasti sangat kesulitan ."Saut Dino.


"Memang benar yang kamu katakan ,tapi saya sendiri juga tidak ingin kehilangan anak saya yang belum lahir .Kamu tahu sendiri kan di awal tadi saja ,pacar saya sudah mengancam akan mengakhiri semuanya."Kata Danu.


"Saya seperti pria yang sangat pengecut!".Lanjutnya .


"Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya jika mas mau menghadapinya ,dan saya yakin mas pasti bisa menyakinkan pacar mas lagi ."Ucap Dino .


Danu bangkit dari tempat duduknya. "Hari sudah mulai sore ,lebih baik kita kembali pulang ."Ajak Danu.


"Iya ."Ucapnya mengikuti Danu yang sudah menaiki sepedahnya .


+++++++++++


+++++++


Kembali Ke Kiki.


Kiki yang sedang sibuk dengan pekerjaan di ruang tamu ,tiba-tiba terhenti oleh ke hadiran ayah mertuanya yang baru saja datang ke rumahnya .


Bangkit dari tempat duduknya."Ayah mari duduk."Kiki yang mempersilakan mertuanya untuk duduk .


Berukkk......Satu pukulan keras medarat di wajah Kiki.


"Saya benar-benar kecewa dengan kamu ,saya benar-benar tidak habis pikir kalau kamu akan melakukan ini kepada putri saya ."Ucap Pak Rendi dengan sedikit membentak .


Menyodorkan sebuah surat ."Ambil ini ,cepat tandatangani surat ini ."


Kiki mengambil surat itu dan menbaca isi surat itu .Tanpa berpikir panjang lagi ,Kiki langsung mengobok-obok surat itu di depan mertuanya ."Janji saya tetap sama pak Rendi ,saya tidak akan meninggalkan putri anda kapan pun itu selagi diri ini masih bernafas ."Ucap Tegas Kiki .

__ADS_1


__ADS_2