
Memakan makanan pagi."Yan,apa tidak sebaiknya aku tidak jadi kesana."ucap Kiki .
"Kenapa?Tak perlu mengkhawatirkan aku. Aku kalau kepikiran memang selalu terbawa mimpi,dan mimpinya selalu tak jelas."kata Yani.
"Kamu khawatir kalau aku pergi?."
"Enggak kata sapa."ucap Yani menyembunyikan rasa takut dan cemasnya .
( Yah dibalik sisi keras ,dan sok kuat Yani.Ada sisi kalem dan penyayang dalam dirinya,bisa dibilang sebelas dua belas sama Riska sahabatnya dari kecil. ).
Berjalan mendekati istrinya."Walau Kita baru menikah ,tapi aku sudah tau banyak tentang kamu Yani."ucap Kiki.
Menundukkan kepala."Tapi beneran aku gapapa Kiki ,pergilah ."ucap Yani .
Kiki Yang sudah berlutut didepan istrinya."Aku tetap tak akan pergi, lagian ada Edi ."kata Kiki.
"Ehh kasihan Edi Kiki ,pergilah ."ucap Yani.
"Tidak."kata Kiki.
"Kiki pergilah ,kalau enggak aku akan pulang ke rumah bunda."kata Yani berharap Kiki akan berangkat .
"Pergi aja."ucap Cuek Kiki.
Dengan kesal."Pergi enggak aku pukul nihh kasihan Edi Kiki ."kata Yani mengangkat sapu.
Berdiri ."Iya aku akan pergi,Tapi kamu harus mau tinggal sama bi Ana Enggak ada tolakan."kata Kiki.
"Sapa dia, aku bisa tidur sendiri."ujar Yani sok berani.
Mengabaikan ucapan istrinya."Bi Ana akan datang kesini nanti siang ."kata Kiki.
"Umm."gumam Yani.
Dalam hati berkata."Sebenarnya gue juga takut kalau tidur sendirian."
"Yaudah ayo berangkat sudah jam 7.30."kata Kiki melihat jam tangannya.
"Apa??"ujar Yani terkejut.
Dengan tergesa-gesa Yani mengambil tasnya .Kiki mengangkat kopernya .Selesai itu Kiki menyalahkan mobilnya dan melanjutkannya dengan sangat cepat menembus jalanan kota yang mulai ramai.
Sesampainya disekolah Kiki menepikan mobilnya.
"Hati-hati dijalan Kiki."kata Yani.
"Kamu juga jaga diri baik-baik ."ucap Kiki.
"Asiyap pak bos."kata Yani.
Yani berlalu pergi ,sementara itu Kiki melajukan mobilnya kembali ke bandara.
Tak butuh waktu lama untuk Kiki sampai di bandara dengan kecepatan mobil yang sangat cepat.
Duduk di kursi tunggu bandara."kata jam 6 sekarang sudah jam 7 bos."ujar Edi kesal.
"Ayo berangkat."ajak Kiki.
"Ahh sampai kapan aku disini dingin sekali."Sindir Edi pada bosnya.
Sesampainya ditempat Jet pribadi Kiki .Betapa terkejutnya Edi dengan jet pribadi mewah milik bosnya .
"Besar boss mewah lagi."ujar Edi yang baru kali ini naik jet pribadi milik bosnya.
"Ayo masuk kita sudah telat."ucap Kiki dengan wajah datarnya.
Mereka pun masuk kedalam jet pribadi.
Yang sudah duduk."Kapan-kapan kalau rapat di perusahan luar negeri naik ini aja bos."kata Edi.
"Enggak ribet ."ujar Kiki memejamkan matanya.
Mereka pun mulai perjalanan terbang ke Seoul Korea Selatan.
.
.
.
.
Ditempat Yani.
"Mulai besok kita akan mulai persiapan praktek seni budaya."kata Bu Zeni guru seni .
"Dan temanya banyak memuat sesuatu yang serba tradisional."kata pak Yono guru seni .
"Dan setiap kelas dibagi menjadi 4-6 orang ."ucap pak Yono.
"Aku dan pak Yono sudah membaginya kalau dikelas ini bisa dibagi menjadi 6 orang 1 kelompok ."kata bu Zeni.
"Sekarang kalian mau dipilihkan anggota kelompoknya kayak kelas sebelah ,atau pilih sendiri?"tanya zeni.
"Sendiri."jawab satu kelas bersamaan.
"Segera tulis nama kelompok kalian dan kumpulan ke ketua kelas nanti kumpulan dimeja guru saya."kata Bu Zeni.
"Siyap."jawab mereka bersamaan.
"Zen lu gabung aja sama kita."ajak Edi.
"Tidak usah,lagian selesai praktek ini gue akan pindah sekolah."ucap Zen yang membuat semua temannya terkejut .Terutama Riska yang sejak dulu suka dengan Zen.
"Yang bener lu Zen?"tanya Yusi .
"Iya gue dipindahkan oleh sekolah,gue dibantu masuk ke sekolah yang lebih maju dengan jalur biaya siswa ."kata Zen menjelaskan.
"Kapan lu ambil biaya siswanya?"tanya Lilu .
"Kemarin gue tes nya."kata Zen.
"Tapi kamu harus tetep iku,kamu kan masih siswa sini."kata Yani.
"Tapi..".ucap Zen terputus
"Sudah kamu harus ikut,anggap aja ini sebagai kenangan kecil dari kami."kata Edi merangkul Zen.
"Betul tuhh."saut Lilu .
"Terserah kalian ,gue bantu-bantu apa."ujar Zen.
"Gimana kalau kita buat rumah makan tradisional."saran Yani.
"Boleh juga gue setuju."kata Edi.
"Setuju aja."ucap Yusi.
__ADS_1
"Woyy Ris gimana ,ngelamun aja kesambet lu."ujar Yani membuyarkan lamunan Riska .
"Setuju."kata Riska cuek.
"Okeh ,kumpulkan ini nama kelompok nya."kata Yusi memberikan selembar kertas kepada Lilu.
Lilu pun mengumpulkannya ke ketua kelas .
"Cek cek mohon perhatiannya.Biar tidak ada yang sama apa yang ditampilkan nanti ,setelah pulang sekolah jangan pulang sekolah dulu kita berunding dulu."ucap Jovan ketua kelas.
"Asiyap boss."jawab satu kelas bersamaan.
"Ehh kita harus siapkan cadangan kalau aja ada yang sama dengan Kita."kata Yani.
"Gimana kalau pameran kayak museum."ucap Ardi.
"Bagus itu."ujar Yani .
"Yayay gue gitu lohh."kata Edi membanggakan dirinya.
"Hilih enggak usah alay ."ujar Lilu.
Pukul 10.30 .Jam bel pulang sekolah berbunyi .
"Cek ,cerekkk.Karna kelas kita terbagi menjadi 5 kelompok ,saya akan mulai tanya dari kelompok 1 duluan ingin membuat apa."ujar Jovan.
"Kami buat pameran kesenian."kelompok 1
"Lu bejo kelompok lu buat apa?"tanya Jovan.
"Drama mojopahit ."
"Ehh lupa gue kalau tarian dan musik/ nyanyi sama tidak papa asal yang ditampilkan tarian dan musik nya berbeda ."ucap Jovan.
"Tari remo kelompok 3."
"Makanan tradisional ."
"Dan kelompok saya sendiri musik jawa."kata Jovan.
"Sudah semua semoga tak ada kendala ,semoga berhasil ."kata Jovan.
"Aminnn."jawab teman satu kelasnya.
"Yan pulang bareng yuk."ajak Zen.
"Gimana ya."kata Yani dengan melihat Riska.
"Ehh tunggu ada chat."kata Yani membuka isi chat di hpnya.
Zen#Yan peliss ada yang mau aku tanyakan soal Riska.#10.39.
Yani#Umm#10.40.
"Okeh ayok."ajak Yani.
"Kita duluan ya."pamit Yani berlalu pergi.
"Ehh tungguin gue ,gue juga ikut."ujar Yusi mengejar .
Diperjalanan pulang.
"Ehh kalian kelihatannya lagi pedekate ya."ujar Yusi.
Seketika Yani."Terus pacar gue mau diapakan ."
"Yus bukankah hari ini kamu harus bantu in kakak kamu di toko."ucap Yani.
"Astaga lupa ,gue duluan ya."ujar Yusi berlalu pergi berlari.
"Mau tanya apa Zen?"ujar Yani.
"Itu sebenarnya...."ucap Zen tak beraturan.
"Kamu suka Riska ya?"tanya Yani.
"Iya ,aku ingin sekali mengungkapkan semuanya sebelum aku pergi,Tapi."kata Zen.
"Tapi tak tau caranya."ujar Yani.
"Walau Riska anak orang kaya,dia tipe orang yang sederhana ko Zen.Riska itu suka yang sederhana tapi berkesan untuknya."kata Yani.
"Tapi bagaimana Ya."ucap Zen bingung mengungkapkannya .
"Coba pikirkan saja hal-hal sederhana tapi sangat berkesan .aku duluan ."ujar Yani berpisah jalan dengan Zen.
Setelah berjalan yang tak terlalu jauh ,sampailah Yani dirumahnya ,yang sudah ditunggu seseorang wanita setengah paru baya di teras rumah.
Yani masuk kedalam."Permisi apa anda Bu Ana ?"tanya Yani.
"Iya non saya bik Ana."jawab bik ana.
"Mari masuk bu,maaf menunggu lama."ujar Yani membuka pintu rumah.
"Tak lama ko non lagian saya juga baru sampai."kata bik ana.
"Oya bu kamar ibu ada di sana,mari saya bantu bawa tasnya."ucap Yani mengangkat salah satu tas milik bik ana.
"Ngerepotin non."ujar bik ana.
"Tak apa bu,oya ibu ini pembantunya Kiki ?"tanya Yani.
"Iya non sudah sejak den Kiki kecil saya kerjanya."kata Bik ana.
"Ibu sudah tua,apa ibu tidak mudah letih?"tanya Yani.
"Tidak non,saya ingin sekali sebelum saya pensiun bisa melihat istri den Kiki."ucap Bik ana .
"Nona mau dibuatkan makanan apa nanti malam?"tanya bik ana.
"Biar saya buat sendiri aja bik takut ngerepotin."ujar Yani.
"Tidak non saya malah seneng bisa melayani majikan baru saya."kata Bik ana.
"Kalau gitu terserah bu ana mau buat apa,saya ingin coba masakan bu ana."kata Yani.
"Ini uangnya bun ana."kata Yani memberikan 5 lembar 100 ribuan kepada Bik ana.
"Okeh non."
"Saya ke kamar dulu bu kalau letih istirahat saja jangan terlalu dipaksakan."kata Yani beranjak pergi dari kamar bik ana.
Dikamar Yani segera berganti baju ,cuci tangan ,dan Kaki.Selesai itu Yani merebahkan dirinya di atas tempat tidur ,karna terlalu letih nya Yani tertidur sepanjang hari .
Jam 16.30.
"Non bangun non sudah sore."ucap Bik ana membangunkan Yani.
__ADS_1
"Iya bik ."kata Yani yang sudah bangun.
"Saya sudah siapkan makan malamnya ."kata Bik ana.
"Ibu duluan aja nanti saya nyusul."kata Yani
"Baik non."ucap bik ana berlalu pergi.
Yani segera bangun dari tempat tidurnya untuk segera membersihkan badan ya .Beberapa menit kemudian Yani keluar dari kamar mandi dengan badan yang sudah bersih dan imut( heheh ).
Yani mengambil ponselnya yang dari tadi tergeletak di atas meja.
"Ehh buset banyak banget panggil tak terjawab."ujar Yani melihat begitu banyak miskol dari suaminya.
Yani mengirim satu pesan pada suaminya.
#Maaf tadi aku ketiduran! kamu tau aku kan kalau sudah tidur kayak apa.#
Selesai mengirim pesan pada suaminya Yani turun untuk makan malam.
"Wihh enak ini bu Ana.Harum ."ujar Yani yang baru datang.
"Mari non makan."ucap Bik Ana mempersilakan nyonya nya untuk makan.
Melihat bik Ana hendak pergi."Terus bu Ana mau kemana ?"tanya Yani.
"Ke Kamar non."jawab Bik ana menghentikan langkah nya
Yani beranjak dari tempat duduknya ."Bu Ana juga harus ikut makan,temani saya enggak boleh menolak."kata Yani mengajak bik Ana ikut duduk bersamanya.
"Tapi non."ujar Bik Ana.
"Tak boleh menolak bu Ana.Katanya bu Ana sudah merawat Kiki sejak kecil itu artinya Bu Ana keluarga kami juga."kata Yani panjang lebar.
Bik Ana yang tak dapat menolak lagi ,ikut menemani Yani makan malam bersama.
selang beberapa menit kemudian.
"Biar saya saja yang cuci non."ucap Bik ana.
"Sudah bu Ana biar saya saja."kata Yani yang sibuk mencuci piring .
Dengan mengendap-endap meja."Non tadi Den Kiki telfon saya katanya nona ditelpon tak diangkat-angkat."kata bik Ana.
"Iya bu Ana saya tadi ketiduran ."kata Yanu
"Sudah beres bu Ana ,saya keatas dulu mau belajar."ucap Yanu berlalu pergi.
Sesampainya dikamar Yani langsung menata buku materi buat besok .
Mengangkat telfon dari suaminya.
*Hallo.*
*Yani sulit sekali telfon kamu*
*Aku ketiduran.*
*Iy,kamu enggak tidur *
*Belom lah,kan masih sore.*
*Benarkah,tapi disini ko siang.*
*Pura oon dahh.*
*Tertawa dikit napa.*
*Enggak lucu.*
*Hem*
*Bu ana orangnya baik banget,aku suka sama orangnya.*
*Beruntungnya kamu ada bu Ana sejak kecil*
*dia memang baik.*
*Iya sudah yah mau belajar lagi*
*Oke ,kalau tidur jangan terlalu larut .*
*Siyap pak boss.*
*Awas kalau enggak patuh.*
Panggil berakhir.
Yani melanjutkan kembali membaca bukunya sampai pukul 20.30.Yani yang sudah tak kuat menahan kantuk ,segera merapikan buku-bukunya dan tidur .
.
.
.
.
.
Dalam.
Hati yang sakit sulit diartikan.
Mata yang menangis
yang mengucapkan semuanya.
betapa sulitnya memilih.
Dalam diam ku merenung
Dalam hati ku berkata
APA AKU SANGGUP
Tapi hati terdalam
tak dapat mengelak
tak pernah salah.
Bahwa kau orang yang kuat
Dalam cobaan berat hidupmu.
Sekian terima kasih atas dukungan kakak-kakak sekalian 😊😊
__ADS_1