
Selesai mengantar istrinya pergi sekolah ,Kiki langsung melajukan mobilnya ketempat dimana ia akan datangi hari ini .
Sesampainya di sana dengan muka datar dan tatapan dinginnya ,Kiki masuk kedalam rumah yang tak terlalu mewah itu dengan mudahnya ia duduk diruang tamu .
Beberapa menit kemudian Dedi orang kemarin yang disekap oleh Danu turun dari tangga rumahnya ."Kenapa anda disini ?".Tnya Dedi.
Dengan posisi duduk santainya ."Adik kamu sudah berani membangunkan ,iblis yang sudah lama tertidur ."Ujar Kiki dengan tatapan sinis.
Dedi hanya terdiam dengan berharap dalam hati kecilnya ,agar adiknya yang belum berangkat sekolah tidak turun kebawah dulu.
"Sebenarnya saya sudah tak ingin melakukan ini lagi, tapi adik kamu memaksa saya untuk melakukannya lagi ."Ucap Kiki dengan telapak tangan kirinya yang menyangga pelipis kirinya .
Melangkah mendekati Kiki yang duduk di sova ."Saya mohon ,beri saya kesempatan lagi biarkan saya sendiri yang menghukum adik saya .Adik saya adalah harta satu-satunya yang saya punya ,jadi saya mohon kepada anda jangan sakiti adik saya ."Ucap Dedi dengan berlutut didepan Kiki .
"Saya tak akan menyakitinya ,saya hanya akan mematahkan tangannya saja. Sedikit ."Ucap Kiki tampa rasa iba di tatapan matanya .
Ucapan itu membuat Dedi syok ,takut bercampur menjadi satu .
Tak disangka adik Dedi Ayu turun dari tangga rumah."Kau."Ucapan dengan tatapan sedikit terkejut.
Melangkah mendekati Ayu ."Kebetulan kau belum berangkat sekolah."Ucap Kiki dengan sorot mata dinginnya.
"Saya mohon anda jangan sakiti adik saya ,saya mohon ."Ucap Dedi menggenggam tangan Kiki .
Dengan ekspresi datarnya ."Saya tidak serius dengan ucapan saya ."Ucap Kiki .
"Kau memang sudah tau siapa saya ,tapi tenang saja saya sudah berubah walau tidak seutuhnya ."Kata Kiki dengan senyum tipisnya .
"Dan kau !! kau tau siapa yang kau sakiti selama ini siapa ?".Tnya Kiki sedang ekspresi datarnya .
"Ti...d..k tu...an."Jawab Ayu ketakutan dengan tatapan mata Kiki .
"Dia adalah orang yang paling didalam hati saya jika kau menyakitinya lagi ."Ucap Kiki dengan mencengkram kuat tangan kanan Ayu ."Kau akan merasa rasa sakit yang melebihi ini."sambung Kiki lirih tepat ditelinga Ayu .
Ayu yang mendengar ucapan Kiki dengan jelas langsung membulatkan bola matanya.
Setelah selesai dengan ucapannya Kiki melangkah menjauh ,dengan santai Kiki juga berkata ."Saya permisi dulu,selamat pagi."Dengan disambung senyum tipisnya.
#####
Ditempat Yani
Dengan dibantu oleh Riska Yani masuk kedalam kelasnya .Riska yang memperhatikan kaki Yani yang seharusnya berangsur membaik ,malah semakin membuat ,hal itu membuat Riska Penasaran dengan sedikit cemas dengan keadaan sahabatnya itu."Yan kaki kamu ko makin parah ,bukannya kemarin kamu sudah agak membaik kenapa sekarang malah ditambah lagi pembalut kakinya lagi ?".Tnya Riska dengan merangkul lingkar pinggang Yani .
"Tadi suami kamu juga telfon saya buat menunggu kamu di gerbang sekolah ,ehh!! ternyata setelah saya perhatikan ternyata kaki kamu makin memburuk sakitnya .Makannya suami kamu tadi suruh saya menunggu kamu ."Kata Riska yang merangkul lingkar pinggang Yani.
"Hehe!!! iya kemarin kaki saya ditendang lagi sama Ayu dan Yumi."Ucap Yani sembaring dengan tawanya .
"H? terus kamu enggak papa ,dasar kutu kampret mereka awas aja kalau ketemu ."Ujar Riska kesal.
"Dahdah biarkan ,mungkin mereka akan minta maaf besok ."Ucap Yani tak perduli.
"Gak mungkin mereka mau minta maaf sama kita ,orang hati mereka terbuat dari batu ."Ujar Riska ketus .
"Hhhh!!!".Tawa lirih Riska.
Sesampainya didepan kelas Yani yang dibantu Riska duduk di kursinya ,selesai itu Riska duduk di kursinya sendiri dan mulai mengatur posisi tidurnya .
Pukul .08.30
Jovan yang baru selesai berkumpul dari perkumpulan ketua kelas ,kembali ke kelasnya dengan setumpuk kertas digenggaman tangannya.Ia pun mulai berbicara pengumuman apa saja yang harus ia sampaikan tadi .Selesai dengan pengumuman yang ia sampaikan ,Jovan membagikan surat yang ia bawa tadi kepada teman-temannya .
Setelah semua sudah mendapatkan surat tadi ,mereka semua mulai berkemas dan menata-nata kursi-kursi mereka dengan rapi ,karna mereka akan mulai libur satu bulan di hari besok .Sesuai semua beres mereka mulai bersiap untuk pulang ,begitu juga Yani yang masih duduk ditemani Riska yang duduk disampingnya .
"Gue duluan cuyy!!!." ujar Yusi berlalu pergi .
"Okeh ."Ujar Lilu .
"Gue juga duluan ."Ucap Lilu ,yang disusul oleh Ardi yang mengikuti langkah kakinya .
Zen yang baru masuk keruang kelas ."Ehh!! kalian belum pulang ?".
__ADS_1
"Belum Zen tadi menunggu keramaian hama-hama merendah dulu ."jawab Riska.
"Btw dari mana aja lu Zen? baru muncul".tnya Yani .
"Gue ada sedikit urusan tadi ."Jawab Zen mengambil tasnya ."Gue duluan Ris ,Yan ."Ucap Zen melangkah pergi dari ruang kelas .
Memperhatikan kepergian Zen ."Seperti ada yang sedang disembunyikan ."Ucap Riska lirih .
"Ehh!! apa Ris ?".Tnya Yani yang mendengar ucapan Riska namun tak begitu jelas .
"Ooo tidak ,bukan apa-apa .Sudah ayo pulang ."Ajak Riska beranjak dari tempat duduknya ."Tadi kamu sudah telfon suami kamu?".tanya Riska dengan membantu Yani berjalan dengan tongkatnya .
"Sudah ."Jawab Yani .
Sesampainya dibawah ternyata Kiki sudah menunggu istrinya didalam mobil dengan kaca mobil yang terbuka sedikit .Disaat Kiki sudah melihat istrinya dan Riska melangkah mendekat ,Kiki keluar dari dalam mobil untuk melangkah membantu istrinya .
*******
****
Yani yang sudah duduk didalam mobi ."Ris serius enggak nebeng aja ?".tnya Yani .
"Enggak usah Yan saya masih ada sedikit urusan ."Jawab Riska .
"Yaudah kami duluan Ris ."Pamit Yani .
"Iya ."Ucap Riska .
Mobil Yani yang dikendarai Kiki pun berlalu pergi meninggalkan sekolah .
Sementara itu setelah kepergian mobil Yani ,Riska langsung memesan ojek untuk pergi ke suatu tempat .
Beberapa jam menempuh perjalanan ,sampailah Riska ditempat tujuan .Selesai membayar ojek Riska berlalu pergi melangkahkan kakinya menyusuri jalanan setapak yang hanya dapat dilalui pejalan kaki dan pesepeda.
Riska yang membawa jaket di tasnya mengambil dan memakainya karna saat itu cuaca siang hari cukup panas .Ia masih menyusuri jalanan setapak itu ,hingga sampailah Yani disebuah rumah makan .Riska melangkah masuk kedalam toko itu ,ia bertemu dengan pemilik toko dan bertanya sesuatu kepada pemilik toko makanan itu .Namun pemilik toko itu tak tau menahu tentang apa yang ditanyakan Riska .Riska berpamitan kepada pemilik toko itu ,dan berlalu pergi dari toko makanan itu.
Dengan berjalan pelan ."Kenapa Zen tidak masuk kerja lagi di rumah makan itu."Gumam Riska .
* Adek dimana ko enggak pulang-pulang?".tnya Mamah di panggilan telfon .
*Maaf mah masih ada urusan sebentar ."jawab Riska di panggilan telfon .
*Adek sendiri ?".Tnya mamah .
*Iya mah adek sendiri ."
*Yaudah hati-hati dijalan ,jangan malam-malam pulangnya ."
*Iya mah .
Panggilan berakhir .
Selesai dengan panggilan itu ,Riska mencoba menghubungi i ponsel Zen ,namun tak ada jawaban panggilan dari Zen .
Riska melanjutkan langkahnya untuk keluar dari jalan setapak itu .Setelah dijalan raya ,Riska menunggu taksi .Ia naik kedalam taksi dan pergi untuk pergi ke rumah Zen .
Diperjalanan ke rumah Zen disaat Riska melewati jalanan kampung yang lumayan sepi, tampa sengaja ia melihat segerombolan orang yang sedang ribut di gang sempit .Disaat itu Riska menyuruh supir taksi itu untuk berhenti sejenak ."Pak tunggu sebentar saya mau periksa keributan itu."Ucap Riska turun dari dalam mobil .
Tak di sangka ternyata itu Zen yang dengan dikeroyok oleh segerombolan orang yang bertubuh besar dari dirinya .Tak ada perlawanan dari diri Zen sama sekali sampai wajahnya sudah penuh lebam dan darah .Riska yang berjalan cukup jauh dari gang itu ,pun sampai di gang itu .Riska sangat syok dengan keadaan Zen sang sudah penuh darah .Riska mengambil balok kayu yang ada disampingnya berdiri ."Pergi kalian atau saya pukul kalian ."Ujar Riska dengan berdiri membelakangi Zen yang terluka parah .
Namun tiga orang yang bertubuh besar itu tak jerah dengan ancaman Riska .Mereka malah mendekat dan mencoba menggoda Riska .Dengan cepat Riska menepi tangan salah satu orang itu .
"Ett!!! galaknya ."Ujar salah satu orang itu .
"Cukup sudah kalian benar-benar membuat ku mulak ."Ujar Riska kesal ,ia mulai memukuli salah satu dari orang itu dengan balok kayu yang ia bawah .
Karna pukulan itu mereka mulai menyerang Riska secara bersamaan ,Riska yang kalah besar dengan ukuran badannya dan kalah jumlah terkena pukulan salah satu dari orang itu sampai jatuh tersungkur .Lalu salah satu dari mereka mencengkeram kuat leher Riska.
Zen dengan sempoyongan bangkit dari ia terjatuh ."Beraninya kalian menyentuh wanita ku."Teriaknya dengan berlari mendekati dan menendang tepat pada samping wajah orang sang mencekik Riska dengan kuat ,sampai orang itu terpental .
Zen mulai menyerang tiga orang itu dengan membabi buta ,sampai ketiga orang itu tak sanggup lagi melawan dan memilih lari dari tempat itu .Sesudah itu Riska melangkah mendekat ke Zen yang bajunya berlumuran darah ."Kau baik-baik saja kan Zen?,saya benar-benar cemas,kenapa kamu tadi tak melawan Zen?".ucap Riska yang dengan raut wajah cemasnya ia memukul pelan lengan Zen .
__ADS_1
"Ahh!!" ujar Zen menggenggam legan yang dipukul Riska .
Melangkah lebih mendekat kearah Riska ."Saya baik-baik tak perlu cemas lagi ."Ucapnya lirih dengan kepala yang sudah bersandar dipundak Riska .
Riska membawa Zen ke klinik terdekat untuk mengobati luka-lukanya .Selesai itu Riska masih memasang ekspresi yang sangat ingin marah besar kepada Zen .
Dokter yang mengobati luka Zen datang ."Tuan Zen baik-baik saja ,ini ada resep obat yang harus ditebusnya. "Ucap Dokter itu.
"Baik dok terimakasih."Ucap Zen menerima resep itu .
Selesai membeli obat ,Riska yang merangkul pinggang Zen ."Makannya jangan aneh-aneh Zen ."Ucap Riska ."Saya lebih suka kalau kamu melawan,enggak kayak tadi saya benar-benar cemas ."sambung Riska
"Hhhh!!! maaf buat kamu cemas ."Ucap Zen dengan tawa lirihnya .
"Iya tak apa ,emang mereka tadi siapa Zen ?".Tnya Riska .
"Mereka musuh anggota gangster yang saya ikuti saat ini ."Jawab Zen.
Melepas genggaman tangannya ."Kamu masih ikut geng-geng itu?".Tnya Riska ketus .
Zen yang kaget ."Ehh!! tidak-tidak jangan marah dulu atuhh."Ujar Zen .
"Ingin ya Zen saya enggak suka kalau kamu ikut anggota gangster kamu yang dulu ,saya takut jika kamu kenapa-kenapa lagi Zen ."Ucap Riska dengan ekspresi tegasnya.
"Tidak ko janji ini anggota gangster yang baik ko ."Ucap Zen .
"Masa terus kamu tadi ko dipukuli kayak gini ?".
"Iya karna mereka musuh anggota gangster yang saya ikuti Riska ."
"Umm!! okeh saya percaya ."
"Tapi awas kalau kamu boong."Ujar Riska dengan mengacungkan kepalan tangan kanannya .
Riska mengantar Zen pulang kerumahnya dengan taksi ,selesai mengantar Zen Riska berpamitan untuk pulang kerumahnya.
###########
######
Ditempat Yani
Pukul 22.39
Sementara itu ditempat Yani yang sedang dibantu suaminya menganti perban cederanya .
"Ki tadi ada surat kalau saya kan libur satu bulan ,dan!! dan!!! masuk langsung wisuda ."Ucap Yani senang .
"Senangnya istriku ."Ucap Kiki yang membereskan kotak obat .
"Iya dong ,saya bisa rebahan seharian ,ahhh!!! enaknya rebahan seharian."Ujar Yani dengan mengatur posisi tidurnya ditempat tidur .
Kiki yang selesai mengembalikan kotak obat dan mematikan lampu kamar tidur ,ia menyusul istrinya berbaring ditempat tidur .
"Rebahan terus itu enggak sehat Yani ."Ucap Kiki berbaring menghadap istrinya.
"Iyiyiyi saya tau."Jawab Yani sewot .
Kiki merangkul istrinya dengan tangan kekarnya ."Dah tidur ngantuk."Ucap Kiki lirih .
*******"*********
**********
Ditempat Zuan dan Zoan
pukul 23.49
"Kakak enggak tidur ?".Tnya Zoan yang terbangun dari tidurnya .
"Iya ini akan tidur ."Ucap Zuan mematikan lampu samping kamarnya .Namun ia tak dapat memejamkan matanya sama sekali .
__ADS_1
"Mungkin saya harus menemuinya di bandara besok sebelum dia pergi ."Gumam Zuan mulai memejamkan matanya.