Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.

Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.
Eps.92 MULAI LULUH


__ADS_3

Di langit siang yang tertutup awan gelap ,yang menghalangi sinar matahari .Kiki duduk termenung di kursi panjang ,di taman yang tidak terlalu jauh dari kantornya .


Pandangannya kosong ke arah kolam ikan di depannya.Kiki masih belum bisa melupakan masalahnya semudah yang ia bayangkan ,ia merasa sangat bersalah kepada istrinya atas semua yang dia lakukan .Walau itu cuma masa lalunya ,tapi kenyataan ini pasti sangat menyakiti hati istrinya .


Cukup lama Kiki duduk menyendiri di sana ,sampai tanpa ia sadari hujan rintih-rintih turun.Semakin lama hujan itu turun semakin deras .Namun Kiki masih dengan pandangan kosongnya ,duduk di kursi panjang itu .


++++++!


Sedangkan di kantor ,Edi kebingungan mencari keberadaan bosnya .Hingga ia pun turun ke lantai dua dimana biasa para karyawan di sibukkan dengan leptop kerja mereka masing-masing ."Kalian tahu dimana pak bos sekarang ?".Tanya Edi kepada karyawan kantor .


"Pak bos tadi keluar ."Jawab salah seorang karyawan pria .


"Apa pak bos belum kembali?".Tanya karyawan wanita .


"Jika sudah mana mungkin saya bertanya kepada kalian ."Kata Edi dingin .Tanpa basah basih lagi Edi melangkahkan kakinya kembali,ke lantai bawah .Setibanya di sana ,Edi meminjam payung milik salah seorang sekuriti .


Menerima payu hitam pemberian salah seorang sekuriti."Saya pinjam dulu pak."Kata Edi dengan sopan .Tanpa menunggu jawaban dari sekuriti itu ,Edi langsung berlalu pergi.


Di derasnya hujan yang mengguyur kota saat itu ,Edi melangkahkan kakinya dengan santai menembus derasnya hujan mencari keberadaan bosnya.


Dengan melihat-lihat sekelilingnya ."Apa iya pak bos ada di taman?".Batinnya bertanya ."Lebih baik saya lihat."Ucap Edi tanpa berpikir panjang lagi ia masuk kedalam taman .Menyusuri jalan setapak taman ,untuk mencari keberadaan bosnya.


Sampai cukup jauh ia masuk kedalam taman ,akhirnya ia melihat keberadaan bosnya.Edi menghentikan langkahnya ."Itu bos ,kenapa dia duduk disana?,astaga, di hujan sederas ini ,apa tidak dingin!? ."Ucap Edi langsung melangkah mendekat .


Di saat sudah dekat dengan bosnya ."Bos ayo berteduh , nanti bos sakit."Ajak Edi yang tidak di hiraukan oleh Kiki yang masih dengan pandangan kosongnya.


Edi yang tidak mendapatkan jawaban menghembuskan nafasnya dengan sabar .Lalu menepuk pelan pundak bosnya ."Bos ,ayo kembali ."Ajaknya kembali .


Dengan ekspresi dingin ,Kiki menengok sekilas ke Edi ."Kenapa saya selalu sendiri?".Ucapnya melihat Edi .


Edi tahu apa yang sedang di rasakan oleh bosnya ,karna Edi juga tahu bahwa selama ini bosnya selalu melakukan semuanya sendirian .


Dengan menepuk pundak bosnya kembali."Bos bilang ,bos sendirian .Lalu saya bos anggap apa?,saya kan teman bos yang paling baik."Ucap Edi dengan senyumnya.


Kiki hanya diam menatap Edi tanpa ekspresi .


Edi yang tidak ingin ada kecanggungan."Lebih baik kita kembali ,saya akan antar bos pulang .Saya tidak ingin jika bos sampai sakit ,bisa-bisa saya sendirian yang akan mengatur perusahaan .Ohh tidak bos ,jadi bos harus ikut saya ."Ucap Edi menarik tangan bosnya .


Kiki hanya diam ,ia hanya menurut saya dengan Edi yang akan membawanya entah kemana .


Sampai di parkiran mobil ,Edi membukakan pintu mobil untuk bosnya masuk kedalam mobil .Setelah bosnya sudah masuk kedalam mobil ,Edi menyusul masuk kedalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.


Edi mulai menyalahkan mesin mobilnya ,meninggalkan pekarangan kantor .Dengan ke cepatan sedang ,Edi melajukan mobilnya memecahkan derasnya guyuran air hujan .


+++++++++


Sesaat kemudian ,sampailah Edi di rumah bosnya .Tanpa menunggu Edi membuka pintu mobil ,Kiki langsung beranjak turun dan melangkah masuk kedalam rumah .


Edi yang sudah di dalam rumah ,sudah tidak melihat keberadaan bosnya lagi ,akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke dapur membuat beberapa minuman hangat .


"Pak Edi ."Sapa bik Siti.


"Ehh,Bik Siti ."Ucap Edi yang fokus membuat teh hangat .


"Pak Edi sedang membuat apa?,biar bibik saja yang buatkan."Kata Bik Siti.


"Tidak perlu bik ,biar saya saja ."Tolak Edi ."Bik ,nyonya Yani tidak dirumah?".Lanjutnya bertanya soal istri bosnya .


"Sudah beberapa hari ini nyonya tidak dirumah ,bahkan mbak Linda juga sudah disuruh pulang oleh pak Kiki ."Jelas Bik Siti.


"Apa iya bos sama istrinya sedang bertengkar?".Batin Edi.


"Eh pak ,Pak Edi salah memasukan garam ."Tegur Bik Siti langsung membuat Edi menghentikan aktifitasnya."Aaahh,hampir saja bik."Ujar Edi menaruh sendok garam .Dan membuka kalang gula .


Setelah selesai membuat teh ."Sudah bik. saya permisi dulu ."Kata Edi berlalu pergi dengan membawa segelas teh .


Bik Siti mengangguk ,dengan mulai membereskan bekas peralatan Edi membuat teh .


+++++++


Di lain tempat Kiki yang sudah berganti baju ,duduk dengan pandangan kosong di sova dekat pintu balkon rumahnya .


Edi melangkah masuk kedalam dengan langkah pelannya ."Bos minum teh dulu ,biar tidak masuk angin ."Kata Edi memberikan teh itu .

__ADS_1


Akan tetapi tidak mendapatkan jawaban dari Kiki ,Kiki hanya diam dengan pandangan kosongnya.


Edi mendengus kesal ,dan menaruh teh itu di meja dekat tempat tidur .Lalu ia ikut duduk di sova dekat pintu keluar balkon ."Jika ada masalah bos cerita saja dengan saya ,tohh kita adalah teman kan .Saya juga pernah cerita masalah pribadi saya kepada pak bos ,dan membuat bos kerepotan saat itu ."Ucap Edi panjang lebar yang diabaikan oleh Kiki .


Sampai keheningan pun melanda mereka berdua .


Tanpa melihat Edi ,Kiki berkata memecahkan keheningan itu ."Istri saya tahu kalau saya pernah berhubungan dengan wanita lain ,walaupun itu terjadi sebelum saya bertemu dengannya .Itu tetap saja membuatnya sangat marah dan kecewa dengan saya yang merusak kepercayaannya."


Edi terdiam mencerna semua perkataan bosnya ."Menurut saya bos tidak salah ,itu memang wajar terjadi dan seharusnya istri bos mau memaafkan bos .Bos yang sekarang sudah berubah kan ,jadi apa salahnya jika istri bos mau menerima masalalu buruk bos ."


"Setiap manusia seperti kita ini pasti ada saja masalalu yang buruk yang melekat ,jadi siapapun yang jadi pendamping hidup kita, seharusnya juga harus siap menerima resikonya .Menerima masalalu buruk kita .Dan sebagai gantinya kita harus menjaga kepercayaan yang di berikan pendamping kita nanti,yang sudah mau menerima masalalu buruk kita ."Jelas Edi panjang lebar .


"Sepertinya istri saya tidak akan semudah itu memaafkan saya ,setelah tahu kebenaran masalalu buruk saya."Kata Kiki yang seduh .


Menepuk bahu temannya itu."Bos harus percaya kalau istri bos pasti akan kembali .Dan bos jangan patah semangat.Saya tidak suka punya teman lemah hanya karna tidak mendapatkan maaf dari istrinya."Kata Edi sedikit menekan perkataannya di akhir kata .


"Iya."Balasnya dengan raut wajah datar .


"Hujan sudah redah ,saya akan kembali ke kantor .Bos tidak usah ikut ,serahkan tugas kantor hari ini kepada sekretaris tampanmu ini ."Ucap Edi dengan kepercayaan dirinya .


Kiki hanya mengaguk dengan raut wajah yang masih datar dan dingin .


Edi pun berlalu pergi dari rumah Kiki ,untuk segera kembali kekantor karna masih ada beberapa pekerjaan yang harus segera ia selesaikan .


++++++++++


Di lain tempat .


Zuan dan Zoan yang dalam perjalanan pulang ke rumah ,setelah menunggu hujan redah beberapa jam lamanya di tempat mereka berteduh .Zuan melangkah kakinya dengan santai di samping adiknya yang tidak bisa diam .


"Senang sekali rasanya .Aku bisa satu kelas dengan Karin."Ucapnya yang penuh kebahagiaan.Tapi hanya di tanggapi oleh ekspresi dingin oleh Zuan .


"Kakak tersenyum dikit napa ,kakak selalu saja bersikap dingin ."Dengus kesal Zoan menatap kakaknya .


Zuan hanya diam ,ia masih dengan raut wajah datar nya ."Cepat jalan ,sebentar lagi hujan turun kembali ."Ajak Zuan cuek.


Zoan hanya mendengus kesal mengikuti langkah kaki kakaknya .


"Kakak kenapa selalu saja bersikap dingin?".Tanya Zoan yang tidak mendapatkan jawaban dari kakaknya yang masih membisu .


"Kak Zu!!".Ujar kesal Zoan menghentikan langkahnya .


Tanpa menghentikan langkahnya."Saya hanya hemat energi."Ucapnya dingin tanpa melihat adiknya .


Zoan mengangkat kedua alis matanya ,lalu kembali mengikuti langkah kakaknya dengan cepat."Hemat energi ,ta-tapi kakak sangat dingin .Dan itu hampir kakak lalukan dengan semua orang ."Ucap Zoan .


Zuan yang sudah sampai didepan rumah ,tanpa menjawab perkataan adiknya lagi dia langsung melangkah masuk kedalam rumah .


++++++


Hari pun menjelang malam ,dan hampir sangat larut malam .Namun Yani masih terjaga ,dengan beberapa buku yang sedang ia baca .


Sejaknak ia menghentikan aktivitasnya ,dan meraih ponselnya .Yani melihat begitu banyak notif chat dari suaminya ,tapi ia tidak membuka atau pun membaca isi chat itu .Yani beralih ke nomer Riska ,dan menulis sesuatu disana .


√Ris besok ada waktu luang .Jika ada ,bisakan kamu menemaniku besok ?".Isi Chat Yani yang langsung mendapatkan balaskan dari Riska .


√Ada Yan ,besok saya jemput di rumah kamu .Jam 8 ya?".


√Jemput di rumah bunda Ris ."


√Okeh ,good night ."


Chat berakhir .


+++++++++


Zoan yang masih terjaga ,memandangi atap-atap kamarnya dan sesekali menengok ke arah kakaknya yang sudah tertidur pulas ,di tempat tidur miliknya yang berdekatan dengan tempat tidur milik kakaknya .


"Apa iya ,alasan kakak dingin hanya karna dia ingin hemat energi .Sungguh tidak masuk akal."Batin Zoan yang masih memikirkan perkataan kakaknya tadi siang .


+++++++++


Di lain tempat

__ADS_1


Riska dibuat pusing dengan tugas fisika nya yang menumpuk ,karna sudah beberapa hari imi setelah kuliah di buka, Yani tidak mengikuti kelas .


"Aaarrrgghh,tadi Yani kan Chat saya kenapa saya tidak mintak bantuan dia .Hemmm,tapi dia sedang ada masalah sepertinya ,jadi lebih baik saya tidak mengganggunya dulu ."Ucap Lesung Riska kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda .


++++++


Kiki seperti biasa dia tidak tidur ,ya seperti hari-hari kemarin dia hanya menghabiskan waktu malamnya di ruang kerja pribadinya .


Sampai ponselnya berdering ,terdapat gagang telfon yang sedang bergetar disana .Kiki menggeser tombol itu .


*Bos besok ada undangan menghadiri pergantian ceo baru perusahaan Aleka di Bandung.Apa....."Ucap Edi dalam telfon terputus dengan perkataan Kiki .


"Atur saja semuanya ,besok saya akan pergi kekantor lebih awal ."Kata Kiki dalam panggilan telfon .


Panggilan berakhir .


Setelah panggilan telfonnya terputus ."Saya harap bos tidak kembali seperti dulu."Gumam Edi sedikit lengsung .


+++++++


Sedangkan Kiki setelah mematikan nada sambung itu ,ia kembali melanjutkan fokus kepada pekerjaannya .


+++++++++++


++++++++


Ke esok kan pagianya ,Zoan bangun lebih awal dari biasanya dia bangun .Zoan langsung melangkah ke dapur ,menghampiri bundanya yang sedang di sibukkan dengan peralatan dapur .


"Bun ,bolehkah Zoan tanya sesuatu tentang kakak?".Ucap Zoan yang sudah duduk di kursi meja makan .


"Tanya apa Zo?".Dengan fokus menata piring diatas meja .


"Kenapa kak Zu sangat dingin ?".


Bunda tertawa pelan mendengar pertanyaan putra keduanya itu ."Kakak kamu memang sepeti itu sejak kecil ,dia mewarisi sifat kakek kamu ."Jelas bunda .


"Tapi kakak sangat dingin bun ,bahkan teman-teman di sekolah di buat kesal dengan sifat dinginnya ,terkadang ."Ucap Zoan .


"Kamu pasti tahu apa yang harus dilakukan nak Zo ,heppy virus ."Ucap Bunda dengan senyumnya.


"Umm,Zo mandi dulu bun."Dengan berlalu pergi dari dapur .


+++++++



Dengan gaun pinknya ,Yani duduk di taman ,dengan raut wajah yang sedikit kacau .Karna sudah berapa hari ini ,Yani benar-benar kacau dengan apa yang harus ia selesaikan.


Riska yang juga ada di sana juga ikut sedih melihat sahabat yang begitu kacau ."Sebenarnya ada apa Yan?".Tanya Riska dengan lembut.


"Tidak ,saya hanya sedikit bingung saja ."Jawab Yani tanpa melihat Riska .


Yani tersenyum tipis ."Apa seharusnya saya pisah saja dengan suami saya ?".


Riska langsung menengok ke arah Yani dengan cepatnya ."Apa kau gila."Ujarnya .


"Dia memiliki masalalu yang buruk ,dia bahkan pernah tidur dengan wanita berengsek."Ucap Yani tersenyum miring menahan rasa kecewanya .


Riska membuang nafanya dengan kasar."Kau tahu Zen kan,Yan .Dia juga buruk ,dia berandal ,suka berkelahi ,mencuri dll."Kata Riska ."Tapi saya masih menerima dia apa adanya ,so dia baik .Walau dia memiliki masalalu yang sangat buruk .Jadi gimana ya,Yan .Setiap orang itu tidak bisa di nilai dari penampilannya saja ,Yan ,kita juga harus menilai dari dalam hatinya ."Jelas Riska panjang lebar .


"Jika dia buruk kenapa kau masih mau dengan dia ,seharunya kau tinggalkan dia .Toh dia juga lagi kuliah di luar negeri kan.Mungkin saja dia disana sudah punya wanita lain."Kata Yani dingin .


Lagi-lagi Riska membuang nafasnya dengan kasar ."Saya juga memiliki kebiasaan buruk ,dan kau tahu itu kan .Tapi Zen ,dia mau menerima saya apa adanya .Dia saja bisa menerima saya apa adanya ,lalu kenapa saya tidak bisa menerima masalalunya yang buruk ."Ucap Riska sedikit tegas.


"Seperti suami kamu ,dia mau menerima kamu apa adanya lalu kenapa kamu tidak bisa menerima masalalu buruknya ."Lanjutnya menatap Yani yang masih terdiam .


"Setiap orang punya masalalu buruk ,tidak mungkin tidak .Jadi cobalah menerima suami kamu apa adanya Yani ,dia sudah banyak berkorban untuk kamu dan menurut saya ,dia itu sangat mencintai kamu .Jika kamu terus seperti ini ,dia juga pasti ikut sedih, Yani.Apa kamu pikir hanya kamu yang kecewa dan sedih ,dia juga sedih Yani .Dia sedih karna dia pasti merasa bahwa dirinya sudah gagal menjadi suami terbaik untuk kamu, dan tidak bisa menjaga kepercayaan yang sudah kamu berikan . Coba berikan dia kesempatan ,untuk memperbaiki semuanya ."Kata Riska panjang lebar.


Yani yang masih terdiam mencerna semua perkataan Riska ."Kau benar Ris ,tidak seharusnya saya seperti ini.Itu adalah masalalunya dan tidak seharusnya saya menyamakan masalalu dengan masa sekarang ."Kata Yani.


"Kalau gitu kau temui dia ,dan mintak maaf lah ."Saran Riska .


Menarik tangan Yani yang masih bimbang ."Ayok saya antar ."Ajak Riska berlalu pergi bersama dengan Yani .

__ADS_1


__ADS_2