Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.

Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.
Eps.13 Rabu


__ADS_3

"Yan ,nanti pulang sekolah aku enggak bisa jemput kamu."kata Kiki dengan wajah muramnya.


"Ehhh jangan muram gitu napa."kata Yani.


"Hem."gumam Kiki.


"Lagian sebenarnya aku mau minta ijin keluar sama teman-teman ku."kata Yani dengan menundukkan kepalanya.


"Pergi kemana?"tanya Kiki dingin.


"Ke mol ,aku udah lama nggak keluar sama mereka."kata Yani dengan wajah imutnya.


"Iya boleh tapi hati-hati dijalan, jangan pulang larut malam bahaya."kata Kiki.


"Siap pak bos!!"ucap Yani dengan hormat.


Beberapa menit kemudian.


"Ayo berangkat."ajak Yani membawa tasnya berlalu pergi.


"Kunci rumahnya."kata Kiki melihat istrinya yang ingin masuk mobil.


"Kunci aja kamu kan ada kuncinya."ujar Yani


Kiki melihat istrinya dengan tatapan dingin .


Tampa melihat wajah suaminya Yani mengunci pintu rumah,dan menyusul suaminya yang sudah masuk kedalam mobil .


"Muka kek Vampir haus darah."gumam Yani pelan.


"Hemm, ambil."ujar Kiki memberikan Atm .


"Apa itu?".tanya Yani.


"Atm."jawab Kiki memberikan atm.


"Tapi ko warna emas gini, baru lihat aku."ucap Yani .


"Ini Atm khusus, cepat ambil nanti telat."kata Kiki memberikan Atm itu pada istrinya .


"Tapi ini enggak terlalu berlebihan.Lagian buat apa uang banyak?"tanya Yani menerima Atm .


"Dengan fokus mengemudi mobil."Buat belanja Yani."kata Kiki.


Yani dengan raut wajah tak gunan."Belanja gitu aja bawa Atm enggak ahh."ucap Yani menyerahkan kembali Atm itu pada suaminya.


"Udah diem Yani, aku cium kamu kalau enggak diem."kata Kiki fokus mengemudi mobil .


"Dasar mesum."gumam Yani pelan.


"Yan."panggil Kiki.


"Yani."panggil Kiki


"Apa ?"ucap Yani cuek.


"Sudah sampai."kata Kiki menepikan mobilnya .


Dengan raut wajah ngambek Yani keluar dari mobil suaminya.


"Yan."panggil Kiki.


"Apa-apa??"ucap Yani sewot.


"Senyum dikit, kasihan yang lihat males memandang."ujar Kiki melajukan mobilnya.


"Awas kau Kiki!!!!!!!!."Teriak Yani yang langsung menutup mulutnya.


Yani pun masuk kedalam kelas dengan tersenyum tipis."Bener juga ,senyum dikit gak papakan."ucap Yani dalam Hati.


"Aduhh."ujar Yani kesakitan tersungkur dilantai .


"Ulullulu!!! sakit Ya?"ucap Tika.


Yani segera berdiri dan berkata."Ada masalah apa lu sama gue ,kalau nggak suka bilang."dengan suara marahnya.


Riska yang baru datang segera menghampiri Yani."Ada apa Yan?"tanya Riska.


"Biasa pagi-pagi cari ribut."kata Yani yang masih menahan sakit di lututnya.


"Gue enggak suka sama lu,dan hama-hama lu deket-deket sama Ardi."kata Tika dengan muka sombong nya.


"Hanya karna itu ,lu cari ribut dengan gue" Yani yang benar-benar marah dan kesal mendorong-dorong Tika ,dan hampir menampar Tika namun dihentikan oleh Riska.


"Sudah-sudah Yan,jangan diladeni mending kita ke kelas ."ucap Riska menarik tangan Yani.


( Riska yang sudah tau sifat sahabatnya segera menarik Yani untuk menjauh.Jika tampara itu benar terjadi bisa-bisa tepar Tika. ).


Sesampainya dikelas Yani langsung duduk ditempat duduknya.


"Kenapa tuhh bocil, lungset aja tuhh muka"ucap Yusi pada Riska.


"Biasa tadi ada tikus mengganggu padi yang tenang ."kata Riska.


"Ooooo ,Tika dan Ayu .Tadi kita juga sama,ihhh pingin gue tonjok muka nya."ujar Lilu yang juga kesal.


"Kesel gue sama dia,enaknya diapain y?."ucap Yusi.


"Hy hy boss cuyy ."sapa Ardi yang baru datang.


"Ehhh lu kalau punya pacar tuhh dijaga,kalau perlu iket yang kenceng di tiang bendera."ujar Yusi sewot.


"Pacar!!!! Sapa ?"tanya Ardi menjijikkan alis kanannya. Karena ia pikir ia tidak sedang dekat dengan siapa-siapa.


"Tika."ujar Riska cuek dan dingin.


"Hhhhhh,Tika .Enggak perduli gue."ucap Ardi dengan tertawa.


"Hy."sapa Zen dengan muka mengantuknya.


Riska yang awalnya nggak mood berubah 360° ."Hy, gitu dong gabung."ucap Riska .


Zen mengabaikan ucapan Riska dan langsung mengatur posisi tidurnya .


"Ehhh nanti kita ke Tunjungan plaza yuk,mumpung gue enggak dijemput ."kata Yani.


"Ayukk."kata mereka bersamaan.


"Zen lu juga harus iku."ajak Yani.


"Iya ."jawab Zen dengan posisi tidurnya.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Ditempat Kiki.


"Ehh boss enggak kekantor polisi?"tanya Edi yang baru datang dengan berkas kerja yang menumpuk ditangannya.


"Enggak ,aku sudah ada penggantinya."jawab Kiki yang fokus dengan berkas kerjanya.


"Udah enggak kerja lagi jadi polisi boss. bahagianya aku."ucap Edi senang.


( Karena ,jika bosnya sudah tidak jadi polisi, kemungkinan besar bosnya akan sering ke kantor .Dan itu membuat Edi tidak terlalu pusing mengerjakan tugas kantornya. )


"Aku tetap kerja,walaupun jarang hadir."ucap Kiki.


"Iyahh."ujar Edi berubah masam.


"Sudah cepat kerjakan tugasnya ,nanti jam 12-3 kita ada meeting."ucap Kiki.


"Ummm!!! Hari yang padat."ujar Edi kesal melanjutkan pekerjaannya.


Pukul 12.00


"Sudah siap semua berkas nya Di?"tanya kiki membawa salah satu dokumen nya.


"Sudah boss .Let's go."ujar Edi


Kiki dan Edi mulai datang kecabang- cabang perusahaannya untuk memeriksa dan mengadakan rapat.


.


.


.


.


Ditempat Yani.


"Sudah jam 1 gembul ,bentar lagi pulang." ujar Yusi tak sabar pulang dengan sedikit meledek Lilu.


"Ehh tapi nanti kita enggak ganti baju dulu?".Tanya Lilu.


"Enggak lagian cuma sebentar kan." kata Yusi.


"Udah diem-diem, mak lampir masuk ."ucap Edi saat ada guru masuk.


1 jam kemudian bel pulang berbunyi ,semua murid sudah banyak yang berhamburan keluar kelas untuk segera pulang .Sementara itu Yani dan teman-temannya yang sudah berencana untuk pergi ke mol segera berangkat ke sana.


Sesampainya di sana mereka berenam segera pergi ke cafe favorit mereka nongkrong.Tak disangka saat sudah masuk ke cafe Yani melihat Kiki yang sedang meeting dengan kelayennya.Yani terus saja memperhatikan Kiki. Saat Edi dan kelayan laki-laki paru baya nya keluar cafe entah kemana.


Dimeja cafe itu hanya ada Kiki dan wanita muda yang duduk disampingnya.Kiki yang tau sembaring tadi diperhatikan oleh istrinya,mencoba duduk menjauh dari tempat duduk dari wanita itu.Namun wanita itu beranjak dari tempat duduknya dan mencoba menggeser duduknya mendekati Kiki.


Entah disengaja atau memang terpeleset beneran dari tempat duduknya,wanita muda itu tak sengaja mencium pipi Kiki,saat kiki membantu nya.


Seketika Yani yang melihatnya langsung memukul meja makannya dengan keras sampai semua pengunjung cafe memperhatikannya.


"Kenapa Yan?"tanya Riska.


"Gue kebelet ,pingin ke toilet bentar."ucap Yani segera pergi dari Cafe itu.


Kiki yang melihat istrinya keluar."Saya tinggal dulu."ucap Kiki pada wanita itu dengan muka datar dan dingin nya.


Wanita itu yang melihat sekilas wajah amarah Kiki tak berani menatap Kiki kembali.


Kiki segera mencari keberadaan istrinya.Saat sudah tau keberadaan istrinya kiki mengejar istrinya


"Yan".


"Yani tunggu."panggil Kiki dengan berlari mengejar istrinya.


Kiki berhasil menarik tangan Yani.


"Lepas."ujar Yani mencoba melepaskan genggaman erat tangan Kiki yang sangat kuat.


Kiki menarik tangan Yani dengan halu pergi entah kemana.


"Sudah berhenti menangis nya."ucap Kiki mengeluh lembut kepala Yani.


"Aku enggak nangis."ujar Yani mengusap air matanya.


Menghelah kan nafas pelan ."Itu tadi tak sengaja terjadi Yani."ucap Kiki.


"Sekarang tak sengaja besok-besoknya juga disengaja."ujar Yani.


"Dari semua wanita yang dekat dengan ku ,hanya kamu yang berhasil mengisi hati kosong ini Yani."ucap Kiki.


"Dah lah ayo kembali."ajak Yani.


"Masih marah?"tanya Kiki.


"Enggak."jawab Yani


"Lagian kita sudah menikah, jadi jika aku tau kamu selingkuh awas aja."ucap Yani.


"Kalau iya kamu mau apa?"tanya Kiki menggoda.


Memandang wajah suaminya dengan penuh amara dan menari kencang dasi suaminya."Aku akan banting ,iket ,dan sekap kamu ."ucap Yani.


"Seremnya istriku, sudah lepaskan tadi cuma bercanda .Mana mungkin aku bisa selingkuh .Belum selingkuh sudah lari duluan wanitanya. Takut sama istri serem".ucap Kiki dengan raut wajah tak merasa bersalah .


Yani langsung memukul keras pipi Kiki.


"Canda-canda enggak lucu." ucap Yani .


"Saya tak akan bercanda lagi."ucap Kiki pelan.


Yani mengulurkan tangannya membantu suaminya berdiri.


"Ayo kembali."ajak Yani merangkul Kiki.


Kiki kembali dengan dibantu istrinya.


"Kamu masuk duluan, aku gapapa disini."ucap Kiki yang memegang pipinya.

__ADS_1


"Maaf "ucap Yani pelan berlalu pergi masuk duluan.


Walaupun pelan Kiki masih mendengarkannya dengan jelas dengan senyum manisnya.


"Lama banget lu ,ngapain aja?"tanya Yusi.


"Lu habis Beak ya?."ucap Edi menebak.


"Ngawur lu, tadi dikamar mandi antri."ucap Yani cuek dan melanjutkan makanya.


Setelah selesai makan dan bercanda-canda ,karna hari semakin sore mereka memutuskan untuk pulang .


Lilu dan Ardi nebeng di mobil Riska ,karna rumah mereka searah.


Sementara itu Yani,Yusi,dan Zen berjalan Kaki menuju pemberhentian kereta.Sesampainya di kereta mereka segera naik kedalam kereta khusus dalam Kota.


"Eh Zen kita sudah jadi teman ,jadi jangan nakal lagi."ucap Yani yang bisa ceramah.


"Umm."gumam Zen.


"Zen, tangan kamu kenapa itu?"tanya Yani melihat luka lebam di lengan tangan Zen.


"Kepentok meja."jawab Zen menutupi bekas pukulan ayah tirinya dengan memakai jaket yang iya bawa.


"Nanti sampai rumah kompres pakai air hangat Zen."ucap Yusi


"Bener, itu bisa mengurangi bengkaknya dan nyerinya."ujar Yani.


Beberapa menit kemudian.


"Ahh, sampai juga, capek banget gue."ujar Yusi.


"kamu pulang duluan aja Yus, aku mau ke supermarket dulu."ucap Yani agar temannya tak curiga dengan dirinya.


"Okeh lahh,aku duluan Zen ,Yan."pamit Yusi berlalu pergi.


"Zen kamu enggak pulang?"tanya Yani.


"Aku sudah tau, kamu tidak tinggal sama orang tua kamu lagi kan."ucap Zen


"Ehhh kau."ujar Yani.


"Rumah kita searah, tapi di perempatan kita beda arah."kata Zen.


"Apa kamu sudah tau?"tanya Yani.


"Soal kamu sudah menikah dengan polisi itu."


"Apa."


"Kenapa!?."


"Zen janji jangan bilang ke siapa-siapa ."


"Tidak akan."


"Makasih."


"Kenapa terimakasih justru aku yang berterima kasih lagi sama kamu dan keluarga kamu.Karna suami kamu sudah bantu ibu ku mengeluarkan ku dari penjara ."


"Umm nanti aku sampaikan."


"Nahh kita pisah jalan."ucap Zen berlalu pergi.


"Iya hati-hati,Zen."ujar Yani.


Sesampainya di rumah


"Umm!!Kiki belum pulang."ujar Yani membuka pintu rumah.


Yani masuk kedalam rumah untuk segera mandi,karna badannya sangat lengket .Beberapa jam kemudian Yani yang selesai mandi keluar dari kamar mandi.Dan merebahkan dirinya di atas tempat tidur .Yani meraih hpnya didalam tas .


Pesan wa "Alpa dingin /Kiki .*


#Yan ,kamu enggak usah masak aku sudah kenyang.#


#Nanti aku pulangnya juga agak malam, kamu tidak usah menunggu ku#.


*Umm masih banyak y, pekerjaannya*.


#Tidak !!tinggal Sedikit .Sudah kamu tidur pasti kamu letih.#


*Kamu sendiri, juga letih kan.*


#Tidak.sudah y malam.#


*Semangat.*


Pesan berakhir.


"Dia pasti sangat letih ,lebih baik aku menunggunya saja dengan membaca buku materi UN."ujar Yani beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil buku pelajaran .


Cukup lama Yani menunggu kepulangan Kiki yang tak kunjung pulang .Yani pun terlelap dimeja kamarnya bersama buku-buku yang belum iya rapikan.


Pukul 22.30


Kiki yang baru pulang kerja segera memarkirkan mobilnya dihalaman rumah dan menutup gerbang kembali.


Selesai menutup kembali gerbang rumah Kiki membuka pintu rumah.Kiki segera menaiki tangga kamarnya.Saat membuka kamar Kiki yang tak mendapati istrinya tak ada ditempat tidur berubah menjadi cemas.


"Istri ku."ujar Kiki melihat istrinya yang tertidur dimeja dekat tv.


Kiki menaruh tas kerjanya di sova dan mengangkat badan istrinya ketempat tidur dan menyelimutinya.


"Imut ."ucap Kiki beranjak pergi ke kamar mandi.


Kiki yang baru saja keluar dari kamar mandi mengambil berkas kerjanya tadi yang belum iya selesaikan.


mengangkat kedua tangan dan merentangkan nya."Ahhh capeknya!! sudah jam 1 tidur bentar enak kali. Otak Kan juga butuh istirahat."gumam Kiki membereskan pekerjaannya.


"Kiki kapan pulang?"tanya Yani menggosok-gosok matanya.


Kiki menghampiri istrinya dan merebahkan dirinya disamping istrinya."Sudah dari tadi,tidur lagi Yan masih malam."ucap Kiki.


"Umm."gumam Yani yang tidur kembali dalam pelukan hangat suaminya.


.


.


.

__ADS_1


.


.:) :):(:):)


__ADS_2