
Diri Sendiri
Ingatlah untuk selalu percaya kepada diri sendiri .
Karna kepercayaan dari diri sendiri lebih baik .
Dari pada Ucapan seribu bibir dari orang lain ,yang belum tentu ada hasil dan kebenaran baik bukannya ucapan itu .
Ada baiknya jika kita ingin mencoba melakukan apapun itu!!!!
Lakukanlah itu menurut dengan isi hati kecil diri kita sendiri ,dan percayalah diri kita sendiri pasti bisa melakukannya!!!.
-----------------------------------------
------------------------
Pagi harinya ,Zen yang sudah berpamitan dengan ibunya pergi dari rumah untuk menemui Kiki dirumahnya.Mengayun sepeda yang ia kendarai menyusuri jalanan kota yang masih terlalu gelap dengan awan-awan sirup yang masih memenuhi sebagian jalan .
Selang beberapa menit mengendarai sepeda nya ,sampailah Zen didepan rumah yang masih tertutup rapat oleh gerbang besi hitam .Zen menekan tombol bel rumah,setelah menekan-nekan bel rumah berkali-kali keluarlah seorang wanita paru baya membukakan pintu gerbang besi itu ."Cari siapa tuan?".Tnya bu Ana .
"Saya ingin bertemu Kiki bu ,apa Kiki ada di rumah ?".Tnya jawab Zen .
"Ada tuan mari masuk ."Ajak Bu ana .
"Tuan temannya den Kiki ya ?".Tnya Bu Ana yang melangkah beriringan dengan Zen yang membawa sepeda nya .
"Iya Bu ."Jawab Zen .
"Tuan duduk saja dulu ,biar saya panggilkan Den Kiki."Kata Bu Ana melangkah pergi .
Zen duduk di sova ruang tamu rumah Kiki .Sementara itu Bu Ana melangkah pergi ke kamar Kiki .Mengetuk pintu. "Den ada tamu yang ingin bertemu dengan Aden."Ucap Bu Ana .
Yani yang sudah terbangun dari tidurnya membuka pintu kamar ,dan menjawab ."Suruh tunggu sebentar ya Bu ."
"Baik nak Yani."Jawab Bu Ana melangkah pergi.
Setelah kepergian bu Ana ,Yani dengan melangkahkan kakinya dengan pelan mendekat ketempat tidur .
Duduk disamping suaminya ."Kiki bangun ada tamu dibawah."Ucap Yani dengan menggoyang-goyangkan badan suaminya .
Namun Kiki yang terlalu lelap dengan apa yang sedang ia impikan dalam mimpinya membuatnya tak terbangun sedikit pun .
"Umm!!! sedang mimpi apa dia sampai tak bergerak sedikit pun."Ucap Yani dalam hati .
Yani yang sudah geram ,muncul pikiran jahilnya .Ia menjepit hidung mancung suaminya .
Dengan mata sayup-sayup Kiki membuka matanya ."Ehmmm!!!!."Gumam Kiki dengan mengatur posisi tidurnya lagi .
"Yani lepaskan!!!."Suruh Kiki lirih .
Melepas jepit yang melekat pada hidung suaminya ."Bangun Kiki!!!!!! ,ada tamu dibawah ."Ucap Yani .
"Siapa?".Tnya Kiki dengan mata yang masih terpejam .
"Tak tau ."Jawab Yani ."Tapi kau harus tetap bangun Kiki ,kasihan dia sudah menunggu dibawah ."Sambung Yani .
"Ngantuk Yani ."Ucap Kiki dengan mata yang masih terpejam.
"Yaudah kalau tidak mau bangun ."Ucap Yani ketus merai tongkatnya dan membawanya untuk membantunya berjalan turun kebawah .
Sesampainya dibawah Yani melangkahkan kakinya ke ruang tamu ."Zen ."Ucap Yani melihat Zen yang terduduk di sova ruang tamu .
"Ada perlu apa Zen?".Tnya Yani yang sudah terduduk di sova.
"Ada perlu sedikit dengan Kiki Yan."Jawab Zen .
"Apa Kiki tidak ada di rumah?".Tnya Zen .
"Dia......"Ucap Yani terputus oleh sautan Kiki yang baru datang keruang tamu.
"Sudah ada."Saut Kiki melangkah duduk disamping Yani dengan raut wajah seperti orang yang baru bangun tidur .
"Saya ingin minta maaf soal masalah kemarin Ki,entah kamu mau memaafkan saya atau tidak ."Ucap Zen dengan raut wajah yang penuh bersalah .
"Dan saya memohon bantuan kamu kembali ,jika kamu masih berkenan membantu saya."Ucap Zen ."Ehh!! tapi saya tidak memaksa ko kalau kamu tak mau membantu saya,Iya tidak papa ."Ucap sambung Zen .
"Saya sangat bisa sekali membantu kamu Zen."Ucap Kiki dengan senyum tipisnya .
"Kalau boleh ,bagaiman jika kita urus sekarang semuanya ?".Tnya Kiki .
"Kalau bisa sekarang, baiklah ,itu juga terserah kamu yang bisa membantu saya kapan kau bisa."Ucap Zen .
"Baiklah ,kamu tunggu sebentar saya akan mandi terlebih dahulu ."Ucap Kiki beranjak pergi dari ruang tamu .
Yani yang kepo dengan apa yang sedang dibahas bertanya-tanya kepada Zen .Zen sendiri dengan senang hati menjawab semua pertanyaan yang terlontar dari bibir cerewet Yani .
Setelah puas dengan jawab dari Zen ,Yani beranjak dari tempat duduknya berlalu pergi menyusul suaminya ke kamar .
Sesampainya dikamar Yani menyiapkan pakaian yang akan dikenakan suaminya .Sesudah menyiapkan pakaian ,Yani keluar dan menunggu suaminya dengan duduk ditempat tidur .
"Umm!!! sakitnya padahal buat jalan sini situ aja ,nyerinya ."Ujar Yani dalam hati dengan mengelus-elus lembut kaki cideranya .
Beberapa menit kemudian Kiki sudah mengenakan celana jens panjang dengan atasan kaus biru yang tertutup dengan kemeja kotak-kotak gradasi merah ,biru ,dan hitam .Menambah pancaran aura ketampanannya ditambah lagi dengan harumnya parfum eskulin yang ia gunakan, semakin memikat kaum hawa yang melihat ataupun mendekatinya.
Mendekat kearah istrinya yang tak menyadari kehadirannya karna terlalu sibuk dengan ponsel yang ia bawa."Ponsel terussss!!".Ujar Kiki yang sudah duduk disamping ranjang .
"Kamu sendiri kenapa mandinya lama banget ,Yaudah saya tinggal main ponsel ."Ucap Yani tak perduli .
"Kan sekarang sudah selesai saya ,jadi cepat mandi bau asem."Ucap Kiki yang tak digubris oleh Yani yang sibuk dengan game di ponsel nya .
Mengambil ponsel istrinya ."Lihat apa saya kepo?".Ucap Kiki melihat layar ponsel istrinya yang sudah ia bawa.
"FF."Ujar Kiki .
"Yaudah biar saya aja yang lanjutkan kamu mandi gihh!!!."Ucap Kiki .
Merebut ponselnya yang dibawa suaminya ."Sini bentar lagi ,bentar lagi mandi ."Ucap Yani yang masih berusaha merebut ponselnya.
"Mandi dulu baru saya berikan ."Ucap Kiki dengan menjauhkan ponsel istrinya yang ia bawa dari jangkauan istrinya .
"Nanti dulu Kiki ,sudah kamu sendiri tidak berangkat kasihan Zen menunggu dibawah ."Ucap Yani mencari alasan .
"Yaudah saya kasih ,tapi kamu harus saya mandikan sekarang juga!!! ."Ucap Kiki yang membuat Yani langsung membuatkan bola matanya .
"Emm!!! enggak enggak enggak ,saya akan mandi sendiri ."Ucap Yani langsung beranjak dari tempat duduknya yang dibantu oleh Kiki berjalan masuk kedalam kamar mandi .
"Yaudah mandi Ya sanyak ,saya tinggal mengantar Zen dulu ."Ucap Kiki dengan mencium kening istrinya sekilas yang sedang duduk dipinggir bathtub.
"Dasar Om om mesummm!!!!."Teriak Yani menatap kepergian Suaminya .Kiki yang mendengar menghentikan langkahnya ."Suami istri tidak ada kata mesum, Sanyk ."Dengan senyum jahatnya ,lalu melangkah pergi dari sana .
"Suami istri suami istri ,apa setiap suami istri itu harus mesum setiap dekat ."Gumam Yani ."Ehh!! tapi lama-kelamaan aku sendiri kalau enggak ada dia enggak bisa tidur nyenyak .Berasa kayak ada selimut besar lembut yang hilang ."Ucapnya Dalam hati .
Zen yang sembaring tadi diruang tamu tampa sengaja mendengar teriakan Yani yang berkata ."Dasar Om om mesummm!!!." Membuat Zen sedikit terbayang-bayang kalau ia menikah dengan Riska yang polos ."apa jadinya Ya!!".Ucap Zen pelan dalam lamunannya .
Kiki yang sudah berdiri disamping Zen menepuk pundak Zen dengan pelan ."Ayo berangkat nanti telat ."Ajak Kiki melangkah melewati Zen .
Zen yang sudah terbangun dari lamunannya ,langsung beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menyusul Kiki yang sudah berjalan keluar duluan .
"Sepeda kamu taru sini aja Zen ,nanti pulangnya saya antar langsung .Kapan-kapan aja kamu ambil sepedanya ."Ucap Kiki membuka pintu mobilnya .
"Iya Ki."Jawab Zen singkat yang ikut menyusul Kiki masuk kedalam mobil .
Disaat sudah didalam mobil ,Kiki melihat di kaca spion mobilnya ."Astaga gerbangnya lupa ."Ujar Kiki .
"Biar saya aja yang buka Ki."Ucap Zen langsung melangkah turun dari dalam mobil untuk membuka gerbang rumah yang belum terbuka dengan sempurna .
Setelah gerbang rumah sudah terbuka sempurna ,Kiki mengundurkan mobilnya berlahan untuk keluar dari pekarangan rumah .Sesudah mobil keluar rumah dengan sempurna ,Zen kembali menutup gerbang rumah kecil itu.Selesai itu ia menyusul masuk kedalam mobil Kiki .
Mobil yang dikendarai Kiki berlalu pergi ke rumah Zen yang pertama kali ia akan datang i .Untuk menjemput ibu Zen terlebih dahulu .
"Ki, ternyata kamu kuat juga bisa bertahan dengan sikap ,Yani ."Ucap Zen .
"Padahal saya sendiri yang sejak kecil bersahabat dengannya dan Riska ,selalu saya yang dibully dan jadi bahan percobaan mereka berdua ."Ucap Zen sedikit bercerita .
"Kamu sahabatnya Yani dari kecil?".Tnya Kiki yang fokus menyetir .
"Iya ,apa Yani belum cerita ?".
"Belum ."Jawab Singkat Kiki yang fokus menyetir .
"Dia memang tah pernah berubah .Yani itu suka sekali menyembunyikan sesuatu ,entah itu perkara yang mengancam dirinya atau ditindak dia selalu menyembunyikannya dengan sangat baik ."Ucap Zen sedikit bercerita.
"Memang Zen ,terkadang saya sediri juga harus sangat pekah dengan perasaan Yani yang sulit ditebak ."kata Kiki yang fokus menyetir .
"Yani hampir sama dengan Riska ,namun bedanya Riska tak begitu pandai dalam menyimpan rahasia ,dia lebih pandai mengubah topik .Ya!! itu yang membuat saya terkadang sedikit pekah dengan pemikirannya ."Ucap Zen .
"Kamu tau banyak ,tentang mereka ."Ucap Kiki .
"Ya!!! seperti yang saya katakan tadi saya adalah barang percobaan mereka ."Ucap Zen sedikit kesal .
"Kamu di makeup gitu ,sama mereka ?".Tnya Kiki sedikit menahan tawa nya .
"Kalau di makeup saya tidak akan sekesal ini Kiki .Mereka berdua itu saat kecil mainnya tidak seperti anak gadis-gadis pada umumnya ."Ucap Zen .
"H!!! maksudnya ?".Tnya Kiki yang masih fokus menyetir .
"Mereka berdua suka basket ,voli ,barengan ,panco ,tinju ,sepak bola ,dan berkelahi dengan anak-anak cowok yang lebih besar dari diri mereka."Ucap Zen .
"Masak kamu boong ya Zen ."Ucap Kiki .
----------------
------
Yani yang sedang berendam di bateup tiba-tiba batuk-batuk karna karna menelan air ludahnya sendiri ."Ekhek ekhekkk,ehem ehem."
"Sialan siapa yang lagi membicarakan gue ."Ujar Yani kesal .
***********
******
Sementara itu Riska yang sedang membuat puding dengan ibunya .Dengan tangan yang masih memegang pengaduk puding ."Hajihhh ajihhh ajihhh hajihh ajihhh."Suara bersin Riska yang tak berhenti-henti .
"Adek kalau bersin taruh aja itu .Nanti virusnya masuk kedalam puding .Sudah sana ambil tisu ."Ucap Mamah yang sedang menata citakan puding .
"Ajihh hajihh!!! mamah ko salahkan saya ,ya salah kan orang yang dengan membicarakan adek dibelakang dong ."Ujar Riska kesal dengan bersing-bersing .
"Tidak ada adek ,dibelakang tidak ada orang ."Ucap mamah .
"Mamah auah adik lihat tv aja ."Ucap Riska ngambek dan berlalu pergi dari dapur .
**********************
*************
"Serius saya Ki!!,kalau enggak percaya tanya mereka aja ,yang tega meninggalkan saya dipukuli oleh cowok-cowok korban kejahilan mereka ."Ucap Zen kesal dan sedikit ingin tertawa jika mengingat-ingatnya .
__ADS_1
"Hhhhhhhh."Suara tawa Kiki yang terpingkal-pingkal.
"Terus kamu tidak melawan dipukuli ?".Tnya Kiki .
"Saat itu saya umur 5 tahun ,dan saat itu juga saya masih bocill, juga polossss."Ucap Zen .
"Tidak percaya saya jika kamu polos saat kecil,besarnya saja kayak gini masak kecilnya polos."Sedikit sindir Kiki .
"Iya sihh!!! apa saya terlihat seperti siswa yang nakal dan baj**ng*n jalanan gitu ?".Tnya Zen.
"Iya ."Jawab Kiki singkat .
"Siswa baik itu tidak ada rambut di warna-warna kayak kamu Zen ."Ucap Kiki .
"Tapi perasaan keren gini Ki ."Ucap Zen .
"Zen!!".Panggil Kiki .
"Apa ."Jawab Zen singkat yang sibuk dengan ponselnya .
"Kita kelewatan sama gang rumah kamu ."Ucap Kiki .
"Ini pasti karna kamu bawel ."Sindir Kiki membelokkan arah mobilnya .
"Ko saya yang salah ."Ucap Zen mematikan ponselnya.
"Nahh!! kamu aja ngobrol terus Zen ."Ucap Kiki .
"Kamu sendiri kenapa mau diajak ngobrol ?".Tnya Zen .
"Kalau tidak dijawab nanti kamu ngambek ."Ucap Kiki .
"Ngambek apaan ,saya cowok bukan cewek ya."Ucap Zen .
"Dahhh sampai diam dulu bawel ."Ucap Kiki.
"Btw saya juga tidak mengerti ,kenpa ya setiap saya dekat kamu pinginnya ajak ngobrol terus ."Ucap Zen sebelum melangkah keluar dari dalam mobil .
"Mungkin kita memang ditakdirkan untuk bersama."Ucap Kiki membual .
"Ehh!! anjing ,tidak ya ."Ujar Zen ."Saya masih normal ."Sambung Zen .
Selesai menjemput ibu Zen mobil Kiki kembali melanjutkan perjalanan ke tempat pertemuan Kiki dan pengacara kepercayaannya .
Beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di rumah makan yang cukup terkenal dengan kemewahannya di kota Surabaya .Di Rumah makan itu Kiki yang sudah memesan tempat duduk sudah ditunggu oleh pengacaranya ditempat duduk pesanan Kiki.
Kiki ,Zen ,dan ibu Zen sudah datang kemeja makan itu dan disambut dengan ramah oleh oleh pengacara kepercayaan Kiki .Mereka duduk dan saling bercakap-cakap soal solusi apa yang harus dilakukan untuk membantu surat perceraian ibu Zen .
Dengan mudahnya pengacara itu berkata ."Saya hanya butuh pengakuan dari anda nanti ditempat persidangan ,dan untuk berkas-berkas perlawanan nanti akan saya susun dengan sebaik mungkin .Kalau boleh, apa saya boleh meminta nomer telfon ibu Rini untuk menghubungi anda jika ada masalah dengan berkas-berkasnya ."Ucap Pengacara itu .
Bu Rini memberikan nomer telfonnya kepada pengacara itu ,tak lupa Bu Rini juga berterima kasih karna dapat membantunya.
Sesudah dengan percakapan panjang itu ,pengacara itu memutuskan untuk pulang .Begitu juga Kiki,Zen ,dan ibu Zen untuk pulang ke rumah .Kiki mengantar Zen dan ibunya pulang kembali kerumahnya .
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama ,sampailah mobil Kiki dipekarangan rumah Zen .Kiki memberhentikan mobilnya, Zen dan ibunya yang selesai bercakap-cakap sebentar dengan Kiki lalu berpamitan dengan Kiki .Mereka berdua melangkah keluar dari dalam mobil Kiki .
Kiki kembali menyalahkan mesin mobilnya untuk meninggalkan pekarangan rumah Zen.
Beberapa menit kemudian sampailah mobil Kiki dipekarangan rumahnya .Ia turun melangkah masuk kedalam rumah untuk mengambil tas kerja di kamarnya .Dengan tas yang sudah ia bawa Kiki melangkah menghampiri istrinya yang sedang duduk santai di taman belakang .
"Yani main ponsel terus ".Ujar Kiki duduk di ayunan disamping istrinya.
"Terus saya ngapain lagi kalau tidak baca novel ."Ucap Yani .
"Yaudah nanti malam kita makan malam diluar yukk".Ajak Kiki.
"Benarkah???."Ujar Yani senang .
"Iya benar ,oya jangan lupa beri tau bibi nanti tidak usah masak."Ucap Kiki beranjak dari tempat duduknya dan mencium kening istrinya sekilas ."Saya berangkat dulu ,nanti dandan yang cantik ."Ucap Kiki melangkah pegi .
Yani yang semakin nyaman dengan perlakuan suaminya membuatnya tak ingin berpisah jauhh terlalu lama dengan suaminya.
*********
Pukul 21.24 malam .
Sesuai dengan ajakan Kiki tadi siang .Malamnya Yani berdandan ,ia mengunakan gaun biru bermotif bunga mawar dibawah dan atasan gaun ,dengan pita yang tak terlalu besar terpasang disamping kiri pinggang kecilnya .
Sesudah berpakaian dan memakai makeup tipis Yani menghampiri suaminya yang sedang duduk di sova dekat di tv di kamar nya .
"Gimana bagus tidak ?".Tnya Yani yang sudah berdiri didepan Kiki .
Melangkah mendekat dan melepas sepatu hak tinggi yang Yani gunakan ."Jangan pakai sepatu begini dulu,kaki kamu belu pulih seutuhnya ."Ucap Kiki melangkah pergi dengan membawa sepatu istrinya .
Yani mendudukkan dirinya di sova ."Aku pikir dia akan marah jika saya tak memakai sepatu itu ,ehh!! saya salah duga ."Gumam Yani .
Beberapa menit kemudian Kiki menghampiri istrinya dengan membawa sepatu standar yang ia bawa.
"Yan adanya sepatu ini yang cocok dengan gaun kamu ,nggak papa ya pakai ini aja ."Ucap Kiki berjongkok didepan istrinya .
"Nggakapapa.Lagian sepatu pasangan gaun ini kan yang sosok cuma sepatu tadi ."Ucap Yani .
Kiki mengenakan sepatu itu di kaki mungil istrinya .Selesai dengan itu Kiki dan istrinya melangkah pergi turun kebawah untuk naik kedalam mobil dan pergi ke restoran .
Sampainya di restoran pesanan Kiki. Disaat masuk kedalam restoran Kiki dan Yani disambut dengan sangat ramah oleh pelayan di sana.
Mereka duduk dimeja penan ,yang sudah dipesan oleh Kiki sebelum datang kesini.
Beberapa menit setelah memesan makanan ,pelayan kembali lagi dengan membawa makanan pesanan mereka berdua .
"Enak tapi dikit amat makanannya ."Ucap Yani .
"Hhh!! namanya juga makanan restoran mahal Yan ."Ucap Kiki dengan tawan pelannya .
"Oleh karna itu terkadang saya tidak begitu suka kalau makan di restoran."Ucap Yani .
"Berarti saya salah dong ajak kamu kesini ."Kata Kiki .
"Ehh!! tidak tidak ko .Saya suka ko dengan restorannya Nyaman ."Kata Yani .
"Kalau gitu kapan-kapan kamu ajak saya ke rumah makan kesukaan kamu aja ."Ucap Kiki .
"Okok Sanyak ."
"Bilang apa tadi ,tolong diulang ."
"Tidak ada kata siaran ulang ."Ucap Yani .
"Sanyak sanyak makin gemes saya dengan kamu ."Ucap Kiki .
"Sudah! ,cepat makan ."Ucap Kiki dengan mencubit lembut pipi cubi istrinya.
----------------------------
------------------------------------
---------------------------
Ditempat Zuan
Pukul 23.30 malam .
Bunda yang sedang terduduk di sova ruang tamu begitu cemas dengan memperhatikan pintu masuk rumahnya sembaring tadi .
"Aduhh!! adik kamu kemana ya ,sudah larut malam begini belum juga pulang ."Ujar Bunda cemas .
"Sudah ayah kamu ,hari ini ada lembur ditempat kerjanya .Adik kamu tidak pulang-pulang bunda jadi cemas ."Ucap Bunda .
Beranjak dari tempat duduknya ."Biar Zuan aja yang cari adik bun ."Ucap Zuan .
"Tapi ini sudah malam Zuan ."kata Bunda cemas .
"Tidak apa-apa bun Zuan akan hati-hati dijalan nanti ,Zuan pamit dulu bun ."Ucap Zuan melangkah pergi .
"Hati-hati ya nak. kalau sudah bertemu langsung pulang ke rumah ."Ucap Bunda cemas .
Zuan melangkahkan Kakinya menyusuri gang demi gang rumahnya namun Zuan tak kunjung menemukan adiknya .
"Mungkin adik lagi di tongkrongan ."Gumam Zuan melangkahkan kakinya pergi ke tempat nongkrong anak-anak muda seusia nya .
Beberapa jam kemudian sampailah Zuan di tongkrongan biasanya ,yaitu di gang kecil yang dekat dengan jalanan kota .
Zuan menghampiri Aldo yang sedang duduk santai di atas motornya ."Do lihat adik gue enggak ?".Tnya Zuan
"Tadi kesini tapi ........"Ucap Aldo tak melanjutkan ucapannya.
"Tapi apa? ,adik gue berkelahi lagi ?".Tnya Zuan .
"Gimana...ya."Ucap Aldo gugup .
"Ehh!! Zu tidak biasanya lu ikut nongkrong ."Ujar Febri yang baru datang menaiki motornya .
"Gue lagi cari adik gue ,lu tau tidak adik gue dimana?".Tanya Zuan .
"Tidak tau gue kan baru aja nyampe ."Ucap Febri .
"Gimana Do dia lagi dimana ?".Tnya kembali Zuan kepada Aldo .
"Lagi...."Ucap Aldo tidak jelas .
"Lagi apa Do ,cepat bunda gue lagi cemas di rumah nungguin adik gue tidak pulang-pulang ."Ucap Zuan tegas .
"Sudah Do bilang aja ."Suruh Febri dengan pandangan yang sibuk dengan layar ponselnya.
"Adik lu pergi ke pertandingan di gedung tua ."Ucap Aldo lirih dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Adik guee!!!! masih bocil juga tingkahnya kek raja sok geng ."Ujar Zuan dengan tatapan mata yang benar-benar kesal .
Zuan melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu ,namun sebelum ia benar-benar pergi .Aldo memanggil Zuan ,lalu menaiki motornya untuk mendekat ke Zuan ."Biar gue anter Zu ,gedung tua kan agak jauh dari sini ."Ajak Aldo .
Zuan sendiri yang harus buru-buru sampai menerima tawaran Aldo .
Beberapa jam kemudian sampailah motor Aldo dijalan yang mendekati gedung tua .
Menghentikan motornya ."Sorry ya Zu gue tidak berani kalau terlalu dekat dengan gedung itu .Anaknya berandal-berandalan semua Zu ."Ucap Aldo .
"Iya gakpapa Do ,makasih tumpangannya ."Ucap Zuan melangkah pergi .
"Gue pulang dulu Zu."teriak pamit Aldo menyalahkan motornya kembali .
Sesampainya tepat didepan gerbang gedung tua saja sudah banyak anak-anak bertato, bapak-bapak preman ,baik anak-anak muda yang berandal juga sudah memenuhi sepanjang jalan yang dilalui Zuan saat masuk kedalam .
Walau banyak tatapan aneh yang memperhatikan Zuan sepanjang jalan ia masuk kedalam gedung ,Zuan tetap tenang. Tampa ada raut rasa takut yang terukir diwajahnya .
Sampainya tepat didalam gedung Zuan segera mencari keberadaan adiknya .Saat itu karna akan ada pertandingan tinju bebas di gedung itu yang membuat gedung itu sangat ramai dengan orang-orang kalangan gangster yang ingin melihatnya.
__ADS_1
Disaat mencari-cari keberadaan adiknya ,tiba-tiba ponselnya berdering .Zuan segera melangkah keluar sejenak untuk melihat siapa yang sedang menelponnya .
"Zuan kamu dimana ?".Tnya Bunda .
"Sedang dijalan bun cari adik ."Jawab Zuan berbohong .
"Zu biar ayah jemput kamu ,kamu serlokasi kamu di ponsel ayah Ya ."Kata ayah yang telfon mengunakan ponsel bunda .
"Ayah sudah pulang?".Tnya Zuan .
"Sudah ,cepet ser lokasi kamu Zu ."Suruh Ayah .
"Sialann!! jika ayah dan bunda sampai tau yang dilakukan oleh adik bisa dihukum habis-habisan adik ."Ucap Zuan dalam hati .
"Zuan ."Panggil Ayah .
"Ehh!! tidak usah dijemput Yah bentar lagi saya ajak adik pulang ko."Ucap Zuan mencari alasan .
"Ini sudah malam Zu ,sudah kirim ser lokasi kamu aja biar ayah jemput ."Ucap Ayah .
"Yaudah nanti saya Ser lokasinya Yahh."Ucap Zuan .
"Baiklah ,cepat ser lokasinya ."Ucap Ayah .
"Iya Ayah ."
Panggilan berakhir .
"Sepertinya Zoan buat ulah lagi ,dan Zuan sedang berusaha untuk menutupinya ."Kata Ayah .
"Tidak mungkin Ayah, Zoan kan sudah janji tidak akan nakal lagi ."Ucap Bunda yang tetap percaya dengan Zoan .
"Baiklah terserah bunda ,kita tunggu beberapa jam kalau Zuan tetap tidak kirim lokasi .Ayah akan coba tanya teman-teman dekatnya ."Ucap Ayah .
Setelah mencari-cari akhirnya Zuan menemukan adiknya yang akan masuk kedalam panggung pertandingan untuk melakukan pertandingan tinju bebas .
Zuan dengan cepat melangkah mendekat ke adiknya melewati kerumunan-kerumunan orang yang sedang melihat pertandingan.
Menarik tangan adiknya dengan paksa .
"Ehh!!! kakak lepaskan tangan saya ."Suruh Zoan meronta-ronta melepaskan tangannya dari genggaman kuat tangan Zuan .
"Mau jadi apa kamu ikut-ikutan hal seperti itu Zoan ?".Tnya Zuan dengan raut wajah datarnya .
"Tidak ingin jadi apa-apa kak,saya hanya ingin menolong anak laki-laki Yatim piatu itu saja kak."Kata Zoan dengan menunjuk kearah anak Laki-laki yang sedang terikat tergantung diatas tiang kecil dibawa kursi yang diduduki bos gangster.
"Dia akan baik-baik sudah ayo pulang ."Ajak Zuan .
"Tidak ya tidak kak ,saya mau menolong anak itu."Ucap Zoan tegas ."Dia sejak tadi dipukuli terus kak kasihan ."Sambung Zoan .
Setelah menatap wajah adiknya cukup lama. "Baiklah ,tapi biarkan kakak saja yang bertanding ."Ucap Zuan .
"Tidak ,kan saya yang ingin menolong anak itu jadi biarkan saya yang bertanding."Ucap Zoan.
"Tapi kakak tak ingin adik terluka. "Ucap Zuan .
"Kakak katanya anak cowok itu harus kuat ,jadi tolong biarkan saya ikut .Jika kakak terus memanjakan saya seperti ini kapan adikmu ini jadi pemimpin hebat seperti kakak .Lagian kakak kan sudah mengajarkan Zoan bela diri kan."Ucap Zoan .
"Baiklah ,kalau gitu hati-hati dan tetap waspada jangan dipedulikan kata penonton fokus saja dengan lawan kamu ."Ucap Zuan sedikit memberi instruksi .
"Aisiyap kapten ."Ucap Zoan .
Zuan mengambil ponselnya dan mengiring sedikit pesan kepada ayahnya agar bundanya tidak terlalu cemas atas tidak kepulangannya yang sedikit terlambat .Selesai mengirim pesan Zuan melangkah mendekat ke area pertandingan .Sesuai dengan kata-kata adiknya Zuan hanya menonton pertandingan itu ,selagi adiknya baik-baik saja Zuan akan tetap sebagai penonton yang tenang.
"Bocill o'on ngelawan gue ."Sindir orang bertubuh sedikit kekar yang akan melawan Zoan.
"Gue o'on, lu sendiri sudah gedhe masih o'on ."Sindir Zoan .
Suara lonceng mulai pertandingan pun berbunyi .
"Najiss o'on!!!!!!! ".Teriak orang itu berlari mendekat ke Zoan .
Zoan yang sudah siap dengan serangan lawannya ,hampir saja mendapatkan lontaran pukulan dari lawannya .Namun Zuan dengan lincahnya menghindar .
Tak sampai disitu saja ,lawan Zoan terus melontarkan pukulan tangan ,kaki ,tangan kaki, tangan ,kakinya .Hingga disaat lawannya sedikit lengah Zoan menendang samping lututnya sampai lawannya terjungkal .
"Yahh!! gedhe o'on jatuh."Sindir Zoan .
Berusaha bangkit ."O'on kau bocah!!!!!."ucap Lawan Zoan berlari menyerang Zoan .
Lawannya terus mendorong Zoan, sampai Zoan terpojok disudut dipinggir panggung.
Zoan hampir jatuh ,namun dengan sekuat tenang Zuan menahan dorongan itu .
"O'on kecil tak akan menyerah semudah itu dari gedhe oon kek lu ."Sindir Zoan mendorong balik badan lawannya .
Zoan yang menyadari lawannya mulai terpojok ,segera menggunakan kesempatan itu untuk menyerang lawannya .Namun tingkah kecurangan dari bertanding itu pun dimulai .Tiba-tiba ada lawan lain dari belakang yang ingin memukul Zoan dengan sebuah batang besi .Namun dengan lincahnya Zuan mencengkram besi batangan itu sebelum mengenai adiknya yang terlalu fokus dengan lawan didepannya .
"Kak."Ujar Zoan menengok ke arah kakaknya yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakangnya .
Disaat itu juga Zoan langsung mendapatkan pukulan keras tepat di pipi kanan yang dilontarkan oleh lawannya ,sampai dirinya terjungkal .
"Zo kamu tidak papa ?".Tnya Zuan yang masih mencekam batang besi .
"Takapa kak ,luka seperti ini bagi cowok sudah biasa kan ."Ucap Zoan dengan senyum sinis nya melihat lawannya .
"Mereka berdua hebat juga."Ucap Ketua gangster yang duduk di kursi kebesarannya .
Zuan menarik batang besi itu dengan kuat sampai lawan Zuan ikut tertarik .Lalu dengan cepat Zuan menendang tepat di dada lawannya dengan lututnya sekuat tenaga ,sampai tersungkur kesakitan .Disaat lawannya kesakitan Zuan langsung menendang lawannya kembali sampai tak sadarkan diri .
Sementara itu Zoan yang masih tertindih oleh badan lawannya,berusaha keras bangkit dari terkaman lawannya namun tak kunjung bisa .Zuan yang sudah berdiri disamping adiknya langsung menendang lawan adiknya ,yang menindih tubuh adiknya .
Sampai lawan adiknya itu terjatuh keluar area pertandingan.Lalu Zuan mengulurkan tangannya untuk membantu adiknya berdiri.
"Zo awassss!!!!". teriak Zuan langsung menarik tangan adiknya ke pelukannya. Dan tangan kirinya yang menggenggam pisau yang akan digunakan untuk menusuk adiknya .
"Kak Zu."Ujar Zoan sedikit terkejut dalam pelukan kakaknya .
Setelah melepas pulukan adiknya Zuan langsung melangkah mendekat ke lawan yang ingin menusuk adiknya ,dengan tangan kiri Zuan yang masih menggenggam tajamnya pisau .
"Tangan kakak berdarah ."Gumam Zoan melihatnya.
Tampa rasa sakit Zuan langsung merebut paksa pisau itu.Lawannya yang ketakutan karna Zuan berhasil merebut pisaunya melangkah mundur sampai terpojok dipapan kayu .Dengan tatapan datarnya Zuan mengarahkan pisau itu kearah leher lawannya .Hingga lawannya memejamkan mata karna tak sanggup melihatnya kembali ,ternyata pisau itu Zuan tancapkan tepat disamping leher lawannya ,dan menyisakan sedikit goresan di leher lawannya .Pisau itu menancap dengan sangat dalam dipapan kayu itu .
Selesai dengan itu Zuan melangkah mendekat ke arah ketua gangster .
Berdiri didepan kursi kebesaran ketua gangster."Sesuai perjanjian saya akan bawa anak ini dengan saya ."Ucap Zuan tegas Melepas ikatan tali yang melilit anak laki-laki yang sudah penuh dengan lebam di badan nya .
"Hyyy!! tidak sopan main lepas-lepas saja ,anjing ."Ujar Salah satu anggota gangster.
"Sudah biarkan mereka pergi!!.Memang benar kan itu perjanjiannya ,dia boleh pergi jika menang ."kata salah satu ketua gangster.
Zoan pun melangkah mendekat membantu kakaknya membawa anak laki-laki itu keluar .Zoan mengendong anak laki-laki itu di punggung nya ,lalu melangkah keluar bersama kakaknya yang berjalan beriringan bersamanya .
Banyak tatapan mata yang memperhatikan kepergian mereka namun tak dipedulikan oleh mereka .
Sesampainya diluar ".Kak ambil sapu tangan di saku celanaku ,tadi saya bawa ."Suruh Zoan ."Gunakan itu untuk membalut luka kakak."Sambung Zoan .
Zuan mengambil sapu tangan disaku celana adiknya dan membalut sapu tangan itu di luka telapak tangannya .
"Zo terus anak ini ,apa kita bawa pulang saja ya ?".Tnya Zuan .
"Sebaiknya iya kak ,kasihan kalau kita tinggal sendirian diluar ."Ucap Zoan .
Mereka pun melangkah menuju ke perempatan jalan kota ,namun sudah tidak ada taksi ataupun bus yang lewat .Karna saat itu hari sudah cukup larut malam .
"Kak telfon ayah saja suruh jemput ."Kata Zoan .
"Okeh lahh!!,kalau seandainya nanti ayah tanya kita dari mana saja jawab saja .Kita dari menolong anak ini yang korban penculikan."Kata Zuan .
"Ahh!!! soal itu kakak aja nanti ya bicara yayayay."ucap Zoan .
"Iya ."Jawab singkat Zuan dengan raut wajah datarnya ia merai ponsel disaku jaketnya .lalu mengirim ser lokasi ke ayahnya dan sedikit sms singkat .
"Saya dimana ?".Tnya lirih anak laki-laki itu karna masih terlalu lemas .
"Tenang lahh ,saya akan bawa kamu ke rumah saya agar kamu bisa istirahat ."Ucap Zoan lembut .
Zuan yang memperhatikan sikap lembut Adik ,tersemat senyum tipis bibirnya.
Beberapa jam menunggu akhirnya mobil ayah sampai di perempatan jalan yang dimana tempat Zoan dan Zuan tunggu .
Setelah mobil itu berhenti ,Zuan dan Zoan langsung melangkah masuk kedalam mobil .
"Zu ,Zo itu siapa ?"Tnya Ayah yang fokus menyetir mobil .
"Dia anak korban penculikan Yah ."Jawab Zuan .
"Terus kalian tadi dari menolong anak itu ?".Tnya Ayah .
"Iya Yan ,kata Zoan kasihan anak ini Yah ."Ucap Zuan .
"Terus kalian tidak papa kan ?, muka Zoan lebam kek gitu ,terus kamu Zu baik-baik aja kan ?".Tnya Ayah cemas .
"Kami baik-baik saja ko Yah ."Jawab Zuan .
"Ko Kakak terus ya yang jawab adik sedang berbohong lagi ya ?."Tnya Ayah .
"Tidak Yah ,Adik tidak kuat dengan pipi adik sakit ."Ucap Zoan mengelus pipi kiri yang terkena pukulan tadi .
"Oo, ya nanti minta bunda obati ."Ucap Ayah .
Setelah sampai di rumah ,ternyata sudah ditunggu oleh bunda di teras rumah .Bunda langsung melangkah mendekat menarik telinga Zuan dan Zoan .
"Aduh!! aduh!!! bun ."Ujar Zoan kesakitan.
"Akibat buat bunda cemas ."Ucap Zuan pasrah .
"Dia siapa ?".Tnya Bunda melepas tangannya dari telinga putranya .
"Tidak tau bun ,Biar ayah bawah kedalam ."Ucap Ayah mengendong anak laki-laki itu .
"Ayah taruh di tempat tidur kamu Zo ."Ucap ayah yang sudah melangkah masuk .
"Dikamar tamu tak ada kenapa harus kamar Zoan ."Ucap Zoan kesal.
"Sudah tak apa ,nanti kamu tidur dibawah ."Ucap Zuan melangkah melewati adiknya.
Selesai mengobati luka anak laki-laki ,Zuan ,dan Zoan ."Sudah cepat tidur ,kalau anak ini sudah bangun kalian bantu dia. "Ucap Bunda .
"Asiyap bun ."Jawab Zoan .
Duduk disamping tempat tidur ."Bun gimana anak-anak sudah baikan ?".Tanya Ayah.
"Sudah Yah ,yaudah bunda mau tidur ngantuk berat Yah ."Ucap Bunda berbaring ditempat tidur .
###################
__ADS_1
#############