
Pagi cerah ,hawa dingin menyelimuti pagi Yani.Yani bangun lebih awal hari ini ,ia berjanji dengan Riska untuk pergi joging ke taman.
Langkah demi langkah Yani lalui menyusul jalanan kota untuk pergi ketaman ,yang sudah ditunggu Riska yang sudah janjian untuk joging di taman.
Sesaat kemudian sampailah Yani di taman ,Yani menyusuri jalanan taman dengan mencari keberadaan Riska.Riska yang tau keberadaan Yani memanggilnya untuk ikut bergabung dengan dirinya yang saat itu sedang duduk diayunan taman.
Yani yang mendengar panggilan suara Riska mencari keberadaannya,lalu menghampiri Riska yang sedang duduk di ayunan.
"Btw dah lama ya kita engak joging kayak gini."ujar Yani yang sudah duduk diayunan .
"Iya Yan,sejak aku pindah rumah kita jadi engak sering ketemu .Ketemu-ketemu disekolah cuma bentar pula."kata Riska.
Beranjak dari tempat duduknya."Keliling lagi yuk ,kita kan niatnya oleh raga."Kata Yani.
"Ayok lanjut."ujar Riska.
Mereka berdua melanjutkan lari pagi mereka mengelilingi jalan taman ,yang saat itu mulai ramai dengan orang-orang yang sedang olah raga pagi sama seperti mereka.
Sesampai dijalan taman yang sepi,tiba-tiba Ayu dan Yumi datang mendorong Yani dari belakang sampai Yani terjungkal kedepan.
"Ups jatuh sakit ya."ujar Ayu.
Riska yang melihat Yani terjatuh langsung membantunya berdiri kembali.
"lu suka benget cari masalah,heran gue."ujar Riska kesal .
"Sudah Ris percuma bicara sama hama mending kita pergi."ucap Yani yang tak ingin cari ribut.
"Lihat anak lutung ,penakut banget .Iya engak Ayu."ujar Yumi.
Riska yang kesal ,tampa berkata apa-apa lagi langsung menampar wajah Yumi .Yani yang tau mencoba menenangkan Riska.Namun Ayu malah menarik rambut panjang Yani. Sampai Yani tertarik kebelakang .Yani yang sangat kesal dengan ini semua ,tak dapat menahan dirinya lagi .Ia langsung memegang tangan Ayu dan memutarnya ,sampai Ayu kesakitan dan menyilangkan tangan Ayu kebelakang badannya .Lalu mendorong badan Ayu sampai tersungkur.
"Sakit ya ,makanannya jangan cari masalah."ujar Yani sinis.
Yumi yang tau Ayu jatuh membantunya berdiri.
"Sudah cukup Yan,mereka bukan lawan level kita."ujar Riska.
Riska dan Yani pun berlalu pergi dari sana.
"Awas aja kalian berdua."teriak Ayu marah besar dengan Riska dan Yani.
Sampainya di pintu keluar taman ,Riska mengajak Yani untuk ikut naik mobilnya.
Diperjalanan Yani dan Riska masih tak habis pikir dengan Ayu dan Yumi yang selalu mengagu diri mereka berdua.
"Btw gue masih kesel banget sama mereka berdua."Ujar Riska.
"Iya juga sih,engak ada apa-apa tiba-tiba dateng-dateng cari ribut ."ujar Yani.
"Kadang gue kalau lihat pingin gue smekdwon ."Ujar Yani.
"Hhh iya tuh Yan ,kesel banget gue ."kata Riska.
Selang beberapa waktu kemudian sampailah Yani dirumahnya.Yani pun turun dari Mobil Riska ,dan menawarkan Riska untuk mampir dirumahnya duluan .Namun Riska menolak karna ingin menerima Zen hari ini.
Yani yang tau, tak memaksakan Riska kembali untuk mampir.
Mobil Riska pun berlalu pergi ,Yani pun melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya .
Saat pergi ke dapur Bik Ana yang tau pakaian Yani kotor ,bertanya."Nak kenapa baju kamu kotor?".
"Umm tadi saya jatuh bu ana ,mungkin terlalu senang karna saya sudah lama engak joging sama Riska ."kata Yani dengan menuangkan air putih kedalam gelas
"Aduh nak lain kali itu hati-hati,nanti kalau nak Yani terluka sedikit aja den Kiki pasti akan marah besar."Ujar Bu Ana.
"Iya engak lah bu ."ucap Yani ,tak percaya karna masih belum tau semua tentang kehidupan suaminya.
Yani pun berpamitan kepada Bu Ana untuk pergi ke kamarnya untuk mandi.
Beberapa jam kemudian Yani yang sudah selesai sarapan pagi bersama bu Ana ,duduk santai diruang keluarga dengan menikmati suasana hari-hari minggu .
.
.
.
.
Ditempat Riska
Selesai mandi dan berpakaian rapi ,Riska pergi ke ruang tamu yang sudah ditunggu oleh Zen yang sedang mengobrol ramah dengan papahnya.
"Ayok Zen.Pah Riska berangkat ya."Kata Riska .
"Saya permisi dulu om."ucap Zen beranjak dari tempat duduknya.
"Zen janga bocil om ya."pesan Papah Riska pada Zen.
Zen merespons dengan senyum manisnya,dan berlalu pergi bersama Riska .
Mamah Riska yang baru datang dari dapur."Zen sudah pergi?".tnya Mamah pada Papah.
"Baru saja ,kenapa mah?".tnya balik Papah.
"Mamah sudah buatkan minum."ujar Mamah.
Kakak Riska yang baru bangun tidur langsung mengambil minum yang di penggang mamah dan meminumnya.
"Ya ampun Kak mandi sana ,bau."ujar Mamah.
"Tau anak ganteng tapi jarang mandi."saut papah dengan fokus membaca koran pagi .
"Olah raga dulu Pah Mah ."ucap Kakak Riska berlalu pergi dengan membawa minum buatan mamahnya.
Sementara itu Riska dan Zen sudah sampai ditempat kerja Zen.Zen berkata kepada Riska untuk menunggu dirinya sebentar .
"Aku duduk sini aja Zen ,kamu tinggal aja aku ."Ucap Riska yang sudah duduk di kursi Cafe my Litter Lover .
"Baiklah saya kerja dulu ."ucap Zen
"Oke."ujar Riska dengan senyumnya .
Zen pun melangkah pergi untuk mulai bekerja ,sebagai tukan bersih-bersih dimol itu.
Empat jam kemudian Zen yang sudah beres bekerja ,menghampiri Riska yang masih duduk santai diCafe tadi.
Namun saat Zen ingin melangkah kesana ,Riska yang sedang duduk di ganggu dengan dua orang cowok.Zen yang tau langsung melangkahkan kakinya lebih cepat menghampiri Riska.
"Ada apa ini?".tnya Zen yang masih menahan emosinya
"Cantik cuy ,ya diembat lahh."ujar salah satu cowok yang berusaha mengelus rambut Riska .
Riska yang ingin menangkisnya dihentikan oleh Zen ,namun Zen menarik tangan laki-laki itu mencengkeramnya dengan kuat dan memutarnya .
"Pergi atau saya seliding kamu ".ujar Zen dengan tatapan sinis nya .
Dua laki-laki itu memilih untuk pergi meninggalkan Riska dan Zen yang bener-bener tak sanggup lagi menahan amarahnya.
"Kamu tidak papa?".tnya Zen khawatir pada Riska.
"Tak apa ,btw kamu sudah selesai?".tnya Riska .
"Sudah ,lebih baik besok-besok kalau saya kerja kamu jangan ikut .Saya takut kejadian seperti tadi akan terulang lagi."kata Zen.
Riska tersenyum dan berkata."Ini kan yang terakhir kita bersama Zen."
Menggenggam kedua tangan Riska."Maaf ya ,saya akan meninggalkan kamu cukup lama."kata Zen merasa bersalah.
"Ehh ko jadi sedih-sedih gini ,ayok jalan-jalan ."ajak Riska tak ingin terlarut dalam kesedihan .
Zen dan Riska pergi dari sana dan berkeliling sebentar ketaman bermain .Sampai sore hari tiba Zen mengajak Riska pergi ketempat dimana biasa ia mencari ketenangan saat ada masalah.
Hingga sampailah Riska dan Zen di tempat yang lebih tinggi seperti bukit ,yang dapat melihat indahnya keadaan kota ,matahari terbit ,dan indahnya malam.
"Wah indahnya kita bisa melihat taman bermain yang kita datangi tadi."ujar Riska kagum.
"Kalau malam juga engak kalah cantik."ujar Zen senang melihat Riska bahagia.
"Benarkah ,kalau gitu gimana kalau saat tahun baru kita bertemu disini."kata Riska .
"Baiklah saya akan tunggu kamu disini."ucap Zen.
"Lihat indah sekali cahaya sore."ujar Zen kagum dengan matahari terbit.
"Iya Zen."ucap Riska kagum.
Saat Riska fokus dengan matahari terbit,tiba-tiba Zen mencium pipi cubi Riska sekilas .Riska yang merasakan langsung melotot dan menengok kearah Zen.
"Ada nyamuk tadi."ujar Zen dengan senyumnya .
"Iya nyamuknya kamu ."ujar Riska mendorong pelan lengan Zen.
"Zen jika nanti aku tak datang kesini apa kamu akan tetap menunggu ku?".tnya Riska.
"Tentu aku akan tunggu sampai kamu datang."kata Zen.
"Zen tapi perjanjiannya jika salah satu dari kita tak datang kesini sampai pesta kembang api selesai kan ,tak akan menunggu lagi."kata Riska.
"Benar Tapi saya tak bisa meninggal cahaya saya sendirian lagi."ucap Zen .
"Cahaya."ujar Riska.
"Iya sejak kamu ada dihidup saya .Saya merasa ,dunia saya mulai berwarna kembali ."ucap Zen.
Riska pun memeluk Zen ."Saya harap kita akan selalu bersama sampai hari tua."ucap Riska.
"Insakallah Riska."ucap Zen.
"Ayuk pulang keburu makin gelap ."ajak Zen.
Mereka berdua pun beranjak dari sana untuk pulang.Diperjalanan Zen mengtarkan Riska pulang terlebih dahulu sebelum pulang kerumahnya.
Setelah mengatar Riska ,Zen langsung pulang Ke rumahnya .Sesampainya dirumah ternyata ayah Zen ada dirumah sedang memaksa ibu Zen untuk memberikan uangnya .
Zen yang baru datang langsung marah, karna melihat ayahnya yang hendak memukul ibunya .Zen menghadang pukulan ayahnya dengan badannya .Ayahnya yang tau langsung menarik baju Zen dan membanting Zen ke tembok.
"Kau tuhh lemah gblong ."ujar Ayah Zen.
Lalu melangkah mendekati ibunya dan mengambil uang ibunya ,lalu melangkahkan kakinya melewati badan Zen dan menginjak lengan kiri Zen. Sampai Zen kesakitan ,dan berlalu pergi .
Setelah kepergian ayahnya Ibu Zen langsung mendekati putranya yang sedang kesakitan .
"Maafkan ibu Zen."Ucap Ibu Zen meneteskan air matanya.
"Tak apa bu ,ini hanya sakit sedikit ."ucap Zen berharap ibunya tak menangis lagi.
Ibu Zen pun membatu putranya berdiri untuk duduk disova.Lalu ibu Zen pergi ke dapur dan mengambil air hangat untuk mengomperes luka Zen yang mulai bengkak.
Beberapa jam kemudian ada ketukan pintu ,ibu Zen yang sedang mengomperes luka Zen .
"Ibu tinggal bu pintu dulu ."ujar Ibu Zen.
Ibu Zen membuka pintu rumah ternyata itu Riska yang sedang membawa dua kotak makanan ditangannya.
"Anak ini cari siapa ya?".tnya ibu Zen .
"Saya Riska tante ,temannya Zen."ucap Riska .
"Mari masuk, malam-malam ko kesini nak engak takut?".kata Ibu Zen.
__ADS_1
"Tak usah bu ,saya sama kakak saya ko ."ucap Riska.
Zen yang baru keluar ."Riska kenapa kesini malam-malam?".tnya Zen.
"Iya ini ada sedikit makanan ,mamah tadi beli makanan banyak banget .Jadi saya berikan kekamu aja ."kata Riska memberikan makanan itu pada ibu Zen.
"Diterima aja bu."ucap Zen.
Ibu Zen pun menerimanya ."Makasih nak."ucap Ibu Zen.
"Sama-sama Tante ."kata Riska.
"Saya pulang dulu tante Zen kasihan kakak saya nunggu lama."Pamin Riska .
Disaat ingin pergi ,Riska menundanya saat melihat luka lebam ditangan kiri Zen.
"Zen ,itu kenapa?".tnya Riska menunjuk luka Zen.
"Oo tadi kepentok meja saat mengangkat kardus ."ucap Zen berbohong.
Menjiwit lengan kanan Zen."Lain kali tuhh hati-hati."ujar Riska.
Ibu Zen yang melihatnya tersenyum tipis.
"Saya permisi tante."ucap Riska berlalu pergi dari rumah Zen .
Zen dan ibunya kembali kedalam rumah.
"Dia siapa Zen?".tnya Ibu
"Calaon istri ."ucap Zen.
"Dia anak baik Zen ,jaga dia baik-baik."ucap Ibu.
"Asiyap itu bu."kata Zen.
Membuka kotak makanan."Nasi goreng Zen ,kita makan saja kamu kan belom makan."kata Ibu beranjak mengambil sendok makan dan air putih didapur.
Zen dan ibunya memakan nasi goreng pemberian Riska.
.
.
.
.
.
.
DiTokyo .
Masih terlalu malam untuk Kiki terbangun dari tidurnya .Kiki yang sudah bangun dari tidur ,duduk termenung disova jendela kamarnya dengan menatap layar ponselnya yang terdapat foto istrinya disana.
"Saya jadi merasa bersalah ,pada Yani."Gumam Kiki dalam hati .
Beralih membuka aplikasi WA ,menekan nama istrinya untuk istrinya untuk video coll dengan istrinya.Cukup lama Kiki menunggu nada dering panggil pun tersambung.
"Saya pikir kamu sudah tidur ."kata Kiki .
"Belom ,saya baru aja selesai solat."jawab Yani dipanggil video coll
"Kenapa vc Kiki?".tnya Yani dilayar ponsel Kiki.
"Kagen."
"Telfon kan bisa."
"Pingin lihat wajah istriku yang ngambekan sedunia."
Yani di layar ponsel Kiki dengan expresi wajah marahnya .
"Tuhh kan marah ,hhhh."kata Kiki dengan tawanya.
"Kamu lagi dimana ,engak kayak dihotel?".tnya Yani sewot.
"Saya lagi di...umm."ujar Kiki yang ingin membuat istrinya marah kembali .
"Dimana Kiki?"tnya Yani dengan nada sewotnya.
"Kiki mah."panggil Yani dengan monyong bibir satu meternya.
"Yani mah."ujar Kiki menggoda
"Kiki serius."ucap Yani
"Dirumah temen Yani."kata Kiki
"Cewek ya."ujar Yani curiga
"Awas saja kalau kamu dirumah cewek."dengan menunjukkan kepalan tangannya yang kuat .
Kiki yang melihat ekspresi wajah istrinya yang marah besar ,hanya tertawa-tawa tampa rasa bersalah.
"Dah matikan vc nya."ucap Yani sewot.
"Eh!! jangan ,saya dirumah temen cowok Yani."kata Kiki.
Mengarahkan layar ponselnya kearah Edi yang sedang tidur ditempat tidur."Lihat tuhh,Edi kayak kebo."kata Kiki.
"Itu tadi Edi?".tnya Yani
"Iya."jawab Kiki
"Kamu ko tidur sama Edi?".tnya Yani
"Kalian engak pacaran kan?".tnya Yani menggoda.
"Iya engaklah ,saya cowok normal ."ucap Kiki
"Masa."ujar Yani
"Hemm."gumam Kiki
"Kamu engak berani sama saya ko,ya berarti kamu cewek."kata Yani menggoda
"hhhhh."suara tawa Yani
"Berani sapa takut."ujar Kiki
"Masa."ujar Yani
"Lihat aja kalau saya pulang .Saya akan gendong kamu ,terus cium kamu didepan umum ."ucap Kiki
"hhhhhh." suara tawa Kiki
"Jijik banget sihh kamu."ujar Yani sewot.
"Kamu yang ajarin saya untuk mesum."kata Kiki
"Ehh!!engak ,kata sapa?."Tnya Yani
"Kata Yani ."jawab Kiki
"Dah lah tidur saya."ucap Yani Ngambek
"Ehh!! ngambek kamu?".tnya Kiki
"Gak."jawab Yani sewot
Pangillan video coll tersambung berangsur-angsur cukup lama.
"Yani gimana dengan ujian kamu?".tnya Kiki
"Baik ,insaallah senin besok akan dimulai."kata Yani
"Bukannya baru selasa kemarin ujian pratek ,sudah mau ujian lagi."ucap Kiki
"Biar cepet lulus Kiki."ujar Yani
"Selesai sekolah ingin kuliah atau tidak?".tnya Kiki
"Ummm."gumam Yani
"Kalau saya ingin kuliah ,tapi apa boleh sama kamu."kata Yani
"Boleh aja Yani."ucap Kiki
"Kamu ingin kuliah dimana?".tnya Kiki
"Universitas surabaya aja."jawab Yani
"Engak mau kuliah diluar?".tnya Kiki
"Engak ,mahal bayarnya."ujar Yani
"Tidak Yani."kata Kiki
"Engak-engak Kiki."ujar Yani menolak
"Yaudah ,tapi kalau berubah pikiran bilang aja.Karna bayar kuliah diluar itu murah."kata Kiki
"Ya nanti saya pikiran."ucap Yani
"Yan,kalau mau tidur ,tidur aja jangan dimatikan vc nya."kata Kiki
"Iya bentar."ucap Yani menata tempat untuk ponselnya .
Panggilan video coll masih tersambung ,namun Yani yang sudah terselimuti oleh selimut tebaknya pun tertidur .
Melihat layar ponselnya yang ada gambar istrinya yang sedang tidur."Imutnya kalau tidur." ucap Kiki tersat tersenyum manis diraut wajahnya.
Kiki terus memandangi layar ponselnya sampai pagi hari .Cahaya sang surya yang menembus gorden tipis cendela kamarnya ,membuyarkan lamunan Kiki.
Mematikan layar ponselnya dan beranjak dari tempat duduknya untuk melangkah masuk kedalam kamar mandi.
####
Selesai mandi Kiki membangunkan Edi yang masih tidur pulas ditempat tidur.
"Ya ampun bos ,masih malam ."ujar Edi dengan mata yang masih terpejam.
"Malam-malam.Bangun Edi atau saya."ujar Kiki menggertak dengan melipat-lipat kaus panjang yang ia gunakan.
Melihatnya dengan samar-samar."Iya,iya bangun."ujat Edi kesal beranjak dari tempat tidurnya pergi kekamar mandi.
Setelah menunggu Edi cukup lama ,selesai mandi Edi keluar dari kamar mandi .Kiki langsung mengajak Edi turun kebawah untuk sarapan pagi yang sudah ditunggu oleh yang lain dimeja makan.
Sesampainya dimeja makan ,Edi dan Kiki bergabung untuk sarapan pagi bersama.
Arcel yang selesai makan duluan ."You guys will practice dance first, I want to take my wife to check."kata Arcel.
(Kalian nanti latihan Dance duluan aja ,saya mau antar istri saya periksa.)
Edi hanya menjawab dengan mengacungkan jempolnya.
"Yes, I hope your child is always healthy until he is born as well as his mother."Ucap Dori .
(Iya, semoga anak kamu sehat selalu sampai lahir begitu juga ibunya.)
__ADS_1
"Thank you, Miss Dori."ucap istri Arcel .
(Makasih ya nona Dori.)
Dori menjawabnya dengan senyuman manisnya .
Arcel pun memapah istri berjalan .Perut istrinya yang semakin membesar terkadang membuat istrinya Arcel kesulitan dalan melangkahkan kakinya .
Arcel pun berlalu pergi bersama istrinya .Kiki dan yang lain ,yang baru selesai makan pun pergi ke ruang latihan .Namun dihentikan oleh Kiki .
"Today we don't practice first."Kata Kiki."We will arrange, tools for preparation in the living room of Arcel's house."Sambungnya.
(Hari ini kita engak latihan dulu ."kata Kiki ."Kita akan menyusun ,alat-alat untuk persiapan diruang tengah rumah Arcel .)
"Edi and Hans will help me, Kim. Later, please make a wall with a length of 6m and a width of 10 m."Kata Kiki .
(Edi dan Hans nanti bantu saya ,Kim nanti tolong buatkan tembok ukuran panjang 6m dan lebar 10m, buatan yang dapat dibawah kemana .)
"Anyway, I almost forgot, Edi please take a photo of the faces of Dori, Kim, you, Desta, Arcel, and me. I did that to make you a skin mask because Todai already knows your faces."Kata Kiki.
(Oya saya hampir lupa ,Edi tolong foto wajah Dori ,Kim ,Kamu,Desta,Arcel,dan saya.Saya melakukannya itu membuatkan kalian topeng kulit karna wajah kalian sudah diketahui Oleh Todai.)
Edi pun mulai menfoto wajah orang yang namanya disebut Kiki satu persatu,selesai foto ."Then how about Arcel boss? ".Tnya Edi .
(Terus Arcel gimana bos?.)
"Nanti kalau sudah pulang."Jawab Kiki ."Ayo ke ruang tengah,kita harus segera merancangnya ."sambungnya
Edi ,Hans, dan Kiki pergi keruang tengah ruang tengah.Edi langsung mengatur posisi duduknya dan bersiap memainkan jari-jari kecilnya untuk mengotak atik leptopnya .Hans dan Kiki mulai memutar otak lagi untuk mengatur seterategi yang lebih matang .
Kim yang tadi disuruh oleh Kiki membuat tembok menarik tangan Jeck untuk ikut bersamanya .
Desta yang melihat Kevin duduk terdiam sejak dari tadi ,pun mendekat dan duduk disampingnya.
"Diem-diem bae kamu."ujar Desta.
"Saya engak terlalu banyak bicara ."kata Kevin.
Mengulurkan tangannya ."kalau gitu temenan aja sama saya."ucap Desta .
Menerima uluran tangan Desta dan tersenyum.
"Kalau gitu ,ayo keliling rumah kak Arcel yuk bentar .Bosen disini terus."ucap Desta menarik tangan Kevin.
"Tapi..."ucap Kevin terhenti.
Beberapa menit kemudian Kim dan Jekc datang ke ruang tengah.Dan ikut duduk disova .Kiki yang duduk disova lain dengan Hans begitu sibuk dengan obrolan mereka .Jekc juga suka dengan teknologi-teknologi canggih ikut bergabung dengan Edi yang sibuk dengan leptopnya .
Sementara itu Kim yang sudah lama ingin mendekati Nona Dori duduk disamping dengan ekspresi sedikit ragu.
"Bisa bicara?".tnya Kim gugup .
"Maksudnya?".tnya balik Nona Dori.
"Anu um...".ucap Kim semakin gugup .
Menengok kearah Kim ,yang membuat Kim semakin gugup."Hy!! kau berkeringat."ucap Nona Dori melihat pelipis Kim berkeringat .
Nona Dori pun mengusap keringat Kim di pelipis kirinya dengan sapu tangan miliknya.
Seketika jantung kim berdetak begitu cepat.
"Nanti malam ,saya tunggu dilantai atas rumah."kata Dori memasukan sapu tangannya ke dalam saku celananya.
"Ehh!!."ujar Kim.
"Datang saja."ucap Dori.
Setelah percakapan itu Kim dan Dori semakin canggum untuk bercakap lagi.
Tiga Jam kemudian Arcel datang ke ruang tengah setelah mengantar istrinya istirahat dikamarnya, karna hari sudah semakin siang dan itu waktunya seorang ibu hamil istirahat .
Selesai itu Arcel datang keruang tengah ,menyusul temannya yang sudah sibuk sejak tadi .Hans yang tau kedatangan Arcel langsung ia suruh untuk diam di sova ,dan Hans foto wajah Arcel.Arcel yang bingung menurut saja.
#####
Hari semakin sore ,namun Edi masih sibuk dengan leptopnya .Sementara itu yang lain menunggu Edi dengan duduk disova dengan tenang .
Karna sudah Sore Acel juga mendapat panggilan telfon pertanda istrinya ingin turun kebawah ,pun segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi keatas kamarnya.
Sementara yang lain sudah mulai pergi ke kamar nya masing-masing untuk mandi.Namun Kiki dan Jekc masih menunggu Edi yang masih sibuk dengan leptop.
Desta yang baru datang berkata."Kak minta ijin ke taman belakang rumah kak Arcel jalan-jalan bentar ,sama Kevin."
"Okeh."ucap Jekc.
Beberapa kemudian, hari sudah semakin malam.Arcel dan istrinya yang baru selesai makan malam ikut duduk disova ruang tengah .
"Makan dulu cuy,kasihan pembantu gue tadi sudah masak banyak."ucap Arcel yang sudah duduk disova.
"Bentar lagi ,nanggung."ucap Edi yang masih fokus dengan kameranya.
"Biar gue ambilin ,nanti gue suapin."ucap Kiki membuat Jekc ,Edi ,Arcel dan istrinya terkejut .
"Serius kamu Ki."ujar Arcel.
"Iya Kasihan dia bukan robot ,tapi manusia yang butuh makan.Benar engak Edi."ujar Kiki beranjak dari tempat duduknya.
"Iya bos."ujar Edi
"Tapi aku akan makan duluan.Ayo Jekc."ucap Kiki menarik tangan Jekc.
Selang beberapa menit kemudian Kiki dan Jekc yang sudah selesai makan ,datang kembali ke ruang tengah dengan Kiki yang benar-benar membawa sepiring makanan ditangannya untuk Edi.
Dan duduk disamping Edi dan mulai menyuapinya.Arcel,istrinya ,dan Jekc dibuat heran seseorang yang selalu disebut Raja Darah rela merendahkan dirinya demi menyuapi anak buahnya.Aneh sekali ,saya sendiri juga heran .
.
.
.
.
.
Sementara itu Kim dan Dori yang sudah duduk santai di kursi panjang atap rumah Arcel dengan menikmati bintang-bintang suasana malam.
Namun hanya ada kecanggungan diantara mereka berdua .Sampai .
"Emm,kamu suka."ucap Kim gugup menatap mata indah Dori.
"Kamu suka bunga engak?".tnya Kim gugup.
"Bunga ,Aku pikir dia akan mengucapkan isi hatinya."gumam Dori.
"Engak ,aku lebih suka kartus."kata Dori .
"Ehh!! kenapa suka kartus?".tnya Kim
"Kartus itu kuat engak kayak bunga cantik tapi lemah."Kata Dori
"Umm."gumam Kim
"Kalau kamu suka apa?".tnya Dori
"Aku suka seseorang."Ucap Kim keceplosan
"H?".ujar Dori
"Ehh!! maksud saya ,saya suka kamu."ucap Kim dengan mengeluarkan semua keberaniannya.
"Ehh!!!."ujar Dori
"Kenapa kamu engak suka aku ya ,Dori."tnya Kim
"Suka sihh ."ucap Dori
"Tapi kamu kan sudah punya pacar."kata Dori
"Aku ,belom punya ."ucap Kim
Menggaruk-garuk rambutnya yang tak terasa gatal."Aku terlalu sibuk dengan kerjaan ku setiap hari ,jadi tak pernah pacaran sejak aku masih sekolah."Kata Kim.
"Serius kamu?".tnya Dori kaget
"Iya."jawab Kim
"Kenapa? aneh ya."ucap Dori
"Engak ko Kim,justru lucu aja."kata Dori
"Lucu apanya ,aku penakut banget kayak gitu."kata Kim berkata jujur
"Iya engak lah Kim,diluar sana malah ada lohh yang lebih bocil dari kamu."kata Dori
"Malah lebih parah ."ujar Dori
"Ehh!!jangan gitu ."Ujar Kim
"Hem!! jadi gimana kamu mau engak jadi pacar saya?".tnya Kim mencari kepastian
"Gimana ya."ujar Dori
"Jujur saya engak begitu suka pacaran ,saya lebih suka kalau langsung nikah."kata Dori berkata jujur.
"Gimana kalau setelah pulang dari sini saya lamar kamu."ucap Kim seketika membuat Dori terkejut.
"Serius kamu?".tnya Dori seketika
"Pernikahan itu bukan mainan Kim."ucap Dori memberitahu Kim
"Saya sudah benar-benar yakin , sedalam hati saya mengukur cinta kamu."Ucap Kim
"Umm."ujar Dori sedikit bingung.
"Lihat saja nanti ,jika kita ditakdirkan bersama pasti kita akan bertemu lagi."kata Dori.
"Maksudnya?."tnya Kim bingung.
"Saya engak bisa jawab sekarang, saya harap kamu mengerti."kata Dori berharap Kim bisa mengerti jika ia butuh waktu untuk memikirkannya.
"Baiklah saya akan tunggu sampai kamu siap ."kata Kim.
Dori hanya merespon dengan senyumannya .
Diruang tengah Hans ,Kiki, dan Edi mulai membuat topeng dengan sinar laser ,yang dapat mencetak gambar wajah sesuai ukuran sketsa yang dibuat Edi.
Sampai pukul 23.45 ,Edi ,Kiki ,dan Hans selesai membuat topeng .Mereka bertiga pun membereskan peralatannya ,dan kembali kekamar untuk istirahat .
.
.
.
.
.
Maaf ya harus menunggu terlalu lama:)
__ADS_1
Thnks untuk yang masih setia baca novel saya .