
Pak Rendi tersenyum miring mendengar perkataan Kiki ."Kau bilang tidak akan pergi,tapi kau sudah menyakiti hati putri saya .Apa kau pikir setelah kau melakukan ini semua ,kau tidak menyakiti hati putri saya ."
"Kau sudah menyakiti hati putri saya ,dan saya sebagai ayah akan melakukan apapun itu agar kau dan putri saya tidak lagi bertemu untuk selamanya. "Lanjutnya dengan tegas.
"Saya tidak akan meninggalkan putri anda ,karna saya merasa kalau saya tidak salah dan saya tidak pernah melakukan kesalahan apapun itu. "Kiki yang masih bersikukuh untuk tetap mempertahankan hubungan dengan istrinya.
"Tutup mulutmu ,karna mulai hari ini tidak akan ada lagi pertemuan mu dengan putri saya."Ucap Tegas Pak Rendi berlalu pergi dari sana.
Belum lama setelah kepergian ayah mertuanya ,ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja berdering .Kiki segera mengangkat nada sambung telfon itu .
*Ada apa Edi?".
*Bos ,ternyata benar kalau sahabat dekat bos ada hubungannya dengan ini semua .Saya baru saja mendapatkan kabar ini dari anak buah saya yang sekarang sedang bersama sahabat bos ."Jelas Edi dalam nada sambung telfon.
*Terimakasih infonya Edi ,lalu bagaimana dengan Tika?".
*Saya baru saja mendapatkan kabar kalau Tika akan melakukan sesuatu kepada keluarga istri bos ,tapi saya belum tahu apa itu."
*Terus awasi Tika ,Edi ."
*Baik bos."
Panggil berakhir.
Selesai menutup telfon dari Edi ,Kiki mencoba menghubungi Danu sahabatnya .Akan tetapi tidak kunjung ada balasan .Kiki terus mencoba menghubungi Danu yang terus saja tidak mengangkat nada telfon dari Kiki .
++++++++
++++
Di lain tempat
Dino yang baru saja menelfon Edi ,di kejutkan oleh Danu yang tiba-tiba menepuk bahunya .Danu yang melihat wajah terkejut Dino ,berkata ."Kenapa?".
"Em- tidak, saya kaget saja mas tiba-tiba menepuk bahu saya ."Jelas Dino ."Semoga dia tidak mendengar percakapan saya tadi."Batin Dino .
"Santai saja ,ayo masuk bik Nur sudah masak banyak ,mari kita makan ."Ajak Danu dengan ramah .
Dino pun mengikuti langkah kaki Danu untuk makan malam bersama .
++++++++
Di sisilan .Di tempat Yani .
Yani sedang berdebat hebat dengan ayahnya diruang tamu .Yani sangat tidak suka di posisi ini di mana dia harus membentak ayahnya .Akan tetapi Yani sendiri juga sangat kesal ,karna ayahnya sudah mengurus surat cerai nya dengan suaminya tanpa sepengetahuannya terlebih dahulu.
Yani sudah tidak bisa mengendalikan emosi memilih untuk berlalu pergi naik ke lantai atas kamarnya .Sesaat kemudian Yani kembali turun ,ia berlalu pergi keluar .
"Mau kemana kamu?".Tanya dingin ayahnya.
Yani hanya diam dan tetapi melanjutkan langkahnya ."Yani ayah bertanya kepadamu?".Tanya ayahnya kembali membentak .
"Tidak enak bukan jika di abaikan ,begitu juga yang saya rasakan saat ini ."Ucap Yani tanpa menatap wajah ayahnya .
"Saya akan pergi sebentar bun ."Lanjutnya berpamitan kepada bundanya yang sejak tadi memperhatikan dengan raut wajahnya yang khawatir .
"Ayah tahu untuk saat ini ,bunda sangat kecewa dengan sikap ayah ."Bunda dengan berlalu pergi dari sana .
"Kalian berdua istirahatlah besok masih harus sekolah bukan ,jadi cepat tidur ."Suruh bunda kepada kedua putranya .
++++++++++++
Di tengah malam ,Yani yang sedang berdiri di salah satu jalan di taman tanpa terasa tatapan kosongnya berlahan mengalirkan airmata yang ia pertahankan sejak tadi .
Yani sangat tidak suka kesedihan ,tapi apalah dayanya dirinya sudah lelah untuk berputar-pura sampai airmata yang ia pertahankan pun mengalir membasahi pipinya.
Akan tetapi kesedihan itu tidak bertahan lama ,karna raut wajah Yani berubah dingin saat mengalihkan perhatian ke sumber suara.
"Tidak kusangka kau bisa bersedih juga."Ucap Seseorang .
Seseorang berjalan mendekati Yani ,orang itu tidak lain adalah Tika .Tika dengan tatapan datarnya memperhatikan raut wajah Yani yang memerah sehabis bersedih .
"Saya senang melihatmu seperti ini."Tika yang berjalan berlahan memutari Yani .
Yani tersenyum miring ."Menurut kamu saya sudah kalah?".
"Oh ,tidak nona Tika permainan ini baru saja di mulai .Lihatlah besok ,saya akan pastikan semua rencana mu gagal ."
Tika membalasnya dengan senyum tipisnya."Gagal! Tidak mungkin, Yani ."
"Kau masih belum mengenal ku terlalu jauh."Lanjutnya .
Berlalu berjalan melewati Yani."Lihat permainanku ."Ucapnya lirik sebelum berlalu pergi .
Yani membuka rahangnya dengan bola mata membulatnya .Sampai ponselnya tiba-tiba berdering ,ia segera mengambil ponsel yang ada di saku jangketnya .
*Malam Nyonya ,saya ingin memberitahu kalau mamang benar Danu sahabat bos Kiki ikut campur dalam permainan ini ."
*Kamu ada nomer telfonnya ?".
__ADS_1
*Tidak ,tapi sepertinya anak buah saya ada ."
*Tolong mintakan saya nomer telfon nya ,saya tunggu ."
*Baik Nyonya ."
Panggilan berakhir .
+++++++
Beberapa jam kemudian ,pesan dari Edi masuk .Yani segera menyimpan nomer telfon itu ,dan langsung mencoba menghubunginya .Sesaat menunggu nada sambung berdering akhirnya ,nada sambung tersambung .
*Hallo, ini siapa?."
*Ini dengan Danu?".
*Iya benar ,ada apa nona?".
*Saya istri Kiki ,saya menghubungi anda untuk memohon sekali kepada anda .Tolong hentikan permainan kekasih anda ,permainan yang sudah menghancurkan hubungan saya dengan suami saya .Saya benar-benar tidak ingin pernikahan saya berhenti sampai sini saja ,hanya karna orang ketiga ."
*Anda adalah sahabat baik suami saya ,apa anda tega melakukan ini kepada suami saya?".
*Maaf,saya sudah tidak ada hubungannya dengan itu semua ."Dengan langsung mengakhiri panggilan telfon .
"Tunggu ,tunggu jangan di....".Ucapnya terhenti oleh nada sambung telfon yang terputus .
Tidak kehabisan akal ,Yani segera berlalu pergi untuk kembali pulang .Ia harus menyakiti kembali ayahnya kalau semuanya tidaklah benar .Hanya ini yang bisa Yani lakukan ,karna hanya jalan ini yang bisa membantu ayahnya agar tidak percaya lebih jauh lagi dengan perkataan Tika .
++++++++++
+++++
Di tempat Danu.
Malam ini terasa sangat panjang bagi Danu yang terus saja terjaga ,walaupun hari sudah hampir menjelang pagi .
Iya ,saat itu sudah menunjukkan pukul 03.30 malam .Akan tetapi Danu masih terjaga di atas tempat tidurnya ,dengan perhatian yang terus saja memperhatikan langit-langit kamarnya .
Danu terus bergelud dalam pikirannya ,ia tidak tahu apa yang harus dirinya lakukan .Pergi pulang membantu sahabatnya menghentikan semuanya ,atau hanya diam saya seperti pengecut demi keselamatan calon anaknya yang belum lahir.
Disisi lain Danu sangat kecewa kepada dirinya yang tidak bisa melakukan apapun ,dan di sisi lainnya ia juga sangat merasa bersalah kepada sahabat baiknya yang karna nya hubungan pernikahannya menjadi terancam .
Danu yang tidak ingin terlalu jauh lagi memikirkannya ,memutuskan untuk beranjak dari atas tempat tidurnya untuk berjalan-jalan keluar sebentar .
Sampai langkahnya terhenti tepat didepan kamar tidur yang di tempati oleh Dino. Danu menghentikan langkahnya karna ia tanpa sengaja mendengar percakapan Dino dengan salah satu orang di dalam telfon yang membahas soal masalahnya. Tiba-tiba Danu langsung tersulut emosi ,ia langsung mendobrak pintu kamar tidur Dino .
Dino yang terkejut ,tanpa menunggu lama langsung mendapatkan pukulan keras dari Danu yang sangat marah .
Danu mengangkat tubuh Dino dengan menarik kerah bajunya ,dengan sorot mata yang tajam ."Jangan pernah ikut campur urusan saya!".Kecamnya .
Hingga Danu yang ingin meluncur pukulan kembali ,di tangkis oleh Dino yang menggenggam kuat kepalan tangan Danu."Seharusnya anda marah kepada kekasih anda yang sudah menghancurkan hubungan keluarga orang lain dan menggunakan anak anda yang belum lahir sebagai pemeran utama dalam permainan ."
"Anda ingin calon anak anda lahir dengan baik-baik saja ,tapi apakah baik jika anda membiarkannya menjadi barang penghancur hubungan rumah tangga orang .Apakah anda berpikir bagaimana jadinya jika anak anda lahir dalam keadaan seperti itu.Dia pasti sangat kecewa dengan anda ."
Menatap raut wajah Danu ."Anda tahu ,kalau akan ada masa di mana kita di paksa kuat dan tegar dengan kepergian yang tidak akan pernah kembali lagi ."
Danu melepaskan kepalan tangannya ,ia berdiri tegak mematung ."Jika kamu di posisi saya, apa yang akan kamu lakukan ?".Tanyanya memecah keheningan sesaat .
"Saya akan menghentikan apa yang di lakukan kekasih saya ,karna saya tahu apa yang dia lakukan sejak awal sudah tidak benar ,di saat yang bersamaan saya juga akan selalu melindunginya .Walaupun pada akhirnya saya akan gagal melindunginya ."Kata Dino dengan senyum tipisnya .
"Kenapa kau tidak sedih ,bukankah kau gagal melindunginya ?".Tanya Danu .
"Awalnya emang sedih dan saya sangat membenci diri saya sendiri ,tapi saya sadar, kalau hidup ini hanya sekali, untuk itu saya harus terus tegar , kuat untuk selalu membuat kenang-kenangan, entah itu kenang bahagia ataupun tidak bahagia .Intinya saya tetap harus berjalan sampai saatnya tiba ,saya akan pergi dengan kenang-kenangan itu .Walaupun itu tidak berarti ,setidaknya saya bisa mengingat kalau saya pernah berguna untuk orang lain ."Dino yang sedikit terlarut dalam masa lalu nya bersama Lilu .
"Saya akan pergi ,kamu tidak papa kan saya tinggal disini sendiri ?".Kata Danu .Mengambil beberapa uang di saku bajunya ."Pulanglah dengan bus ,ini uangnya saya mohon terimalah."Katanya menyodorkan beberapa lembar 100rb kepada Dino .
Dino menerima uang itu ,akan tetapi belum juga berucap .Danu sudah berlalu berpergi .
+++++
Danu pergi ke dalam kamarnya ,ia segera bergegas berganti pakaian .Sesaat kemudian ia meraih kunci mobil lalu buru-buru melangkah turun yang juga di ikuti oleh Dino .
"Hati-hati semoga berhasil."Kata Dino.
"Terimakasih sudah membantu saya ."Danu yang sudah berada di dalam mobil .
Danu menyalahkan mesin mobilnya untuk segera memulai perjalanan kembali ke kota nya .
Setelah kepergian Danu .Dino bergegas masuk kedalam rumah ,ia harus segera memberi tahu Edi tentang hal ini .
+++++++++++
++++++++
DI tempat Kiki .
Tengah malam ,Kiki yang masih terjaga tiba-tiba mendapatkan pesan singkat dari nomer yang tidak ia kenal bertuliskan .
√Salah satu keluarga anda akan pergi ."
√Oh atau istri anda saja ,ini sangat seru."
Pesan itu langsung membuat Kiki semakin khawatir dengan keluarga istri ,tanpa berpikir panjang lagi ia pun segera bergegas pergi ke rumah orang tua istrinya .Di dalam perjalanan ke lantai bawa ,ia menelfon Edi .
__ADS_1
*Bos ,sahabat bos akan ada di pikah kita ."
*Bagus jika itu benar ,Edi kamu segera pergi ke rumah istri saya sekarang juga ."
*Tengah malam ."
*Iya cepat saya tunggu di sana ."
Panggilan berakhir .
Selesai menutup panggilan telfon itu ,Kiki langsung beranjak masuk kedalam mobilnya .Mobil itu langsung melaju meninggalkan pekarangan rumahnya .
Dengan kecepatan yang tidak normal ,Kiki memecah keheningan jalanan malam dengan mobilnya .
+++++++++
Di sisi lain Edi yang juga baru saja mendapatkan panggilan telfon dari bosnya yang menyuruh untuk segera pergi ke rumah istri bosnya segera bergegas bersiap untuk berangkat .
"Semoga tidak ada hal buruk lagi."Batin Edi .
+++++++
Hari hampir pagi ,dan sampailah mereka di kediaman rumah istrinya .Langsung di sambut oleh ibu mertuanya yang baru saja ingin menutup pintu akan tetapi terhenti oleh kedatangan Kiki .
"Nak Kiki ,ada apa malam-malam kesini?".Tanya Bunda .
"Maaf sebelumnya bun ,apa semua anggota keluarga ada di rumah ?".Tanya Kiki .
"Tidak ,ayah Yani baru saja keluar ."Jawab Bunda .
"Emang ada apa ,nak Ki?".Lanjutnya bertanya .
"Ada seseorang yang mengancam akan menyakiti salah satu keluarga saya ,maka dari itu saya segera kesini untuk memastikannya langsung ."
"Kira-kira Ayah akan pergi ke mana Bun?".Lanjutnya bertanya .
"Kerumah sakit katanya ada seseorang yang harus di operasi besok .Ayah ingin memastikan keadaannya hari ini ."Jelas bunda .
Ditengah-tengah percakapan mereka keluarlah Yani ,dan bersamaan dengan itu mobil Edi juga telah sampai di kediaman Yani .
"Kiki ,ada apa?".Tanya Yani .
"Panjang ceritanya ,kamu di rumah saja jaga bunda .Edi kamu tetap disini temani mereka saya akan pergi sebentar ."Kata Kiki yang ingin beranjak pergi .
Akan tetapi di hentikan oleh Yani ."Ki ,serius tidak akan ada apa-apa?".
Kiki tersenyum dan merangkul Yani ."Saya akan berusaha agar tidak ada apa-apa ."Katanya .
"Jaga diri kamu baik-baik Ki ,semoga masalah ini cepat selesai ."Ucap Yani degan raut wajah sayupnya .
Kiki pun melepas pelukkannya ,lalu berlalu pergi dari sana .Kiki segera menyalahkan mesin mobilnya untuk bergegas menyusul ayah mertuanya .
Setelah kepergian suaminya ."Bun sebenarnya ada apa?".Tanya Yani .
Bunda hanya terdiam tanpa berkata ,sampai sorot mata Yani tertuju kepada Edi yang sejak tadi diam mematung .
"Bun ayah percaya kan dengan yang saya ucapan tadi?".Tanya Yani dengan raut wajah yang mulai khawatir .
++++++++
Sementara itu Danu yang sedang dalam perjalanan ke kotanya .Tiba-tiba mendapatkan nada sambung telfon dari Tika .Danu segera memasang headset di telinganya untuk mendengar percakapan telfon Tika .
*Hy ,senang rasanya kamu mengangkat telfon saya ."
*Kamu ada dimana sekarang ,seperti anak kita ingin bertemu dengan ayahnya .Saya harap kamu mau bertemu dengan saya ."
*Saya akan ke rumah kamu."Balas Danu .
*Benarkah ,saya sangat senang .Saya akan menunggu kamu ."
*Hati-hati di jalan ,l miss you ."
*Iya ,miss you too."
Panggilan telfon berakhir .
Danu kembali fokus menyetir ,dan menambah kecepatan mobilnya kembali agar lekas sampai di kediaman Tika .
++++++++++
+++++
Kembali ke Kiki .
Kiki yang sudah sampai di depan rumah sakit bergegas masuk kedalam rumah sakit .Kiki bertanya kepada salah satu teman dokternya yang berpapasan dengannya .
"Jino ,apa kamu melihat Dr.Rendi?".Tanya Kiki yang menghampiri Jino temannya .
"Tidak ,Dr.Rendi belum datang padahal hari ini beliau akan melakukan operasi ."Jawab Jino .
"Belum datang!".
__ADS_1
"Sial!!".Umpatnya ."Yasudah Jino ,saya pergi dulu ."Kiki yang bergegas pergi dari rumah sakit .
"Ada apa dengan Kiki ,dan Dr.Rendi .Dia juga belum datang semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan dr.Rendi ."Gumam Jino kembali melanjutkan pekerjaannya .