Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.

Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.
Eps.40 Lintas waktu


__ADS_3

Keesokan harinya ,disebut komplek rumah di pingin kota .Keluarlah seorang perempuan dengan tinggi badan standar (152 cm) dari salah satu rumah mewah di komplek itu.


Wanita dengan tinggi badan standar itu adalah Lilu.


Seorang wanita imut itu keluar dari dalam rumahnya. Ia melangkah kan kaki mungil dijalan khusus pejalan kaki.


Disaat itu hari masih sangat pagi ,atau kurang lebih masih malam .Bagaimana tidak disebut masih malam, saat itu masih jam 04.30 pagi.Namun wanita imut itu sudah melangkahkan kakinya di jalanan ,yang saat itu masih sangat sunyi dengan orang-orang beraktivitas ,hanya beberapa dari orang saja yang beraktivitas .Contohnya pekerjaan Cafe yang buka dua puluh empat jam ,dan pekerjaan pembersih sampah .


Mobil-mobil juga ,saat itu hanya beberapa saja yang berlalu-lantang .


Kembali ke Lilu .


Lilu yang sudah berjalan cukup jauh dari rumahnya .Sesekali mengalihkan perhatiannya melihat-lihat sekitar lingkungan yang ia lalui .Sampai langkahnya terhenti didepan Cafe heppy morning .Ia melangkah masuk kedalam cafe ,dan mendudukkan dirinya dimeja yang berdekatan dengan jendela cafe .Jendela itu mengarah langsung ke jalan raya diluar cafe .


Lilu yang sedang melamun memperhatikan jalan raya diluar cafe .Dihampiri oleh pelayan cafe ,pelayan cafe itu bertanya dengan dengan sopannya kepada Lilu. "Nona mau pesan apa?".Tanya pelayan itu dengan memberikan buku menul .


Menerima buku menuh ,setelah melihat-lihat buku menu itu ."Cafe late ,dan kentang goreng ."Kata Lilu.


"Baik nona .Saya permisi."Ucap pelayan itu membawa buku menuh itu kembali kedapur.


Dengan menunggu pesanannya ,Lilu mengeluarkan buku dan bolpen dari dalam tas yang sembaring tadi ia bawa .


Lilu adalah seseorang yang suka menuaikan sesuatu masalah atau beban dalam hidupnya, dengan menggambar hal-hal yang sedang ia alami dan ia lekapinya dengan kata-kata yang ingin ia curahkan.


Saat ini ia menggambar seorang wanita yang sedang terduduk menyendiri diayunan besi dengan perhatian menghadap matahari terbenam .


Sebelum ia menyelesaikan gambarnya ,pelayan cafe datang menghampirinya dengan membawa pesanan Lilu.


Menaruh pesanan itu diatas meja ."Mari dinikmati nona ."Ucap pelayan itu lalu berlalu pergi .


Lilu meminum cofe late pesanannya. Sedikit demi sedikit dengan menikmati suasana luar jalanan kota yang mulai ramai.


Ponsel yang sembaring tadi ,ia taruh didalam tas yang tergeletak diatas meja tiba-tiba berdering .Lilu mengalihkan perhatiannya melihat tas miliknya. Ia mengambil ponsel itu.Memperhatikan nada dering yang bergetar itu cukup lama ,ia menggeser tombol merah yang sembaring tadi bergetar .Sambungan telfon itu tersambung.


*Li kamu dimana ?tante cari-cari kamu dari tadi tidak ketemu-ketemu ."Ucap Tante Lilu dalam panggilan .


*Maaf tante ,saya tadi keluar tanpa ijin dulu sama tante ."Kata Lilu .


*Terus kamu dimana ?".


*Saya diCafe Heppy morning ."


*Yaudah ,lain kali itu ijin dulu sama tante ,atau kasih kabar lewat apapun itu.Tante khawatir kalau kamu tidak kasih kabar Lilu ."


*Iya tante maaf kan Lilu ."


*Iya ,Yaudah ya Li tante mau berangkat kerja ."Kata Tante .


"Iya tante ."


Panggilan berakhir.


Lilu kembali meletakkan ponsel itu didalam tasnya .Ia juga mengemas buku dan bolpennya dalam tas .Selesai berkemas Lilu melangkah kekasir cafe untuk membayar pesanannya .


Hari yang sudah mulai siang ,membuat Lilu segera meninggalkan cafe itu. Ia kembali melangkah kan kakinya ,sampai berhentilah langkahnya dihalte bus .Lilu menunggu kedatangan bus selama beberapa jam .Hingga bus yang akan ia naiki berhenti didepan halte bus itu .Lilu segera beranjak dari tempat duduknya melangkah masuk kedalam bus .


Lilu terduduk dikusi yang masih kosong didalam bus .Bus itu mulai perjalanannya kembali .


Setibanya ditempat tujuan ,Lilu yang sudah turun dari dalam bus .Melangkah kembali melanjutkan perjalanannya.


Tempat yang Lilu datangai saat ini adalah tempat dimana ia dan Ardi pernah datang i.


Kembali Lilu


Lilu yang sudah berada ditengah-tengah hamparan pesawahan ,dihampiri oleh warga setempat .


"Ini nak Lilu ?".Tanya Warga itu.


"Iya pak ."Jawab Lilu.


"Nak Ardi sering sekali datang kesini nak Li ,tapi sejak ia jatuh sakit .Ia sudah jarang kesini ,bahkan tidak sama sekali ."Kata Warga itu .


Lilu yang mendengar ucapan warga itu sedikit tercengang ,karna menurut yang ia tau Ardi sehat-sehat saja .


"Maaf pak ,emang sudah berapa lama Ardi sakit ? ,dan sakit apa Ardi ? ."Ucap pertanya-pertayaan Lilu .


"Nak Li belum tau kalau nak Ardi sakit ?".Tanya balik warga itu.


"Tidak ."Jawabnya singkat .


"Kalau soal berapa lama ia sakit saya tidak tau nak Li ,tapi kalau soal sakitnya.Katanya nak Ardi sakit jantung nak Li ."Kata Warga itu seketika membuat Lilu membulatkan bola mata hitamnya .


"Nak Li baik-baik saja ?".Tanya Warga itu membuyarkan lamunan syok Lilu.


Lilu hanya merespon pertanyaan itu dengan mengagukkan kepalannya ,dengan perkata. "Saya permisi dulu pak ."Pamit Lilu melangkah pergi .


Warga itu memperhatikan sekilas kepergian Lilu dengan dengan raut wajah bingung .Sebelum ia melanjutkan kegiatan percocok tanam .


Lilu segera berlari dengan tergesa-gesa ke stasiun kereta .Setibanya disana Lilu segera menaiki kereta alternatif itu .


Dua jam waktu Lilu untuk kembali lagi kekotanya .Sampai waktu yang ditunggu-tunggu itu pun tiba. Lilu segera melangkah keluar kereta ,ia tergesa-gesa keluar stasiun untuk memesan taksi. Setelah mendapatkan taksi Lilu segera masuk kedalam.


Taksi itu memulai perjalanan ketempat dimana Lilu akan datangani .


Setibanya didepan rumah yang tak terlalu mewah namun sangat bersih dan nyaman untuk ditempat i .Taksi itu berhenti tepat didepan rumah itu.


Selesai membayar uang taksi yang ia naiki,Lilu beranjak keluar dari dalam taksi. Taksi itu melanjutkan perjalan kembali meninggalkan Lilu didepan rumah itu.


Lilu memperhatikan sekitar rumah itu yang terasa sangat sunyi .Namun Lilu tetap melangkah masuk kedalam pekarangan rumah itu .Setibanya tepat didepan pintu rumah Lilu menekan-nekan bel rumah ,namun tak junjung ada yang meresponnya .


Sampai tiba-tiba ada mobil berwarna putih dengan mereka Syukuri berhenti didepan rumah itu .Dan keluarlah seorang laki-laki dewasa dari dalam mobil dengan raut wajah yang sangat suram .Laki-laki itu tak lain dan tak bukan adalah ayah Ardi .


Lilu melangkah mendekat Ke ayah Ardi yang terlihat suram itu .


"Om,Om kenpa?".Tanya Lilu sedikit cemas .


Hanya diam tak bersuara .


"Om ada ?".Tanya Lilu cemas .


Menatap raut wajah Lilu ."Ardi sudah meninggal kita ,putra saya telah meninggalkan kita ."Kata Ayah Ardi dengan lirih dan tampa terasa air matanya mengalir membasai pipinya.


Detik itu menit itu ,hari yang awalnya cerah bagi Lilu, langsung berubah menjadi mendung gelap gulita, bak tertampar badai yang amat besar .


Lilu berdiri tegak bak batung ,sampai mobil ambulan yang membawa jazat Ardi datang .


Jazat Ardi dikeluarkan dari dalam mobil ,dengan ibunya yang mendampingi Ardi disampingnya dengan raut wajah sangat terpukul .


Angin semlir datang menghempaskan penutup kain yang menutupi badan Ardi. Wajah pucat Ardi terlihat sekilas oleh Lilu ,seketika jantung Lilu sangat sesak ,dan sulit untuknya bernafas .Bayangan Lilu mulai rabun ,semakin gelap dan lenyap.


"Mbak,mbak ,mbak bangun ,mbak bangun ."Panggil kernet bus kepada Lilu yang tertidur .


Lilu yang kagen ,langsung membuka matanya ."Mas saya ko disini ? mas dimana pacar saya ?".Tanya Lilu yang baru bangun dari mimpinya.


"Ehh!!! Mbak mimpi apaan? dari tadi mbak naik bus ini sendirian ."Kata Kernet bus."Mbak tidak turun ,tujuan mbak sudah sampai ."Sambungnya .


"H!! ehh!! ,oya mas makasih sudah bangunkan saya ."Kata Lilu yang masih setengah bingung turun dari dalam bus .


Diluar bus Lilu memperhatikan bus yang ia tumpangan i tadi mulai melanjutkan perjalanannya kembali .Ia kembali melanjutkan langkah ke kota R .Ditengah-tengah langkah-langkahnya ,Lilu masih terbayang-bayang dengan mimpinya tadi .


Sampai tiba-tiba ada seseorang menarik tangan Lilu ."Ngelamun aja lu ".Ujar Orang itu.


Menengok kerumber suara ."Ardi ."Ujar Lilu langsung merangkul erat badan peria yang sedang berdiri dihadapannya saat ini.


Ardi yang terkejut dengan respon Lilu yang tidak biasa di lakukan padanya ."Lilu kenapa ya? tapi gakpapa juga sihh ,akhirnya dapat dipeluk Lilu lagi ."Ucapnya dalam hati.


Lilu yang baru tersadar dengan apa yang sedang ia lakukan, langsung mendorong kuat badan Ardi .


"Aduhhh!! Li."Ujar Ardi berusaha menahan dorongan dari Lilu tadi agar tidak terjatuh.


"Lu rangkul-rangkul gue kan risih."Ujar ketus Lilu .


Menghelakan nafas sabarnya. "Gue lagi yang salah .Lama-kelamaan gue pikir ,gue tidak pernah benar dimata lu ."Ucap Ardi.


"Ya Sorry ,gue yang salah kali ini ."Kata Lilu lirih .


"Mintak maaf aja gitu ".Ujar Ardi .


"Ya terus ?".Tanya Lilu ketus.


"Lu harus jawab pertanyaan gue dulu ?".Mintak Ardi ."Dan lu harus jawab jujur ."Sambungnya.


"Iya apa?".Tanya Lilu malas .


"Lu tadi kenapa tiba-tiba rangkul gue ?,lu kagen ya sama gue ."Ucap Ardi


"Idih sapa juga yang kagen sama lu ,najiss."Ujar Ketus Lilu .


"Masa ,lu boong ya ,Lihat tuhh telinga lu merah Li ."Ucap Ardi dengan menunjuk telinga Lilu .


Lilu dengan cepat menepis tangan Ardi ."Dah diem lu ayok jalan katanya mau anterin gue cari buku ."Ucap Lilu dengan mengalihkan perhatian kearah lain.


"Oya ,yaudah ayok ."Ajak Ardi merangkul pundak Lilu untuk berjalan beriringan .


------------------


-----------


Ditempat Kiki


Pukul 13.30


Seorang bos perusahaan besar terduduk dengan berkas-berkas,dan bergulat dengan dokumen-dokumen dimeja kerjanya.Ya itu lah yang sedang Kiki lakukan saat ini.

__ADS_1


Kiki yang satu-satunya anak laki-laki di keluarga Bosili ,menjadi pewaris tunggal perusahaan almarhum ayahnya Rio .Kakak Kiki yang perempuan ,yang seharusnya ikut melanjutkan perusahaan .Memilih untuk menatap di AS ,bersama dengan suaminya. Juga memutuskan untuk mengurus perusahaan yang di AS saja .


Kiki yang awalnya menolak untuk mengurus banyak perusahaan dengan terpaksa menyetujuinya ,karna perintah paksaan dari kakaknya.


Dan Kiki mulai belajar bergelut menjadi pemimpin perusahaan saat naik kelas 12 Sma. Walau itu berat untuk Kiki ,karna masa mudanya tak bisa sebebas seperti remaja lainnya.


la tetap sanggup mengurus perusahaan diusia mudanya itu ,dengan disisi lain, ia juga menikmati masa mudanya sebagai gangster berfoya-foya berbuat ulah dimana-mana.


Kembali ke masa sekarang


Kiki yang sedang fokus dengan laptop didepannya , kefokusan itu buyar oleh getaran ponsel dimeja kerjanya .Ia merai ponsel itu untuk mengangkat nada dering telfon itu.


*Ki maaf mengganggu waktunya ,ini ada ke ribut di komplek mawar .Keributan karna pertengkaran bapak dan anak. Dan anaknya adalah remaja yang pernah kamu tolong."Kata Zuki dalam panggil.


"Zen."Batin Kiki .


*Saya akan segera kesana. "Jawab Kiki singkat mematikan ponselnya .


Kiki melangkah keluar ruang kerjanya ,menghampiri Edi yang sedang terduduk fokus dengan pekerjaan diruang pribadinya .


Membuka pintu. "Di, tolong ganti waktu meeting jadi jam 15 ."Kata Kiki ."Saya akan pergi sebentar ."Sambungnya melangkah pergi.


"Tapi bos.......ya dah pergi. "Ujar Edi terputus menatap kepergian bosnya.


------------


Sementara itu ditempat lain ,Ada seorang laki-laki yang berusaha melindungi ibunya dari serangan laki-laki dewasa didepannya yang membawa pisau.


Laki-laki dewasa itu menyandra seorang ibu-ibu ,dengan mengalungkan sebila pisau dileher ibu-ibu itu .


Ibu itu adalah bu Rini ,ibu Zen .Dan tentu kalian tau kan siapa yang menyandera ibu Rini.


Ya ,yang menyandra ibu Rini adalah ayah tiri Zen .


------------


Kembali ke awal sebelum kejadian penyandera itu berlangsung.


Ayah tiri Zen sempat pergi ke rumah kosong biasa ia dan teman-teman nongkrong .


la berdiri terpaku didepan rumah kosong itu dan terdiam didepan rumah kosong itu ,dengan pandangan memperhatikan jalanan didepannya yang lumayan ramai dengan lalu lantang orang perjalan kaki ,juga mobil .


"Bro kamu tidak papakan?".Tanya temannya menepuk pundak ayah tiri Zen .


Masih sama dengan perhatian nya ."Gakpapa ."Jawabnya. "Gue pergi dulu ."Sambungnya melangkah pergi .


Temannya hanya terpaku dengan sikap dingin ayah tiri Zen ,dengan menatap sekilas kepergian ayah tiri Zen sebelum ia kembali bergabung dengan teman-teman yang lain .


Melangkahkan kakinya dengan terburu-buru."Saya tak akan biarkan ,istri saya meninggalkan saya seperti ini ."Gumamnya ."Ini sama saja dengan istri saya menginjak-injak harga diri saya ."Sambungnya.


Setibanya tepat didepan rumah ,ia langsung melangkah masuk kedalam rumah ,yang saat itu pintu rumah juga dalam keadaan terbuka .


Dengan raut wajah datarnya ia menatap anak dan istrinya dengan raut wajah yang sulit diartikan .Ayah tiri Zen tersenyum manis kepada Zen dan ibunya. Ia mendekat dengan langkah yang lembut seperti tidak pernah terjadi apa-apa .


"Kenapa kalian takut ,saya hanya berkunjung sebelum .PERPISAHAN!!".Kata Ayah Tiri .


"Mau apa kau kesini?".Tanya Zen sinis.


Tertawa."Hhhhhhhhh."


"Kau berani bertanya seperti ini pada ku."Ujar Ayah tiri menatap anaknya dengan perhatian yang sinis .


"Kamu bukan siapa-siapa saya lagi ,jadi buat apa saya hormat kepada mu."Kata Zen .


Ayah tiri Zen langsung mendekat keZen ,Mencengkeram leher Zen .Sampai Zen terpepet disudut Diding .Badan Zen diangkat keatas ,namun Zen masih sempat tersenyum sinis kepada ayah tirinya itu .


Itu membuat ayahnya geram ,seketika badan Zen dilempar ke atas meja makan sampai kaki meja itu patah .


Ibu Rini segera mendekat ke putranya.Ia merangkul putranya itu. "Cukup ,sudah cukup."Teriak cemas Ibu Rini. "Saya benar-benar berdosa telah menikahi manusia iblis seperti kau ."Ucapnya.


Mendekat ,mencengkram rahang mulut ibu Rini dengan sangat kuat .Zen yang melihatnya berusaha melepas tangan ayah tirinya dari rahang mulut ibunya .Namun alih-alih berhasil melepas ,justru pukulan keras mendarat tepat di pelipis kiri Zen .


Tak sampai disitu walau Zen sudah mendapatkan pukulan keras di pelipisnya ,ia tetap bangkit kembali membantu ibunya. Sampai tangan itu berhasil lepas dari Ibunya .


Ayah tiri Zen bangkit ,mengangkat tubuh kurus Zen .Memukul-mukul anak tirinya itu sampai bersimbah darah.


Zen yang terpaut badan lebih besar dari ayahnya ,hanya bisa sesekali menghindar dan banyak menerima pukulan.


Ibu Rini yang tak sanggup lagi melihat putra yang sudah sangat lemah .Meraih ponselnya ia mengubungi kantor polisi terdekat.


"Tolong kami tolong kami ,kami dijalan mawar tolo...."Ucap bu Rini terputus ,karna ponsel itu berhasil diraih dengan ayah tiri Zen .


Ponsel itu di banting kedinding sampai pecah berhamburan .


---------------


Di Kantor polisi yang menerima telfon itu ,adalah Zuki .Saat itu Zuki masih bekerja didalam kantor ,atau lebih tepatnya Zuki belum patroli keliling kota.


Zuki yang sudah menerima ponsel itu segera mengambil tindakan .Ia mengajak teman kerjanya yang saat itu sama dengan dirinya,masih bekerja didalam kantor polisi.


Kembali Ke Zen .


Sesudah membanting ponsel itu ,ayah tiri Zen menarik rambut bu Rini dengan sangat kuat. Dengan menarik rambut bu Rini Ayah tiri Zen mengambil pisau dapur.


Pisau itu ia kalungkan dileher bu Rini. Zen yang melihatnya ,dengan badan lemas nya ia bangkit melangkah sedikit mendekat.


"Tolong lepaskan ibu ,saya janji akan berikan apa yang kau mau ."Kata Zen berusaha membujuk .


"Kalau begitu ,segera batalkan surat perceraian itu."Kata Ayah tiri Zen .


"Kau tak bisa kan?".Tanya Ayah tiri Zen."Sudah ku duga ."Sambungnya sinis.


Ditengah-tengah percakapan mereka ,tiba-tiba polisi datang .


"Jika kalian mendekat ,nyawa wanita ini akan melayang disaat itu juga ."Ucap Sinis ayah tiri Zen .


Zen yang melihat bertapa tak berdayanya dirinya saat itu .Membuatnya sedikit menyalahkan dirinya sendiri.


Zuki sendiri yang melihat kesulitannya melangkah keluar ruangan ,ia menelfon temannya .Yang tak lain adalah Kiki.


Selesai menelfon Zuki berjalan sempoyongan, kedalam kembali .


Sampai ia mencoba membujuk ayah Tiri Zen."Pak tolong lepas kan bu Rini ,saya dan Zen janji akan membatalkan semua surat perceraiannya. "Kata Zuki. "Benarkan Zen ?".Sambungnya menatap Zen.


"Benar ayah, Zen janji. "Kata Zen.


"Kalau gitu panggil pengacara itu ,saya tak akan percaya sebelum pengacara itu hadari disini berserta surat-surat cerai nya ."Kata Ayah Tiri Zen .


"Baiklah saya akan panggil pengacara itu."Kata Zuki dengan menarik tangan Zen sedikit menjauh .


Teman Zuki yang masih di sana, di ruangan itu ,masih tetap berjaga jika ayah tiri Zen berbuat nekat .


"Zen coba kau telfon pengacara itu. "Kata Zuki.


"Nomernya ada di ponsel itu ,dan ponselnya sudah hancur ."Ucap Zen cemas ."Tapi Kiki punya nomernya."Sambungnya.


"Kiki akan datang kesini sebentar lagi ,saya memohon bantuan diri kamu untuk mengulurkan waktu ."Kata Zuki.


Ditengah-tengah percakapan mereka Kiki yang sudah datang melangkah menghampiri mereka .


"Bagaimana apa sudah berhasil ?".Tanya Kiki.


"Tak bisa ki ,ibu saya di sandra ."Kata Zen.


"Kalau gitu pakai ini ."Kata Kiki memberikan alat komunikasi suara kecil ."Pakai ini ditelinga kalian .Ini akan membantu saya memberikan abah-abah kepada kalian. "Kata Kiki.


"Sudah tidak ada waktu lagi cepat kembali ke ruangan itu ."Suru Kiki.


Zuki dan Zen kembali keruangan Itu. Ayah Tiri Zen masih tetap tak melepaskan sedikit pun pisau itu dari leher ibu Zen.


"Kalian berdua tetap ajak bicara penyandera .Saya akan segera masuk. "Kata Kiki .


Ditempat Kiki


Kiki sedang berada diluar samping jendela dapur Zen .Ia memegang sebuah remote kontrol ditangannya .Seperti alat pengendali sesuatu.


Sebelum ia menekan remote kontrol itu ,Kiki melihat dan memperhatikan situasi didalam ruangan terlihat dahulu .Dengan diam-diam dari balik jendela.


Setelah tau situasi sama dengan rencana yang akan ia jalankan. Kiki melangkah menjauh dari jendela .Setibanya didepan pintu masuk rumah Zen ,Kiki menekan remote kontrol itu.


Ditempat lain meluncurlah dua roket kecil dari dalam bagasi mobil yang dibawa anak buah Kiki yang saat itu sudah tiba di rumah Zen,dua roket itu meluncur kearah rumah Zen .Roket itu mendarat tepat di atap rumah Zen .


Dan memecahkan atap rumah Zen .Karna suara pecahan itu membuat ayah titi Zen sedikit lengah .


Dua Roket kecil itu terjatuh tepat diantara mereka .Semua orang didalam ruangan itu dibuat tercengang.


"Kalian berpura-pura panik lah. "Suruh Kiki dalam alat komunikasi .


Dua roket itu mengeluarkan sedikit asap .


Juga sesuai perintah Kiki ,Zuki ,dan Zen berpura-pura panik .Begitu juga teman Zuki yang tak tau apa-apa pun jadi ikut panik.


Asap itu keluar semakin banyak hampir memenuhi ruangan .


Zen yang sudah disamping Kiki yang sudah diluar ruangan berkata ."Saya memohon kepada kamu tolong selamat ibu saya. "


"Saya akan berusaha semampu saya ."ucap Kiki .


Kiki terus memperhatikan ruangan dari balik dinding yang berdekatan dengan ruangan itu.


Sedangkan ayah Tiri Zen masih tetap menyandra bu Rini .


"Jika saya mati disini ,maka kau juga harus mati disini .Bersama saya ."Kata Ayah tiri Zen dengan senyum tipisnya .

__ADS_1


"Dasar kau manusia iblis ."Ujar bu Rini .


Asap yang berwarna putih pekat itu pun sudah seutuhnya memenuhi ruangan itu.Kiki yang sudah memperhatikan sejak tadi segera memakai kaca mata tembus pandangannya .Agar ia dapat melihat walau sudah diselimuti oleh asap tebal .


Kiki mendekat dengan langkah yang sangat lembut .Sampai suara langkahnya tak dapat didengar.


Setelah sudah benar-benar mendekat Kiki menarik tangan ayah tiri Zen yang memegang pisau itu ,agar menjauh dari leher bu Rini.


Disaat pisau itu sudah benar-benar jauh dari leher bu Rini ."Cepat keluar bu ."Teriak Kiki.


Bu Rini yang mendengar suara itu ,segera berlari menjauh .


Semetara itu Kiki masih menahan pisau itu .Sampai asap itu sudah mulai memudar .Ayah tiri Zen yang sudah dapat melihat lagi dengan jelas .Langsung melawan Kiki .


Akhirnya Kiki dan ayah tiri Zen berkelahi.


Ayah tiri Zen mengayun-ayunkan pisaunya kearah Kiki. Sampai disaat menghindar perut Kiki tergores sedikit dengan pisau itu.


Kiki yang geram ,berlari mendekat melompat menendang tepat di kepala ayah tiri Zen .Ayah tiri Zen yang mendapat tendang itu terpental kebelakang .


Tak sampai disitu ,Kiki mendekat menarik kerah baju ayah tiri Zen .Dan memukulnya dengan sangat kuat di bagian wajah berkali-kali sampai ayah tiri Zen tak berdaya lagi .


Zuki yang sembaring tadi menunggu diluar menjadi cemas dengan Kiki .Ia melangkah masuk ke ruangan itu .Dan benar saja dugaan Zuki. Kiki sudah memukuli ayah tiri Zen dengan sangat bruntal.


Zuki segera menarik badan Kiki agar menjauh dari ayah tiri Zen yang sudah terbaring lemah penuh dengan lebam .


Zen yang menyusul Zuki masuk kedalam ,tercengang dengan apa yang ia lihat didepan matanya .


"Lepaskan saya ."Ujar Kiki dengan raut wajah datarnya .


Ia mendekat ke ayah tiri Zen kembali menarik kerah bajunya."Jujur jika saya ingin ,saya sangat ingin membunuh kamu sekarang juga."Ucapnya dengan sangat dingin.


Kiki membereskan bajunya yang penuh darah. Ia melangkah pergi ,namun sebelum benar-benar pergi ia berkata ."Urus dia sebelum dia mati ."


Zen hanya terdiam sekali gus syok dengan sifat asli Kiki sebenarnya .Karna selama ini Zen berpikir kalau Kiki adalah seorang polisi. Itu artinya ia orang baik dan dermawan.Tapi itu berbalik fakta dengan pemikiran Zen .


"Kak Zuk apa ini semua Kiki yang melakukannya ?".Tanya Zen yang masih tak percaya .


Membantu mengangkat badan lemas ayah tiri Zen."Iya ,sudah cepat bantu saya bawa dia ke ambulan didepan ."Kata Zuki .


Zen mendekat dan membantu Zuki mengangkat badan lemas ayah tiri Zen.


Diluar Kiki dihampiri oleh bu Rini ."Nak Kiki sekali lagi terima kasih sudah membatu keluarga kecil saya lagi ."Kata Bu Rini.


"Sama-sama bu ,ibu sendiri baik-baik saja kan ?".Tanya Kiki .


"Saya baik-baik saja nak Kiki ,hanya terluka sedikit dileher ."Kata bu Rini.


Melihat perut Kiki yang berdarah ."Nak Kiki perut kamu terluka ."Kata Bu Rini .


"Tidak papa bu ,ini hanya luka kecil ."Ucap Kiki.


Tampa basah basi lagi bu Rini langsung menarik salah satu perawat rumah sakit yang saat itu sudah ada di sana .


"Mbak tolong obati anak ini ."Suruh nya tegas.


Kiki membuka jas dan kancing kemeja yang ia kenakan .Setelah sudah terbuka perawat itu mulai mengobati luka goresan kecil itu .


"Sudah beres tuan ,nanti dua hari sekali diganti ya tuan perbannya ."Kata perawat itu dengan membereskan kotak obat .


"Saya permisi ."Ucapnya berlalu pergi .


"Gini kan lebih baik nak Kiki ."Kata Bu Rini.


Menutup kembali baju yang ia kenakan ."Kalau lihat bu Rini seperti ini ,saya jadi ingat dengan istri saya ."Ucap Kiki.


"Nak Kiki sudah punya istri?".Tanya Bu Rini .


"Sudah bu ."Jawab Kiki Singkat .


Zen dan Zuki menghampiri Kiki dan bu Rini yang sedang berbincang-bincang .


Zen memberi tau ibunya kalau ayahnya sudah dibawa oleh ambulan .


Zuki sendiri berpamitan kepada mereka untuk mengurusi khusus ini .


Walau ayah tiri Zen sudah sangat kejam kepada bu Rini .Ibu Rini tetap berkata kalau ia ingin melihat suaminya .


"Apa ibu yakin akan datang ke rumah sakit?".Tanya Zen .


"Iya Zen ."Jawab Bu Rini .


"Kalau gitu saya permisi dulu Bu ,Zen ."Pamit Kiki melangkah membuka pintu mobilnya ."Oya hampir lupa ,untuk kerusakan rumahnya nanti anak buah saya akan membantu memperbaikinya Zen ."Kata Kiki .


"Terimakasih banyak Kiki ,terimakasih ."Ucap Zen .


"Sama-sama Zen ,tetap lindungi ibu hebat kamu Zen ,saya permisi dulu ."Kata Kiki masuk kedalam mobil .Ia menyalahkan mesin mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Zen .


Setelah kepergian Zen ,Zen tersenyum manis kepada ibunya .


Ibu Zen yang melihat senyum yang sudah lama tidak ia lihat kembali .Begitu sangat bahagia ,sampai-sampai ia mencubit perut anaknya .


"Aduhh ibu ."Ujar Zen merangkul pundak ibunya .


"Ibu senang bisa melihat senyum itu lagi. "Kata Bu Rini .


Zen tersenyum kembali kepada ibunya ,dengan merangkul pundak ibunya Zen mengajak ibunya masuk kedalam rumah .Untuk berganti baju dan pergi ke rumah sakit .


-------------------


---------------


Ditempat Kiki


Mobil Kiki yang sudah sampai di perusahaan nya .Memberhentikan mobil itu diparkiran mobil .Dengan baju yang masih yang masih penuh dengan darah .Membuat Kiki masuk melalui pintu belakang.


Setibanya didepan ruangannya .Edi menghampiri Kiki ,Edi memberi tau Kiki kalau pesanan bajunya sudah siap ,dan meeting yang akan dilakukan sebentar lagi dimulai .


"Baiklah siapkan berkas nya ,saya akan mandi sebentar."Kata Kiki melangkah masuk kedalam ruangan pribadinya.


Edi segera menyiapkan berkas-berkas meeting nya. Beberapa menit kemudian Kiki keluar dari ruang pribadinya dengan pakaian yang sudah bersih dan rapi .


Kiki dan langsung pergi keruang meeting untuk segera memulai meeting .


--------


PUKUL 20.30


Kiki yang sudah sampai didepan pintu rumah menekan bel rumah .


Yani yang sembaring tadi terduduk di sova ruang keluarga segera beranjak melangkah membuka pintu .


"Malam Sayang ,maaf saya tadi ada lembur ."Kata Kiki merangkul pundak istrinya.


"Kamu kan baru sembuh Kiki ,kenapa langsung lembur ."Ujar Yani .


"Mau gimana lagi Yan ,ya seperti ini lahh nasib jadi bos ."Degus sedikit kesal Kiki.


"Yaudah kamu mandi gihh ,terus makan.Saya akan panas kan makanannya."Kata Yani .


"Langsung makan saja Yan ,sudah malam airnya dingin ."Kata Kiki.


Yani mendorong pelan perut Kiki dengan sikutnya,dan dorongan itu tepat di luka goresan pisau tadi .


"Aduhh Yan sakit ."Ujar Kiki memegang perutnya .


"Ehh!!saya hanya mendorong pelan masak sakit ".Ucap Yani.


"Iya tapi sakit ."Kata Kiki.


Mereka berdua melangkah menaiki tangga rumah untuk pergi ke kamar .Setibanya dikamar ,walau Kiki tidak memasang raut wajah ke sakit. Yani sangat penasaran kenapa tangan suaminya selalu mengelus pelan perutnya sendiri .


"Kamu lapar Ki?".Tanya Yani .


"H!!".Ujar Kiki membuka jas hitam yang ia kenakan .


"Kamu kelaparan banget apa? ko dari tadi pegang-pegang perut terus ."Kata Yani menaruh tas kerja Kiki diatas meja .


"Tidak Yan ,saya hanya merasakan seperti pembalut luka diperut saya lepas. "Kata Kiki dengan membuka kancing kemejanya .


Yani yang mendengar dengan jelas ,langsung mendekat dan mengambil alih membuka kancing kemeja suaminya itu .


Melihat perban luka di perut suaminya yang terbuka ."Ini kenapa Kiki ?".Tanya Yani .


"Tadi karna terburu-buru saya menabrak meja kantor sampai berdarah karna terlalu kerasnya ."Kata Kiki menjelaskan kebohongan .


Menarik lingkar pinggang suaminya."Lain kali itu hati-hati Kiki ."Ucap Yani .


"Iya mungkin."Ujar Kiki .


"Ihh kamu itu ."Ujar kesal Yani kepada suaminya .


Yani menarik tangan suaminya ,Kiki hanya terdiam sampai ia terduduk ditempat tidur .Yani mengambil kotak obat dan mulai mengobati luka suaminya .


.


.


.


.


Thnks untuk yang masih setia membaca novel author .

__ADS_1


Salam sehat dri author:)


__ADS_2