Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.

Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.
Eps.106 Welcome Home


__ADS_3

"Ingin sekali aku memukul kau dengan sangat keras ,sampai wajah kau terluka.Kembali! ." Oceh Kiki sendiri.


"Ehhh...aku jadi mengoceh sendirian ."Katanya kembali dengan tawa kecilnya .


"Kau cerewet ,Ki." Balas lirih Danu yang ternyata baru saja siuman dari masa komanya.


"Kau sudah bangun ."


"Dasar kau!! merepotkan." Ujar kesal Kiki memukul pelan lengan Danu.


"Aaa!! sakit bodoh!".Bentak Danu dengan suara lirihnya melepas Oksigen yang ia pakai .


"Badan ku sakit semua ." Keluh Danu .


"Beberapa hari lagi juga akan membaik ."Saut Kiki.


"Ki ,dimana istri kamu ?". Tanya Danu .


"Yani sedang menunggu di luar ."


Menatap langit-langit kamar rumah sakit ."Maaf ,karna saya kau dan istrimu hampir berpisah. "


"Istri saya sudah memaafkan kamu ."


"Kata maaf tidak akan mengembalikan semua seperti semula ,Ki ." Balas Danu dengan raut wajah muramnya .


Yani yang baru masuk kedalam ruangan."Ki ,kita harus segera kembali ke kamar Dr.Jino ingin menganti perbanmu ."Dengan melangkah mendekat ."Danu!".


"Syukurilah kau sudah siuman. " Ucap Yani dengan senyum manisnya.


"Mungkin ini berkat doa kalian berdua." Balas Danu .


"Em ,iya ."


"Saya minta maaf atas semua musibah yang terjadi kepada keluarga kamu .Ehem, kata maaf memang tidak akan mengembalikan semuanya .Jadi saya tidak akan memaksa kalian berdua memanfaatkan saya ." Kata Danu panjang lebar .


Sesudah Danu mengakhiri kata-katanya ,keheningan pun melanda ruangan itu ."Saya sudah memaafkan kesalahmu ,yang terjadi biarlah berlalu .Dan saya harap setelah ini kamu berubah menjadi lebih baik lagi ."Kata Yani memecah keheningan.


"Ki ,kita harus segera kembali." Sambungnya.


"Benar ,aku harus kembali ."


"Aku pergi dulu ,dan kau .Semoga lekas sembuh ,ada banyak hal yang harus kita bicarakan ." Pesan Kiki .


Danu tertawa kecil ."Ya aku akan segera sehat ,agar aku bisa memukul mu juga."Goda Danu.


"Hhh, kau akan memukulnya .Oh terimakasih, kau sangat baik Danu." Saut Yani dengan tawa kecilnya ikut mengoda suaminya.


Kiki langsung bermuka datar ."Ya kalian berdua sangat hobby membuat saya kesal ."


"Ayo kembali Yan ,Jino pasti sudah menunggu."Lanjutnya .


" Kau ngambek Ki ,sejak kapan ?".Goda Danu kembali.


"Yasudah-sudah ,saya kembali dulu Danu."Pamit Yani mendorong kursi roda Kiki keluar dari kamar khusus Danu.


"Ki ,Yan ." Seru Danu membuat Yani menghentikan mendorong kursi roda suaminya.


"Terimakasih kalian masih mempercayai saya ."Sambungnya.


Yani membalas dengan senyum tipisnya ,begitu juga dengan Kiki ." Semoga lekas sembuh ."Kata Kiki dengan senyum tipisnya.


+++++++++++++


Siang harinya .Kiki yang sudah selesai diperiksa dan beganti pembalut luka pun tertidur pulas .


Yani terduduk di sova yang tak terlalu jauh dari ranjang suaminya.Yani terduduk santai dengan memainkan layar ponselnya .Di tengah-tengah asiknya bermain ponsel ,tiba-tiba Yani mendapatkan sambungan telfon dari sahabatnya ,Riska.


*Yan ."


*Ada apa Ris?".


*Bagaimana kabar kamu dan suami kamu ,sudah siuman kah?".


*Alhamdulilah sudah Ris ."


*Maaf Ris,saya masih belum bisa masuk kampus. Aahh ,masih banyak hal yang harus ku lakukan dan iya ,kau pasti sangat kesulitan dikampus ."


*Iya tidak papa santai saja dan ,iya aku sangatt! kerepotan ."


*Jika semua sudah selesai saya akan segera masuk kampus lagi ."


*Sama itu ,saya pinjem buku catatan materi yang sudah banyak tertinggal. "


*Iya aku akan pinjemkan .Lagian kau ,di hari pertama masuk kampus satu minggu udah ada saja musibah yang menimpa mu. "


*Hhhh iya Ris ,musibah datang tidak bilang-bilang .Jadi dibuat pusing dan resah karenanya. "


*Yang takbah Yani ,saya akan menunggu kamu di kampus nanti. "


*Iya Ris ,makasih bantuan catatannya. "


*Okeh ,dah!!".


Panggilan berakhir.


Riska mengakhiri panggilan telfonnya kepada Yani. Selesai mengobrol sebentar di telefon dengan Riska. Yani pun mematikan ponselnya dan menaruh ponsel itu di atas meja dekat sova yang ia duduki.


"Ada telfon dari siapa ,Yan?".Tanya Kiki membuyarkan keheningan ruang kamar rumah sakit itu.


" Eh sudah bangun ,sejak kapan?".Yani yang bertanya balik .


"Baru saja." Jawab siangkat Kiki ."Telfon dari siapa ?".Sambungnya .


"Riska ,sekalian tadi saya juga pinjem buku catatan materi kampus yang tertinggal ." Jelas Yani.


"Ingin makan sesuatu ,mungkin mau makan buah biar saya kupaskan ?". Lanjutnya bertanya.

__ADS_1


"Tidak ,lebih baik kamu tidur saja .Saya juga akan kembali istirahat." Kata Kiki .


"Baiklah ,saya akan tidur sebentar ." Jawab Yani melanjutkan berbaring di atas sova untuk merilek kan tubuhnya.


++++++++++++


+++++++++


Tiga hari telah berlalu, dan di hari ke empat. Kiki sudah di perbolehkan pulang dan istirahat total di rumah untuk beberapa hari .


Di rumah Kiki ,hari ini juga ada bunda dan kedua adik kembar istrinya. Bunda menyambut kepulangan Kiki dengan sangat baik. Bahkan Kiki dibuat seperti raja oleh ibu mertuanya itu , dan ia juga terus saja di sediakan makanan yang enak-enak oleh ibu mertuanya.


Sampai entah keberapa kalinya bunda kembali menghampiri Kiki yang sembaring tadi duduk di sova kamarnya dengan membawa sepiring makanan ."Makanan ringan nak ,makan yang banyak agar cepat sehat ."Kata Bunda .


Dengan berusaha tersenyum tanpa paksaan Kiki berkata ."Akan saya habiskan semuanya, bun .Makanan bunda semuanya benar-benar enak."


"Wahh kalau gitu bunda akan buat makanan yang banyak untuk nanti makan malam ." Balas bunda yang sangat senang menantunya menyukai masakkannya.


"A-aa ." Wajah Kiki bengitu masam dengan keinginannya yang sangat ingin memberitau ibu mertuanya agar tidak memasak terlalu banyak ,karna di dalam perutnya sudah tidak ada ruang lagi untuk parah makanan beristirahat .Bahkan perutnya ini akan terasa kenyang sampai besok.


"Ya sudah cepat habiskan dan istirahatlah ,bunda akan membawa piring kotor ini ke belakang. " Kata bunda yang di balas dengan anggukkan kepala dari Kiki.


Kiki menatap punggung ibu mertuanya dengan mengelus perut yang akan buncitnya ."Kau harus kuat!".Ucapnya lirih.


Sesaat kemudian Yani tiba di kamar suaminya dengan membawakan segelas minuman teh hangat ."Bunda tadi bilang katanya kamu mau dibuatkan makanan yang banyak nanti malam, apa itu iya?".Tanya Yani menaruh segelas teh tadi di atas meja .


Yani duduk di samping suaminya dan mengambil piring makan yang masih ada makanan ringannya tadi ."Sudah jangan di paksa kalau sudah kenyang ."



"Aku sangat ingin menolak makanan ini ,tapi aku sangat tidak enak dengan bunda .Bagaimana jika bunda sedih lalu tidak ingin ke sini lagi ." Jelas Kiki dengan raut wajah masamnya .


Dengan memayungkan bibirnya. "Hemm Ummm."Balasan Yani menagapi perkataan suaminya dengan fokus memakan makanan ringan buat bundanya tadi .


"Yan." Seru Kiki yang mulai kesal.


"Umm." Balasnya yang masih fokus dengan makanannya .


"Oy minumlah teh hijau itu .Teh itu sangat baik dan enak di minum selesai makan banyak ." Lanjutnya tanpa melihat suaminya.


"Kau juga jangan terlalu banyak makan nanti gemuk, berat ,dan pinggangku akan sakit saat mengendong mu ." Balas Kiki mengambil teh di atas meja tadi .


Yani langsung memalingkan wajahnya menatap suaminya ,dengan wajah kesalnya.



"Bodoamat sapa suruh kau gendong aku ."Balas ketus Yani .


"Dahlah ,cepet istirahat .Saya akan turun membantu ibu memasak ."Lanjut Yani beranjak dari tempat duduknya .


Dengan alis kanan terangkat ."Eh ,saya salah lagi." Ujar Kiki.


Yani mengabaikan perkataan suaminya dan terus berjalan .Kiki yang ingin menghentikan istrinya agar tidak turun pun segera beranjak dari tempat duduknya .Di saat sudah dekat ,Kiki menarik pergelangan tangan istrinya .Bersamaan dengan itu Yani mencoba menepis tangan suaminya ,akan tetapi .Justru sikunya yang tanpa sengaja mendorong pelan dada Kiki yang terdapat lukanya.


Kiki Merintih kesakitan dan itu membuat Yani menjadi panik dan merasa bersalah kepada suaminya."Apakah sakit Ki?."


"Ki serius saya tanya ,apakah sakit ?".


Yani terus bertanya khawatir akan tetapi pertanyaannya tidak di gubris dengan Kiki yang masih memegangi dadanya .Di saat khawatir istrinya sudah memuncak ,Kiki justru tertawa kecil ."Hehh kau lucu sekali!".


"Eh!".


Dengan memegangi dadanya yang terluka, Kiki tertawa-tawa tanpa memperdulikan istrinya yang menatapnya dengan dingin.



"Sudahlah lebih baik kamu istirahat saja temani saya disini. " Kata Kiki dengan eksepsi wajah yang tersenyum tipis.


Menarik tangan istrinya untuk mengikuti langkahnya berjalan mendekati tempat tidur .


Namun Yani masih terdiam dengan wajah muram ngambeknya ."Masih kesal ?".Tanya Kiki.


"Enggak."


"Mintamaaf Yan ,tadi cuma bercanda saya tidak sakit beneran ." Kiki berusaha agar istrinya tidak ngambek lagi.


Yani hanya terdiam dengan raut wajah dingin nya. Kiki yang melihat itu membuang nafasnya dengan kasar .


"Kamu ingin apa? ,saya akan menuruti semua keinginan mu."Kata Kiki membuka suara .


" Boong nanti juga lupa."Saut ketus Yani.


"Wanita benar-benar..". Batin Kiki.


Dengan mengalihkan perhatiannya ke arah lain."Saya tidak akan lupa ,dengan apapun yang kamu mau saya akan turut i ." Kata Kiki .Memalingkan perhatiannya menatap istrinya ."Asal itu tidak aneh-aneh."Sambungnya .


"Umm."


"Besok pagi-pagi sekali saya ingin jalan-jalan ke taman ."


"Baiklah asal kamu sudah tidak kesal lagi dengan saya?".


Dengan terduduk diatas tempat tidur ,Yani mulai merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dan mengatur posisi tidurnya."Enggak ."Balasnya tanpa memperhatikan raut wajah suaminya.


Kiki tersenyum miring mendengar balasan dari istrinya ,ia pun mulai menyusul istrinya untuk ikut tidur siang bersama .


+++++++


Sementara itu Zuan dan Zoan yang sedang terduduk di sova ruang tamu ,di datangi oleh bundanya dengan membawakan makanan ringan untuk mereka berdua .


"Waah enak ini!". Ujar Zoan yang langsung mengambil makanan ringan yang ada diatas meja didepannya dan meninggalkan game di ponselnya yang masih menyalah.



"Makan dulu Zuan ,taruh dulu bukunya." Ucap bunda yang ikut duduk bergabung di ruang keluarga .


"Yasudah bun ,biar saya yang habiskan sendirian .Sayang kalau tidak habis ,bunda sudah buat susah-susah ."Saut Zoan yang masih fokus menghadap sepiring nuget wortel itu .

__ADS_1


Tanpa menjawab atau menggubris ucapan adiknya .Zuan langsung turun dari atas sova dan duduk di bawah lalu menarik piring nuget wortel tadi ke dekatnya.


"Weh!".


"Kak ,kau akan menghabiskan sendirian?".Zoan mengambil nuget wortel itu lebih banyak lagi .


Bunda yang sebaring tadi duduk di sova ,memperhatikan tingkah kedua putranya yang membuatnya tersenyum tipis dengan tawa kecilnya .


++++++++++++


Malam pun tiba ,dengan di bantu oleh bundanya Yani menyiapkan makan malam. Kiki dan kedua adik istrinya juga sudah berkumpul duduk di meja makan .


"Bagaimana jika besok Zuan dan Zoan ikut pergi ke taman bermain .Bunda juga ikut, nanti sekalian pulang dari sana bunda bisa saya antar pulang ke rumah sekalian ." Kata Kiki .


"Benar ,bunda ikut ya .Lagian kita belum pernah jalan-jalan bersama kan?". Ucap Yani .


"Baiklah ,bunda akan ikut." Balas Bunda.


"Kita tidak memulai makan ,perut saya sudah meronta-ronta."Saut Zoan menatap dengan fokus ke makan malam sudah tertata di atas meja makan .


"Mari makan ,bun ." Balas Kiki .


"Iya ,sebelum piring Zoan penuh dengan air liurnya sendiri." Saut goda Yani .


Keluarga kecil itu mengakhiri percakapannya dan mulai menghabiskan makan malam mereka dengan keheningan suara ,selain suara benturan piring makan mereka.


+++++++++++++


+++++++++


Ke Esokan paginya keluarga kecil itu bersiap-siap untuk pergi ke taman bermain kota .Keluarga kecil itu merencanakan untuk menghabiskan hari minggu ini bermain-main di taman kota.


"Ki ,kita tidak pakek supir saja .Kan..." Ucap Yani terputus dengan perkataan suaminya."Tidak Yan ,akan lebih baik jika saya supir sendiri mobilnya."


Dengan wajah paserahnya."Umm."


"Ki saya duduk dengan bunda ya di tengah." Lanjutnya.


"Zo kamu duduk di depan bersama saya ,Zu tidak papa duduk sendiri di belakang?". Ucap Kiki .


"Iya." Balas singkat Zuan langsung naik ke dalam mobil .


"Zu jangan gitu ti..." Tegur bunda yang terputus dengan perkataan Kiki ."Sudah bun tidak papa ."


Setelah semua keluarga sudah masuk ke mobil .Kiki memulai menyalahkan mesih mobil dan memulai perjalanan meninggalkan pekarangan rumahnya .


"Zuan dan Zoan kapan mulai sekolah lagi?".Tanya Kiki kepada kedua adik istrinya.


"Sudah sejak kemarin Kak ,jadi besok juga masuk sudah sekolah ."Balas Zoan yang duduk di samping kursi mobil Kiki .Sedangkan Zuan yang duduk di kursi mobil bagian belakang sendirian, hanya terdiam melamun menatap jalanan luar jendela mobil .


Kiki yang sesekali memperhatikan Zuan melalu kaca mobil di atasnya memasang wajah datar dinginnya .


Iya, sejak kematinan ayahnya, Zuan menjadi bersikap lebih dingin lagi kepada orang lain dan hanya sesekali membuka suara .Sedangkan itu berbanding terbalik dengan Zoan yang selalu ceria dan selalu menghibur orang-orang disekitarnya.


++++++


Setibanya di taman bermain ,Yani ,bunda ,dan kedua adiknya turun terlebih dahulu dari dalam mobil .Sedangkan Kiki berlalu pergi untuk memarkirkan mobil terlebih dahulu .


Yani langsung menarik pergelangan tangan kedua adiknya untuk ia foto bersama.


"Posenya yang bagus Zuan ,senyum dong."Ucap Yani yang sudah memasang kamera ponselnya.



Melihat hasil foto yang ia ambil ."Kalian manis sekali ." Puji Yani .


"Wah ,Zuan terlihat tampan jika tersenyum .Terlihat sangat manis ." Saut bunda .


Zoan yang sudah penasaran pun langsung ikut melihat hasil foto kakak perempuannya ,dan dengan kepedean tingkat Asia Zuan berkata ."Kami memang sangat tampan ,seperti pangeran ."Ucapnya .


Kiki yang baru tiba dari selesai memarkirkan mobil pun merangkul bahu Zuan yang sembaring tadi hanya terdiam mematung ."Mari naik salah satu permainan di sini ."Ajak Kiki.


Belum juga berkata ,Zuan langsung menyahuti ."Ayo kak."


"Kak Zu tarik saja ." Lanjutnya .


Zuan hanya menatap tajam ke arah Zoan adiknya .Akan tetapi tatap itu tidak terlalu ditanggapi oleh Zoan .


"Kalian naik saja ,saya dan bunda akan berkeliling ." Kata Yani.


"Baiklah ,kami pergi dulu bun." Pamit Kiki yang sangat menghormati ibu mertuanya.


Sementara Kiki mengajak kedua adik istrinya bermain dengan beberapa permainan disana ,dan Yani yang hanya berdua dengan bunda berkeliling taman dengan santai .


"Suami kamu sangat baik ." Ucap Bunda dengan memalingkan wajahnya ke arah putrinya ."Dia pasti sangat merasa bersalah karna tidak bisa membawa ayah mu pulang ."


"Em."


"Jika benar bicaralah baik-baik dengannya, agar dia tidak menyalahkan dirinya kembali .Bunda juga sudah merelakan kepergian ayah mu ,dan bunda akan selalu mengirimkan doa kepada ayahmu agar dia selalu bahagia disana ." Kata Bunda dengan senyum manis dan mata berkaca-kacanya .


"Bunda." Seru Yani merangkul bahu bundanya ."Yani akan selalu membuat bunda bahagia ."


"Yasudah mari lanjut jalan ,kita cari kuliner atau jajan yang enak disini ." Kata Bunda kepada putrinya .


"Mari bunda ." Ajak Yani berjalan beriringan bersama bundanya.


++++++++


Kiki dan kedua adik istrinya yang baru saja selesai menaiki rollercoaster pun berjalan berlanjut untuk menaiki permainan wahana lain.


Sebelum berlanjut ke wahana pemainan lain ,Kiki menghentikan langkah kakinya sejenak untuk beristirahat ."Zo kamu beli menimun dulu di toko itu ,kakak sangat haus .Sekalian belikan kan Zuan juga ."Kata Kiki menunjuk toko tempat Zoan akan membeli minuman.


Memberikan beberapa lembar uang. "Saya POQARI ,Zuan?".


"Sama dengan kak Kiki ."Balasnya .


" Baiklah ,sisahnya kamu belikan terserah kamu Zo ."Kata Kiki terduduk di bangku bawah pohon .

__ADS_1


"Okeh kak." Balas Zoan berlalu pergi .


Setelah kepergian adiknya Zoan ,Zuan ikut duduk bergabung bersama Kiki .


__ADS_2