Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.

Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.
Eps.104 Hari kejadian


__ADS_3

"Bun jawab ,ayah percaya kan bun?".Yani yang terus saja mengajukan pertanyaan kepada bundanya .


Bunda terdiam sesaat sampai berkata."Tenangkan diri kamu,nak!".Bunda yang mengeluh bahu putrinya .


"Ayah kamu percaya ,ayah sekarang sedang pergi ke rumah sakit untuk memeriksa salah satu pasiennya ."Jelas Bunda mencoba menepiskan rasa kecemas putrinya .


Yani terdiam sesaat ,ia terduduk di kursi yang ada di teras rumahnya.


"Nak Edi duduk saja ,bunda akan buatkan kopi hangat untuk nak Edi ."Kata Bunda berlalu pergi.


Bunda sendiri juga merasa sangat khawatir dan cemas dengan keadaan yang belum menentu ini,itu terlihat dari sifat gelisahnya yang coba ia tutup-tutupi.


"Iya tante ,terimakasih ."Balas Edi yang ingin duduk di kursi yang tersedia di depan teras rumah .


"Tika,wanita itu tidak akan tinggal diam .Apalagi jika rencananya hampir saja gagal ."Batin Yani yang masih memikirkan masalah yang sedang di hadapi keluarganya .


++++++++++++++


++++++++


Di tempat Danu .


Empat jam mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi akhirnya Danu sampai dikediaman Tika, mantan kekasihnya , sekaligus calon ibu anaknya yang belum lahir.


Selesai menghentikan mobilnya ,Danu segera beranjak turun dari dalam mobilnya .Danu melangkah masuk kedalam rumah yang berdiri mewah di depannya .Setibanya di dalam, Danu sudah di sambut oleh Tika yang terduduk santai di ruang tamu .


Tika yang melihat kedatangan Danu langsung beranjak dari tempat duduknya ."Sayang!".Ucapnya .


"Akhirnya sampai ,dari tadi aku nungguin kamu tau ."Lanjutnya yang sudah berdiri di hadapan Danu .


Tika menarik pergelangan tangan Danu untuk mengikutinya ."Ayo duduk sayang ,setelah perjalanan jauh tadi kamu pasti capek ."Tika mempersilakan Danu untuk duduk di sova bersamanya .


Tika menuangkan minuman anggur merah kedalam gelas yang sudah tersedia didepan Danu .Selesai ia menuangkan minuman anggur merah,ia mengambil gelas yang terisi itu dan memberikannya kepada Danu .


"Minumlah sayang, kamu pasti haus ."Kata Tika dengan Senyumnya .


Danu menerima minuman itu ,akan tepi ia belum meminum."Tika ,saya ingin kamu menghentikan ini semua ."


Tika langsung terdiam menatap lurus ke Danu."Saya ingin kamu bersama saya ,saya ingin melindungi kamu selamanya .Saya melakukan ini demi anak kita yang belum lahir ,agar anak kita bisa hidup bahagia dengan kedua orang tua kandungnya .Yaitu kita ,Tika ."Ucap Danu mencoba menyakinkan mantan kekasihnya.


Tika yang awalnya bermuka datar ,mengembangkan senyum manisnya .Dengan menggenggam telapak tangan Danu dengan kedua tangannya ."Sebenarnya saya juga tidak ingin perpisahan dengan kamu ,saya ingin kita tetap bersama-sama membangun keluarga kecil kita bersama anak kita nanti ."Ucap Tika yang membuat Danu yakin kalau Tika sudah berubah .Danu pun ikut tersenyum bersama Tika.



"Minum dulu sayang ,kamu dari tadi tidak minum .Seperti tidak menghargai saya yang sudah menyiapkan minuman ini untuk kamu ."Ucap Tika sedikit menggoda .


"Aa lupa ,baiklah saya minum sampai habis ."Danu yang mulai meminum segelas anggur merah tadi .


Sesaat setelah setelah meminum segelas anggur merah tadi tiba-tiba terdengar suara perdebatan di luar rumah yang terdengar sampai ke telinga Danu.Suara tersebut seperti suara sahabatnya yang sedang memaksa masuk kedalam rumah .Danu yang mendengar suara itu langsung beranjak dari tempat duduknya dengan badan yang mulai melemah dan kepala berputar(pusing)."Ke-kenapa kepa.....".Ucapnya lirih dengan perhatian yang mulai mengabur menatap raut wajah Tika yang tersenyum manis ,sebelum dirinya tidak sadarkan diri .


Bersamaan dengan itu ,dengan perkelahian bersama beberapa penjaga rumah Tika.Akhirnya Kiki berhasil memaksa masuk kedalam rumah Tika.


Kiki yang melihat sahabatnya sudah tergeletak di lantai tidak sadarkan diri ."Apa yang kau lakukan padanya?".Tegasnya.


"Memberi sedikit obat tidur ."Jawab enteng Tika.


"Wanita iblis seperti mu tidak seharusnya hidup didunia ini."Umpat sinis Kiki .


Tika membalas dengan senyum miring mengangkat senjata api yang ia bawah ,pistol itu mengarah tepat ke arah Kiki berdiri. "Jika sudah saya inginkan,makah harus saya dapatkan .Walaupun saya harus membunuh dan menghancurkan kebahagiaan orang lain ."Ucapnya yang egois .


Dorr....dorr....panah kecil meluncur kearah Kiki ,bersamaan dengan ."Saya tidak perduli!!".Lanjutnya .


Kiki yang terkena tembakan obat beyus pun tersungkur pingsang ke lantai.


Tika yang melihat Kiki dan Danu sudah tidak sadarkan diri ."Bawah dan ikat mereka berdua ."Syruhnyea kepada anak buahnya.


++++++++++++


+++++


Kembali ke Yani .


"Yani lebih baik kamu istirahat ,sejak kemarin kamu kurang istirahat .Tidak baik untuk kesehatan kamu ,jika kurang tidur. "Kata Bunda mencoba menenangkan putrinya.


Akan tetapi Yani justru bangkit dari tempat duduknya ."Saya harus pergi ke tempat Tika,iya saya harus pergi."


"Endi antar saya kesana sekarang. "Ajak Yani kepada Edi sekretaris suaminya.


"Tapi Yani disana......"Kata Bunda yang terputus dengan ucapan Yani ."Yani akan baik-baik saja bunda ,ayah dan suami Yani sedang membutuhkan pertolongan Yani sekarang ."


"Yani pamit bunda ".


"Cepat Edi ,jika kau tidak ingin mengantarkan saya, saya pastinya kau akan dipecat dari pekerjaanmu.Jika sampai terjadi sesuatu dengan ayah ataupun Kiki. "Ancam Yani .


"Ta..."


"Cepat masuk kedalam mobil, Edi. "Yani yang sedikit membentak .


"Jika saya tidak menurut saya bisa habis ,jika saya menurut saya pun akan habis oleh bos Kiki ."Batin Edi yang bimbang .


"Edi!!".Yani yang sudah ada di dalam mobil.

__ADS_1


"Baik ,baiklah nyonya. "Edi yang menyusul masuk kedalam mobil .


"Hati-hati Yani, jaga diri kamu ,bunda....."Kata Bunda yang masih tidak ingin, jika Yani ikut menyusul ayahnya dan suaminya ,karna itu sangat berbahaya untuk Yani.


"Tenangkan diri bunda ,Yani akan baik-baik saja ."Yani dengan senyum tipisnya.


Mobil yang dikendarai Edi mulai melaju berangkat ke rumah Tika .


++++++++++


++++++


Danu yang mulai siuman dari pingsannya ,dengan mata sayup-sayup melihat sekitar ruangan yang redup dengan cahaya lampu yang tidak begitu terang .Sampai perhatiannya tertuju kepada seseorang pria yang sedang tertelungkup tidak terlalu jauh didepannya .


"Akhirnya kau bangun ,sayang."Ucap Tika yang duduk di kursi berdampingan dengan seseorang yang wajahnya tertutup kain hitam dan dengan tangan terikat tentunya .


Seketika itu ,Danu memasang wajah datarnya menengok ke tempat Tika .



"Cambuk lagi!!".Suruh Tika kepada anak buahnya untuk mencambuk-cambuk Kiki yang sudah tertelungkup tidak berdaya didepan Danu yang terikat di kursi tadi .


Ya ,pria yang tertelungkup didepan Danu tadi tidak lain adalah Kiki yang tertelungkup dengan tangan terikatnya dan tubuh yang penuh dengan luka siksaan dari Tika.


"BERHENTI!!!!".Teriak marah Danu memberontak mencoba melepaskan ikatan tali yang cukup kuat melilit kedua tangan dan tubuhnya.



"Sudah cukup Tika hentikan kegilaan mu ,kau sudah melebihi batas keegoisan mu!!".Sambung Danu .


"Hemm ,egois?".


"Hahhh ,menurutku saya tidak egois .Saya hanya ingin mendapatkan sesuatu yang sudah menjadi hak saya ,hanya itu ."Kata enteng Tika .


"Dan lihat ini ."kata Tika menyuruh orang yang duduk disamping untuk berdiri berdampingan dengannya .


Dengan memberi kode kepada anak buahnya untuk membuka penutup wajah seseorang yang sudah menjadi sanderanya ."Lihat lah!! Kau juga harus lihat Kiki ,karna ini kejutan spesial untukk mu ."


Disaat sudah terbuka penutup wajah itu,Kiki langsung membulatkan bola mata hitamnya sempurna .


"Aaahh.Lihat, lihatlahh ,sayang wajah teman kamu sangat terkejut ."Ucap Tika tanpa ada raut wajah kasih kepada seseorang yang sudah ia siksa .


"Bayangkan,jika saya menembak kepala pria tua ini ."


"Pasti, akan ada pesta cairan merah yang meria ."Tika dengan senyum lebarnya .


Tika mengangkat pistol yang ia bawah dan mengarahkan pistol itu ke kepala pria setengah tua tadi .Pria itu tidak lain adalah ayah Yani yang sudah di sekap terlebih dahulu olah Tika .


Dorrr.......


Danu yang berhasil menarik tangan Tika dan mengarahkan senjata api yang Tika bawa ke arah lain yang membuat peluru itu melesat ke arah lain."Sudah cukup Tika ,hentikan!".Kata Danu .


Iya ,dengan susah payahnya Danu berhasil terlepas dari ikatan tali yang melilit kedua tangannya sampai meninggalkan bekas luka dikedua pergelangan tangannya .


Tika yang tidak terima dengan Danu yang menghalanginya ,langsung mendorong tubuh Danu dan memukul keras wajah Danu .Hingga hampir saya Danu tersungkur .


"Hajar Dia!".Bentak Tika kepada anak-anak buahnya.


Kiki yang memiliki kesempatan pun berusaha bangkit untuk melepas ikatan tali yang mengikat kedua tangannya.


Sedangkan Danu dihajar habis-habisan dengan anak buah Tika yang mengeroyoknya ."Aku harus tetap hidup untuk menghentikan Tika ."Batin Danu menahan pukulan demi pukulan keras yang ia terima ."Aku harus tetap hidup untuk menghentikan kamu!!,TIKA!! ."Ucap tegas Danu mencoba bersemangat kembali melawan anak buah Tika .


Anak buah Tika begitu banyak ,walaupun Danu sudah berusaha keras mengalahkan anak buah Tika .Akan tetapi tetap saja tidak ada habisnya ,dan justru Danu dibuat kuwalahan dengan perkelahian itu.


++++++++++++


++++++


Yani yang masih dalam perjalanan ke rumah Tika bersama dengan Edi ."Masih lama sampainya ?".


"Harus bicapa apa ini ,kalau dari tadi aku cuma muter-muter jalan saja .Ditambah lagi bos Kiki tidak bisa dihubungi ,jika saya benar-benar membawa nyonya kesana sangat berbahaya untuknya ."Batin Edi .


"Edi!".Bentak Yani yang membuat Edi terkejut.


"Kau hanya memutar jalan Edi!."Geram Yani berkata tegas .


"An..itu...sa...saya..".Balas Edi yang gugup .


"Sudah cukup Edi ,cepat ke rumah Tika SEKARANG!!'.Tagas Yani.


"Baik baik nyonya. "Edi yang melanjutkan perjalanannya kembali .


++++++++++


+++++


Kembali ke tempat Tika


Kiki yang sudah berhasil terlepas dari ikatan tali yang melilit kedua tangannya ,langsung berlari kencang mendorong tubuh Tika dan tidak lupa Kiki juga menepis senjata api yang dibawa Tika sampai terlempar .


Selesai dengan itu ,dengan bergegas Kiki melepaskan ikatan tali yang melilit kedua tangan pak Rendi ,mertuanya.

__ADS_1


"Berengsek."Umpat Tika langsung mengambil senjata api yang dilempar tidak terlalu jauh darinya.


Berhasil mengambil senjata apinya ,Tika langsung menembak senjata itu ke atap .


Dorr........yang membuat keributan sejak tadi seketika hening .


Dengan keheningan itu membuat Tika fokus mengarahkan senjata apinya .Tika mengarahkan senjata apinya ke arah pak Rendi yang berdiri tidak terlalu jauh dari Kiki.


Kiki yang melihat itu langsung menarik mertuanya untuk berdiri di belakangnya.


Tika yang melihat itu ."Hem!" .Dengan wajah datar dan senyum miringnya.


Danu yang melihat salah seorang anak buah Tika di dekatnya lengah ,langsung dimanfaatkannya untuk melawan .Danu melawan dan merebut salah satu senjata api milik anak buah Tika yang sedang melawannya.


Sesudah mengalahkan anak buah Tika ,Danu mengangkat senjata api itu kearah Tika ,dengan berkata ."Sudah cukupTika!!".


Tika yang tidak memperdulikan perkataan Danu ,tetap tidak mengalihkan perhatiannya kepada Kiki dan mertuanya dengan senjata api yang masih mengarah ke arah yang sama.


"Hentikan Tika ,atau akan ku te-tembak kau."Ucap gugup Danu.



Masih dengan perhatian yang sama."Terserah kau ,Danu. "


"Jika membunuh ku bisa menghentikan yang saya lakukan ,makah lakukan saja ."Sambunya .


Perkataan yang baru saja keluar dari mulut Tika ,seketika itu juga keheningan melanda tempat itu .


Danu yang mendengar kata-kata yang dikeluarkan Tika ,membuatnya berdiri mematung ,mata yang mulai memerah ,dan senjata api yang masih ia pegang seperti sebelumnya.


"Ada apa Danu?. Apa kau takut ?" .Tanya Tika yang masih dengan posisi tubuh yang sama .


"Apa kau gila ,Tika?!".Saut Kiki memecah keheningan .


"Gila!".


Tersenyum miring ."Saya hanya melakukan hal yang menurut saya penting ,hanya itu."


"Penting untuk membunuhmu!!".Tika yang menarik senpan senjata apinya .


Dorr.........


Danu yang awalnya terdiam langsung membulatkan bola matanya yang sudah memerah berkaca-kaca .Dengan tangan yang bergetar gugup ,tanpa berpikir panjang lagi Danu menarik senapan senjata apinya .



Dorrr.......Peluru panas itu melayang keluar ,sampai berhenti mengenai dada kiri Tika .


Danu yang melihat Tika sudah tersungkur lemas bersimbah darah karna tembakan yang ia buat,membuat kaki Danu seketika tidak sanggup menahan beratnya tubuhnya sampai dirinya tertelungkup lemas .


Danu melihat senjata api yang masih ia bawa dengan tatapan mata berkaca-kaca ,ia pun melempar jauh senjata itu dari dirinya.


Sedangkan pak Rendi yang terkena senapan peluru panas itu ,karna menjadikan dirinya sebagai tameng untuk melindungi menantunya. Menjadikan dirinya tersandar lemas di bahu Kiki yang masih berdiri mematung."Kita sudah impas ,saya me-merasa senang bisa melindungi menantu sebaik dirimu ."Kata Lirih Pak Rendi .


"Setelah ini ,to-tolong jaga ke-keluarga sa....."Lanjutnya terputus dengan Pak Rendi yang mulai memejamkan matanya ,dan terjatuh dari sandaran bahu menantunya .


Iya ,Pak Rendi sudah tergeletak di lantai dengan tubuh bersimbah darah nya .Kiki yang awalnya berdiri mematung ,langsung tersandar dan mendudukkan dirinya di dekat jazad mertuanya .


Kiki membalikkan tubuh mertuanya,ia yang masih berusaha membangunkan mertuanya .Dengan berkata ."Ayah ,Ayah ,ay-ayah Yah a-yah bangun ,yah bangun .Yani akan sangat sedih jika ayah seperti ini .Ayah!!!".Kiki yang menitihkan air matanya.


++++++++++


+++++++


Yani yang sudah sampai di rumah Tika langsung beranjak turun dari dalam mobil. Namun langsung di susul oleh Edi untuk menghentikan langkah Yani yang ingin langsung masuk kedalam rumah .


"Tunggu nyonya kita tunggu polisi datang dulu Nyonya ,sangat berbahaya jika anda masuk sekarang."Kata Edi .


"Minggir Edi!".Tegas Yani mendorong tubuh Edi menjauh agar tidak menghalangi jalannya.


Yani pun memaksa masuk tanpa memperdulikan Edi lagi .Karna yang ia pikirkan saat ini adalah keadaan suami dan ayahnya yang masih belum ia ketahui .


Menatap kepergian majikannya."Aaaaaaaa ,ikut masuk ."Umpat kesalnya kepada dirinya sendiri .


Setibanya didalam rumah Yani mulai berjalan lebih masuk kembali untuk mencari keberadaan suami dan ayahnya .Setiap berjalan lebih masuk lagi ,Yani hanya melihat kesunyian tiada orang .


Akan tetapi Yani masih tidak berhenti mencari ,ia tetap mencari lebih kedalam lagi masuk kedalam rumah .


++++++++++++


+++++++


Kembali ke tempat Kiki .


Di tengah-tengah keheningan kesedihan ,tiba-tiba Danu bergegas bangkit dari tempatnya dan berlari secepat mungkin ."TIDAK!!".Teriakannya dengan berlari secepat mungkin.



Dorrrrr...........


Suara senjata api yang mengeluarkan peluru panasnya ,terdengar sampai ke telinga Yani yang masih mencari keberadaan suami dan ayahnya .Yani yang mendengar itu langsung berlari secepat mungkin ke sumber suara tembakan itu ,yang di ikuti oleh Edi yang berlari menyusul dari belakang .

__ADS_1


__ADS_2