Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.

Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.
Hotel Azura ll


__ADS_3

Belum aku Review jadi masih berantakan 🙏 Trimaksih yang masih setia menunggu kelanjutan nya


Salam jaga kesehatan nya


+


+


+


+


Sampai kamar hotel yang nyaman Yani langsung saja melompat ke atas tempat tidur. Brugk.....,"Wahh nyamannya tempat tidur ini",Yani yang sudah telentang di atas tempat tidur.


"Ngapain juga di hias pakai bunga?Ihh jelek bakal aku rusak juga",Yani yang tidak memperdulikan kalau dirinya tengah tiduran membunuh dua bangau putih di atas tempat tidurnya sampai gepeng.


Baru selesai meletakkan koper di tempat yang pas. Kiki berjalan mendekat duduk di samping Yani yang masih rebahan,"Cepat bangun dan mandi. Kasihan bangau itu mati, istri ku yang kejam".


"Iya, tuan,"Beranjak dari tempat nya,"Siap laksanakan",Yani berlalu pergi mempersiapkan diri untuk segera mandi. Di kala perjalanan tadi cukup membuat tubuh nya lengket.


+++++


Sesaat kemudian. Dengan celana oblong panjang dan kaos oblong lengan pendek, ia melangkah keluar kamar mandi dengan handuk putih yang masih melingkar di barunya. Membiarkan air dari rambut basa nya mengucur di handuk itu.


Melihat sekeliling kamar, ia berjalan ke ruang tamu kamar hotel ini,"Kiki di mana?".Gumamnya entah bertanya kepada siapa. Yani berjalan berlahan mengelilingi ruangan ini yang terbilang cukup luas di sebut sebagai apartemen bukan hotel.

__ADS_1


Setelah sekian lama berkeliling. Yani yang tidak kunjung menemukan Kiki pun berlalu memilih untuk kembali ke kamar. Ia naik ke atas tempat tidur menyalakan televisi yang ada di depan nya mengunakan remote yang tadi ia ambil di atas meja depan televisi. Untuk menonton acara televisi favorit, kartun upin-ipin and Spongebob.


Selang beberapa menit, terdengar pintu kamar terbuka berlahan. Yang memperlihatkan seseorang yang semenjak tadi Yani cari-cari. Kiki berjalan santai memasuki kamar hotel nya dengan mengenakan pakaian yang masih sama. Namun bedanya ia masuk ke dalam kamar dengan membawa kantung plastik berisikan beberapa kotak makanan.


Melihat Yani yang tertidur pulas di atas tempat tidur. Kiki tidak memiliki niatan untuk membangunkan nya. Ia justru berlalu masuk ke dalam kamar mandi, setelah ia meletakkan kantung plastik itu di atas meja.


"Kenapa tidak membangunkan ku?",Yani yang sudah duduk di sofa dengan makanan yang tadi Kiki beli.


Kiki dengan rambut basa berkalung kan handuk di lehernya berjalan mendekati Yani. Ikut bergabung duduk bersama istri nya.


"Aku tidak memiliki niatan menganggu waktu istirahat orang capek",


"Tapi lapar Ki",kata Yani mulai membuka beberapa kotak makan untuk dirinya dan Kiki makan.


++++++


Setibanya di sana Yani berlari-larian layaknya anak kecil yang tidak pernah ke pantai. Melompat-lompat sana sini, sementara Kiki hanya mengikuti nya sembaring membawakan sandal yang Yani pakai.


"Ki, Kiki ayo duduk di sana Ki. Kayaknya bagus banget buat lihat sunset",ajak Yani berlari lebih duluan.


"Jan.....",belum juga akan di ingatkan. Yani sudah terlebih dahulu terjatuh tersungkur. Membuat jempol kakinya berdarah.


Kiki yang sudah berjongkok di depannya,"Bocil bodoh",di barengi mendorong pelan kening Yani.


Setelah membersihkan luka Yani dengan sapu tangan yang Kiki bawa. Kiki pun pada akhirnya mengendong Yani di punggung untuk membawa Yani melihat sunset seperti apa yang sedang di ingatkan Yani.

__ADS_1


Sembaring menunggu matahari terbit. Yani masih sempat-sempatnya membuat keributan lagi dengan Kiki.


"Padahal aku bisa jalan sendiri lohhh.... kenapa kamu repot-repot gendong aku?",


"Luka mu akan kena pasir",balas dingin Kiki.


"Emang kenapa kalau kena pasir?".


Belum juga mendapatkan balasan dari Kiki.


"Nanti kamu capek Ki, jadi turunkan aku saja",


"Yani istri ku, dapatkan kamu diam dan lihatlah sunset nya sudah terlihat",perkataan Kiki yang seketika membuat Yani hanya bisa terdiam salting brutal.


Selesainya melihat sunset. Kiki masih mengendong Yani hingga kembali ke hotel dan beristirahat. Malamnya keduanya baru kembali keluar untuk makan di luar atas kemauan Yani yang merengek seperti anak kecil yang harus di turuti.


Di luar hotel setelah berjalan-jalan cukup lama. Yani baru memutuskan menu makan malamnya yaitu nasi goreng pinggir jalan. Makanan murah lezat yang mengenyangkan.


"Umm enak Ki, jauh lebih enak dari nasgor langganan ku"


"Hemm",


"Dingin poll",ucap Yani.


Selesai makan Kiki langsung menarik Yani untuk segera kembali ke hotel. Karena jika tidak begitu sampai esok pagi pun Yani tidak mengajaknya kembali ke hotel. Yani jauh lebih aktif dari dirinya yang sudah sangat capek mengikuti Yani sejak tadi pagi yang tidak ada capeknya.

__ADS_1


Namun sebelum terlelap tidur Yani sempat membisikkan sesuatu."Makasih waktunya",yang di balas dengan ciuman di pipinya."Iya baby",ucap Kiki dengan suara serak beratnya.


__ADS_2