Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.

Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.
Eps.75 Hukum Fisika!!


__ADS_3

"Saya tidak lapar."Jawabnya cuek.


Menaruh kotak makanan itu diatas meja ,lalu duduk disova ."Apa kau sudah lebih baik kan?".


"Saya kesini mau mengantar kamu ke pemakaman Lilu .Saya dengar dari ibu saya,kalau kau tak datang saat pemakaman Lilu. "


Dino hanya terdiam tanpa menjawab semua pertanyaan ataupun menggubris ucapan Dyballa .


Hingga sesaat kemudian dokter Rendi masuk kedalam kamar rumah sakit Dino untuk memeriksa keadaan Dino.


++++++++


Selang beberapa menit ,Dino yang sudah selesai diperiksa pun mulai berkemas untuk pulang,karna alat infus yang pada dirinya sudah dilepes .


Sebenarnya, hari ini Dino belum diperbolehkan pulang ,namun dirinya memaksakan untuk pulang hari ini juga .


Dokter Rendi pun tak bisa memaksa Dino untuk tetap disini .Dokter Rendi hanya memberi sedikit pesan agar Dino rutin minum obatnya dan memperingatinya agar lebih banyak istirahat untuk beberapa hari ini ,karna kesehatan Dino belum terlalu pulih dan masih cukup lemah .


Selesai berkemas ,Dino yang sudah dilobi bawah rumah sakit pun duduk dikuris tunggu ,dengan menunggu kedatangan Dyballa yang masih mengurus pembayaran rumah sakit.


Dyballa yang sudah berdiri dihadapan Dino ."Ayo pergi atau kita akan kesiangan.Kau kan masih harus banyak istirahat ."Ucapnya .


Bangkit dari tempat duduknya ."Terimakasih, sudah banyak membantu saya ."Dino dengan memperhatikan raut wajah Dyballa dengan tatap dingin .


Menggaruk-garuk lehernya yang tak terasa gatal."Aaa,sama-sama ."Ucapnya sedikit canggung.


Masih dengan tatap dinginnya."Apa tidak jadi berangkat?".


"Eeh,tentu jadi .Ayo jalan ."Ucap Dyballa sedikit mempersilakan Dino untuk berjalan terlebih dahulu .


+++++++++++


++++++


Ditempat Yani


10.30 siang .


Dikampus yang sedang ramai dengan mahasiswa yang sedang belajar ,ada dua mahasiswa dari Mapel kelas Ipa yang sedang berdiri disamping pintu masuk kelasnya dengan kedua tangan yang menarik kedua telinga mereka sendiri ,dan kakinya yang terangkat satu .


Dengan raut wajah kesal ."Dari semua dosen Fisika ,dosen fisika inilahhh!! yang paliiing gue benci!!!".Gumam Riska geram .


Menghembuskan nafasnya dengan kasar."Kapan selesai kalau gini terus ,waktu materi Fisika kan lama ."Ucap Yani lirih.


"Mungkin tiga abat."Saut ketus Riska.


"Kau kelihatan kesal sekali ,Ris!?".


"Bagaimana tidak!?,kita cuma terlambat beberapa menit dan dia aaaaa ,menyebalkan!".Riska membuang mukanya .


"Gue juga heran ,kita berdua itu ambil jurusa Ipa Biologi .Ta-tapi kenapa ada fisika nya coba!?".Lanjutnya kesal .


"Kan satu nama mapelnya yaitu,Ipa .Jadi ya kita harus pelajarin dua-duanya. "Ucap enteng Yani.


Menghembuskan nafasnya dengan kasar ."Heeemm."


Sampai mahasiswa pria dari jurusan lain yang kelasnya berdekatan dengan kelas mapel Ipa.Lewat didepan Riska dan Yani ,dengan raut wajah sedikit mengejek Riska dan Yani yang dihukum ."Ullullu ,Dihukum mbak!? aduhh pose gayanya jelek mbak!!".Ledek Pria itu.


"Berengsek lu ,gue bunuh lu setelah ini!!".Riska yang marah dan kesal bercampur menjadi satu menatap pria itu dengan tajam .


"Sudah Ris ,jika nenek tua didalam mendengarnya, hukuman kita akan ditambah .Apa kau mau!?".Ucap Yani tak memperdulikan ejekan pria tadi .


"Pokoknya awas aja tuhh cowok ,gue banting ginjalnya ."Riska yang masih kesal.


++++++++


+++++


Kembali ke Dino yang sudah sampai di pemakaman Lilu .Disaat sudah dekat dengan makam Lilu ,Dino bertemu dengan Ardi yang sedang mengunjungi makam Lilu .


Ardi yang baru saja selesai berdoa ,pun bangkit dari tempat jongkoknya .Disaat berbalik badan ."Dino."Serunya memperhatikan tatap wajah Dino yang sangat dingin .


"Turut berduka cita atas kepergian Lilu,saya harap kau selalu diberi kekuatan untuk melepas Lilu ."Ucap Ardi ."Dan,kak Dy maaf saat pemakaman Lilu saya tak bisa hadir .Saya sedang ada tugas keluar kota ,dan baru bisa pulang hari ini ."Jelasnya kepada Kak Dyballa .


"Tidak papa Ar ,walau tak datang kau sebagai sahabat selalu hadir disaat Lilu membutuhkan ."Kata Dyballa .


"A--iya ,Yasudah kak Dy ,Dino ,maaf tidak bisa lama-lama saya permisi dulu ."Pamit Ardi berlalu pergi .


Setelah kepergian Ardi ,Dino melangkah lebih mendekat kemakam Lilu .Dino menaruh serangkai bunga mawar putih diatas makam .


"Mungkin kau butuh waktu untuk sendiri ,jadi saya akan tunggu kau dimobil ."Kata Dyballa berlalu pergi .


Mengelus lembut misan Lilu ,yang terukir nama Lilu disana ."Saya membawakan bunga mawar putih ke suka kamu ,semoga kamu suka ."Ucap Dino sedikit muram."Maaf karna saya kau jadi seperti ini ,maaf maafkan saya Lilu ."Ucapnya menunduk perhatiannya dengan berlinang air mata .


+++++++


++++


Dua jam kemudian Yani dan Riska pun dipanggil masuk kedalam kelas .Yani dan Riska melangkah mendekat ke meja dosennya. Dosen itu memberikan Yani dan Riska satu lembar kertas folio bergaris yang penuh dengan soal-soal fisika.


Riska mengambil kertas pemberian itu."Maaf sebelumnya bu ,hari ini kita tak mengikuti mata pelajaran ibu .Tapi kenapa kami diri soal sesulit ini."Riska yang mencari pembelaan .


Membukam mulut Riska ."Diem Ris ,atau tugas kita akan ditambah."Ucap tegas Yani dengan nada suara rendah .


"Masih kurang tugasnya ,mau mintak lagi kalian!? .Ibu masih punya banyak di tas ,kalau kalian mau ibu ambilkan. "Ucap enteng dosen itu .


"Eeett ,tidak tidak bu ,ini saja sudah cukup membuat kami kenyang ."Ucap Yani dengan senyum di paksakannya .


"Ta...."Ucap Riska yang langsung di putus oleh perkataan Yani .


Yani mendorong keluar paksa badan Riska ."Kami permisi bu ."Pamit Yani dengan senyumnya ,dan badan yang mendorong keluar kelas Riska .


Disaat sudah diluar kelas ."Sa..."Ucap Riska terhenti kembali ,karna Yani telanjur menyumpal mulut Riska dengan telapak tangannya dan menyeret paksa menjauhi kelas .


Meronta-ronta melepaskan dirinya dari Yani ,disaat sudah berhasil ."Aaa,Yani kau ini asin tau tangan kau ."

__ADS_1


"Oo benarkan!?".


"Iya ."Dengan raut wajah malas nya.


Mengangkat tangannya ,dan mengepalkan tangannya menghadap Riska dengan raut wajah marah ."Kau!!!, tadi hampir saja membuat kita mendapatkan tugas banyakkkkk beeegggooo!!".


Memanyungkan bibirnya ,dengan mengalihkan perhatian ketempat lain."Soal itu gue nggak tau ."Ucap enteng Riska .


Menghembuskan nafasnya dengan kasar ,lalu menarik tangan Riska dengan berlalu pergi ."Ayok kita cari tempat buat kerjakan soal ."Ajak Yani.


+++++++++++


+++++++


Tempat Dino .


Dino yang sudah dekat dengan pintu mobil Dyballa yang terbuka ,berkata."Saya akan pulang sendiri ."


"Eehh,tidak boleh!!.Saya sudah berjanji untuk mengantarkan kamu sampai dirumah kamu dengan selamat ."


Tanpa basah-basih lagi ,Byballa langsung menarik tangan Dino agar masuk kedalam mobil ."Sudah duduk saja,saya akan antar kamu pulang ."


Mesin mobil Dyballa pun mulai menyalah untuk meninggalkan pemakaman .


Dengan fokus menyetir ."Kau tinggal dimana?".


"Sumatra 36 ."Jawab Dino cuek .


"Kau menyewa apartemen disana?,atau membelinya?".


"Beli ."


"Oh."


"Oya ,nanti makanan itu kau bawa saja buat kau makan nanti .Tadi ibu saya sudah buatkan makanan spesial untuk kamu ,jadi tolong hargai pemberian ibuku ."


"Iya ."


Selang beberapa waktu kemudian mobil Dyballa sudah sampai didepan apartemen Dino .Dino yang sudah turun dengan membawa kota makan pemberian Dyballa."Terimakasih bantuannya ,jika baju ini sudah saya cuci saya akan antar kerumah kamu ."


"Eh,tidak usah .Anggap saja itu pemberian dari saya ,kamu simpan baik-baik saja baju itu ."Kata Dyballa .


"Saya pulang dulu ."Pamitnya berlalu pergi dengan mobilnya.


Setelah kepergian Dyballa ,Dino melangkah masuk kedalam apartemen miliknya. Disaat melewati pos penjagaan ,Dino disapa oleh satpam yang bisa diajak obrol oleh Lilu.


"Siang mas ."


"Dimana pacar mas?,ini kantung belanjaannya yang berisi sayuran sudah mulai busuk ."Dengan menunjuk kearah katung belanjaan yang berisi sayuran yang kemarin Lilu titipkan di pak Satpam.


"Dia sudah meninggal pak ."Ucap Dino.


"Lahh mas ini kalau bercanda ,nggak lucu mas .Masak iya ,pacar sendiri dibilang sudah mati ."Pak satpam yang tak percaya .


"Tohh,kemarin itu pacar mas sehat-sehat saja ko ."


Seketika satpam itu yang awalnya berkata dengan senyum-senyumnya seketika berubah menjadi hening .


Mengambil kantung sayuran itu ."Biar saya yang buang pak ."


Pak Satpam itu masih terpatung .Sampai berkata ."Maaf mas ,saya jadi buat mas sedih ."


Tersenyum tipis ."Saya naik dulu pak. "Pamit Dino berlalu pergi.


Sesampainya didalam kamar apartemen ,Dino menaruh kantung kecil berisi baju kotor miliknya dan kotak makan tadi diatas meja ruang tamu .Tanpa membuka isi kotak makanan itu,Dino langsung melangkah masuk kedalam kamar dan menghempaskan dirinya diatas tempat tidur .


Disaat sudah terbaring ,Dino mencium bau harum dari seprai tempat tidur miliknya yang pernah dicuci oleh Lilu ."Dia itu ,selalu tau aruma wangi apa yang saya suka ."Batin Dino dengan mata terpejam .


+++++++++++


++++++


Kembali KeRiska Dan Yani .


Riska yang sudah ada didalam ruang keluarga rumah Yani .


Berakkkkk......Riska yang membenturkan kepalanya keatas meja .


"Kurang keras Ris ."Ucap acuh Yani yang fokus dengan buku didepannya .


Dengan kepala yang masih tersandar diatas meja ,Riska memalingkan wajahnya menghadap Yani ."Ini benar-benar membuat otakku sakit ,aaahhhhh!!!!".


Linda yang baru datang keruang keluarga dengan membawa senapan cemilan dan minuman dingin .


Dengan menaruh diatas mejam ."Mari dimakan dulu ,biar rileks sebentar ."


"Tau aja dia kalau saya sedang setres ."Ujar Riska langsung mengambil salah satu camilan .


Mengerutkan keningnya ."Kenapa saya bisa punya sahabat seperti ini!?".Keluh Yani .


"Nyonya sedang mengerjakan tugas kampus apa?".Tanya Linda .


"Fisika ."


"Saya bisa sedikit Nyonya ,jika mau saya bisa bantu?".


"Ja...."Ucap Yani terputus dengan ucapan Riska .


"Boleh-boleh ,boleh sekalian malah .Udah Yan kan enak kamu ada yang bantuin mikir ."Ucap enteng Riska .


"TAPI YANG KULIAH ITU LU ,KENAPA LU SURUH TEMAN GUE BUAT KERJAKAN SOAL HUKUMAN KITA!!".Ucap Yani dengan tegas dan geram .


"Nyonya!!menganggap saya sebangai temannya ."Batin Linda tak terasa sedikit menitihkan air mata .


"Jadi majikan tuhh jangan galak-galak ,lihat tuhh dia sampai nagis ."Kata Riska yang masih fokus dengan camilannya .

__ADS_1


Melihat Linda ."Kenapa menangis Lin?".


"Ti-tidak ,tidak Nyonya saya kelilipan ."Kata Linda mengelap air mata nya .


"Sudah nyonya mari saya bantu ,sedikit-sedikit ."Kata Linda .


"Baiklah Lin ."


++++++++++++


++++++++


Ditempat Dyballa .


Merangkul ibunya dari belakang , yang sedang terduduk dikuria panjang di halaman belakang rumah.


"Byballa,sudah pulang!,gimana Dino suka dengan masakan ibu ?".


"Suka banget dong bu ,yang memasakkan ratu dapur ."Goda Dyballa yang masih merangkul ibunya .


Duduk disamping ibunya ."Ibu beneran tidak mau ikut Dy ke AS !?".


"Iya ,Dyballa .Ibu masih suka disini ,dan ada butik baju juga yang harus ibu urus. "Ibu dengan mengeluh telapak tangan putranya.


Sebenernya tadi pagi sebelum Dyballa kerumah sakit .Dyballa sempat berkata kepada ibunya ,kalau setelah empat puluh harinya Lilu ,Dyballa ingin mengajak ibunya pergi kerumah yang ada diAS ,akan tetapi ibunya menolak untuk ikut .Dan siang ini Dyballa kembali bertanya ,namun ibunya tetap menolak ikut .


"Tapi ibu sendiri disini ."


"Kan ada bibik dan pak supir Dy ,ibu tidak sendiri ."


"Eemm,Ibu benar-benar keras kepala ".Ucap kesal Dyballa .


"Nanti kalau ibu sudah memutuskan untuk ikut ,ibu akan telfon kamu untuk jemput ibu ."


"Iya ,kapan?".


"Saat ibu sudah putuskan ."


"Eemm,dahlah capek .Dy mau tidur siang dulu ."Ucap Dyballa beranjak pergi.


Fokus merajut kembali ."Dia mirip seperti ayahnya ."Batin ibu Dyballa .


+++++++++++++


++++++++


Ditempat Zuan & Zoan


Sudah hampir dua minggu Zoan dan Karin pacaran ,namun masih saja anak-anak laki-laki dari smk sebelah yang memusuhi Zoan yang hanya seorang anak dari kelas 1 Smp .


Zuan sendiri tetap fokus dengan tidurnya selama jam istirahat kelasnya .Dia sebenarnya sudah tau kalau adiknya sedang dimusuhi oleh senior kelas ,akan tetapi dirinya tetap bersikap layaknya tak perduli selama adiknya masih baik-baik saja .Zoan sendiri sudah pernah berpesan kepada kakaknya untuk tidak membantu dirinya, selagi dirinya masih mampu .


Kembali kecerita .


Zoan yang sedang berjalan bersamaan dengan Karin untuk mengantarkan Karin pulang kerumahnya .


"Zo."Seru Karin .


"Ada apa?".


"Ayahku bersikukuh ingin bertemu dengan kamu Zo ."Ucapnya sedikit menunduk perhatiannya .


Disaat yang bersamaan Zoan langsung menghentikan langkahnya ,dan diam terpaku .


Karin yang menyadari berjalan sendirian menghentikan langkahnya ,dan membalikkan badanya kebelakang dimana Zoan masih diam terpaku.


"Zo, kenapa diam?" .Tanya Karin menatap Zoan .


Mengalihkan perhatiannya kearah lain."Kalau kamu..."


Segera melangkah mendekat."Sudah ayo ,atau ayah kamu akan menunggu lama ."Ajak Zoan menarik tangan Karin.


++++++++


Dilain tempat Zuan yang baru sampai rumah ,berpapasan dengan Bundanya yang baru saja turun dari mobil taksi.


"Zu kenapa pulang sendiri ,dimana adik kamu ?".Tanya Bunda .


"Adik masih mengantar temannya pulang Bun ."Jawab Zuan membantu bundanya membawa barang belanjaan .


Selesai menurunkan semua barang belanjaannya ,bunda memberikan uang ongkos ke supir taksi tersebut .


Setelah supir taksi itu berlalu pergi ,Zuan membantu Bundanya membawa barang belanjaan kedalam rumah .


"Rumah pacar adik kamu, itu dimana Zu?".Tanya Bunda membuka kunci pintu rumah .


"Eh!!".Ujar Zuan seketika .Bunda menatap raut wajah putranya itu ,yang belum menjawab pertanyaannya .


"Umm ,di kampung Rambutan bun."Jelas Zuan .


"Kampungnya cukup jauh dari sini .Sebagai perempuan berani juga dia cari sekolah yang jauh dari jarak rumahnya ."Kata Bunda .


"Ibu jadi penasaran dengan pacar adik kamu ,kapan-kapan bilang ya ke adik kamu suruh ajak main kesini ."Lanjutnya melangkah masuk .


"Aa".Ujar Zuan dengan melangkah masuk kedalam rumah mengikuti langkah bundanya .


++++++++++


Ditempat Zuan


Zuan yang sudah sampai didepan rumah Karin ,mendadak menjadi gugup .


Karin yang masih cemas menyenggol lengan Zoan ."Zo kalau kamu takut, jangan dipaksakan ,Zo ."Ucapnya


"Tidak ,sudah ayo kamu panggil ayah kamu ."Kata Zoan melangkah lebih mendekat ke rumah Karin .

__ADS_1


Disaat sudah di teras rumah Zoan dipersilahkan oleh Karin untuk duduk terlebih dahulu dikuris yang tersedia didepan teras rumah .


Sementara itu Karin melangkah masuk kedalam rumah untuk memanggil ayahnya .


__ADS_2