
Di dalam kamarnya ,Yani mencoba menghubungi Edi .Sampai akhirnya panggilan telfon itu tersambung dengan Edi .
*Hallo nyonya ada apa?".
*Bisa kita bertemu ,ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan kamu."
"Eh kenapa nyonya ingin bertemu dengan saya ,eeeehh semoga saja dia tidak memukulku kembali seperti dulu."Batin Edi berdekup ngeri memikirkan yang pernah dia alami.
*Edi, bisa kita bertemu?".
*Oh bisa nyonya ,bisa."
*Jam 8 malam temui saya di taman kota dekat dengan kolam ikan.Dan satu lagi ,jangan beritahu Kiki kalau kamu bertemu dengan saya ."
*Baik nyonya ."
Panggilan berakhir.
Selesai menutup telfon ,Yani langsung menaruh ponselnya di atas tempat tidur .Yani mendekati koper yang ia bawa ,lalu membuka isi koper itu untuk mengambil beberapa buku yang ia bawa tadi .
Dengan membawa beberapa buku ,Yani menuruni anak tangga untuk melangkah ke ruang keluarga .
Setibanya di ruang keluarga Yani memberikan buku itu kepada adik pertamanya Zuan ."Ini buka pesanan kamu."
Menerima buku itu ."Terimakasih kak ,sudah membelikannya ."Kata Zuan tersenyum tipis .
"Sama-sama."Balas Yani dengan duduk di samping ayahnya .
"Ayah sedang cuti kerja?".
"Iya ,tapi besok ayah sudah kembali bekerja lagi."Kata Ayah Yani .
Melihat buku-buku yang sedang dilihat oleh kak Zuan ."Kak ,buat apa buku-buku itu?".Tanya Zoan .
"Dibaca."Jawab singkat Zuan .
"Zu coba kamu sedikit tidak bersikap dingin dengan adikmu sendiri ."Sarah Ayah .
"Kakak sangat dingin sekali ,bukan dengan saya saja tapi dengan semua orang ."
"Menurut ku ,Zuan tidak dingin ."Saut Zuan dengan wajah datarnya .
Menepuk keningnya sendiri ."Lihat wajah kakak, sangat dingin!! dan datar".Ucap Zoan .
++++++++++
Di tempat Edi
Sesaat setelah mendapatkan panggilan telfon dari istri bosnya ,Edi di hampiri oleh Kiki yang baru sampai di ruang kerja pribadi Edi.
"Edi,apakah sudah kamu temukan di mana tempat tinggal Tika ?".Tanya Kiki yang sudah di ruang kerja pribadi Edi .
"Sudah bos ,saya juga sudah menyuruh orang kepercayaan saya untuk memastikan bahwa itu benar-benar ke diam mbak Tika ."Jelas Edi .
"Ikut saya ke ruangan pribadi saya."Ajak Kiki berlalu pergi untuk ruang kerja pribadibya .Kiki mengajak Edi ke dalam ruangan pribadinya ,untuk bermaksud agar tidak ada karyawan kerjanyanya yang mendengarkan pembicaraan mereka .
Sesudah di ruang pribadi Kiki ,Kiki yang sudah duduk di sova yang ada di ruang pribadinya."Tika sudah memfitnah saya kalau saya sudah menghamili dirinya .Dia juga sudah memberitahu istri saya ,dan menunjukkan sebuah bukti foto,yang menurut saya .Saya tidak pernah foto bersama dia."Cerita Kiki .
"Mungkin foto itu palsu bos ,saya akan cari tahu kejelasannya ."
"Saya juga berpikir seperti itu ,saya harap kau segera mendapatkan bukti fotonya .Saya tidak ingin istri saya salah faham lagi dengan saya ."
"Baik bos ."
"Kamu juga harus hati-hati karna dia adalah wanita licik dan bermain berbuat apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan ."
"Iya bos."
"Saya permisi dulu ,saya akan menemui orang kepercayaan saya terlebih dahulu ."
"Iya."
Edi pun berlalu pergi dari ruang pribadi Kiki .Setelah kepergian sekertarisnya,Kiki yang tidak bisa berdiam diri mencoba memutar otak kembali untuk mencari cara menyelesaikan masalahnya .
++++++++++++
Di sisi lain Edi sudah dalam perjalan pulang untuk menemui orang kepercayaannya yang sudah menunggunya di rumah miliknya .
Sesaat setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya sampailah Edi di kediaman miliknya .Edi yang sudah memarkirkan mobilnya di depan rumahnya ,langsung beranjak turun. Setibanya di dalam rumah, Edi yang sudah di tunggu oleh orang kepercayaannya yang tidak lain adalah Dino .
Edi yang sudah duduk di sova ruang tamu ."Bagaimana ,apakah itu benar rumah milik Mbak Tika ?".
"Iya ,itu kediaman milik mbak Tika ,mas Edi ."
"Saya ada satu tugas lagi untuk kamu,dan tugas ini jangan sampai ada yang mengetahui ataupun bocor ke orang lain ."Jelas Edi .
"Saya ingin kamu mengikuti sahabat bos saya, yang sedang berlibur di Bali .Karna saya sedikit curiga dengan dia ada hubungannya dengan masalah ini .Saya juga sudah siapkan kamu tiket pesawat untuk terbang hari ini juga .Dan seperti yang saya bilang di awal tadi ,jangan sampai ada yang tahu kamu mengikutinya ,juga langsung beritahu saya jika ke curigan saya benar ."
"Baik mas Edi ,saya akan pastikan saya segera mendapatkan yang mas Edi inginkan ."
__ADS_1
"Baiklah ,kamu bisa bersiap sekarang juga ,dan ini tiket pesawat ke Bali yang berangkat jam 10 malam nanti ."Edi yang sudah beranjak dari tempat duduknya untuk memberikan tiket pesawat itu kepada Dino .
Dino yang juga sudah beranjak dari tempat duduknya pun menerima tiket pesawat pemberian bosnya itu .Selesai menerima tiket pesawat ,Dino berpamitan untuk berlalu pergi.
Setelah kepergian orang kepercayaannya ,Edi mengambil ponsel miliknya yang ada di saku jasnya untuk menghubungi bosnya .
*Hallo bos ,saya ingin memberitahu kalau nomer rumah 1442 yang ada di jalan nangka benar rumah mbak Tika ."
*Iya,saya akan pastikan ke sana."
Panggilan berakhir .
"Tapi....Iya sudah di matikan ."Ujar Edi yang mendengar nada panggilan yang terputus.
"Lebih baik saya tidak memberitahu bos dulu tentang kecurigaan saya kepada sahabatnya ,sampai saya ada bukti bahwa kecurigaan saya benar."Gumam Edi .
Melihat jam tangan yang melikar di pergelangan tangan kirinya ."Hampir lupa ,saya sudah ada janji untuk bertemu dengan nyonya Yani malam ini di taman ."Edi yang langsung mempercepat langkahnya untuk kembali masuk kedalam mobilnya dan segera berangkat ke tempat pertemuan .
+++++++++++
Sementara itu Kiki yang sedang fokus menyetir ,melajukan kecepatan mobilnya dengan kecepatan yang melebih kecepatan normal mobil pada umumnya .Hingga sampailah Kiki di depan rumah mewah yang bernuansa perak yang mendominasi warna rumah mewah itu.
Kiki beranjak turun dari dalam mobilnya dengan raut wajah yang sangat dingin menatap penjaga rumah yang sedang berjaga di sana .Kiki terus melangkah masuk tanpa memperdulikan larangan dari beberapa penjaga rumah yang mengejar nya untuk menghentikan langkahnya .Namun Kiki yang kesal ,langsung saja melayangkan pukulan keras di beberapa penjaga rumah yang mencoba menghalangi langkahnya sampai penjaga rumah itu tersungkur .
Sampai seorang wanita dengan beberapa penjaga yang mengikutinya dari belakang langkah mendekati Kiki ,dan berhenti tepat didepan Kiki .
Kiki yang awalnya bergulat dengan penjaga rumah langsung menghentikan aktivitasnya dan menatap lurus ke depan.
Penjaga-penjaga rumah yang awalnya menyerang Kiki pun ikut berhenti atas perintah kode dari wanita itu .
Wanita itu tersenyum miring melihat sedikit luka lebam di wajah Kiki ."Tidak ku sangka kamu secepat ini mengunjungi calon anakmu."
Dengan wajah tanpa ukiran senyuman Kiki membalas."Anak siapa itu?".Kiki dengan suara berat dinginnya.
"Tentu ini anak kamu."Jawab Enteng wanita itu yang tidak lain adalah Tika matan kekasih Kiki di masa lalu .
Dengan langkah santai Kiki mendekati Tika,dan tanpa berkata Kiki langsung mencengkram rahang Tika ."Dia anak siapa?".Tanya Kiki membentak dengan tatap dinginnya.
Tika yang sudah mendapatkan cengkraman rahang yang kuat dari Kiki ,justru tersenyum tipis kepada Kiki yang menatapnya dingin .
Kiki melepas kasar cengkramannya ."Saya tidak akan pernah menikah dengan wanita licik seperti mu."
"Dan jangan pernah ganggu pernikahan saya".Lanjutnya dengan membentak.
"Terserah kamu ,walaupun kamu tidak mau pada akhirnya kamu akan tetap menjadi milik saya ."Kata Tika dengan ekspresi wajah santai nya.
Tersenyum miring."Hem!!Tidak akan terjadi, karna saya akan mempersulit semua keinginan kamu,dan tidak akan pernah ku biarkan kamu menyentuh istri saya."Ucap Kiki tanpa melihat Tika ,lalu berlalu pergi dari sana .
Menatap kepergian Kiki."Semua rencana saya tidak akan gagal semudah itu,Kiki."Dengan senyum sinisnya .
++++++++++
Lain tempat Edi yang sudah bertemu dengan nyonya Yani di kolam ikan yang ada di salah satu taman kota yang lumayan jauh dari keramaian orang-orang.
"Kamu pasti sudah tahu tentang tuduhan yang diberikan Tika untuk suami saya ."Kata Yani dengan perhatian lurus melihat tenangnya air kolam ikan .
"Saya sudah tahu semuanya."
"Foto yang diperlihatkan Tika kepada saya sangat terlihat asli ."Kata Yani .
"Tapi saya tidak semudah itu percaya kepadanya .Dan ,saya mintak kamu kesini untuk membantu saya mencari kejelasan sebenarnya Tika hamil anak siapa ."
"Soal kehamilan mbak Tika saya sudah suruh orang untuk menyelidikinya ,nyonya .Saya pastikan secepatnya saya akan mendapatkan bukti kebenarannya ."
"Terimakasih sudah membantu Edi ,jika suatu saat kamu ada masalah dan jika saya bisa saya akan membantu kamu ."
"Ini sudah tugas saya nyonya ."
Yani tersenyum tipis ."Saya permisi dulu ,selamat malam ."
"Saya akan menunggu kabar baik dari mu."Dengan berlalu pergi meninggalkan Edi yag masih berdiri di tepih kolam ikan .
Baru beberapa saat kepergian nyonya Yani ,Edi sudah mendapatkan panggilan telfon dari Kiki.
Edi segera mengangkat panggilan telfon dari bosnya itu .Selesai menutup panggilan telfon,Edi langsung berlalu pergi dari sana .
++++++++++
Sementara itu Yani yang sudah sampai dirumah ,langsung melangkah naik ke kamarnya .Yani mengambil koper yang tadi sore ia bawa ,ia membuka koper itu lalu memasukkan beberapa pakaian yang sudah ia siapkan untuk ia bawa .
Selesai berkemas ,Yani membaringkan badan letihnya di atas tempat tidurnya .Cukup lama dengan ia memperhatikan langit-langit kamar tidurnya ,sampai suara ketukan pintu membuyarkan semua nya.
Yani bangkit dari tempat tidurnya ,untuk membuka pintu kamar tidur .
Di luar kamar sudah ada ayah Yani yang sudah menunggu pintu kamar tidur putrinya terbuka .Setelah sudah terbuka ."Makan malam dulu Yan ,sudah di buatkan makanan kesukaan kamu oleh bunda ."
"Eh ,baiklah Yah ."Balas setuju Yani .
__ADS_1
Yani dan Ayahnya pun melangkah turun bersama ,untuk bergabung ke meja makan yang sudah di tunggu oleh bunda ,dan kedua adik kembar Yani .
Sesaat setelah selesai makan malam ,yang awalnya hening ayah tiba-tiba membuka suara ."Hubungan kamu dan suami kamu baik-baik saja kan?".
"Eh!".Yani dengan menatap binggung ke arah ayahnya .
"Ayah tidak boleh tahu dengan masalah ini ."Batin Yani yang langsung berkata ."Semua baik Yah ,hanya saja beberapa bulan ini Kiki sedikit sibuk dengan pekerjaannya .Tapi ayah tenang saja kami masih sering mengobrol , walau cuma sebentar ."
"Syukurlah kalau begitu. "
Bunda yang sedang sibuk menyuci piring."Ayah terlalu cemas dengan yang sedang di pikiran beberapa hari ini Yan ,jadi sudahlah jangan terlalu di pikiran pertanyaan ayah kamu tadi ."Saut Bunda .
Bangkit dari tempat duduknya. "Benar ,mungkin ayah saja yang terlalu dalam terbawah rasa kekhawatiran dengan kamu ."
"Ayah akan istirahat dulu ,besok ayah sudah mulai bekerja ."Sambungnya berlalu pergi.
Menatap kepergian ayahnya sekilas ,lalu berkata ."Kalau gitu Yani juga mau istirahat bun,besok pagi-pagi sekali Yani harus pulang bun ."
"Selamat malam ."
"Um,malam bun ."
Zuan dan Zoan yang sembaring tadi masih di meja makan ,yang memperhatikan tingkah aneh ayahnya .Zoan pun angkat bicara."Ayah kenapa bun?".
Bunda yang sudah selesai cuci piring ."Tidak papa ,ayah kalian hanya kelelahan saja .Sudah kalian cepat berbesih diri lalu pergi tidur besok masih sekolah ."
"Baik bun."Balas Zoan .
++++++++++++++++
+++++++++++
Pagi harinya .
Pagi-pagi sekali Yani sudah rapi dengan pakaian yang ia kenakan .Yani melangkah turun tangga dengan menarik koper yang sudah berisi beberapa bajunya .
Bunda yang melihat putrinya ingin pergi ."Kamu jadi pulang sekarang?".
"Iy bun ,Yani juga sudah suruh supir rumah buat jemput Yani ."
"Kalau gitu hati-hati dijalan ,dan jaga kesehatan jangan sampai sakit .Bunda juga titip salam buat suami kamu ."
Mencium punggung tangan bunda ."Iya bun siap semuanya .Yani titip salam buat ayah ,Yani pulang tapi tidak berpamitan dulu dengan ayah ."
"Nanti bunda sampaikan ke ayah ."
Yani menganggukkan kepalanya lalu berlalu pergi dari rumah orang tuannya .Diluar rumah Yani langsung naik kedalam mobil ,dengan supir pribadinya yang juga menyusul masuk kedalam setelah selesai memasukkan koper Yani kedalam bagasi mobil .
+++++++
Di jalanan pagi yang masih sunyi dari ramainya orang-orang beraktivitas ,mobil yang di naiki Yani melaju dengan santai melewatinya .Sampai sesaat kemudian sampailah mobil yang di naik Yani diperangan rumah suaminya .
Yani beranjak turun dengan tenang ,dan melangkah masuk kedalam dengan menarik koper yang ia bawa .
Setibanya di dalam Yani tidak langsung naik ke lantai atas kamar tidurnya ,namun ia melangkah menunju dapur .Setibanya di dapur Yani mulai bersiap untuk membuat sarapan pagi untuk suaminya .
"Dapur ini masih sama seperti kemarin ,sudah ku duga Kiki pasti tidak makan malam kemarin malam ."Gumam Yani dengan fokus membuat sarapan pagi .
Satu jam berlalu akhirnya masak yang di buat Yani telah selesai ,dan sudah tertata rapi di atas meja makan .
"Hem enaknya!".Ucapnya tersenyum manis ."Saatnya membangun Kiki ."Sambungnya melangkah mendekati kopernya lalu menariknya berlalu pergi dari dapur.
Setibanya di depan kamar tidur,Yani membuka pintu kamar tidur dengan berlahan lalu melangkah masuk dengan berlahan agar tidak membangun suaminya yang masih tertidur pulas .
Yani menaruh kopernya di samping meja riyas ,lalu ia melangkah mendekati tempat tidur dimana suaminya masih tertidur pulas. Yani berjongkok di samping tempat tidur dengan memperhatikan wajah polos suaminya yang masih terlelap dalam mimpi .
Yani tersenyum melihat wajah polos itu ."Ki bangun sudah pagi ,Kiki bangun ,Ki.!!"Dengan menggoyang-goyang pipi suaminya dengan jarinya .
Dengan mata sayup-sayup khas orang bangun tidur ,Kiki membuka matanya ."Yani!!".Serunya melebarkan matanya secara sempurna.
Bangkit dari tempat jongkoknya ."Mandi Ki. sarapan sudah jadi .Jika tidak segara di makan akan dingin dan jadi tidak enak ."Kata Yani.
Berlalu pergi melangkah masuk kedalam kamar mandi ."Saya akan siapkan pakaian kerja untuk kamu ."
"Jadi cepat mandi dan bersiap."Sambunya sebelum benar-benar masuk kedalam kamar mandi.
Kiki segera bangkit dari tempat tidur lalu menyusul istrinya masuk kedalam kamar mandi .Di dalam kamar mandi Kiki yang melihat istrinya masih memilih pakaian kerja untuknya ."Yan kamu tidak marah dengan saya?".
Yani yang fokus melihat-lihat baju kemeja ."Tidak ,kenapa harus marah tanpa sebab."
"Tapi ......."
"Sudah cepat mandi ,dan cepat turun untuk sarapan .Kamu juga harus mengantar saya berangkat ke kampus kan ."Saut Yani memutuskan perkataan suaminya .
Yani pun berlalu pergi meninggalkan suaminya yang masih terdiam mematung .Setelah kepergian istrinya Kiki segera bersiap-siap membersihkan dirinya agar segera bisa menyusul istrinya yang sudah berlalu pergi.
__ADS_1
++++++++++++