Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.

Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.
Eps.42 Wisuda


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Yani sudah sibuk memilih gaun putih mana yang harus ia kenakan.


"Aggghhh ,kenapa gue selalu bingung kalau memilih pakaian cewek ."Dengus kesal Yani dengan pandangan memperhatikan dua gaun putih didepannya .


Tiba-tiba."Kenapa Yan?".Tanya Kiki berdiri di pintu masuk kamar mandi .


Yani yang terkejut langsung menengok ke sumber suara dengan melotot kan matanya.


Melangkah mendekat dan mendorong pelan kening istrinya dengan jari telunjuknya ."Malah melotot ."Ucapnya .


"Iiihh apaan sihh ,dorong-dorong ."Dengus kesal Yani mengelus keningnya.


Kiki dengan mengabaikan dengus kesal istrinya ,ia melangkah melewati istrinya.Kiki mengambil gaun berwarna putih dengan bawahan yang tak terlalu panjang .


"Ambil ini ".Kata Kiki ."Gaun ini lebih simpel dan tak akan menyusahkan kamu kalau berjalan ."Sambungnya.


"Tapi ...."Ucap Yani terputus .


"Sudah cantik Yani ,coba kamu pakai dulu kalau jelek kamu boleh marah i saya."Kata Kiki .


"Baiklah ."Kata Yani ."Yaudah kamu keluar ."Sambungnya.


"Ummmm."ujar Kiki .


"Keluar Kiki."Suruh Yani mendorong tubuh suaminya keluar kamar mandi .


Setelah berhasil mengeluarkan suaminya Yani mulai memakai gaun yang di pilihkan suaminya .


Diluar kamar mandi ,ada raut wajah yang sangat kesal berdiri disamping pintu kamar mandi yang tertutup rapat .


Kiki sangat kesal, karna apa ?,karna hal tidak jelas yang sedang terlintas dalam pikirannya.Hehehhh:Ups


Beberapa menit kemudian Yani keluar dengan gaun putih yang dipilihkan oleh suaminya.


Kiki sedikit membulatkan bola mata hitamnya memperhatikan istrinya yang terlihat anggun dengan gaun berwarna putih yang istrinya kenakan .


"Dahh cocok Yan ,cantik ."Ucap Kiki dengan melangkah mendekat .


Melangkah semakin mendekat dan mendekat ,Kiki sedikit membukukan badannya mendekatkan wajahnya ke wajah imut dihadapannya .Semakin dekat sampai dirinya dapat merasakan hembusan nafas istrinya .


Jantung Yani berdebar-debar tak tentu arah ,membuatnya melotot kan bola mata hitamnya menatap wajah tampan dan manis dihadapannya dengan bola mata yang terbuka lebar.


Sampai bibir mereka pun bertemu ,Kiki mencium bibir istrinya dengan lembut dan memainkan lebih dalam lagi . Kiki mendorong Yani dengan pelan, sampai membentur dinding dibelakangnya .


Hingga akhirnya Kiki mengakhiri ciuman panjang itu,ia memperhatikan wajah memerah istrinya ."Manis."Ucapnya lembut.


Lalu mengangkat tangannya dan mendorong pelan kening Yani dengan jarinya ."Cepat dandan ,aku akan ganti baju ."Katanya melangkah pergi .


Dengan memperhatikan suaminya yang melangkah masuk ke dalam kamar mandi ,Yani masih tersandar di dinding dengan jantung yang masih berdebar tak beraturan .


"Dia tadi ,dia tadi astaga ."Gumam Yani ."Ahhhhh!!!.Kiki kau kurang aja ,kau mencium ku ."Ujar Yani kesal .


Dengan tak ingin memikirkan hal itu lagi ,Yani segera melangkah kemeja riasnya .Ia terduduk didepan meja riasnya dan mulai memoles wajahnya dengan mek up .


Beberapa jam kemudian Kiki keluar dari dalam kamar mandi dengan setelan jas hitam yang ia kenakan .


Melihat suaminya ."Tampan ."Ucapnya lirih Namun terdengar jelas oleh Kiki ,"Sudah beres Yan ?".Tanya Kiki membuyarkan lamunan istrinya yang sembaring tadi memperhatikan dirinya .


"Sudah ,cantik tidak saya pakai gaun ini ?".Tanya Yani beranjak dari tempat duduknya .


"Biasa saja"Ucap Kiki sedikit menggoda .


"Ehh!!! gitu ya ."Ujar Yani ketus ."Yaudah ayok berangkat."Ajaknya .


Merangkul pundak istrinya ."Kamu itu imut bukan cantik Yang ."Kata Kiki .


Mereka berdua melangkah turun tangga rumah bersama .


 


 


Ditempat Riska .


Disepanjang jalan mobil Riska terus saja mengeluh dengan gaun yang ia kenakan .


"Mamah gaunnya tidak enak ,adek tidak suka mahh gerahh."Dengus risih Riska .


"Ya ampun adek abang ,norak ."Sindir Adi .


"Bisa diem nggak ,coba abang diposisi aku gerah banget bang ."Ujar kesal Riska .


"Abang cowok dek mana pernah coba pakai gaun ."Kata Abi .


"Auah ,mah pah ."Adu Riska .


"Sudah diam dek ,lagian gaun kamu kan pendek masak masih gerah dek ."Kata mamah .


"Iya dek coba biasakan jadi cewek untuk hari ini saja ."Saut papah yang fokus menyetir mobil .


"Hemm."Dengus Riska .


 


 


Beberapa jam kemudian mobil yang di kendari keluarga Riska sampailah di parkiran sekolah .


Disaat Riska turun dari dalam mobil ,ia berpapasan dengan mobil Ayah Yani yang baru sampai .


"Fatur, wahh wahh sudah sama tidak bertemu ."Ucap Ayah Riska memeluk ayah Yani .Ayah Yani menerima pelukan itu dengan senang hati .


"Wahh ini pasti Abi ,sudah ganteng sekarang ."Kata Ibu Yani .


"Iya dong tante ."Ujar Abi .


"Tante Yani tidak ikut kalian ?".Tanya Riska .

__ADS_1


"Yani diantar sama Nak Kiki ."Jawab Ibu Yani .


Kedua keluar itu pun melangkah masuk kedalam ruangan dimana tempat wisuda diadakan .


"Mbak Arum makin cantik saja ."Ucap Ibu Riska .


"Biasa aja Mbak ,cantikan juga anda Mbak."Kata Ibu Yani .


"Ehh Mbak Rini ."Ujar Ibu Riska .


"Kalian sudah lama tidak ketemuan makin cantik-cantik kalian ."Kata Ibu Zen .


"Makin tua Mbak."Ucap Ibu Yani .


"Zen gantengnya ."Ucap ibu Riska .


"Makasih tante ."Kata Zen mengalihkan pandangan ketempat lain .


Berbisik ke ibunya ."Zen pergi dulu bu ."Pamit Zen .


Zen melangkah menghampiri Riska yang sedang berdengus kesal dengan gaunnya sendiri .


"Abang ".Panggil Riska kepada kakaknya sembaring tadi masih berdiri disamping .


Menengok ."Kenapa lagi dik ?".Tanya Abi.


"Tuker baju bang ,abang pakai baju aku ,aku pakai baju abang ."Kata Riska.


"Iya, tidak ,tidak ,kau itu bertahan sebentar saja masak tidak bisa dik ."Kata Abi menolak .


"Hy ada apa ini ?".Saut Zen yang baru datang .


"Ini pacar ..."Ucap Abi langsung terhenti karna mulutnya dibungkam Riska dengan telapak tangannya .


"Bukan apa apa Zen."Saut Riska dengan tangannya yang masih membuka mulut abangnya .


"Yaudah ."Kata Zen ."Tidak masuk Ris, kak?".Tanya Zen .


"Dari pada disini mending abang duluan masuk ."Kata Abi melangkah pergi meninggalkan mereka.


 


Mobil Kiki masuk kedalam pekarangan sekolah .


Namun Yani tak kunjung keluar dari dalam mobil .Yani tak ingin turu dari dalam mobil ,karna tak ingin suaminya ikut turun.


Kenapa? ,iya karna Yani tak ingin suaminya dilihat oleh teman-teman Yani.Alasan tidak masuk akal bukan .


Bagaimana tidak masuk akal ,kalau Yani sebenarnya posesif dengan suaminya .


Tetap terdiam."Pokoknya aku tidak akan turun ,kalau kamu ikut turun ."Kata Yani ngambek .


Menjijikkan alisnya."Baiklah aku tidak ikut turun."Kata Kiki .


"Benar ya awas ikut keluar ."Ujar acam Yani .


"Itu, kamu itu terlalu tampan ,dan diluar banyak cewek-cewek ganjen .Jadi jangan ikut keluar ."Kata Yani dengan jujurnya .


"Ooo, posesif ."Ujar Kiki .


"Ehh!! bukan ,aku hanya takut kamu ilang ."Ucap Yani dengan raut wajah memerah .


Mendekat mendorong pelan kening Yani. "Yaudah cepat keluar ,lihat sudah ada Riska dan Zen di sana ."Kata Kiki .


"Okeh pak bos."Kata Yani beranjak keluar dari dalam mobil .


Kiki kembali menyalahkan mesin mobilnya ,mengundurkan mobilnya untuk berbelok dan meninggalkan pekarangan sekolah istrinya .


Setelah kepergian mobil suaminya Yani mendekat ke Riska dan Zen yang asik mengobrol.


"Imut kau Yan ."Ujar Zen .


"Iya lahh gue gitu ."Ujar Yani .


Ditengah-tengah percakapan mereka ,Lilu dan Ardi yang baru sampai menghampiri mereka .


Ikut bergabung mengobrol ,dan beberapa saat kemudian disusul dengan Yusi yang baru sampai dengan orang tuanya .


"Yusi kesana duluan mah Yah. Kalian masuk saja dulu."Kata Yusi dengan sopan kepada orang tuanya.


"Iya putri ayah ".Jawab ayah .


Yusi melangkah menghampiri teman-temannya .


"Wahh sudah lengkap ya ,sudah lama juga kita tidak kumpul gini ."Ujar Ardi .


"Kalau gitu masuk yuk".Ajak Yani kepada teman-temannya .


Mereka pun bersama-sama masuk kedalam ruang wisuda .


Beberapa menit kemudian acara wisuda dimulai .Dengan pembukaan yang dimulai , dengan pertunjukan adik-adik kelas yang menyanyikan lagu kebangsaan NKRI ,tarian daerah dlll .


Ditengah-tengah pemberian kartu kelulusan .Hingga tibalah Zen dipanggil keatas panggung .Zen yang masuk satu besar tingkat kota hasil rapotnya ,naik ke atas panggung dengan gugupnya .


Kenapa gugup?.Karna Zen sudah menduganya ,kalau dirinya pasti akan disuruh sedikit pidato didepan teman-teman dan wali murid yang hadir .


Zen sangat tidak suka itu ,iya kalian tau kan Zen sangat malas bicara panjang lebar .


Jadi Zen hanya mengucapkan dua paragraf ,dalam pidato singkatan nya.Sedikit singkat sihh, namun cukup berkesan menurutnya .


Sampai tibalah yang di tunggu-tunggu ,Yaitu selesainya acara wisuda.


Yani menghampiri orang tuanya ."Bun Yah nanti pulang saja duluan ,nanti Yani dijemput sama Kiki. "Kata Yani .


"Yaudah bunda sama ayah pulang duluan ,titip salam buat suami kamu. "Kata Bunda .


"Hari ini putri ayah sangat cantik sekali ,ayah jadi gemes ."Ujar Ayah mengelus pipi putrinya."Ayah duluan ya ,titip salam buat suami kamu putri ayah yang comell."Sambung ayah .

__ADS_1


Setelah kepergian orang tuanya .Yani melangkah keluar ,ditengah-tengah langkahnya ,ia melihat suaminya sudah berjalan mendekati dirinya .


Seketika itu juga Yani langsung menghentikan langkahnya .Sementara itu Kiki tetap melangkah menghampiri istrinya tampan memperdulikan tatapan mata yang sembaring tadi memperhatikannya dengan rasa kagum .


"Ayuk pulang ,malah diam ."Ajak Kiki menarik tangan istrinya .


Yani yang terkejut melotot kan matanya lebar-lebar menatap punggung suaminya yang berjalan didepannya dengan menarik tangannya .


Disisi lain


"Wahh enak bunda di gandeng pangeran ."


"Lihat bunda sudah punya papa ."


"Wahhh imut dan tampan ."


Ujar para teman kelas Yani .


Sesampainya didepan mobil .Yani langsung melepas genggaman tangan suaminya.


"Hii kamu sudah saya bilang jangan keluar kenapa harus keluar ."Ujar Yani kesal ."Kamu nunggu sayanya didalam mobil saja Kiki ."Sambungnya.


"Tadi maunya gitu ,tapi ada ayah dan bunda masak saya tidak keluar menyapa mereka ."Kata Kiki .


"Terus kamu keluar ."Ujar Yani .


"Iya ,terus disuruh nyusul kamu .Yaudah nurut aja ."Kata Kiki dengan raut wajah biasa saja menatap istrinya yang sudah berkobar seperti api membara .



"Cepat masuk ,ayo pulang ."Ujar Yani ketus masuk kedalam mobil .


Kiki ikut masuk kedalam mobil ,duduk di kursi pengemudi dan mulai menyalahkan mesin mobilnya .


Beberapa jam kemudian sampailah mobil Kiki di rumah ,namun Kiki tak ikut turun karna dirinya harus segera kembali kekantor .Karna rapat akan segera dimulai .


 


 


Ditempat Zen dan Riska .


Setelah acara wisuda selesai Zen langsung menarik tangan Riska keluar dari ruangan wisuda .


Zen menarik tangan Riska pergi ke taman sekolah .Sampai terduduk lah mereka berdua disalah satu kursi di taman sekolah.


Menatap Riska dengan raut wajah yang sulit diartikan .


Merasa sikap Zen yang sedikit aneh ."Ada apa Zen ?".Tanya Riska memecah keheningan .


"Tak ada apa-apa ."Jawabnya singkat mengalihkan pandangan ketempat lain .


"Kamu akan lanjut kuliah dimana ?".Tanya Zen.


"Di universitas sini-sini aja ."Kata Riska ."Mungkin sama seperti Lilu"Sambungnya .


"Ummm,kamu jaga diri baik-baik Ris .Saya akan berangkat besok ."Kata Zen.


"H! ."Ujar Riska .


"Sesuai dengan kesepakatan kita ,jika di tahun baru ke empat saya tak datang menemui kamu di taman kota ,sampai waktu pesta kembang api selesai ."Kata Zen ."Saya mohon setelah itu jangan menunggu saya lagi ."Sambungnya .


Mengalihkan perhatian ketempat lain dengan menahan air matanya agar tidak keluar .


Melihat Zen kembali ."Okeh ,saya setuju ."Kata Riska dengan disusul oleh senyumnya .


"Maaf Ris, jika keputusan ini akan menyakiti hati kamu ."Ucap Zen .


"Ehh tidak ko Zen ,ini emang sudah biasa kan, terjadi pada hubungan cinta ."Kata Riska .


Beranjak dari tempat duduknya ."Ayo saya antar pulang ."kata Zen .


Menganggukkan kepalanya ,dengan beranjak dari tempat duduknya .


Ditengah langkahnya ."Zen, boleh tidak besok saya antar kamu ke bandara ?".Tanya Riska dengan menundukkan kepalanya .


Menghentikan langkahnya ,karna Zen yang berhenti mendadak membuat Riska bertabrakan dengan dada bidang Zen .


"Aduhh."Ujar Riska .


"Hati-hati kalau jalan Ris ."Ujar Zen .Merangkul pundak Riska ."Boleh ko ,datang saja besok ke rumah ."Sambungnya .


"Okeh ,saya kan datang tepat waktu."Kata Riska yang disusul dengan senyum manisnya .


.


.


.


.


.


Foto Yani ,cocok tidak menurut kalian.



Foto Lilu .



foto Riska



foto Yusi

__ADS_1



__ADS_2