Kembali Ke Masa SMA

Kembali Ke Masa SMA
39. Sepertinya Dia Tahu


__ADS_3

Ih, nih orang blak-blakan amat. Nggak ada malunya ngomong gitu ke cowok? (Abu).


Jemari Abu tak mampu mengetikkan apa pun untuk membalas. Dia merasa asing dengan seorang perempuan yang melakukan flirting kepada lelaki lebih dulu.



***


SMA Pioneer


Istirahat kedua


Madya mengajak Asa ke gudang sekolah untuk menceritakan peristiwa-peristiwa yang dialaminya.


"Kok kayaknya di Zul curiga sama aku ya? Dari kemarin dia ngikutin aku terus."


"Bisa aja. Kan kamu pernah bilang kalau kamu papasan sama dia waktu kamu datengin Daniel. Dia takut kamu buka mulut."


"Aku musti gimana dong?"


Tiba-tiba terdengar langkah seseorang mendekati mereka. Orang itu adalah Zulfikar, orang yang sedang mereka bicarakan. Madya mengalihkan pembicaraan.


"Kemarin aku di rumah Abu, dia ngajarin aku Laendler karena aku nggak bisa sama sekali," kata Madya, gugup.


Asa berusaha menanggapi dengan se-natural mungkin. "Oh ya? Ya ampun dia baik banget."


Zulfikar melewati mereka kemudian menuju toilet yang berada di dekat gudang tersebut.

__ADS_1


"Ayo kita pergi!" bisik Madya.


"Jangan pergi, malah nanti dia jadi tahu kalau kita beneran ngomongin dia."


Atas saran Asa, mereka berdua tetap bertahan di dekat gudang agar Zulfikar tak curiga. Lelaki itu membuka pintu setelah selesai menggunakan toilet karena untuk apa berlama-lama di tempat pembuangan itu, tidak berfaedah dan berbau tidak enak.


Pemuda itu keluar sembari memandang tajam ke arah dua gadis SMA yang sedang ngerumpi di depan gudang. Dengan gugup dua gadis itu terus membicarakan Abu sebagai pengalih perhatian.


"Ja-jadi kamu bakal ke rumah Abu tiap hari?"


"Iya. Oh iya, kemarin dia juga baik banget bantuin aku kerjain tugas sosiologi."


"Jadi sekarang udah selesai tugasnya? Selamat deh kamu," kata Asa sembari melirik Zulfikar.


Lelaki itu melewati mereka berdua dengan gerakan lambat. Sepertinya orang yang sedang dihindari malah sengaja bergerak dengan slow motion. Mendapat sorotan tajam dari Zulfikar, Asa dan Madya semakin salah tingkah.


"Aku juga ketemu mamanya kemarin. Orangnya baik banget."


Ini kenapa malah lembat bener sih jalannya. (Madya).


Buruan napa, bikin gugup aja. Kan jadi kebelet pipis. (Asa).


Akhirnya setelah beberapa detik, lelaki bengal itu berlalu juga. Dua gadis yang sedang berada di sana merasakan kelegaan luar biasa. Mereka bernapas lega meski tidak sepenuhnya lega karena bau yang tidak begitu wangi di dekat toilet.


"Eh, kamu betulan di rumah Abu?" Asa penasaran.


"Iya, aku seneng banget tahu nggak! Soalnya dulu aku bahkan nggak pernah ngobrol sama sekali sama dia."

__ADS_1


"Jadi ini nggak terjadi di dunia satunya?"


Madya menggeleng.


"Iiiiih pasti kamu seneng banget deh!"


"Iya, eh, kok kita malah ngomongin ini sih? Si itu gimana? Ada ide nggak?"


"Nggak ada. Eh kamu dansa sama Abu di rumah dia, romantis banget."


"Hoy hoy hoy!" kata Madya sembari menjentikkan jari 3 kali di depan wajah Asa. Dia kesal sahabatnya itu malah fokus dengan perkara Abu.


"Maaf, hehe. Habisnya kisah cinta lebih menggoda. Menurut aku, si Z emang udah tahu kalau kamu lagi cari bukti. Ngapain dia pakai toilet ini? Kan lebih enak pakai toilet depan."


"Iya juga ya. Kalau gitu aku harus cepet sebelum aku juga jadi sasaran. Atau aku berhenti cari bukti terus dibiarin sesuai sejarah?"


Untuk pertanyaan ini, Asa tak dapat memberikan saran apa pun. Dia hanya terdiam sembari memandangi Madya, menunggu sahabatnya itu memutuskan sendiri.


"Lebih enak ngobrol sama kamu 18 tahun yang akan datang, As. Sama kamu yang sekarang susah diajak mikir."


"Heh! Ya udah sana balik lagi ke masa depan!"


"Eh jangan ngambek lagi dong, idih kamu lucu deh."


Kalau bisa, aku juga mau balik ke masa depan. Tapi di sini enak sih bisa ngerasain deket sama crush yang dulu cuma bisa aku tonton dari jauh. (Madya).


Tanpa sadar, Madya mengembangkan senyum di bibirnya. Dia mengingat dansanya dengan Abu. Dia juga mengingat SMS-nya kepada Abu kemarin sore meski sampai sekarang tidak dibalas. []

__ADS_1


Bersambung ....



__ADS_2