
Sebelum lanjut ke bab berikutnya yang insyaAllah akan diupload nanti siang, yuk ceki novel ini:
...Judul: SEBUAH HATI...
...author: ASIRE...
...status: 56 episode TAMAT...
[cuplikan]
"Jadi Putri benar benar putri kandung ku?" Tanya Indah masih tidak percaya. Saat ia meraba perutnya. Hasil buah karya tim medis, sisa sisa peninggalan operasi Secar. "Benarkah ini tanda dari bekas operasi melahirkan Putri?" Tanya nya masih dengan sedikit keraguan.
"Iya honey. Lihatlah aku masih menyimpan foto foto saat dirimu operasi Secar. Masih tersimpan rapi di dalam folder pribadiku. Ada kata sandinya. Hanya aku yang bisa melihat dan membuka folder ini." Ucap Arya sembari memperlihatkan beberapa foto koleksinya.
"Aku ibu yang payah, yang ga bisa menjaga dan melindungi putri kecilku. Aku ibu yang tak bertanggung jawab yang telah menelantarkan putrinya selama 8 tahun lamanya. Aku ibu yang.... "
"Tenang honey, kau tak seperti itu. Takdir dan keadaanlah yang membuatnya jadi begini." Ucap Arya menghentikan aksi kedua tangan Indah yang memukul mukul dadanya sendiri.
__ADS_1
"Aku ibu yang jahat Arya. Wajarlah jika Allah menghukumku dengan cara memisahkanku dari buah hatiku." Ucapnya sembari berlinangan air mata di netra indahnya.
"Tidak kamu tidak jahat, jangan menyalahkan dirimu sendiri." Arya merengkuh tubuh sang istri dalam pelukkannya mencoba menenangkan sang istri yang down.
"Lalu aku harus di bilang ibu yang baik begitu, karena telah menyia nyiakan putrinya, selama delapan tahun lamanya." Ucapnya sembari menatap netra elang sang suami.
"Pada saat kau siuman dari komamu, kau tak mengingat apapun tentang pernikahan siri kita.
Kau seolah lupa. Apa karna benturan di kepalamu sehingga kau mengalami amnesia.
Tidak semua ingatanmu hilang. Hanya saja ingatanmu mundur sebelum kits menikah.
"Maafkan aku, karena telah menjaukan mu dari putri kecil kita. Maafkan aku. Aku tak mau kehilangan dirimu. Namun takdir berkata lain, putrimu lah yang akhirnya menemukan mu. Ikatan ibu dan anak sungguh sangat kuat jalinannya, tak bisa diputuskan oleh manusia." Ucap Arya kembali.
"Mungkin ini adalah hukuman yang diberikan oleh Allah kepada ku, karena aku telah berbohong kepada orang tuaku tentang pernikahan siri kita. Sehingga ingatanku hilang sebagian dan itu pun hanya ingatan tentang pernikahan siri kita. Hilangnya ingatan ini mengakibatkan aku jauh dari putri kecilku. Aku berdosa Arya, sungguh aku sangat berdosa. Berdosa kepada Ayah dan ibu karena telah menyembunyikan prihal pernikahan kita. Aku berdosa Arya.." Ucap Indah dengan tertunduk, menyesali perbuatannya yang dahulu, menikah tanpa memberitahu orangtuanya. Padahal ayahnya memberikan kepercayaan yang penuh kepadanya malah ia bohongi dengan menikah siri dengan Arya. "Seharusnya aku jujur berbicara kepada ayah. Ayah pasti mengizinkan kita, untuk menikah. Ayah hanya melarangku pacaran. Tapi tidak dengan menikah. Hanya saja aku yang terlalu takut untuk berbicara lebih jujur kepada ayah. Sekarang aku harus bagaimana, ayah telah pergi meninggalkanku untuk selamanya?" Tanyanya kepada sang suami dengan berlinang air mata.
"Tenang honey. Perbanyaklah istighfar, shalat fardhu lima waktu. Kirimkan alfatihah dan doa terindah buat ayah. Insya Allah ayah akan tenang di sana honey."
"Aku anak yang durhaka Arya."
__ADS_1
" Tidak, tidak sayang kau bukan anak yang durhaka. Kau hanya mencoba melindungi dirimu agar tidak berbuat dosa. Kau menerima tawaran kawin lari dariku untuk mencegah supaya kita tidak melakukan Zina. Tanggung jawab orang tua berakhir saat anak nya telah menikah. Dan kau telah membebaskan tanggung jawab itu. Dan tanggujawab itu telah beralih kepadaku sejak pertama ijab kabul pertama kita, dan sahnya kau jadi milikku. Semenjak hari itu pula semua tanggungjawab terhadap dirimu dunia akhirat aku yang menanggungnya. Jadi jangan katakan kau anak durhaka. Jadilah istri yang solehah dan ibu yang baik buat anak anak kita. Perbanyaklah amal ibadahmu. Insya Allah dengan hal ini akan membuat ayahmu bahagia di sana." Ucap Arya mencoba menenangkan sang istri.
Indah diam beberapa saat mencoba menyelami semua perkataan Arya. Selang beberapa waktu ia kembali berucap.
"Mengapa selama delapan tahun kau tidak mencoba menemuiku Arya Kusuma." Ucap Indah melerai pelukkannya dan menatap ke dalam netra elamg sang suami.
"Aku tak berani untuk menemui mu langsung dan aku tak berani untuk mengatakan kebenaranya kepadamu. Karena aku takut kehilangan dirimu untuk selamanya. Karena pada saat aku menemui kedua orang tuaku yang mengalami kecelakaan mereka berdua ternyata telah menghembuskan nafas terakhir mereka sebelum aku dapat menemui mereka." Ucap Arya, buliran kristal bening meluncur dengan indahnya dari netra elangnya. Indah memeluk raga tegap itu kembali. "Aku prustasi saat itu kedua orang tuaku meninggal mendadak. Kamu orang yang kucintai mengalami amnesia dan tak bisa mengingat tentang kita. Jika kau mencoba mengingatnya maka akan membahayakan dirimu, kau akan meninggalkanku seperti kedua orang tuaku, aku tak mau hal itu terjadi. Biarlah aku yang pergi dan membawa putri kita. Tapi aku tak pernah lepas tangan akan keselamatanmu walaupun aku jauh darimu, namun aku telah mengutus beberapa anak buahku untuk menjagamu, melindungimu, mengawasi setiap gerak gerikmu selama delapan tahun ini. Mereka setiap jam setiap menit harus memberikan laporan tentang dirimu kepadaku." Ucap Arya kembali menjelaskan panjang lebar.
"Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Maafkan aku suamiku, karena tak mengetahui perihal kedua orang tuamu." Ucap Indah menunduk.
"Tak apa apa honey, semua telah terjadi. Aku sadar dan maklum kau juga waktu itu memerlukan perhatian yang khusus."
"Terima kasih suamiku kau telah mengerti dan memaklumi akan keadaanku. Sekarang kita pulang ya... Ya... Ya...." Ucap Indah dengan puppy eyes diwajahnya yang masih terlihat sembab.
"Kau baru saja sadar dari pingsanmu honey, aku tak ingin terjadi apa apa lagi menyangkut kesehatanmu." Ucap Arya tegas.
"Dalam koma ku. Dan di antara setengah sadarku. Aku mendengar ada yang berjanji akan membawaku segera pulang kalo aku membuka mataku." Ucap Indah.
BACA SELENGKAPNYA DI NOVEL 'SEBUAH HATI'😘😘😘
__ADS_1