
Iya juga sih. Eh, mau ditipu bocah kecil ini. Mana bisa?! (Pak Polisi).
"Begini, konsepnya nggak gitu. Yang bertanggung jawab pada sebuah kendaraan itu adalah yang mengendarai, termasuk bertanggung jawab terhadap penumpang. Saudara kan sudah tahu yang dibonceng tidak memakai helm, kenapa tetap dibawa? Apalagi di jalan raya, berbahaya sekali."
"Saya tadi juga sudah mengingatkannya, Pak. Tapi ini teman saya dan dia bilang ada urusan darurat," jelas Raihan kepada polisi itu. "Mad, bantuin napa? Katanya kamu punya urusan darurat."
Madya menangis. Suaranya semakin lama semakin keras. Dua laki-laki beda usia di hadapannya saling berpandang, bingung. Raihan Abu mengangkat bahu tanda tak mengerti apa yang terjadi pada temannya itu.
"Tenangin dulu temannya itu!" titah sang polisi.
"Mad, tenang! Nanti ongkos tilangnya aku yang bayar kok. Ini cuma ditilang, bukan akhir dunia." Raihan Abu menenangkan Madya.
Suara Madya semakin keras. Dia meraung membuat dua laki-laki di hadapannya tambah kebingungan. Orang-orang yang lewat pun geleng-geleng.
Seseorang dengan motor melambatkan laju kemudian berteriak, "Pak, jangan gitu sama rakyat kecil! Kalau salah ya dihukum, jangan disakiti hatinya," katanya sembari berlalu.
Elah, susah bener kerja. (Pak Polisi).
"Mad, tenang sih! Kamu kenapa?" tanya Raihan Abu.
"Nenek saya meninggal, Pak! Saya kepaksa bonceng tanpa helm karena nggak sempet nyari pinjeman."
"Jangan bohong lho! Apalagi bohong tentang nenek sendiri, nanti kualat." Polisi itu tidak percaya begitu saja dengan keterangan Madya.
"Astaga, Pak! Mana berani saya berbohong tentang nenek saya. Apa perlu saya bawa surat kematian nenek saya ke hadapan Bapak biar Bapak tahu saya nggak bohong. Oke, saya akan datang ke kantor polisi besok bawa surat kematian nenek, sama bawa wartawan biar dipublikasi dan semua orang tahu kalau Bapak tidak berperasaan. Dan semoga semua ini kembali ke Bapak ya, suatu saat nenek atau ibu Bapak meninggal, Bapak ditilang juga!"
Mendengar itu, polisi itu bergidik ngeri. Dia takut terkena karma. Dia pun dengan amat terpaksa melepaskan pemuda dan pemudi di hadapannya.
__ADS_1
"Ya sudah, kali ini saya lepaskan. Tapi kalau tidak ada keadaan darurat, tidak boleh seperti ini! Dan kalian tetap tidak boleh jalan di jalan raya besar karena tetap sangat berbahaya. Ambil jalur dalam."
"Baik, Pak. Terima kasih banyak," kata Raihan Abu. "Ayo, Mad, naik!"
Madya menyeka air mata di pipi kemudian memberi hormat kepada polisi tanpa berkata apa pun. Dia hanya memperdengarkan isak tangis yang tersisa.
Polisi itu memandang kepergian Madya dan Raihan Abu dengan tatapan nanar sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kemudian dia meraih ponsel dengan buru-buru untuk menghubungi seseorang.
📞"Halo, Kang. Ibu lagi apa? Sehat, kan?"
📞"Sehat. Kenapa kok tiba-tiba nelpon? Biasanya 6 bulan sekali nelpon. Ini belum waktunya."
📞"Nggak apa-apa, Kang. Sekarang aku usahakan nelpon tiap hari, lagi nggak sibuk kok. Tolong kasih HP-nya ke Ibu!"
📞"Halo, ada apa, Le?"
📞"Iya, iya."
~
Hati Raihan Abu teriris mendengar Madya yang kehilangan neneknya. Seperti polisi yang tiba-tiba teringat ibunya, Raihan juga teringat ibu dan neneknya.
"Kamu mau dianter ke mana, Mad?"
"Ke rumahku."
__ADS_1
"Nggak langsung ke rumah nenekmu aja?"
"Enggak. Nenekku tinggal bareng sama aku kok."
Oh. Waktu aku ke rumahnya kok nggak lihat ya? Mungkin lagi di belakang. (Raihan Abu).
"Lhoh, Mad, kok nggak ada tenda atau bendera putih? Sepi juga nggak ada tetangga. Kamu bohong soal nenekmu meninggal?!" tuduh Raihan.
"Aku nggak bohong kok, nenekku emang meninggal, tahun 98. Makasih banget tumpangannya ya, dadaaa ...." []
Bersambung ....
***
Sebelum lanjut, yuk intip novel ini:
...TRULY MADLY LOVE...
...(author: Triple 1)...
Hubungan jarak jauh tidaklah mudah. Apalagi jika keadaan yang sangat memaksa membuat mereka terpaksa menjalaninya.
Walaupun Lily lebih muda tujuh tahun dari Zack Alexander. Lily dapat membuktikan bahwa dia dapat bertahan dengan ketulusan cintanya.
Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat dalam menjalani hubungan jarak jauh. Pada tahun kelima, Zack menghilang. Lily kehilangan kontak dan semua akses terhadap Zack.
Dua tahun kemudian, mereka bertemu kembali. Namun, Zack telah memiliki keluarga kecil.
__ADS_1
Akankah Lily menyerah tanpa menuntut penjelasan Zack?