Kembali Ke Masa SMA

Kembali Ke Masa SMA
62. Jalan Buntu


__ADS_3

Semua yang ada di ruangan itu terkejut, tapi tak memberikan respon apa-apa. Entah sanggahan atau persetujuan tak keluar dari mulut seorang pun di sana.


Mereka telah penat dengan keadaan ini dan menemui jalan buntu. Beberapa saat tak ada suara, Zulfikar, guru BK dan ibu Zulfikar keluar dari ruang bangsal.


Madya dan Asa tak sempat bersembunyi, jarak waktu yang singkat tak mengizinkan mereka pergi dari sana. Andai mereka The Flash, berlari beberapa detik sudah mencapai beberapa kilometer.


Mereka hanya sempat berbalik dan berdiri menghadap ke tembok. Zulfikar, ibunya dan guru BK berjalan melewati dua gadis yang masih berseragam SMA itu. Namun, tak satu pun dari mereka bertiga yang menyadari kehadiran dua gadis yang sedang memunggungi mereka.


Saat mereka telah jauh di lorong rumah sakit itu, Madya menghempaskan napas lega.


"Fyuh, hebat kita nggak kelihatan, As."


"Mungkin selain kembali ke masa lalu, kamu juga punya ilmu menghilang kali, Mad."


"As, As, kalau bener gitu, ya cuma aku yang nggak kelihatan. Kamu pasti kelihatan lah."


~


Bangsal VIP Melati


Bu Selly mempersilakan tamu berikutnya yaitu Madya dan Asa yang datang tak diundang, pulang tak diantar. Ibunda Daniel masih dalam mode sedih.


Dia tak bisa membohongi dirinya sendiri untuk bersikap manis terhadap kedua teman putranya.


"Maaf ya, Tante lagi nggak enak hati."


"Iya, Tante. Kami tahu kok. Kami kan dari tadi ngup--"


Madya segera menendang kaki sahabatnya yang keceplosan itu.


"Ngup-- apa?" tanya Bu Selly.


"Ngupil, Tante. Ahahah, temen saya ini emang agak jorok," terang Madya.


"Oh iya, ngomong-ngomong terima kasih banget, Nak Asa, berkat kamu kami bisa nemuin siapa pelaku pemukulan Daniel."

__ADS_1


"Iya, Tante, sama-sama," jawab Asa malu-malu.


Sedangkan Madya melirik sahabatnya itu dengan jengah.


Ternyata kamu vangke juga ya. Ngakunya kamu yang perjuangin foto itu?! Itu kan aku yang ngambil, aku juga yang inisiatif datengin Pak Asrul. (Madya).


"As, kamu nggak lupa sesuatu?" tanya Madya sembari menunjuk dirinya sendiri.


"Oh iya, Tante. Madya mau tahu keadaan Daniel. Kapan bisa masuk sekolah lagi?" tanya Asa.


"Kalian bisa lihat sendiri keadaan Daniel. Sebentar lagi dia boleh pulag, tapi harus istirahat dulu di rumah."


Beneran vangke nih sohib kovet! (Madya).


Madya dan Asa melihat ke arah Daniel. Lelaki tampan yang wajahnya sedang bopeng di sana sini itu membuang wajahnya ke arah berlawanan.


Ditatap oleh lawan jenis membuatnya salah tingkah. Lelaki itu memang tak begitu narsis. Pemuda lain yang sedang dipandang oleh lawan jenis biasanya akan beraksi memperlihatkan kelebihan.


Banyak yang kemudian tersenyum semanis mungkin, tiba-tiba menjadi stand up komedian, bahkan ada yang memperlihatkan otot lengan atau perut kotak-kotak mereka.


"Nanti kalau Daniel sudah sembuh, dia mau Tante pindahkan ke SMA Vincitore."


"Lhoh eh, tapi kan pelakunya lebih cepet ketahuan, Tante."


"Tiap hari pasti Tante waswas kalau Daniel sekolah. Kecuali kalau si Zulfikar itu dipenjara atau dikeluarkan, baru Tante bisa tenang Daniel tetep sekolah di SMA Pioneer."


~


Koridor rumah sakit


Madya dan Asa berjalan lambat keluar dari rumah sakit itu.


"Berarti misi kita berikutnya adalah gimana caranya Zulfikar dipenjara atau dikeluarin dari sekolah," kata Asa.


"As, kalau dia dipenjara otomatis juga keluar dari sekolah."

__ADS_1


"Emang iya? Nggak bisa sekolah lagi gitu?"


"Ehm ...." Tiba-tiba Madya bingung sendiri. "Nggak tahu juga sih. Waktu masuk SMA kita nggak diminta surat kelakuan baik dari kepolisian. Itu cuma buat yang mau daftar ASN."


"Apaan tuh?"


"Aparatur sipil negara. PNS maksudnya, pembantu negeri sipil." (Jangan protes lho, di negeri wakanda, PNS kepanjangannya itu).


Asa mengangguk-angguk karena tak begitu mengerti. Entah mengapa begitu, padahal jika tak mengerti seharusnya menggeleng.


"Mungkin ada beberapa sejarah yang emang nggak bisa diubah, As. Mungkin Daniel emang harus pindah."


"Nggak bisa gitu!"


"Kok ngegas amat sih, As?"


"Maksudnya, kamu capek-capek perjalanan dari masa depan ke sini itu harus bisa mengubah sesuatu. Kalau nggak, sia-sia dong."


Kata-kata Asa membuat Madya berpikir ulang. Dia menengadah memandangi langit, menunggu burung lewat. Barangkali burung itu tiba-tiba berbicara kepadanya memberi petunjuk, atau malah memberikan 'produk' kental terbaiknya ke wajah Madya. []


Bersambung ....


***


Madya bakal gimana selanjutnya, peep?


Simak ini dulu yuk:


...DOKTER MISTERIUS VS MAFIA KEJAM...


...(Anisyah S)...


Kecelakaan pesawat membuat Vitalia mengalami hilang ingatan (amnesia), yang pada akhirnya Ia bertemu dengan keluarga barunya, mereka mengira bahwa Vitalia adalah Putrinya yang telah lama menghilang, karena wajahnya yang mirip dengan Putrinya.


Bagaimanakah Vitalia akan menjalani hidup bersama keluarga barunya??, lalu apakah Vitalia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya dan bertemu dengan musuhnya semasa kuliah di Oxford University untuk membalaskan dendamnya yang tak berujung??

__ADS_1



__ADS_2