Kembali Ke Masa SMA

Kembali Ke Masa SMA
68. Dua Bodyguard


__ADS_3

Perhatian Asa kini sedikit fokus kepada Madya bukan karena ingin tahu tapi karena tidak enak.


"Ceritain gimana dia bisa sesial itu jadian sama kamu."


Madya melirik sahabatnya dengan jengah. "Dia beruntung dapet aku! Habis latihan debat terus tiba-tiba aja dia minta aku jadi pacarnya."


"Oh ...."


"Kamu kenapa sih? Kasih tahu dong!" Madya penasaran dengan sikap Asa yang akhir-akhir ini berubah.


Bukan perubahan ke arah negatif seperti jutek atau sinis, tapi dia lebih sering tersenyum-senyum sendiri. Tak turut bahagia, Madya malah merasa ngeri.


Seseorang tersenyum tanpa sebab yang jelas berarti dia ....


"Kamu perlu periksa ke psikiater juga kayaknya nih."


"Nggak ngaca, Mad? Kamu aja senyam-senyum gitu."


"Aku kan jelas sebabnya."


Perdebatan tak berujung ini hanya akan membuat Madya menginap sembari terus bertanya, sedangkan Asa akan terus menolak menjawab. Sebelum Madya harus menginap betulan, dia berpamitan.


Madya keluar dari rumah Asa dengan masih membawa rasa penasaran terhadap sahabatnya yang sekarang main rahasia-rahasiaan itu. Di depan rumah Asa, Raihan Abu sudah menunggu di luar.


Gadis yang masih berseragam putih+biru muda (sorry ye, dari dulu Mbah Author lihat bawahan seragam SMA itu biru muda bukan abu-abu. Mungkin Simbah agak buta warna) itu merasa bahagia dijemput sang pujaan hati.


Itu bukan karena Raihan Abu pengertian, tapi karena Madya mengancamnya melalui SMS. Madya terpana melihat sang kekasih mengenakan baju serba hitam seperti akan melayat. Atau dia siap dengan zargon iklan shampo jaman dulu 'pakai hitam, siapa takut?'


"Ayo naik, nanti kesorean. Udah jam 5.15," kata Raihan sembari mengulurkan helm ciduk untuk Madya. Dia tidak ingin dikejar polisi lagi.


Madya naik ke boncengan motor di belakang Raihan Abu. Lelaki itu melajukan motor bebeknya. Madya memandangi punggung Raihan. Gatal sekali tangannya ingin melingkarkan tangan ke pinggang lelaki di depannya.

__ADS_1


Kira-kira bakal marah nggak kalau aku tiba-tiba peluk. (Madya).


Tangannya pun mendahului otak karena otak selalu penuh pertimbangan yang kepanjangan, sedangkan tangan Madya agak nggrathil. (nggrathil\=suka iseng).


Ajaib, pemuda berkaos hitam itu sama sekali tidak marah. Dia malah terlihat bahagia.


~


Depan rumah Madya


Bu Sriyani mengelus perutnya yang masih rata sembari mondar-mandir menanti putrinya yang belum juga pulang. Pak Wira dan Eka pun turut menemani. Tak lama, Raihan dan Madya muncul membuat trio yang sedang khawatir itu geram.


Ditambah tangan Madya yang melingkar di pinggang Raihan, Pak Wira melotot.


"Udah jam berapa ini? Kenapa baru pulang?" tanya Pak Wira.


Madya melihat jam tangannya. "Jam 5.30, Pak."


Pak Wira dan Eka menatap Raihan seperti hendak menelannya. Raihan pun sedikit takut. Baru 2 hari jadian dia sudah harus menghadapi 2 bodyguard pacarnya, bagaimana hari ketiga? Apakah 3 bodyguard?


"Saya Raihan, Pak."


"Ibu inget kan sama Raihan yang kemarin ke sini latihan dan ---"


"Sssttt ... kamu sama Ibu masuk aja sana! Ini urusan lelaki."


Glek. Handphone mana handphone, SOS. Siapa pun tolongin aku. (Raihan Abu).


Ibu dan Madya masuk ke dalam rumah meninggalkan 3 lelaki di teras rumah. Pak Wira dan Eka duduk di kursi. Raihan pun turut duduk di sana.


"Eh, ngapain duduk di situ?" tanya Pak Wira.

__ADS_1


Raihan langsung berdiri kembali. "Maaf, Pak."


"Lhoh, ngapain berdiri lagi? Saya kan cuma nanya. Ayo silakan duduk, di kursi yang itu saja, yang kamu dudukin tadi udah agak rusak."


Lelaki yang sekarang sedang nervous itu pun duduk di kursi yang katanya tidak rusak. Padahal kursinya rusak semua hanya saja yang tadi adalah yang paling parah.


Pak Wira menarik napas dan memulai interogasinya. "Kenapa tadi Madya peluk-peluk kamu?"


"Coba Bapak tanya langsung ke Madya, Pak. Kan dia yang peluk saya."


"Iya juga ya. Eh kamu juga saya tanya dong, dipeluk diem-diem aja malah kelihatannya seneng gitu."


Bersambung ....


***


advertisement


...PANDAWA (PESONA JANDA ANAK DUA)...


...(Neng Syantik)...


Zivanya, Janda muda beranak dua. Yang menjadi idaman setiap kaum Adam. Dari kalangan Berondong, Duda, bahkan sampai suami orang.


Wajah cantik, juga penampilan sexy dan menggodanya itu, kerap kali mengundang bencana dalam rumah tangga orang lain. Meski begitu, ia sama sekali tidak pernah berniat untuk menggoda pria. Hanya saja, sikap ramahnya dan murah senyum, membuat banyak pria terpesona dan membuat para istri dari pria yang sudah menikah itu memandang rendah dan benci padanya.


Awalnya, Zivanya tidak pernah ambil pusing dengan semua hinaan dan cacian para ibu-ibu yang ada di lingkungannya. Tapi semua itu berubah, setelah ia dan tunangannya putus. Tunangannya memutuskan hubungan dengan alasan yang tidak jelas, tunangannya mengatakan bahwa, ia adalah Janda genit dan juga sering menggoda pria. Dari situlah Zivanya berubah, ia benar-benar merubah hidupnya. Hinaan dan juga tuduhan yang di lontarkan padanya, benar-bebar ia wujudkan dan lalukan.


Bagaimana kisahnya? (Pesona Janda Anak Dua)


__ADS_1


__ADS_2