
Kemudian Madya keluar dari kafe tersebut dan dimulailah ritual ceplok telur busuk. Belum puas melumuri Madya dengan telur yang baunya sudah luar biasa bikin muntah, Yeni dan kawan-kawan menyiramkan tepung terigu yang tak kalah dahsyat aromanya.
Terigu itu adalah terigu simpanan entah sudah berapa tahun tidak digunakan sehingga telah berjamur dan berulat. Empat orang yang telah menyiksa Madya kemudian beramah-tamah dan tertawa-tawa seperti mereka sedang mengerjai sahabat yang sedang berulang tahun.
Mereka menyanyikan lagu Happy Birthday untuk melengkapi acting canggih mereka. Seluruh pengunjung kafe tak ada yang curiga. Belum sampai di situ, Yeni mendekati kasir kemudian mengumumkan bahwa Madya mentraktir seluruh pengunjung kafe siang itu.
Sebelum pergi meninggalkan Madya yang menyedihkan, Yeni membisikkan sesuatu.
"Makanya, kalau nggak pinter minimal cakep kek. Atau kalau nggak cakep minimal pinter kek. Masak dua-duanya kamu embat semua, ya nggak cakep ya nggak pinter."
Setelah itu Yeni dan gengnya pergi. Madya masih terpaku dengan segala benda menjijikkan yang melumuri tubuhnya. Para pengunjung kafe banyak yang telah usai menyantap makanan sehingga mereka harus pergi.
Mereka melewati Madya sembari mengucapkan, "Selamat ulang tahun ya, Dik. Makasih banget traktirannya."
Mau tak mau Madya harus membayar tagihan para pengunjung yang telah terlanjur pergi tanpa membayar.
Hanya 1 orang yang kala itu memperhatikan Madya. Dia adalah seorang gadis muda seusia kuliah. Dia dapat membaca ekspresi ketidaksukaan Madya. Gadis muda itu memang berkuliah di jurusan psikologi sehingga memiliki kelebihan dalam membaca bahasa non verbal dan ekspresi mikro.
"Kamu nggak apa-apa?" tanya Kakak itu.
Tak ada jawaban dari Madya. Dia hanya terpaku. Detik berikutnya air mata Madya tumpah. Kakak itu membantu Madya membersihkan diri. Setelah Madya menceritakan kesialannya hari itu, kakak itu juga yang me-lobby kasir untuk membatalkan traktiran massal gratis.
Madya masih harus membayar tagihan beberapa customer yang telah terlanjur pergi dibantu oleh kakak cantik itu. Tak lama Eka menjemputnya.
__ADS_1
"Makasih banget udah bantuin adikku."
"Iya, sama-sama."
"Ehm ... saya Eka. Nanti saya ganti semua biaya traktiran palsu tadi."
"Saya Deolinda. Sebenernya nggak usah diganti nggak apa-apa kok ...."
"Nggak, utang uang tetep harus dibayar. Saya akan ganti semuanya. Saya minta nomer handphone-nya biar saya bisa kembaliin uangnya."
Tumben Eka baik, biasanya Madya utang 2.000 saja dia merengut. Namun, itu lah tanggung jawab seorang kakak meski nanti ujung-ujungnya sumber dana utama tetap minta pada Bu Sriyani dan Pak Wira. Bagaimana lagi, Eka belum bekerja.
Lamunan Madya terbuyarkan saat motor Eka memasuki gerbang rumah sakit. Segala putaran memori itu terhenti. Mata Madya tak hentinya mengeluarkan air mata.
Terngiang kembali di telinga Madya kata-kata menyakitkan yang dilontarkan oleh Yeni.
Makanya, kalau nggak pinter minimal cakep kek. Atau kalau nggak cakep minimal pinter kek. Masak dua-duanya kamu embat semua, ya nggak cakep ya nggak pinter.
Makanya, kalau nggak pinter minimal cakep kek. Atau kalau nggak cakep minimal pinter kek. Masak dua-duanya kamu embat semua, ya nggak cakep ya nggak pinter.
Kata-kata sadis dan menyakitkan itu yang membuat aku bertekad untuk belajar keras sampai aku nggak lagi ranking 30 tapi menempati 3 besar di kelas. (Madya).
"Madya," panggil Eka sembari menariknya memasuki rumah sakit. "Kenapa nangis kayak gini? Ibu nggak apa-apa kok, cuma ngeflek. Mudah-mudahan terus boleh pulang. Kamu jangan sedih."
__ADS_1
Eka memeluk Madya dan mengusap punggung adiknya, salah mengartikan segala tangisan Madya. Mendengar penuturan Eka, Madya semakin menangis karena dia baru menyadari bahwa ternyata bertambah satu hal lagi yang harus dia tangisi. Ibunya. []
Bersambung ....
***
Yuk kita ngobrol dikit tentang madeleine. Ini kalau di Google translate nggak ada ya, malah yang keluar roti😂.
Madeleine atau pemicu ingatan ini bisa berupa barang atau kejadian. Benda itu bisa aja kita punyai, bisa juga enggak (foto2 sih biasanya).
Kalau pengalaman simbah, yang paling bisa membangkitkan ingatan masa lalu adalah aroma😂. Dulu gonta ganti aroma cologne. Tiap ke toko dan cium-cium tuh cologne, otak langsung inget jaman pake aroma itu.
(yang simbah inget banget nih cologne merk Pucelle warna biru yang pas SMP simbah pake. Otomatis ingatan kembali ke masa-masa itu).
Kalau kalian, apa yang bisa membangkitkan memori?
NB: Ingatan manusia itu unik dan tidak semua terekam dengan baik apalagi sudah puluhan tahun. Tapi bisa saja ingatan itu kembali jika melihat/merasakan peristiwa tertentu.
Oleh karena itu, untuk memahami kebingungan Madya di awal dia masuk ke tahun 2004 membutuhkan pembaca minimal umur 18+10 untuk bisa memahami susahnya mengingat kejadian 18 tahun yang lalu. (atau paling perfect seumuran Madya atau lebih tua).
Pembaca muda yang masih segar banget ingatannya mungkin akan kehilangan 'feel' saat melihat Madya bingung mengingat nama temannya.
__ADS_1