Kembali Ke Masa SMA

Kembali Ke Masa SMA
78. Apakah Mereka?


__ADS_3

Belum sempat Madya bertanya lebih jauh, pintu rumah Daniel terbuka. Seorang wanita setengah baya keluar dengan senyum di wajahnya.


"Silakan masuk, Non Asa," kata wanita yang rambutnya digelung itu.


Model baju yang dipakai adalah kebaya kutu bercorak bunga-bunga dengan bawahan kain jarik. Vintage.


"Iya, Mbok Idah. Oh iya ini temen sekelas Daniel, namanya Madya."


Madya tambah melotot menyaksikan kedekatan Asa dengan asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Daniel.


"As ... As."


"Udah, ayo masuk dulu aja, nanti ngobrolnya."


Apa Asa sama Daniel ...? Tapi Daniel kan ... emang mereka bisa? Anu ini ... aaarrrggghhh. (Madya).


Madya mengikuti langkah Asa yang tampak tak canggung di rumah Daniel. Kecurigaannya menguat saat bertemu dengan lelaki tampan pendiam penghuni rumah yang sedang mereka kunjungi.


Asa dan Daniel saling melempar senyum kecil disertai pipi mereka yang sama-sama seperti habis ditampar.


Pipi tomat, apa mereka ...? (Madya).


Sembari mengamati interaksi kedua orang di hadapannya, Madya menarik kesimpulan dalam hati. Namun, meski dalam hati, ia tak berani secara gamblang mendeklarasikan sebuah kalimat utuh sebagai deduksinya.


Hanya author yang berani. (Udah jelas Asa dan Daniel saling suka, melek! Lagian dari mana Asa tahu kalau ibu Daniel udah lahiran, Mad?)


Bu Seli keluar dari kamar. Dengan sumringah dan senyum sangat lebar hingga khawatir bibirnya agak sobek, ia menyambut Asa dan Madya. Dia lebih dahulu memeluk Madya.

__ADS_1


Kok meluk aku? Apa dugaan yang tadi udah bisa dipatahkan? Kalau emang bener pacaran, harusnya ibunya meluk Asa, kan? Atau ibunya Daniel adalah cikal bakal mertua kejam? (Madya).


"Nak Madya, udah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga." Bu Seli melepas pelukannya. Ia kini memandangi Madya dengan wajah masih disemati senyum amat-amat lebar memperlihatkan deretan giginya yang rajin ia gosok 2 kali sehari (3 kali bila perlu).


"I-iya, Tante. Kami mau nengok adiknya Daniel. Oh iya, selamat udah tambah anggota keluarga baru, Tante," Madya mengulurkan sebuah bingkisan yang dia keluarkan dari tasnya.


Bingkisan itu dibeli patungan oleh Madya dan Asa dengan (tentu saja) Asa mengeluarkan uang lebih banyak. Madya bukan teman tak tahu diri, dia hanya agak kere.


"Iya, terima kasih banyak. Harusnya nggak perlu repot, kemarin Asa udah bawain bingkisan sama makanan juga."


Madya menoleh ke arah Asa. Gadis yang menjadi target pandangan Madya itu segera tersenyum nyengir.


"Ehm, dedeknya di mana, Tan?"


"Di dalem. Nanti aja! Sini, saya mau ngomong sebentar aja."


Bu Seli membawa Madya ke sebuah ruangan yang mungkin ruang ini yang dimaksud oleh Asa saat sebelum masuk, perpustakaan pribadi. Madya terbelalak melihat koleksi buku yang banyak dan tersusun sangat rapi.


Madya tersenyum lega. Tak semua di jaman ini kacau. Ada angin segar berhembus menjadi prestasi Madya menyukseskan misi berbuat baiknya. Pertama terungkapnya Zulfikar yang lebih cepat, kedua pengobatan Daniel yang bisa dilakukan dengan segera.


Penyakit Daniel memang akan lebih baik diketahui sejak dini. Penanganannya juga bisa lebih mudah ketimbang menunggu usia lelaki itu berkepala 3.


"Makanya, sekarang dia udah bisa dekat dengan Asa. Kami tadinya khawatir karena dia selalu diam kalau berhadapan sama Asa. Ternyata karena mereka saling suka. Asa juga bisa menerima Daniel yang kondisinya seperti itu. Dia nemenin Daniel terus apalagi waktu ngadepin hari-hari pertama sekolah di sekolah barunya. Asa ke sini terus sorenya buat kasih support Daniel."


What?! (Madya).


Madya teringat tingkah Asa yang selalu tersenyum sembari melihat ponsel, juga hobi barunya membaca komik seperti Daniel.

__ADS_1


Menyaksikan itu semua, suhu tangan Madya turun drastis. []


Bersambung ....


***


huhuhu😭😭😭


waaaaaa😭😭😭


huwaaaaa😭😭😭


beberapa episode (kurang lebih 10an)


habis itu simbah pamit dulu dari noveltoon


Terus terang, di noveltoon simbah hokinya kurang. Readers bisa lihat dari semua novel yang simbah posting di sini. Popnga gak ada yg mencapai 1 M. favnya gak ada yang seribu.


simbah akui performa update memang kurang baik.


simbah akan melanglang buana dulu ke platform lain. bila rejeki dan jodoh, kita akan bertemu lagi di karya baru. mungkin tidak di sini😭.


Kalau kangen simbah, jalan2 sini ke gunung merapi, karena simbah nggak di situ😂😂😂


Siapa tahu ada yang ingin baca karya simbah yang lain boleh lhoh:


- Hamil Tanpa Suami: Ini kisah cinta Lana dan Nathan yang adalah nakes di sebuah rumah sakit. Ada Dion dan Asa juga di situ yang lagi berjuang mendapatkan keturunan.

__ADS_1


- Emak Aku Pengen Kawin (ini kisah si Daniel sama istrinya. Bayangin aja Daniel yang cerdas tapi pendiem gimana dah uwik2nya sama bini😂😂. Jangan salah, garang dia😂).


- Simfoni Temaram Takdir (ini di pf gudnovel, kisah kendrik adik ipar Daniel).


__ADS_2