Kembali Ke Masa SMA

Kembali Ke Masa SMA
65. Aku Suka Kamu Suka


__ADS_3

"Ayo, udah ditunggu sama temen-temen!" Raihan Abu menunjuk sekumpulan siswa yang telah duduk dengan rapi.


Astaga! Udah pada kumpul semua? Kirain aku yang pertama nyampe sini, ternyata yang terakhir. (Madya).


Mereka memulai latihan debat. Madya menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan kebolehan di hadapan Raihan. Dia akan membuktikan bahwa dirinya baik dalam melakukan paling tidak 1 hal.


Dia sudah sangat kurang di mata Raihan gara-gara dansa Laendler-nya yang sangat payah. Namun, dia juga berterima kasih pada ketidakmampuannya karena berkat itu, dia bisa lebih dekat dengan Raihan.


Kini dia memiliki kesempatan dekat dengan sang pujaan hati dengan menunjukkan kehebatannya. Latihan debat itu diwarnai dengan kekaguman dari para siswa terhadap Madya. (Ya terang aja, dia udah S2).


~


Setelah latihan debat


Hampir semua siswa telah pergi dari perpustakaan entah untuk pulang atau akan main play station yang saat itu menjadi primadona hiburan anak-anak sekolah. Atau juga mereka nongkrong terlebih dahulu, Simbah Author tidak ingin pusing karena mereka banyak, bingung.


Madya masih duduk di kursi sembari memandangi halaman kosong pada buku di hadapannya.


Dulu aku ikutnya lomba sains deh, tapi bukan yang barengan debat ini tapi yang diadain apa ya lupa. Rokok Gudang Gula atau yang rokok Benang 65 ya? Waktu itu aku belum begitu bisa bahasa Inggris. Dulu aku suka dan bisa bahasa Inggris tapi masih kalah sama anak-anak club debat. Andai aku bisa dari dulu, aku deket sama Raihan lebih intens. Tapi, seandainya dulu aku dengan penampilan cupuku ikut club debat, Raihan bakal tertarik sama aku nggak ya? Sekarang aku udah cantik gini aja dia nggak tertarik sama aku. (Madya).


"Mad," panggil Raihan membuyarkan pikiran Madya yang sedang mengembara.


"Rai, kamu masih di sini? Kirain udah pulang."


Pemuda itu menggeleng. Dia kemudian duduk di samping Madya. Sikapnya tak ketus seperti biasanya.

__ADS_1


"Kamu mau jadi pacarku?"


"Hah?! Hoh?!"


"Seneng amat kamu sampai speechless gitu."


"Ehm ...." Madya memandang lurus ke depan, menerawang. Dia masih bingung dengan ucapan Raihan.


Mereka berdua terdiam hingga Raihan menguap karena bosan. Setelah 20 menit berlalu tanpa kata, Madya menatap Raihan yang matanya merah karena mengantuk itu.


"Kamu ngerjain aku?"


"Ngerjain apa?"


"Kamu ngomong gini karena tahu aku suka sama kamu terus kamu mau permaluin aku? Kalau aku bilang 'iya' kamu pasti mau bakal ngolok-olok aku!"


"Enggak!"


"Terus kenapa tiba-tiba kayak gini? Bukannya kemarin-kemarin kamu bilang nggak suka sama aku?"


Raihan memandangi kedua tangannya yang saling bertautan. Dia meraih tasnya kemudian berdiri.


"Aku nggak percaya ada orang yang nggak peka kayak kamu. Aku bawa kamu ke rumah cuma buat latihan Laendler. Aku datangin rumahmu waktu kamu sakit demi latihan terakhir biar ujian Laendler-mu bagus ...."


"Kan kamu bilang kalau kamu cuma mau bantu ngangkat nilaiku biar aku nggak rangking 30?!"

__ADS_1


"Aku tahu rangking kamu dari mana? Aku sampai nanya-nanya sana-sini. Aku juga anterin kamu pulang tanpa helm sampai dikejar polisi." Raihan mulai beranjak menjauh menuju pintu keluar.


"Rai," panggil Madya sembari berdiri. "Kamu beneran suka sama aku?"


Masih nanya lagi nih orang, nyesel udah nembak dia. Dah akh. (Raihan Abu).


"Rai! Tuh kan, kamu aja nggak niat ngomong gitu sama aku, nggak serius! Malah mau pergi segala!"


Raihan berbalik kemudian mendekati Madya. "Aku bukan nggak serius! Tapi kesel aja liat kamu nggak percaya."


"Rai, aku suka kamu emang dari dulu bahkan sebelum kamu kenal sama aku. Tapi kamu baru kenal sama aku waktu di ruang workshop."


"Ya terus, masalahnya di mana? Kenapa malah jadi ribet? Bukannya yang penting sekarang kita saling suka?" []


Bersambung ....


***


Jadian nggak? jadian nggak? jadian nggak?😂😂


***


advertisement


...PENJARA CINTA MAFIA KEJAM...

__ADS_1


...(Siti Fatimah)...



__ADS_2