Kembali Ke Masa SMA

Kembali Ke Masa SMA
75. Menggagalkan Pernikahan Eka


__ADS_3

Menggagalkan Pernikahan Eka


Pagi itu Madya bangun dengan misi yang baru: menggagalkan pernikahan kakaknya sendiri. Terasa jahat tapi bagaimana pun ini harus dilakukan dari pada menghilangkan beberapa orang tersayangnya di masa depan.


Dia mendatangi Eka yang sedang bersiap untuk kuliah.


"Mas, to the point, please jangan nikah sekarang!"


Eka menatap permintaan sang adik yang mendadak, se-mendadak dirinya yang tiba-tiba ingin menikah.


"Kok? Aku akhirnya bisa lupain mantan dan berhasil suka dan nyaman sama orang lain. Plus, nikah itu hal yang mulia."


"Masalahnya nanti jodohmu yang betulan bakal gimana."


"Jodoh yang betulan gimana? Emangnya yang ini palsu?"


"Iya! Jodohmu yang ini palsu! KW, meski KW super."


Eka tersenyum mengejek. "Kamu anak kecil tahu apa tentang jodoh orang!" kata Eka sembari menyentuh kepala adiknya. "Belajar aja yang rajin. Jangan kebanyakan pacaran sama si Raihan. Awas kalau kalian kebablasan, aku hih!" katanya lagi sembari mengacungkan kepalan tangan.


Alah, dipanggil anak kecil lagi. Aku ini 5 tahun lagi 40 tahun. (Madya).


"Mas, sekenal apa Mas Eka sama Mbak Elsa? Aku yakin ada banyak yang Mas Eka belum tahu tentang dia. Itu bakal bikin Mas Eka nyesel. Nikah itu bukan main-main lho, Mas!"


Madya berhasil mendapatkan perhatian Eka meski belum dapat menggagalkan pernikahan itu sepenuhnya.


"Oke aku emang belum tahu banyak tentang dia. Tapi kami bisa usaha biar bisa menyesuaikan diri. Lagian kalau aku belum tahu banyak tentang dia, kamu tahu gitu?"


Sebuah lampu imajiner menyala di atas kepala Madya, cling kata-kata Eka memberikan ide yang cemerlang.


Aku harus cari tahu keburukan Elsa biar Mas Eka nggak mau nikah sama Mas Eka. Nggak cukup, aku juga harus kasih tahu Elsa tentang borok-boroknya Mas Eka. Hah! (Madya).


"Kalau nemuin keburukan Mbak Elsa, Mas Eka mau batalin nikah?"

__ADS_1


"Tergantung keburukan kayak gimana dulu. Kalau sekedar hobi ngorok atau ngupil, nggak bakal bisa batalin rencana nikahku. Dah akh, mau kuliah dulu."


~


SMA Pioneer


Istirahat kedua


Madya mondar-mandir di hadapan Asa yang sedang asyik membaca komik.


"Kasih ide dong buat gagalin nikahan Mas Eka."


Asa melihat ke langit, berpikir keras meski tidak menghasilkan apa-apa. "Kalau di sinetron-sinetron gitu tinggal datang aja pas acara terus teriak 'pernikahan ini tidak bisa diteruskan karena aku telah hamil anaknya', gitu."


"Halah! Mas Eka nggak hamilin siapa pun!"


"Pura-pura aja. Oh, aku tahu! Gimana kalau minta mantannya yang bikin dia mau nggantung itu buat datang terus ngaku hamil."


"Iya sih, aku juga belum pernah lihat orang gagalin nikahan kayak di sinetron."


Iyalah, di dunia nyata kalau mantan datang ke nikahan itu kasih selamat sambil nangis terus dijadiin konten Toktok. (Madya).


"Eh, kalau saudaramu yang batal nikah itu karena apa?" tanya Madya yang ingat cerita Asa tempo hari.


"Karena calonnya selingkuh."


"Nah! Jos!"


"Jos gimana? Kamu seneng saudaraku diselingkuhin?"


"Bukan gitu, As. Aku bakal bikin calon istri Mas Eka selingkuh."


Asa manggut-manggut mendengar rencana Madya yang terdengar sangat sinetron. Asa pun menambahkan ide yang tak kalah sinetronnya. "Menurut banyak sinetron, kayak gitu gampang banget. Tinggal bayar cowok buat deketin calon istri Mas Eka, terus sewa tukang foto. Jepret dari jauh mereka lagi mesra-mesra, kasih fotonya Mas Eka."

__ADS_1


Mendengar kata 'bayar' dan 'sewa' malah membuat Madya berpikir ulang. Uang saku hariannya saja hanya 5.000. 600 sudah dipakai untuk ongkos berangkat sekolah tadi.


2.000 untuk jajan. Tersisa 2.400. Ongkos pulang bisa dihemat karena dia akan mengancam Raihan untuk mengantarnya pulang.


Ada gitu yang mau dibayar 2.400? (Madya).


"Kok malah lemes sih, Mad? Rencanaku brilian, kan?"


"Iya, brilian banget kalau bapakku presiden atau pengusaha kaya raya kayak di sinetron itu. Bisa beli pulau segala, punya jet pribadi pula. Eh, kamu, papamu kan pengusaha tuh. Kamu sewa orang geh!"


Asa merogoh sakunya dan memperlihatkan uang yang dia bawa, 20.000. Jauh lebih banyak dari Madya dan sudah sultan untuk ukuran anak SMA jaman itu, tapi tak cukup untuk menyewa orang. []


Bersambung ....


***


Nggak ada yg sedih gitu udah mau tamat🙄🙄🙄


Baiklah, simbah akan menangis guling-guling seharian😭.


***


advertisement


...BELENGGU BENANG KUSUT...


...(Tie Tik)...


"Aku tidak pernah menyangka … jika sosok yang selama ini sudah aku anggap sebagai ayahku sendiri ternyata memiliki perasaan cinta layaknya seorang pria kepada seorang wanita. Dia membuatku berada dalam situasi yang sulit—menjadi ibu tiri sekaligus sahabat dari putrinya sendiri. Aku harus bersandiwara dengan baik dalam belenggu benang kusut yang tidak pasti di mana ujungnya." Anne Malila.


"Sosok wanita di masa laluku hadir dalam dirimu. Aku tidak bisa mengendalikan perasaan yang sudah lama terkubur ketika melihatmu. Rasa ingin memiliki dan mencintai yang sempat hilang di masa lalu tidak akan aku ulang kembali. Aku harus memilikimu, Anne, karena kamu seperti inkarnasi ibumu di saat dia masih muda dulu." Rudianto Baskoro.


__ADS_1


__ADS_2