Kembali Ke Masa SMA

Kembali Ke Masa SMA
EXTRA PART


__ADS_3

•Susan•


ICU Rumah Sakit Keluarga Bahagia


Sebelum dipindah ke bangsal biasa, Madya memandangi bed di sebelahnya. Dia meraba bed yang belum terpakai lagi itu. Tertera nama Susan.


Susan? Oh, aku pernah denger. Belum lama sebelum aku bangun. Mungkin dia udah pindah ke bangsal lebih dulu. (Madya).


Dia mendekati seorang perawat. "Sus, pasien yang namanya Susan ini dirawat di bangsal mana ya sekarang?"


Perawat itu sedikit kebingungan. "Bu Madya kenal dengan pasien ini?"


"Enggak sih, tapi pernah denger aja namanya."


"Oh, saya kira kenal. Mohon maaf pasien atas nama Susan sudah meninggal. Nggak lama sebelum Bu Madya sadar."


"Astaga!" kata Madya, lirih, sembari menutup mulutnya dengan tangan.


***


•Ingatan bercampur•


Madya berjalan-jalan di taman rumah sakit sembari mendorong tiang infusnya. Dia melihat kelebat Daniel. Dengan segera dia menghampiri dokter itu. ('segera'nya dia tetep lambat ya gengs, masih sakit plus harus dorong-dorong tiang infus yang bunyi rodanya gredek-gredek).


"Niel ... Daniel ... hai."


"Jangan banyak gerak dulu."


"Aku mau tanya. Kamu punya perasaan khusus sama Asa?"


"Punya."


Perasaan sayang kayak saudara. (Daniel).


"Hah?! Tapi dia kan istri orang!"


"Iya."


"Kamu udah nikah juga, kan?"


"Udah."


Astaga, aku lupa dia ini Daniel, si mr.Jawab Seperlunya. (Madya).


"Kamu suka atau cinta sama Asa kayak perasaan antara lelaki dan perempuan?"


Daniel menggeleng. Sebenarnya dia terkejut dengan pertanyaan aneh ini. Namun, dia memang minim ekspresi sehingga datar saja mendengar Madya berbicara.


"Kalau waktu SMA, kamu pernah suka sama Asa?"


Pertanyaan kali ini terlontar ketika Asa dan Dion sedang mendekat ke arah Madya dan Daniel.


"Enggak," jawab Daniel.

__ADS_1


"Oh, jadi cuma Asa doang yang pernah punya perasaan khusus sama kamu," kata Madya.


"Hah?!" (Dion).


"Hah?!" (Asa).


Dua orang yang baru saja datang terkejut mendengar pernyataan Madya. Dion memandangi Asa, meminta penjelasan dari istrinya itu.


"Enggak, Mas. Aku aja nggak begitu inget kalau satu sekolah sama Daniel. Dia kan nggak sampai lulus di sana," jelas Asa. "Madya, kamu gimana sih? Kita kan nggak begitu kenal Daniel waktu SMA."


"Aku ingetnya malah kalian pacaran," jawab Madya.


"Apa?! Daniel, kamu tega sama sahabat sendiri!" protes Dion.


"Nggak bener, Mas. Ehuwuehei hdhdhwiej jfhdheue ...."


"Akh alesan aja, katanya waktu SMA kamu nggak punya pacar hiwbdkdhbsjdbd ifbdjshbdis idbshebroeh ...."


Sementara Daniel, Dion dan Asa ribut, Madya menjauh pergi sambil mengelus-elus keningnya.


Bener mereka pacaran, kan? Eh, apa itu di alam koma, ya? Atau alam nyata? Koma? Nyata? Bomat dah, mau balik ke kamar. Di sini berisik. (Madya).


***


•Pertama ke toilet•


"Madya, mau ke mana?" tanya Bu Sriyani.


"Toilet, Bu."


"Kamu mau ngapain ngolesin itu ke sikat gigi?"


"Lha harusnya di mana? Ke sikat lantai?"


"Maksudnya ngapain gosok gigi segala?"


"Ibu nggak tahu perasaan janda beranak satu kalau mulut udah lama nggak dibersihin?" Madya membuka mulutnya. "Buset, bikin mau pingsan. Berapa lama aku nggak gosok gigi? Dental hygine is important, my friend," gumamnya.


***


•Kencan pertama dengan Raihan•


Beberapa bulan setelah koma


Setelah Nadila mendaftar di sebuah kindergarten


Di sebuah restoran keluarga, Raihan dan Madya malu-malu bertemu. Madya diam-diam mengacungkan jempolnya.


Good, God. Terima kasih atas nikmatMu ini. Belum tahu ke depannya kayak apa, tapi aku bisa ketemu Rai aja udah seneng banget. Paling enggak, aku bisa sebentar lupain utang. (Madya).


"Aneh ya. Kita SMA dulu kayaknya nggak pernah ketemu. Tapi rasa-rasanya kayak kenal udah lama banget."


"Kadang kita emang gitu, kan? Kalau ketemu orang yang se-frekuensi dengan kita meski belum lama ketemu, rasanya kayak udah lama kenal."

__ADS_1


Raihan mengangguk setuju.


Mereka menoleh ke arah anak mereka masing-masing yang sedang bermain bersama. Anak Raihan bernama Zehan, 3 tahun lebih tua dibanding Nadila.


Kedua anak perempuan itu terlihat lucu dan menggemaskan. Masing-masing memegangi boneka Balbie.


Mereka akur ya, mudah-mudahan jadi saudara. Ngarep nggak apa-apa dong akh. Masak nggak boleh? (Madya).


Kayaknya Zehan seneng kalau punya adik. (Raihan).


Sementara itu di dunia anak-anak, dengan bahasa mereka sendiri ....


"Balbie kamu jelek."


"Huwaaa ...."


"Ssstttt, inget janji kita. Kalau mamamu sama papaku nengok ke sini, kita harus senyum," bisik Zehan.


Orang tua mereka pun menoleh dengan tatapan bahagia.


"Sssttt, ayo senyum, ketawa, sekarang! Atau aku protolin Balbie-mu!"


***


•Usman dan Aryati•


Saat Madya koma


"Yang, boleh nggak aku nengok Madya?"


"Nggak! Kamu boleh ngelayat nanti kalau dia udah koit!"


"Kok gitu sih?"


"Kamu masih suka sama mantan istrimu itu?"


"Bukan suka, tapi dia kan ibu kandung anakku, lagi koma, masak iya aku nggak nengokin sama bantu biaya?"


"Nggak usah! Pokoknya nggak usah! Lagian nggak ada duit juga! Mau bantu pake apa?"


Sebelum menikah dengan Aryati, Usman memenangkan tender pembangunan jembatan dari pemerintah. Nilai proyek itu fantastis ratusan juta hingga hitungan milyar. Namun, saat pemeriksaan RAB (Rencana Anggaran Biaya), ada banyak kejanggalan.


Usman kedapatan memanipulasi banyak spesifikasi bangunan (permintaan spek tinggi, diberi spek rendah dengan harga sama tinggi agar mendapat untung lebih banyak).


Pemerintah meminta semua itu dirombak atau perjanjiannya akan dibatalkan sama sekali. Atau pilihan ketiga bila tidak diubah, maka dia harus masuk jeruji besi. Usman pun memilih kehilangan banyak uang dari pada harus pindah rumah ke hotel prodeo.


Akhirnya, dia mengalami pailit. Untuk kebutuhan Nadila saja dia sekarang tak bisa mengirimkan apa-apa. Untuk makan sehari-hari masih dia usahakan.


Dulu semenjak menjadi istri Usman, Aryati telah berhenti menjadi pengasuh. Namun, karena keadaan, Aryati harus kembali bekerja sebagai baby sitter.


"Katanya aku nggak usah kerja, disuruh ngasuh suami aja di rumah. Sekarang malah jadi tulang punggung begini. Dasar bijingin!" gerutu Aryati sembari melipat semvak bolong milik suaminya.


...~~~...

__ADS_1


*Hotel prodeo\=penjara


__ADS_2