
"Pak Delon meminta anda kesana, karna ingin menggantinya dengan mobil itu," ucap pak satpam yang sangat jelas di telinganya.
Zifana masih terdiam, netranya menatap ke arah Delon yang tampaknya sengaja menunggu. Apa serius Delon mengganti mobilnya dengan mobil yang dia inginkan itu? Entahlah.
"Dia atasanmu?" tanya Zifana pada pak satpam sedikit emosi.
"Benar Nona, owner Zif bontique," ucap pak satpam dengan mantab.
Deg
Zifana menghela napas panjang. Delon Owner yang baru? Kenapa harus Delon? Apa ada hubungannya dengan dendam masa lalu Delon padanya?
Zifana menekan hatinya untuk tidak berpikir negatif, dia segera melangkahkan kakinya keluar pos satpam dan melangkah ke arah Delon berada.
Dengan langkah santai Zifana melangkah dan melewati beberapa lalu lalang orang yang mau berkunjung ke Zif bontique. Tak lama kemudian, sampailah Zifana di depan Delon, dia berdiri tepat di hadapan Delon.
"Permisi," ucap Zifana pada Delon dengan tenang.
Delon yang semula tengah sibuk dengan ponselnya tampak berdiri tegak dan memasukan ponselnya ke dalam saku jasnya. Dia menatap Zifana sambil tersenyum.
Senyumannya membuat Zifana mengalihkan sejenak pandangannya dan menatapnya kembali.
"Saya mau mempertanyakan soal mobil, kenapa mobilnya di derek? Kuncinya ada pada saya, lalu saya juga memarkirnya menurut prosedurnya. Lalu Kenapa...."
"Aku sengaja melakukannya karna aku mau kamu naik mobil ini," Delon menyela ucapan Zifana dengan cepat. Nada bicara Zifana yang ketus membuatnya tak sabar untuk menyela.
Zifana menghentikan ucapannya. Sebenarnya senang sekali mendapatkan apa yang dia mau, tapi egonya seakan tak mau mengalah, dia tak mau apapun dari Delon untuk saat ini.
"Aku mau beli, bukan diberi," ketusnya.
Delon tersenyum tipis. Berjalan ke depan Zifana, dia tau pasti Zifana geram, kesal, wanita itu memang sudah berubah baik. Tapi jiwa angkuhnya, ketusnya, pasti ada, dan itu yang membuat Delon sedari dulu terpesona dengan wanita di depannya.
Wanita yang kini telah merubah penampilannya dan semakin membuat penampilannya mempesona, dan dipastikan Delon semakin tergila gila.
"Aku mau menghadiahkannya untuk istriku," ucap Delon sambil mengulurkan tangannya mengusap kepala berhijab Zifana.
Zifana terdiam, berupa menghindarpun tidak akan merubah apapun.
__ADS_1
"Masuk," ucapnya lirih sambil membuka pintu mobil dengan tangan kirinya, karna tangan kanannya masih mampir di pipi Zifana yang bersembunyi di balik masker.
"Kembalikan mobilnya," ucap Zifana.
"Aku bilang masuk Nona Zifana aurora manda. Owner Zif bontique yang sesungguhnya," ucap Delon sambil tersenyum kembali. Mengulur tangannya mempersilahkan Zifana masuk.
Zifana terpaku, dia masih tak mengerti apapun. Bagai tersihir dengan lembut ucapan Delon padanya, seketika dia masuk mobil. Delon menutup pintu kemudian berputar ke arah kemudi.
Delon hampir saja menjalankan mobilnya, akan tetapi dilihatnya Zifana tampak diam, melihat ke arah luar. Dia tau banyak sekali pertanyaan yang bersarang di otak Zifana. Dan dia juga tau jiwa angkuh istrinya ikut andil sehingga tak mau menanyakan apapun padanya.
"Apa maksud semua ini?" tanya Zifana dengan suara dinginnya.
"Aku disini, kenapa bertanya ke sana?" bukan menjawab, Delon malah mengalihkan pembicaraan.
"Apa kamu lupa sikap berbicara pada orang lain dengan sopan?" tanyanya.
Zifana menghela napas panjang kemudian menatap ke arah Delon dengan kesal.
"Pertama, Berikan nomor rekeningmu, aku akan membayar mobilnya. Karna aku membeli, bukan meminta. Kedua, aku bukan lagi owner Zif bontique, karna papaku sudah menjualnya. Aku tidak peduli juga siap pemiliknya sekarang. Jadi, cepat berikan dan aku akan segera pergi," ucap Zifana.
"Kau mendengarku Tuan Delon?" tanyanya lagi pada Delon dengan sebal.
Delon menganggukan kepalanya, dia tertawa dalam hati melihat kekesalan Zifana.
"Pertama, aku sudah membayar mobil itu. Aku sudah membelinya untuk istriku," ucap Delon.
"Jangan kamu pikir ZA grup adalah milikku, sehingga kamu mentrasfer uangnya padaku. Aku hanya membantu menghendelnya. Itu milik cucu dari sahabat kakekku. Jadi simpan saja uangmu, karna membayarnya lagi juga pihak ZA sudah tidak akan mau," ucap Delon dengan tenang.
Deg
Zifana memejamkan matanya, dia pikir dulu Delon adalah orang menyebalkan, orang bermulut ketus dan sangat menjengkelkan. Orang yang menindas orang lain karna banyak harta. Namun, dibalik semua itu, ternyata dia adalah orang yang tulus dengan tidak mencoba menguasai ZA grup.
"Berikan ponselmu padaku," ucap Delon.
Zifana menautkan alisnya, dia menatap Delon dengan kesal. Ingin rasanya dia memaki lelaki tampan yang berstatus sebagai suaminya itu.
"Tidak," jawabnya.
__ADS_1
"Oke, kita akan disini sampai besok pagi kalau kamu tidak memberikannya," ucap Delon sambil menatap Zifana dengan senyumannya.
Zifana membelalakkan matanya, dia masih tak terima. Mencoba membuka pintu mobil, akan tetapi Delon telah menguncinya. Sebal? Ya, dia sangat sebal.
"Tuan Delon, jangan kurang ajar!" sentaknya.
"Jangan menyalahkan aku, aku hanya ingin memberikan yang terbaik. Seharusnya anda yang kooperatif agar semuanya berjalan dengan lancar," ucapnya dengan tersenyum menang.
Zifana menghela napas kemudian memberikan ponselnya dengan terpaksa.
Delon mengambil ponsel Zifana, Delon mengetikan nomornya dan menampakan nama "My Lovely Husban" Delon tersenyum. Dia pikir dulu Zifana menggantinya, tapi ternyata tidak. Hatinya berbunga.
Zifana hanya bisa membiarkan dan melihat apa yang dilakukan Delon. Lelaki yang mendadak menyebalkan itu.
Dilihatnya ponsel Delon berdering. Delon mematikan panggilannya dan memberikan kembali pada Zifana. Zifana mengambilnya, akan tetapi netranya masih
saja melihat aktifitas Delon.
Delon membuka log panggilan dan menyimpan kontak dengan nama "My lovely Wife" Delon juga menghapus kontak lama Zifana yang bernama "My Wife" Zifana memalingkan wajahnya. Ada semburat merah dalam wajahnya. Bahagia? Entahlah.
Delon yang melirik ke arah Zifana tampak mengetik sesuatu. Zifana yang merasa menerima pesan segera membuka. Dia pikir itu dari orang kantor.
I Am sorry for all the wrong things I did. You are the best wife in this world. Please forgive me. I love you, honey.
Alangkah terkejutnya dia saat tangan nakalnya itu membuka pesan dari Delon yang membuat hatinya seakan tersiram air es. Sangat menyejukan.
Aku minta maaf untuk semua hal yang salah yang ku lakukan. Kamu adalah istri terbaik di dunia ini. Mohon maafkan aku. Aku mencintaimu istriku.
Zifana memejamkan matanya, sungguh hatinya sangat bahagia.
"Aku belum Shalat magrib. Waktunya hampir habis, sebaiknya segera mencari masjid, karna aku masih ada janji dengan orang lain setelah ini," ucap Zifana sedikit halus.
"Hem, aku akan setia mengantarmu," ucap Delon.
Zifana membelalakan matanya, Delon sepertinya sengaja dengan ini semua. Tak mau banyak menjawab karna pastinya akan menimbulkan perdebatan, Zifana memilih Diam. Sedangkan Delon menjalankan mobil mewah itu dengan tenang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1