Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Gino dan Selena


__ADS_3

Setelah tak bisa mengungkap perasaanya pada Gisel, sepertinya membuka hati untuk wanita lain tak ada salahnya. Bukankah setiap manusia berhak bahagia? Pikir Andreas yang kini mencoba untuk mendapatkan hati Manda.


"Masuklah," ucap Andreas yang kini membuka pintu mobil.


Manda mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil, tak usah ditanya lagi, dia merasakan dag dig dug tak karuan. Dia merasa Andreas beberapa hari ini memperlakukan dirinya dengan sangat manis.


Setelah memastikan Manda masuk, kini Andreas berlari kecil menuju ke pintu samping. Dengan kecepatan sedang lelaki tampan itu melajukan mobil menuju ke arah Sheyna bontique untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Delon.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gino turun dari sebuah taksi yang ditumpanginya, netranya menatap ke arah rumah berlantai dua di depan sana. Kata Delon, setahun ini Selena tinggal di sebuah rumah miliknya yang berada di kawasan pinggiran kota B.


Akan tetapi, beberapa minggu yang lalu, Zifana yang telah menyerahkan Sakura grup pada Selena, meminta kakak iparnya itu untuk pindah rumah di kota.


Gino menghela napas dalam dalam, bertemu Selena setelah lama tak berjumpa? Apa pantas? Lalu, meminta bantuan padanya setelah menyakiti lahir dan batinnya? Gino mengepalkan tangannya, sesak mendera. Bahkan saat ini dia begitu benci dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Hampir memutar langkahnya, mengurungkan niatnya untuk bertemu Selena. Akan tetapi, wajah pucat pasi ayahnya tampak di pelupuk matanya. Kasian, jika papanya tak segera bertemu dengan putri kesayangannya.


Gino menahan diri untuk tidak kembali, pada akhirnya lelaki tampan yang banyak kemiripan dengan Zifana itu melangkah menuju ke arah pintu utama rumah berlantai dua itu.


Gino mengulurkan tangannya, memencet bel yang ada di dinding.


Di dalam rumah, Selena yang kini sedang menimang bayinya di ruang keluarga tampak menatap ke arah jam yang menunjukan pukul 19. 00.


Siapa yang bertamu? Pertanyaan yang mengiang di pikiran Selena.


"Bu, ada tamu, mencari Ibu," ucap Bibi yang baru saja muncul di ruang keluarga.


"Lelaki Bu, mencari ibu," sahutnya.


Selena menautkan alisnya, lelaki? Bukankah selama ini yang sering datang adalah Andreas? Lalu, jika Asisten rumah tangganya tidak mengenali, bukankah orang itu bukan Andreas? Jadi, siapa yang datang jika bukan Andreas? Rasa penasaran bergelayut dalam otak Selena.

__ADS_1


"Oke, saya akan segera ke sana," ucap Selena. Bibi mengangguk pelan.


Selena, wanita cantik itu melangkah dengan tenang sambil menggendong putri cantiknya. Selena mendapati lelaki yang berdiri di luar, menatap taman bunga yang subur.


"Selamat malam Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Selena yang baru saja datang, untuk menyambut tamu yang kini sedang menunggunya.


Gino tampak terkejut, suara lembut yang sangat familiar di telinganya membuat hatinya dag dig dug tak karuan.


"Tuan, anda melamun? Silahkan duduk, tak apakan duduk di luar? Karna memang di sini tidak ada satu orang lelaki," ucap Selena yang kini melangkah menuju ke arah kursi yang berada dekat dengan keberadaan Gino.


Gino memejamkan matanya, benarkah ini Selena? Sebaik itukah dia menjaga diri saat ini? Gino memutar langkah, netranya mendapati Selena yang menunduk, menatap ke arah bayi mungil yang tampak terkekeh itu.


Gino merasakan hatinya hangat, mendapati pemandangan yang tak pernah di duga sebelumnya. Benarkah wanita berhijab di depannya adalah Selena? Delon tak pernah menceritakan itu, yang dia tau hanya Zifana yang berubah. Tapi nyatanya kejutan seakan di dapatnya malam ini saat melihat Selana.


"Boleh aku meminta bantuan padamu Nona," ucap Gino. Matanya berkaca, suaranya seakan tercekat di tenggorokan.

__ADS_1


"Bantuan apa Tuan? Dengan senang hati aku menolong, jika...." Selena yang semula tersenyum kini senyuman seakan hilang saat menyadari siapa yang ada di depannya,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2