Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Siapa?


__ADS_3

"Kau tenang saja Nona, hukumannya sangat manis," ucap Delon sambil tersenyum. Suasana hatinya berubah cair saat berada di dekat Zifana.


"Manis? Semanis Gula?" tanya Zifana.


"Lebih dari gula," jawab Delon.


"Tapi, aku tidak mau semanis madu, madu rasanya manis buatmu. Tapi sakit untukku," ucap Zifana. Delon terkekeh. Zifana melucu?


Delon menatap Zifana dan memegang kedua pipi comel wanita cantik itu.


"Tak ada madu, gulapun tak apa," ucapnya. Zifana yang semula memanyunkan bibirnya tampak terkekeh pelan.


"Sekarang katakan, kita mau kemana?" tanya Zifana pada lelaki tampan di depannya.


"Kita ke dokter dulu," ucap Delon. Zifana menatap ke arah lelaki itu kemudian menganggukan kepalanya dan tersenyum tipis.


Delon melajukan mobilnya dengan tenang, laju mobilnya menuju ke arah rumah sakit anak dan bunda. Disana banyak dokter kandungan yang telah diminta untuk memeriksa kandungan Zifana.


Tak ada perdebatan yang berarti di dalam mobil itu. Tangan kanan Delon fokus menyetir, sedang tangan kirinya menggenggam tangan wanita cantik di sampingnya. Delon sejenak juga mengusap pelan perut Datar Zifana dengan jahil kemudian beralih ke arah kemudi.


Zifana melotot dan mencubit pinggang lelaki tampan itu. Delon terkekeh pelan dan megarahkan pandangan matanya ke arah Depan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disebuah rumah sakit Delon dan Zifana sudah duduk berdampingan. Seorang dokter wanita sekitar tiga puluh tahun duduk di depan mereka. Dokter itu memperkenalkan dirinya bernama Aisyah.


"Jadi bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Delon pada Dokter Aisyah.


"Jadi usia kandungan Bu Zifana memasuki tujuh minggu. Itu artinya masih berada pada trimester pertama. Pada trimester 1, tepatnya di bulan kedua kehamilan, organ-organ yang tadinya masih bertumbuh kini sudah menampakkan bentuknya dan mulai berfungsi meski belum optimal," ucap Dokter Aisyah.


"Jadi belum bisa dilihat jenis kelaminnya ya Dok," tanya Delon sambil tersenyum canggung. Zifana membelalakan matanya. Mendapati pertanyaan konyol dari Delon membuatnya kesal.


Dokter Aisya tersenyum manis.

__ADS_1


"Usia kehamilan 5-8 minggu adalah fase penting dalam pembentukkan organ janin. Alat kelamin juga sudah mulai terbentuk, tetapi belum bisa memastikan jenis kelamin calon bayi, Tuan Delon," ucap Dokter Aisyah.


Delon menganggukan kepalanya. Zifana tak habis pikir dengan Delon. Iyasih suaminya memang antusias. Tapi bukan begitu juga, baru juga tujuh minggu. Udah aja tanya soal jenis kelamin bayi. Kesal Zifana.


Zifana dan Delon tersenyum. kemudian Dokter Ais meminta Zifana berbaring diatas kasur. menyibak baju gamis Zifana dan memberikan jel diperut Zifana. Ketiganya mengamati layar yang menampakkan makhluk kecil disana. Delon tersenyum tipis, dia benar-benar takjub melihat buah hatinya disana. Hasil karyanya di satu malam yang membahagiakan.


"Dok, makanan apa yang baik di konsumsi oleh istri saya?" tanyanya.


"Memasuki masa kehamilan trimester pertama, bumil disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan aneka nutrisi.seperti zat besi, folat, protein, kalsium, magnesium, dan vitamin. Supaya ibu dan bayi sehat," ucap Bu Dokter Ais kemudian menutup kembali perut Zifana. Beliau mempersilahkan lagi Zifana ke tempat duduk.


"Keadaannya baik kan Dok?" tanya Delon lagi. Zifana terlihat kesal dengan suaminya yang mendadak kritis itu.


"Alhamdulilah, kondisi janin begitu baik, detak jantung dan posisi juga sangat baik. Jika Bu Zifana mengalami gejala mual dan sebagainya di trimester pertama. Maka di trimester kedua nanti akan berkurang dan Bu Zifana akan merasa lebih sehat," ucap Dokter sambil memberikan beberapa vitamin pada Zifana.


Zifana tersenyum dan memandang Dokter Ais.


"Rasanya sangat Masya Allah sekali, dan saya baru menyadari setelah mengetahui saya hamil," ucap Zifana.


"Ya, memang benar, MasyaAllah sekali rasanya," ucap Dokter Ais.


"Ada yang ditanyakan lagi?" tanya Dokter Aish.


Zifana menggeleng, berbeda dengan Delon yang tampak menyimpan sejuta pertanyaan di benaknya. Dulu tidak pernah sekalipun dia mengantar Vely periksa dan ternyata Elia bukan putrinya. Sekarang dia tak mau terbodohi lagi. Dia harus jadi suami siaga.


"Maaf Dok, dari pada saya penasaran saya mau bertanya." Delon melirik Zifana sambil tersenyum kaku, kemudian memandang Dokter Ais.


"Iya, apa yang ditanyakan?" tanyanya.


Delon tampak malu dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apa masih diperbolehkan untuk berhubungan?" tanya Delon.


Zifana membelabakkan matanya, merasa malu didepan Dokter Aish. Mendengar ucapan Delon, Dokter Aish tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Boleh saja melakukan, asalkan dengan batas wajar. kehamilan bukan sebuah penghalang bagi ibu hamil untuk berhubungan intim dengan pasangan. Hubungan  intim aman dilakukan selama kondisi kandungan ibu sehat dan kuat. Tapi, juga harus hati hati, m" ucap Dokter Ais sambil memberikan buku KIA pada Zifana.


"Masih ada yang ditanyakan lagi? "tanya Dokter. Delon masih akan bertanya. Tapi Zifana tampak menatapnya dan seoalah melarang. Delon tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Kalau tidak ada, mungkin sampai di sini dulu," ucap Delon.


"Kalo begitu kami pamit keluar dulu Dok, trimakasih atas pelayanan nya," ucap Delon.


"Sama-sama, Nona, Tuan.semoga lancar selalu sampai melahirkan," ucapnya.


"Amin," Zifana dan Delon beranjak dari duduknya. Mereka berjalan beriringan menuju keluar. Delon tampak tersenyum-senyum memandang Zifana.


"Kenapa tersenyum?" tanya Zifana.


"Hanya bahagia. Apa tidak boleh? "ucap Delon, kemudian berjalan kearah kemudinya, duduk disana dan melajukan mobilnya.


"Untung kamu mengerti pelototanku, jadi kau tidak bisa bertanya aneh aneh," ucap Zifana.


"Aku hanya ingin tau saja, tadinya aku pikir aku tidak boleh melakukannya. tapi sekarang aku sudah paham," ucap Delon.


Keduanya berjalan sampai di koridor bawah, Delon menarik tangan Zifana sehingga wanita itu menghentikan langkahnya.


Keduanya berhadapan, Zifana menatap ke arah wajah suaminya dan tersenyum.


"Kenapa?" tanya Zifana.


"Ada seseorang yang ingin aku kenalkan padamu, dia juga ada di rumahsakit ini," ucap Delon.


Zifana menautkan alisnya seolah bertanya. Siapa?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.

__ADS_1


__ADS_2