Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Apartemen


__ADS_3

Zifana hanya terbengong, Delon benar benar menguji kesabarannya.


"Kak, aku mau pulang, bukan makan malam, aku tidak na*su makan!" kesalnya saat sadar dari lamunannya. Sebenarnya yang dia makan hari ini hanya klepon saja sedari tadi. Dia butuh asupan. Tapi bersama Delon membuat laparnya jadi hilang.


"Kita sama, jadi aku yakin kita memiliki selera yang sama untuk saat ini. Kita mampir di penjual gethuk," ucap Delon.


Zifana menautkan alisnya, dia memejamkan matanya. Kenapa Delon tau? Dia memang menginginkan makanan itu.


Zifana menoleh ke arah Delon dengan kesal, apa lelakinya itu punya kelebihan? Indra ke enam mungkin? Yang bisa membaca pikiran orang. Tapi sejak kapan? Apa semenjak sembuh dari depresi? Piki Zifana konyol.


"Jangan terkejut seperti itu. Aku hanya menebak, saat kau ingin klepon aku juga. Tak menutup kemungkinan saat aku ingin gethuk, kau juga iya. Sepertinya ikatan batin kita sangat kuat," ucap Delon sambil tersenyum menang.


Zifana memejamkan matanya, kesal? Kesal dan bahagia menjadi satu.


Tak beberapa lama kemudian sampailah mereka di sebuah toko, disana tersedia beberapa gethuk yang menggiurkan. Zifana memilih sesukanya. Delon juga melakukan hal yang sama. Kadang mereka tertawa bersama, bercengkerama seolah tak pernah ada masalah diantara mereka.


Setengah jam berlalu, Zifana dan Delon tampak berdiri di depan toko sambil membawa paper bag.


"Kau bahagia?" tanya Delon.


Zifana tersenyum dan terpaksa menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Katakan padaku kemana aku harus mengantarmu?" tanya Delon.


"Apartemen, jalan xxxx" jawab Zifana.


Deg


Delon memejamkan matanya, bahagia sekali mendengar ucapan Zifana. Apa Zifana mau menemaninya malam ini? Delon merasa berbunga.


"Kamu serius?" tanya Delon.


Zifana menganggukan kepalanya, dia bahagia melihat Delon tampak besar kepala. Pasti Delon pikir Zifana akan ikut ke apartemennya. Sedari tadi Delon mengerjainya. Tak ada salahnya dia mengerjai balik.


Delon tersenyum bahagia.


"Yes," lirihnya.


"Kenapa emang?" tanya Zifana. Delon menggelengkan kepalanya dan membuka pintu.


"Masuklah," ucapnya. Zifana menganggukan kepalanya dan masuk ke dalam mobil.


Delon segera melajukan mobilnya ke arah apartemen dengan wajah sumringah.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di mansion yang yang megah, Nada dan Marvel tampak saling diam. Mereka bahagia melihat Delon dan Zifana sudah mulai baikan, walau saat ini keduanya membatalkan janji datang ke mansion mereka. Mereka pasti membutuhkan waktu berdua.


Tapi yang membuat Nada dan Marvel sempat berdebat adalah Vidio yang dikirim Delon kepadanya dan Nada tadi. Vidio yang mereka tonton bersama.


"Zifa, mungkin saat itu aku sudah jatuh cinta padamu. Tapi aku punya hati, aku bukan casanova atau pemain wanita. Aku tidak bisa sekaligus melepaskan dan menerima cinta dalam satu waktu. Butuh proses untuk ku bisa memahami bahwa sesungguhnya aku sangat mencintaimu, saat kamu telah pergi meninggalkan aku,"


ucapan Delon membuat Nada memuji Delon yang begitu sosweet. Dan Marvel yang dulunya seorang casanova tak rela istrinya memuji orang lain. Sehingga keduanya tampak berdebat.


"Dear, maaf, aku hanya tidak suka Delon bilang dia bukan casanova," ucap Marvel. Nada tampak kesal dan menutup telinganya.


"Pokoknya kamu yang mulai ya. Aku hanya memuji Delon yang gigih memperjuangkan Zifa, tidak ada maksud lain. Kamu aja yang sensitif merasa aku menyindirmu, Jadi jangan salahkan aku kalau aku ngambek karna kamu, dan jangan salahkan aku kalau malam ini aku tidur sama baby Dirly. Selamat malam," ucap Nada tampak kesal.


Marvel memejamkan matanya, sepertinya dia harus segera membujuk istrinya.


"Delon, kenapa kau seolah menjerumuskan aku dengan kata katamu? Tau gitu tidak ku beri tau kalau Zifana ada di kota ini dan akan ke ZA grup dalam waktu dekat," kesal Marvel.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ritualnya yuk.. penyemangat othor..

__ADS_1


__ADS_2