
"Siapa dia? Mengikutiku, atau hanya perasaanku?" tanyanya dalam hati.
"Pak, bisa lebih cepat sedikit?" tanya Zifana pada sopirnya sambil terus mengamati laju mobil dibelakangnya.
"Baik Nyonya Muda," ucap pak sopir kemudian menambah kecepatan laju mobilnya.
Zifana merasa lega, saat dia melihat mobil itu tak lagi mengikuti. Deringan ponsel mengagetkan dirinya, dilihatnya my lovely husband kini memanggilnya.
Zifana tersenyum, sempat tadi khawatir, akan tetapi melihat panggilan dari Delon membuatnya sedikit lega. Segera Zifana menggeser tombol hijau di ponselnya.
"Halo asalamualaikum Mas," jawab Zifana. Deg-degan sekali dia. Karna berbicara dari telepon dengan Delon, baginya adalah hal yang jarang terjadi setelah menjalani rumah tangga yang sudah lumayan cukup lama.
Delon terdengar terkekeh di sebrang sana, sangat menjengkelkan memang.
"Mas, kenapa tertawa? Ada yang lucu?" ucap Zifana.
"Tidak, aku suka saja mendengar panggilanmu. Kamu terdengar sangat manja," ucap Delon. Zifana menggigit bibir bawahnya, dia malu. Wajahnya tampak merah merona.
"His.... Ada apa menelpon?" tanya Zifana.
"Aku rindu, dipelupuk mata aku terbayang kamu. Kamu tidak papakan?" tanya Delon.
Zifana tersenyum, dia sangat bahagia Delon menghawatirkan dirinya. Apa delon tau perihal orang yang mengikutinya tadi? Entahlah.
__ADS_1
"Aku baik baik saja Mas, baru juga berangkat," ucap Zifana.
"Aku hanya hawatir," jawab Delon.
"Aku tidak papa Mas, kamu lagi mengemudi kan? Fokus dong, nanti telfon lagi," ucap Zifana.
"Ada Andreas yang mengemudi," ucap Delon sambil memandang Andreas di sampingnya.
"Loh, kok bisa?" tanya Zifana.
"Iya, dia aku minta mengemudikan, biar aku leluasa untuk bicara denganmu. Sesekali, jomblo sepertinya di kasih pamer kemesraan, biar segera nyari pasangan," ucap Delon sambil melirik ke arah Andreas yang beberapa hari ini terlihat manyun.
Andreas hanya diam, tak mau saja meladeni ucapan bosnya yang memang menyebalkan itu.
"Heh, nggak boleh gitu dong Mas. Dia sepertinya sedang patah hati," jawab Zifana. Andreas melirik Delon. Dia merasa dibicarakan.
"Nona Zifa, jangan membicarakan aku, aku mendengar," sahutnya. Zifana terkekeh pelan.
"Kau patah hati Ndre?" goda Zifana.
Delon hanya terkekeh saja, entah patah hati dengan siapa asistenya itu, dia juga tidak tau.
"Nyonya Muda,,,," ucap Andreas terdengar naik satu oktaf. Zifana dan Delon terkekeh pelan.
__ADS_1
"Oke, maaf. Aku hanya saran sih, kalau patah hati, jangan juga melampiaskan pada wanita lain. Kau tau itu kan Ndre? Kasiankan Amanda kalau kamu ajak berantem terus untuk pelampiasan," ucap Zifana seolah menggoda.
Delon dan Andre saling berpandangan, Delon tampak berpikir dan mengingat siapa Amanda. Sedang Andreas menghembuskan napas kasar, bagaimana bisa Zifana menangkap hal seperti itu? Memang dia dan Amanda beberapa minggu selalu bersama dan selalu ribut. Tapi apa itu pelampiasan? Patah hati? Apa sebemarnya dia patah hati karna Gisel yang merencanakan pernikahan dengan Willy?
"Siapa Amanda? Asistenmu itu Sayang?" tanya Delon.
"Iya, dia dan Andreas selalu ribut. Padahal urusan perusahaan Sakura nantinya aku pengennya Manda yang hendel, membantu kak Selena. Dan tentunya pas awal Manda mengalami kesulitan, aku inginya Andreas yang bantu, tapi melihat mereka seperti kucing dan tikus aku jadi gemas," ucap Zifana.
"Jdodohkan saja mereka, bukankah benci dan cinta bedanya sangay tipis? Bisalah mereka bucin seperti kita nantinya," ucap Delon.
"Aku berpikir hal yang sama lo Mas, lucu ya mungkin," sahut Zifana.
"Bisa di tunda dulu gibahnya Nyonya? Saya dan Tuan Muda sudah berada di lokasi yang dituju, selamat bekerja Nyonya muda," ucap Andreas.
Delon terkekeh dan menggelengkan kepalanya, dia juga kembali mengecilkan volum suaranya.
"Sayang, aku ada urusan. Kamu hati hati, peluk cium untuk baby kita. Sampai jumpa nanti, I love you, Asalamualaikum," ucap Delon kemudian menutup ponselnya.
Zifana membalas ucapan Delon, dia tersenyum dan menatap ponselnya yang menampakan kontak Delon.
"I Love you to, waalaikumsalam," ucapnya.
Zifana segera melangkah. Dia harus menyelesaikan urusanya dalam satu minggu ini bersama dengan Amanda agar dirinya bisa segera di rumah.
__ADS_1
Delon menatap ke arah kantor polisi, dimana papa dan kakak mertuanya berada. Dia dan Marvel Raditia Dika janjian bertemu. Dia ingin membebaskan kakak dan papa mertuaya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...