Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Akhir Cerita Bahagia


__ADS_3

Andreas melenggang pergi, sedangkan Delon kembali ke dalam rumah sakit. Delon masuk ke dalam ruangan Zifana. Disana banyak orang tampak hawatir pada Andreas dan Delon.


Mama, Zifana, Manda, Gino, Kakek, Willy dan Gisel, mereka tampak menatap ke arah Delon yang baru datang.


"Kau sudah menyelesaikan masalah? Dimana Andre?" tanya Kakek tampak dingin.


Delon menunjukan id card milik Andreas di Wilantama grup kepada mereka semua.


"Dia pergi," sahut Delon.


Semua orang membelalakan matanya. Mereka tampak bersedih karna ini.


"Kau memintanya pergi?" tanya Mama. Delon terdiam.


"De, jawab mama!" ucap mamanya lagi. Delon mengangguk.


Mereka tampak kecewa, tapi melihat cerita tadi mereka juga menyayangkan perbuatan Andreas.


"Seharusnya kau tidak melakukan ini Mas, kau tau. Andreas melakukan ini semata mata untuk kebahagiaan kita," ucap Zifana yang merasa bersalah karna menjadi penyebab kehancuran hubungan Delon dan Amdreas.


"Apa maksumu?" tanya Delon dan mendekat ke arah Zifana.


Zifana yang masih memegang ponsel Andre tampak memberikan pesan percakapan yang ditunjukan Manda padanya tadi. Alasan apa dan kenapa Andreas melakukan semua ini.


Delon menerima ponsel yang diberikan oleh Zifana, dibacanya percakapan Manda dan Andreas yang ingin memberikan pelajaran pada Leo agar benar benar jera. Bahkan di dalam percakapan itu andreas bilang belum sempat membicarakan pada Delon dan akan membicarakan nantinya.


Kini Delon tampak menatap ke arah Zifana, apa yang dia lakukan? Dia menyakiti Andreas. Astiten kepercayaanya.


"Kejar Dia Mas, Andreas hanya ingin yang terbaik," ucap Zifana.


Tanpa menunggu lama, Delon berlari keluar. Dia mencari keberadaan Andreas yang dia pikir masih ada di sekitaran rumahsakit.


Yang benar saja, Andreas berdiri di taman, dia menatap ke arah sana dan hampir saja melangkah.


"Tetap di tempatmu Tuan Andre," ucap Delon.


Andreas yang mengenali itu suara Delon tampak melangkah, dia tidak menggubris.


"Tetap ditempatmu aku bilang! Ini perintah," lanjut Delon.


Andreas menoleh, dia tersenyum sinis.


"Aku bukan lagi asistenmu, tidak harus aku menuruti perintahmu," ucap Andreas sambil menatap ke arah sana, dia menghindari tatapan Delon.


Delon mencelos, dia terdiam.


"Aku tidak perduli itu, aku memintamu tetap ditempatmu. Bukan meminta asistenku untuk tetap bediri disitu, apa pendengaranmu sedang terganggu?" tanya Delon.


Andreas diam, dia tak bisa berkata apapun. Karna memang Delon mengatakan hal yang benar. Walau itu perkataan egois untuk bercanda sekaligus mengskak mad dirinya seperti biasanya.


"Terserah apa katamu," ucapnya. Akan tetapi Andreas masih tetap ada di tempat itu.


"Maafkan aku, tidak seharusnya aku terlalu emosi dan kasar padamu, tidak seharusnya aku memukulmu. Tapi aku melakukan itu semua karna reflek. Aku sudah pernah kehilangan Zifana dan hancur. Dan aku tidak bisa membayangkan jika semua itu terjadi lagi," ucap Delon. Andreas terdiam.


Ucapan Delon mampu membuat Andreas mengernyitkan dahinya. Bertahun tahun menjadi asisten Delon, tak pernah sekalipun Delon minta maaf. Baru kali ini seorang Delon mengucapkan maaf, biasanya entah salah ataupun benar Andreas yang harus meminta maaf padanya. Andreas masih enggan untuk menjawab.

__ADS_1


"Sepertinya bukan hanya kehilangan Zifana hidupku bisa hancur, kehilangan asisten terbaik sepertimu mungkin adalah awal yang buruk untukku juga," ucap Delon.


Andreas sedikit bereaksi, dia menoleh ke arah Delon dan menatap wajah Delon yang tampak kacau.


"Apa kau baik-baik saja tuan Delon? Aku harap kekawatiramu yang berlebihan tidak membuatmu menjadi gila nantinya," sahut Andreas mencoba memecah keheningan.


Delon mendongak ia melayangkan satu pukulan pelan di perut Andreas. Dengan gerakan Cepat Andreas menepisnya dan memberikan satu pukulan di perut Delon dan mampu ditepis oleh Delon. Mereka pun tertawa bersama.


Andreas merantangkan tangan, Delon menatap dan merangkul sejenak asisten yang telah dianggapnya saudara itu.


"Maaf Ndre, aku terlalu kecewa. Bahkan aku tak sanggup jika kau benar benar melakukan hal seperti ini," ucapnya.


Andreas melepas rangkulannya.


"Kau pikir aku sanggup? Wilantama grup adalah hidupku, tempat yang membesarkan namaku," ucap Andreas.


"Untung kau belum jauh," ucap Delon.


"Sengaja, aku memang masih ingin kembali ke atas jika benar benar harus pergi," ucap Andreas.


"Membujukku?" tanya Delon.


"Kau terlalu percaya diri, ponselku dibawa istrimu Tuan," ketus Andreas.


Delon membelalakan matanya. Ditatapnya ponsel milik Andreas di tangannya.


"Ini ponsel jadul," kesal Delon. Dia memberikan ponsel milik Andreas. Andreas terkekeh dan menerima ponsel yang dibelikan oleh Delon saat itu.


"Terlalu banyak kenangan di ponsel ini Bos, darimu. Satu satunya barang yang mengantarkan aku dari seorang anak jalanan, yang kau pungut kemudian kau biayai kuliah hingga seperti ini," ucap Andreas.


Delon tersenyum dan menatap ke arah ponsel yang dipegang Andreas. Andreas membuka Galeri dan menampakan kebersamaan mereka sejak beberapa tahun yang lalu. Saat mereka sama sama remaja.


Delon meraih lelaki yang selalu membersamainya itu. Lelaki yang usianya tiga tahun lebih muda darinya dan sudah dianggapnya adik itu.


"Bukan aku malaikat itu, tapi kau. Tanpa kau, aku hanyalah Delon yang lemah Ndre, aku bukan siapa siapa tanpamu," jawabnya.


Mereka saling memaafkan, tak disangka mereka ternyata tak bisa teepisahkan. Walau terkadang pertengkaran selalu terjadi.


"Tetaplah menjadi Andreas adikku, asisten terbaikku," ucap Delon.


"Siap Bos," jawab Andreas.


Diatas sana, Kakek, Mama, Gisel, Zifana, Gino, mereka tampak lega menyaksikan momen ini. Merekapun terharu melihat pemandangan ini.


Zifana Bernapas lega, dia bahagia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa Hari berlalu dengan bahagia, satu bulan lebih baby Raya berada di rumah sakit dan kodisinya sudah sangat sehat dan diperbolehkan pulang.


Saat ini, Delon dan Zifana berjalan menaiki anak tangga menuju ke pintu utama mansion, mereka sangat bahagia karna untuk pertama kalianya mereka pulang bersama dengan baby Raya.


Keduanya sangat bahagia.


"Kejutan,"

__ADS_1


Delon dan Zifana membelalakan mata saat melihat rumah mereka yang sangat ramai dan meriah. Mama, Kakek, Gisel membuat acara penyambutan dan tasyakuran selapanan untuk Baby Raya.


"Alhamdulilah, Baby Raya disambut bahagia," ucap Zifana sambil menatap putri cantiknya.


Bahkan bukan hanya keluarga yang menyambut. Gino dan Selena juga mengundang Radit Nada, Dani Emely, Vino Micel, Nicho Ganesa, Devan Asti dan Elia, mereka ikut meramaikan acara.


Baby Raya kini digendong oleh mama. Delon dan Zifana bercengkrama dengan sahabat dan keluarga.


Bahkan kabar bahagia didengar Zifana jika Gisel telah hamil, Selena juga hamil anak ke dua. Itu adalah kabar yang sangat membahagiakan.


Ditengah kebahagiaan mereka semua, datang satu paket hadiah dari seseorang. Zifana dan Delon kini masih berada di luar karna menerima paket itu.


"Selamat berbahagia Delon dan Zifana"


Ucap Zifana dan Delon saat membaca kartu yang ada di paket itu. Zifana dan Delon membuka pengirim.


"Leo," ucap keduanya.


Zifana dan Delon saling berpandangan, mereka tersenyum dan menatap hadiah istimewa dari Leo yang berupa bok bayi mungil.


Ya, Leo memang sudah meminta maaf dan datang menjenguk Zifana waktu itu.


Delon merangkul pundak Zifana dan menatap istrinya yang sangat cantik itu.


"Alhamdulilah, aku bersyukur akan semua ini, terimakasih telah menemaniku selama ini Sayangku, Istri kesayangan Tuan Delon," ucap Delon.


"Terimaksih juga Mas, aku juga bersyukur. Semoga kebahagiaan akan selalu diberikan Allah SWT untuk kita semua," ucap Zifana.


"Amin," sahut Delon.


"Kita masuk, bergabung dengan mereka," ucap Delon. Zifana mengangguk, mereka masuk dan bergandengan tangan. Hadiah dari Leo dibawa oleh art ke dalam rumah.


Zifana tersenyum dengan indah. Dia tak menyangka, dirinya yang dulu begitu jahat, kini hidup ditengah orang yang baik, bahkan Allah memberikan hidayah kepadanya untuk memperbaiki diri.


"Alhamdulilah," lirih zifana.


...Allah SWT Maha baik, jangan berburuk sangka. Percayalah semua akan membawamu pada satu hal yang membahagiakan jika kau bisa mengambil hikmah dari segala kejadian. Tetaplah melakukan yang terbaik dan mencoba untuk tetap baik, karna sesungguhnya Allah seperti apa prasangkamu....


...Zifana Aurora Manda....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...❤❤End❤❤...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Alhamdulillah... Bang Delon dan Neng Zifana dah bahagia....


...Terimakasih atas dukungan kalian semuanya. Tanpa kalian aku bukanlah apa apa. Love kalian yang selalu mendukung. ❤❤❤❤...


...Ikuti terus karya Author ya.. Yok bondong bondong ke yang baru di a p k la en, apk or en ...


...wajib datang🤭😘..wkwkw. Cari nama pena Sokhibah el jannata. Sambil menunggu novel baru. Karna mau fokus dulu ke bang Nicho dan Ganesa....


...Yang belum ikuti author ramah segera ikuti ya, biar ada notif kalau up yang baru😍😍😍😍....

__ADS_1


...Ada yang minta Ekstra Part nggak ya? wkwkkwk...


...❤❤❤❤...


__ADS_2