Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Mas


__ADS_3

Di pagi yang indah, Zifana dan Delon yang telah melaksanakan ibadah Shalat Subuh segera berdikir, berdoa pada Sang Maha Kuasa, meminta apa yang menjadi keinginan dan harapan mereka.


Setelah selesai, mereka tampak saling bersaliman, Zifana mencium punggung telapak tangan suaminya. Delon seketika mencium puncak kepala Zifana.


"Sayang, mulai kapan kamu berhenti kerja?" tanya Delon pada istrinya. Zifana tampak berpikir dan menatap ke arah Delon.


"Sebenarnya aku sudah ingin di rumah, tapi masih ada satu hal yang aku ingin selesaikan, Mas," ucap Zifana.


Delon yang tadinya diam tampak menoleh ke arah Zifana. Mas? Panggilan itu membuatnya senyum sendiri. Geli mendengar kata Mas yang diucapkan Zifana dengan lembut itu.


Zifana menatap Delon dan mencubit gemas perut Delon. Dia malu dipandang seperti itu.


"Aduh.... Kenapa di cubit Sayang?" protesnya. Masih ada senyuman di bibirnya.


"Menyebalkan sih, kenapa senyum senyum coba?" tanya Zifana tampak kesal.


"Ya iyalah senyum, istrinya manggilnya indah banget, coba ucap lagi. Gimana tadi manggilnya?" tanya Delon tampak menggoda. Zifana membelalakan matanya, pipinya merah merona, dia semakin malu.


"Apaan sih, mau aku panggil kakak lagi?" protesnya tampak kesal.


Delon terkekeh dan menatap istrinya dengan teduh.


"Ulangi," pinta Delon.

__ADS_1


"Enggak," jawab Zifana.


"Oke, kalau begitu aku akan...."


Zifana kembali mencubit lagi perut Delon hingga lelaki itu meraih Zifana dalam pelukannya. Sebenarnya tidak sakit, tapi dia gemas sekali dengan wanita yang cantik dengan balutan mekena berwarna Merah muda itu.


Keduanya saling berpandangan, Zifana benar benar merasakan kehangatan di pangkuan Delon. Ditatapnya wajah tampan lelaki yang menggunakan baju koko dan peci hitam itu. Lelaki yang mengurungnya dalam pelukan.


"Lepaskan, ini aku nggak bisa napas lo," ucap Zifana tanpa embel embel panggilan.


Delon menautkan alisnya dan terkekeh lagi.


"Enggak mau lepas kalau nggak mau ngulang manggilnya," ucap Delon.


Zifana melirik jam yang ada di dinding, sepertinya dia akan terlambat ke kantor jika terus begini. Walau sebenarnya di posisi ini sangat nyaman, tapi ini bukan waktu yang tepat.


Delon segera melepaskan pelukannya setelah mengecup singkat bibir Zifana dengan mesra.


"I Love You," bisiknya di telinga Zifana. Sungguh, jantung Zifana sepertinya sedang tidak baik baik saja, berdetak lebih cepat dari biasanya.


"Jadi bagaimana? Kapan mau berhenti kerja?" tanya Delon.


"Sebenarnya aku sudah ingin di rumah, tapi masih ada satu hal yang aku ingin selesaikan, Mas," jawab Zifana mengulang ucapannya tadi dengan malu malu.

__ADS_1


Delon menatap Zifana yang kini melipat mekena yang dia kenakan.


"Apa yang ingin kau selesaikan?" tanya Delon.


"Aku ingin memberikan wewenang sakura grup pada Kak Selena, aku berencana membalik nama perusahaan atas nama Alya. Semoga semuanya berjalan lancar, setelah semuanya selesai, aku akan berhenti, karna pada saat itu aku sudah tidak lagi memegang wewenangnya," ucap Zifana.


Delon menghela napas panjang, jadi sebaik itu pemikiran Zifana? Satu hal yang dia banggakan dari istrinya itu.


"Kenapa bukan nama kakakmu?" tanya Delon. Zifana menghela napas panjang.


"Bagiku, Alya lebih berhak," jawabnya singkat.


Delon tersenyum dan mengusap pelan perut Zifana yang tampak sedikit membuncit.


"Lihat Nak, bundamu begitu baik. Semoga nanti, saat kamu lahir, kamu juga selalu mendapatkan kebaikan," ucap Delon.


"Amin," jawab Zifana.


"Aku ke dapur bentar Mas, aku siapkan sarapan dulu," ucap Zifana.


"Oke, cium dulu," ucap Delon sambil menepuk pipinya. Zifana diam. Delon seakan mendekat dan menyerahkan pipinya, mau tak mau Zifana segera memberikan ciuman dan segera beranjak. Bagaimana wajah Zifana? Pastinya sangat merah merona.


Delon tersenyum senyum, dia mengambil ponselnya dan mengirimkan satu pesan pada seseorang.

__ADS_1


Kita bertemu, ada hal yang ingin aku bicarakan padamu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2