Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Menghindar


__ADS_3

"Kak Gino," lirihnya. Zifana mundur beberapa langkah. Jantungnya berdetak hebat. Keringat dingin membasahi tubuhnya.


Rasa takut melihat Leo masih tampak melekat dalam dirinya, dan sekarang dia melihat kakaknya? Sempat tersenyum, tapi ketakutan seolah menghantuinya lagi.


Gino tersenyum, menatap ke arah adik yang dia rindukan, sekarang Zifana berubah, sama persis dengan apa yang dikatakan Delon. Hatinya bahagia. Hatinya sangat lega. Zifana cantik, sangat cantik seperti almarhumah mamanya.


"Pergi," lirih Zifana sambil melangkah mundur.


Kakaknya bebas? Apa kemunculan kakaknya ada kaitannya dengan Leo yang mendatanginya? Apa Leo yang membebaskan kakaknya? Apa papanya juga bebas? Apa kakak dan papanya sendiri yang menjadi sebuah ancaman baginya?


Gino memejamkan matanya, pergi? Rasa sesak merajai hatinya. Senyum yang sempat merekah kini hilanglah sudah.


Dia diusir? Oleh adiknya sendiri? Apa Zifana benar benar tidak bisa memaafkannya? Apa Zifana benar benar membencinya? Rasa rindu yang menggebu seakan menyiksa batinya karna sambutan Zifa yang menyedihkan.


"Zifa kakak ingin bicara," ucapnya sambil melangkah maju. Ditatapnya raut wajah adiknya yang seakan ketakutan itu.


"Stop, berhenti disitu. Jangan mendekat, Tuan Gino Sinatria!" sentaknya sambil mengulurkan satu tangannya ke depan. Satunya lagi mengusap perutnya yang terasa sangat kencang.


Gino berdiam, melihat Zifana takut padanya membuat Gino tampak terpukul. Dia tau kesalahannya sangat fatal. Dia ingin memperbaiki, bahkan dia juga ingin membawa Zifa pada papanya yang keadaanya semakin memburuk. Tapi, tak adakah maaf untuk dia dan papanya? Sebenci inikah Zifa padanya?

__ADS_1


"Zifa, dengarkan kakak dulu," ucap Gino.


Ingin rasanya dia memeluk Zifana setelah lama mereka berpisah. Ingin dia memecahkan rindu yang menggumpal di hatinya. Rasa sesak ingin dia hilangkan, tapi kenapa malah kesesakan yang semakin menghujam dan dia dapatkan saat ini? Kenapa Zifana seakan takut padanya?


"Kak, aku sudah cukup menderita karnamu dan papa. Jika kebebasanmu hanya untuk kembali membawaku pada Leo atau mr Lee, kumohon jangan lakukan itu kak. Aku sudah menikah, aku bisa memenjarakanmu lagi untuk seumur hidupmu," lirih Zifa.


Deg


Jantung Zifa semakin bergetar saat mengucapkan itu, air matanya mengalir. Sejujurnya dia ingin memeluk kakaknya, sama seperti dulu. Tapi nyatanya, hatinya tak sanggup. Perasaanya yang kacau karna pemikiranya sendiri membuatnya sangat membenci Gino.


Gino menghela napas panjang, setelah lama mencari keberadaan Zifa, ini yang didapatnya setelah bertemu? Delon benar, Zifa memang benar benar susah diajak bicara. Bahkan, dia berpikir kebebasanya karna Leo? Apa mungkin Leo pernah menemui Zifana? Apa Zifa dalam ancaman? Pertanyaan yang mengiang di hati Gino.


Gino mengusap air mata, rasa sesak mendesak hatinya, ingin mengejar Zifana. Tapi dia mengurungkannya. Keadaan Zifa yang ketakutan membuatnya takut terjadi sesuatu dengan Zifana. Mungkin bertemu dengan Selena bisa membantunya untuk berbicara dengan Zifana.


Gino mengambil ponselnya, memberikan satu pesan pada Delon.


De, Zifa tak mau bicara denganku. Bahkan dia tampak sangat ketakutan. Sebaiknya kau jemput Zifana. Dia ada di parkiran mol dekat dengan Sheyna Bontique. Kirim.


Gino melangkah pergi. Dia berpikiran untuk menuju ke suatu tempat.

__ADS_1


Dipelataran Sheyna butik, Delon yang baru saja datang kini tampak menatap Gisel dan Nada yang sama paniknya. Ya, tadi Gisel menghubungi kakaknya jika Zifana menghilang. Pergi ke toilet dan tidak balik balik, sehingga Delon datang ke sana.


"Kenapa kalian biarkan Zifana sendiri," kesalnya.


"Maaf Kak," ucap Gisel.


Delon menghela napas panjang, hingga satu pesan di terima dalam ponselnya. Segera Delon membuka pesan dari kak Gino yang sejak tadi sulit dihubungi.


Delon merasa lega setelah membaca pesan itu.


"Kalian disini saja, Zifana ada di parkiran mol," ucapnya. Nada dan Gisel tampak merasa lega.


Delon segera berjalan cepat untuk mendatangi Zifana. Rasa hawatir menghantui dirinya. Kini dari kejauhan netranya mendapati Zifana dari arah sana, dengan langkah cepat Delon berlari.


"Sayang," ucapnya.


Zifana yang mendengar suara Delon tampak tersenyum dan berjalan dengan sisa tenaganya. Delon mendekat, ingin segera memeluk istri yang dia rindukan itu.


"Zifa," kejut Delon saat Zifana hilang kesadaran dan kini jatuh dalam rengkuhannya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2