Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Sudah Bebas


__ADS_3

"Kalian akan keluar dari sini, tapi kalian harus membantuku mendapatkan Zifana," ucapnya sambil tersenyum bangga.


Leo memasuki lapas, dia mencoba untuk bertemu dengan Gino dan juga Tuan Sinatria.


"Maaf pak, saya mau berkunjung menemui bapak Sinatria dan juga putranya, apa bisa?" tanyanya pada seorang petugas.


Petugas itu mencari beberapa berkas, dan sudah tak menemukan atas nama yang dicari.


"Maaf pak, mereka sudah tidak ada. Sepertinya mereka sudah keluar. Karna tadi ada tiga orang yang keluar," ucap petugas itu.


"Keluar?" tanyanya memastikan.


"Ya, mereka sudah bebas," ucap petugas itu memperjelas.


Leo mengepalkan tangannya, seharusnya masih lama kedua orang itu mendekam di penjara. Lalu siapa yang mengeluarkan? Zifana? Sepertinya itu tidak mungkin. Lalu siapa? Leo tampak kesal, Zifana menolaknya. Lalu kedua orang terdekat Zifana juga telah bebas. Bagaimana bisa dia membalas sakit hatinya?


"Terimakasih pak," ucapnya kemudian melenggang pergi.


Leo berjalan ke arah mobilnya, dia harus melakukan sesuatu. Lelaki tampan itu tampak mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Halo, aku ingin kau menyelidiki tentang Zifana Manda Sinatria, pemilik dari ZA grup cari tau informasi terpenting. Aku mau kau segera mendapatkannya malam ini juga," ucap Leo kemudian menutup ponselnya.


Leo menghela napas panjang, dendam seakan menguasai hatinya.


"Zifana, kau tunggu pembalasanku," ucapnya kemudian menancap gas mobilnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Zifana dan Delon kini berada di kamar, meraka telah usai jamaah shalat isya bersama. Kini keduanya tampak saling bersamalan, mereka berdoa meminta kebahagiaan didunia dan diakhirat.


"Sayang," Delon menatap ke arah istrinya setelah mereka berdua selesai shalat.


"Ya," sahut Zifana.


"Ada yang ingin aku bicarakan tentang kakak dan papamu," ucap Delon.


Zifana yang semula tersenyum kini tampak tegang, jiwanya seakan tak menerima jika membicarakan tentang itu. Hatinya masih saja sakit. Memaafkan pasti, tapi untuk membicarakan mereka, dia tak sanggup. Terkadang memang dengan tidak bertemu, bisa membuat hatinya berangsur melupakan kesalahan mereka.


Delon menatap Zifana, dia tau Zifana enggan mendengarnya.


"Aku tau itu mas, tapi untuk saat ini aku tidak mau mendengar apapun. Tolong mengertilah," ucap Zifana.


Delon memejamkan matanya, dia hanya ingin memberi tau bahwa kakak dan papanya telah bebas, dan mereka tinggal di rumah yang disediakan Delon. Bahkan Delon ingin memberi tau jika papa Zifana menderita sakit yang serius. Tapi bagaimana bisa Zifana seolah masih tak mau membahasnya? Delon menghela napas panjang, dia hanya bisa bersabar untuk menghadapi Zifana yang masih dalam penyembuhan luka batinnya.


"Tinggalkan aku sendiri," pinta Zifana.


Delon tampak terkejut, tapi dia cukup tau Zifana memang sedang dalam keadaan yang tak biasa. Entah sampai kapan dia akan kuat tak bercerita, yang jelas Delon tetap mengawasinya hingga Zifana mau terbuka.


"Oke, aku ke bawah," ucap Delon sambil mengecup singkat kening Zifana.


Delon segera keluar, lelaki tampan itu melihat satu satu pesan dari Gino.

__ADS_1


De, bagaimana? Zifa mau menemui papa? Papa kambuh.


Maaf Kak, aku belum bisa membujuk Zifana. Yang terpenting papa sudah dalam perawatan. Bersabarlah. Balas Delon.


Ya sudah kalau begitu, kau jangan memaksanya De. Kasian Zifa, dia sedang hamil. Semua ini karna kesalahan kami terlalu besar, aku mengerti perasaanya. Biar waktu yang berbicara. Balas Gino.


Hem, titip papa kak. Balas Delon.


Ya, kau tenang saja. Aku akan menjaga papa. Titip juga Zifa. Balas Gino.


Delon kini segera berbaur dengan Kakek, Andreas, Gisel dan juga mama yang sedang membicarakan segala sesuatu pernikahan di taman.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Zifana menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Banyak yang dia pikirkan. Takut, sedih, bimbang.


"Papa, kakak, aku harap kemunculan Lee tadi tidak ada hubungannya dengan kalian. Aku tidak akan pernah memaafkan kalian, jika kalian kembali mengulang kesalahan yang sama," ucap Zifana.


Hatinya sakit, sejujurnya dia rindu pada dua lelaki itu, ingin memeluk, ingin meluapkan kerinduan. Tapi mereka memang harus mendapatkan hukuman, agar memberi efek jera.


Yang menjadi kelegaan baginya. Kini perusahaan sakura telah selesai diurus oleh Manda dan Andreas, dan kini telah berpindah nama pada Alya keponakannya. Yang terpenting, Selena kakak iparnya itu tak lagi kesusahan, itu adalah satu cara menebus kesalahan yang diperbuat kakaknya pada kakak iparnya.


"Jangan pikir aku tega padamu dan papa kak, aku sangat merindukan kalian," ucap Zifana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2