Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Pagi yang hangat


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, Zifana sudah bangun dari tidurnya. Delon juga sama, pijit pijit semalam membuatnya pagi ini harus melakukan keramas sebelum subuh.


Tangan nakal Delon semalam berlarian kesana kesini hingga berujung ular piton pendeknya masuk kedalam lubang setelah lama berpisah. Tak sanggup lagi menahan setelah beberapa malam bersama. Pada akhirnya, mereka melakukan olah raga malam. Selain membuat tidur pulas, Delon juga tampak segar dan kelihatan sumringah.


Kini Delon memakai kemejanya. Mengancingkan lengannya. Dia tampak kesususahan memakai dasi. Sehingga Zifana yang sibuk memakai jilbabnya tampak menghampiri Delon dan memasangkan dasi untuk lelaki tercintanya itu. Bahkan jilbabnya belum terpasang sempurna.


Dengan telaten wanita yang hampir berusia dua puluh empat tahun itu meladeni Delon suaminya. Delon memandang wajah Zifana yang tampak cantik dan menawan.


"Selesai," ucap Zifana.


Delon masih saja memandang ke arah Zifana dan menatap wajah cantik wanita itu. Zifana mendongak dan menatap ke arah lelaki tampan yang kini memandangnya.


"Kenapa Kak?" tanya Zifana saat pandangan mata Delon tak mau beralih darinya. Membuat wajahnya bersemu merah.


"Kenapa sih?" tanya Zifana memandang dirinya sendiri, mencari mungkin ada yang salah dengan dirinya sehingga ditatap Delon dengan intens.


"Aku memandang jejakku," ucapnya saat melihat tanda merah di leher Zifana sambil tersenyum senyum. Bahkan ini baru yang kedua kalinya dia melakukannya. Dan bagi Delon rasanya lebih indah dari yang sudah.


Zifana mendorong tubuh Delon dan memutar langkahnya, wajahnya memerah. Dia sangat malu.


Delon menahan Pinggang Zifana dengan satu tangannya sehingga wanita cantik itu tak bisa menjauh. Delon meletakkan dagunya di pundak Zifana. Tangan kirinya menahan pinggang Zifana, dan tangan kanannya mengusap pelan perut datar Zifana.


"Mau kemana, hem?" tanya Delon.


Zifana memejamkan matanya, jantungnya seakan tak sehat. Kenapa manusia galak itu menjelma bak macan jinak?


"Aku mau beberes kak, ini sudah siang. Aku ada meeting, jangan membuatku terlambat," ucap Zifana.


"Aku tidak berniat membuatmu terlambat, aku hanya memandangmu," sahut Delon. Zifana tampak kesal, dipandang Delon membuat dirinya seakan salah tingkah.


"Lepaskaan aku, aku bisa terlambat kak," ucap Zifana kesal, tapi justru malah membuat Delon tertkekeh.


"Kamu masih mau bekerja?" tanya Delon sambil memutar langkahnya sehingga keduanya berhadapan. Delon menatap ke arah Zifana yang kini menggunakan gamis indah berwarna navy.


"Hem," jawabnya.


"Mau sampai kapan? Aku bisa mencukupimu," ucap Delon. Zifana tersenyum dan menatap ke arah Delon.


"Aku hanya membantu, kalau bukan aku siapa lagi? Pasti kamu akan kuwalahan menghendel Wilantama, Zif, ZA, dan sakura. Aku tidak mau kamu kecapean," ucap Zifana. Delon terkekeh.


"Jadi kalau kamu tidak bekerja, Sakura akan kamu serahkan padaku begitu?" tanya Delon. Zifana mengangguk pelan.


Delon mendekekat dan mengusap puncak kepala istrinya.

__ADS_1


"Aku sudah semakin tua. Sepertinya sudah saatnya aku meminta kakek untuk mencari cucu dari sahabatnya. Sudah seharusnya dia memegang kendali ZA grup agar pikiranku tidak bercabang lagi, dengan begitu aku bisa menghendel sakura agar kamu bisa istirahat," ucap Delon.


Zifana tampak membelalakkan matanya, apa dia katakan saja pada Delon jika ZA miliknya? Astaga, dia tidak enak juga. Nanti dikiranya dia mentang mentang. Biarkan kakek saja yang mengatakan. Pikir Zifana.


"Jadi kamu capek menghendelnya Kak?" tanya Zifana.


"Bukan seperti itu, hanya saja ZA grup semakin besar dan maju. Aku takut tidak bisa fokus sehingga aku lalai," ucap Delon.


"Boleh aku membantumu?" tanya Zifana.


Delon mendekati Zifana dan menarik pinggang wanita cantik itu mendekat ke arahnya.


"Kamu sedang hamil muda Nyonya Delon, aku tidak mau terjadi sesuatu denganmu. Yang terpenting saat ini, jadwalkan ke dokter kandungan," ucap Delon.


Zifana terkekeh dan mengalungkan tangannya di leher suaminya. Perlakuan Delon sangat manis.


"Nanti malam," ucap Zifana.


Delon memutar bola matanya, dan menganggukan kepalanya.


"Hem, sekalian aku mau mengajakmu ke suatu tempat," ucap Delon.


"Kemana?" tanya Zifana.


"Bisa kasih tau? Aku sangat penasaran," pinta Zifana.


"Suatu tempat pokoknya, sekalian aku akan mengenalkan seseorang padamu," ucap Delon sambil menatap ke arah Zifana. Zifana menghela napas panjang dan menganggukan kepalanya.


tok tok tok


Terdengar ketukan pintu dari arah sana. Zifana menepis pelan tangan Delon dan segera berjalan ke arah pintu, membuka pintu dan melihat bi Nur di sana.


Sedang Delon mengambil jas yang disiapkan Zifana dan memakainya. Netranya masih saja mengamati wajah ayu wanita yang memperlakukan dirinya bak raja itu. Sebenarnya sejak dulu Zifana seperti ini. Tapi sayanganya dia baru saja menyadari saat Zifana pergi. Bahkah, mantan istrinya tak pernah melayani dirinya seperti yang Zifana lakukan padanya.


"Pagi mama," ucap Elia yang datang bersama bi nur.


"Pagi sayang," ucap Zifana sambil meraih Elia dalam pelukan hangatnya.


"Non, sarapan sudah siap, Tuan Besar dan Nyonya sudah menunggu di bawah," ucap Bi Nur.


"Oh iya bi, terima kasih. Kami akan segera turun Bi," ucapnya.


"Baik Nona," ucap Bi Nur sambil mengangguk kemudian segera kembali.

__ADS_1


Delon yang tersenyum bahagia segera mendekat ke arah Elia dan Zifana berada. Lelaki tampan itu kemudian menggendong Elia.


"Pagi putri papa," sapanya pada Elia.


"Pagi Papa," jawab Elia sambil menempelkan pipinya di wajah Delon.


Zifana tampak bahagia melihat pemandangan ini, ternyata Delon sangat hangat. Hatinya berbunga melihatnya.


"Nanti papa Delon dan mama Zifa antar ke sekolah. Lalu siangnya mama Asti dan papa Devan yang akan menjemput, setuju?" tanya Delon.


"Siap papa, nanti Elia sama mama Asti sama papa Devan. Kapan kapan temani Elia lagi ya," ucap gadis itu dengan imutnya.


"Siap," jawab Delon antusias.


"Ayo kita sarapan," ucap Delon pada dua wanita cantik besar dan kecil itu. .


Zifana tersenyum, keduanya segera turun dan ternyata bebarengan dengan Gisel yang baru keluar dari kamar juga.


"Pagi kesayangan," sapanya sambil mentoel pipi Elia.


"Pagi onty Gie," jawab Elia.


"Pagi Zie, pagi juga kakak," sapanya.


"Pagi juga Gie," ucap Zifana sambil tersenyum dan menatap ke arah Gisel.


Mereka tampak bersamaaan menuruni anak tangga dan bergabung dengan mama dan Kakek di meja makan.


"Pagi Kek, pagi Ma," ucap mereka serempak.


Mama Amel tampak bahagia, kakek juga. Melihat semuanya berkumpul membuat mereka tampak sumringah.Bahkan Zifana, Elia, dan juga Gisel berada dalam satu meja setelah sekian lama tidak pernah lengkap.


"Pagi semua, sebaiknya kita sarapan dulu. Sebelum itu, kita berdoa," ucap kakek kemudian memimpin doa.


Mereka tampak menikmati sarapan dengan hangat. Menikmati kebersamaan dengan indah. Hingga pada akhirnya mereka menyelesaikan sarapan.


Gisel dan mama segera ke Wilantama grup, kakek juga ada urusan. Zifa dan Delon kini melajukan mobil menuju ke arah sekolah Elia.


Jangan lupa nanti malam


Delon membaca satu pesan yang masuk di ponselnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2