Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Andreas si biang kerok


__ADS_3

"Leo," lirih Delon.


Delon tampak waspada menatap ke arah Leo yang kini sedang berjalan ke arahnya bersama dengan Arya. Leo ke sini atas undangan Andreas. Akan tetapi Andreas memang tidak memberitau Delon dan Zifana sebelumnya, karna memang undangan ini dadakan.


Andreas meminta Leo untuk datang, dan wajib datang, kalau tidak mau Andreas berkata akan menjadikan Leo gembel. Andreas juga berkata agar Leo menemui Delon, apapun keadaannya saat itu juga.


Leo yang hawatir dengan keadaan perusahaan tampak mengiyakan, bahkan dia yang sebelumnya tak diundang itu sebenarnya keberatan dengan undangan dadakan ini. Apa Delon akan mengatakan sesuatu? Pikirnya.


Andreas hanya ingin melihat wajah ketakutan Leo, menekan Leo sama seperti saat itu. Andreas pikir, wajah Leo yang ketakutan sangat lucu. Saat itu tidak bisa diabadikan, tapi saat ini Andreas yang telah mengetahui kedatangan Leo tampak menatap ke arah Manda.


"Sayang," ucap Andreas yang memang sudah mengatakan cinta pada Manda, bahkan Andreas sudah melamar Manda. Manda menerima dan mereka akan segera melakukan penentuan hari pernikahan.


"Apa?" tanya Manda.


"Kamu Vidioin disini ya, aku juga akan vidioin disana. Aku pengen tertawa," ucap Andreas.


Manda menggelengkan kepala, tak habis pikir dengan segala kelakuan Andreas yang ternyata memang sangat konyol bin ajaib.


"Kamu mau tertawa? Dasar Gila," ucap Manda.


"Kau tau, lihat wajahnya. Sangat jelek, tapi aku suka melihat dia seperti itu, itu balasan yang tepat untuk dia karna bermain main dengan Delon dan Zifana," ucap Andreas.


"Oke, pergilah. Tertawa sepuasnya, aku akan melakukan kemauanmu," ucap Manda.


Kini Andreas berjalan mendekat, dia ingin melihat wajah ketakutan Leo di jarak yang dekat. Pasti Leo beranggapan bahwa ini undangan Delon, padahal Delon tak tau sama sekali. Bahkan pasti mereka sama terkejutnya.

__ADS_1


Andreas melihat Delon yang menatap Leo dengan sorot mata tajam. Radit, Dani, Nicho, Vino menatap ke arah Leo juga dengan tatapan dingin dan waspada. Mereka pikir Leo orang yang berbahaya.


Leo tampak gugup, pasalnya dia seperti maling yang berhadapan dengan orang orang yang sadis, dingin dan sinis. Arya, entah kemana sahabatnya itu.


"Tuan Delon," sapa Leo sambil mengulurkan tangannya.


Delon tampak semakin menatap Leo dengan tajam, dan tatapan itu semakin membuat Leo gugup. Tapi justru membuat Andreas semakin menahan sakit perut karna menahan tawa melihat wajah Leo.


Gino yang tadi asik bermain dengan Alya dan juga Selena tampak menghentikan dan menatap ke arah Delon dan Leo bergantian. Dia hawatir Leo akan membuat keributan. Gino segera memberikan baby Alya pada Selena.


"Tuan Leo, apa yang kau lakukan disini? Sebaiknya anda pergi," ucap Gino saat sampai di depan Delon dan Leo.


"Tidak," ucap Leo yang masih berpikir Delon akan menghancurkan perusahaanya.


"Saya mohon jangan mengganggu ketentraman disini," ucap Gino.


Belum sempat Leo melanjutkan ucapannya, Gino tampak memaksa. Saat itu juga Leo melawan. Delon mundur beberapa langkah, dia raja malam ini tidak mungkin ikut bertarung. Toh Gino sepertinya tak membutuhkan bantuan.


Andreas tampak terkejut, bagaimana bisa seperti ini?


Zifana yang dari melihat kedatangan Leo merasakan sakit diperutnya, kehadiran Leo seakan membuat ketakutan sehingga memberi tekanan yang dahsat diperutnya. Kini dia semakin merasakan sakit saat melihat pertarungan antara kakaknya dan Leo.


Zifana menggeleng dia berdiri.


"Zifa, mau kemana?" tanya Nada.

__ADS_1


"Aku harus kesana," ucap Zifana.


"Tapi katamu perutmu sakit, bahaya Zie," ucap Gisel.


"Tapi justru semakin sakit kalau mereka tetap seperti itu," ucap Zifana. Zifana berjalan dan mendekat ke sana.


"Stop!!" teriak Zifana.


Seketika semua orang terdiam, Gino dan Leo tampak berhenti. Tak bisa mengatakan apapun Lagi, denyutan di perut Zifana semakin menjadi.


Delon yang menyadari Zifama terhuyung segera menyambar tubuh istrinya.


"Sayang, perutku sakit sekali," ucap Zifana.


"Kita ke dokter," ucap Delon.


"Ya, tapi vidioin wajah Leo," ucap Zifana.


Delon membelalakan matanya. Bagaimana bisa Zifana meminta itu?


"Vidio?" tanya Delon.


Zifana mengangguk, dia merasa anaknya tidak mau bertahan lagi di dalam perut. Mungkin dengan melihat Leo akan membuat kelahiranya semakin cepat.


"Andreas, kau vidio wajah keparat ini," ucap Delon kemudian segera berjalan ke arah keluar.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2