Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Sadar


__ADS_3

"Maafkan papa, papa janji akan menebus kesalahan papa," ucap Gino.


Selena mundur beberapa langkah, dia menatap Gino dengan dingin. Kemudian Selena melambaikan tangannya ke arah salah satu pegawainya.


"Mbak Arum, tolong bawa Alya ke dalam ya. Aku ada urusan sebentar," Selena tampak memanggil babysiter yang ikut membantu mengasuh Alya.


Segera wanita tiga puluh tahun itu mendekat dan mengambil bayi empat bulan dari gendongan ibunya.


"Saya bawa ke atas ya Bu," ucap Mbak Arum.


"Iya," jawab Selena.


Gino hanya bisa diam, dia tau Selena masih ragu padanya, hingga tampak sekali wanita itu keberatan jika Gino dekat dekat dengan putrinya.


"Sebaiknya kamu pulang, aku akan ke apertemen Zifana malam ini. Semoga saja Zifana mau mendengarku," ucap Selena.


Gino tampak terdiam, sebenarnya dia masih ingin melihat putrinya. Tapi dengan berat hati lelaki itu mengangguk.


"Terimakasih El karna sudah mau membantuku," ucapnya.


"Sama-sama, semua ini aku lakukan untuk papa," ucap Selena.


Gino menghela napas pelan, Selena mungkin benar-benar masih tak menganggapnya. Bahkan dia menjelaskan bahwa semua yang dia lakukan untuk papanya.


Mobil sudah siap di parkiran, karna Selena baru saja meminta pak supir untuk menyiapkan. Kini Selena menatap ke arah Gino.


"Aku mau berangkat, takutnya kemalaman," pamit Selena. Gino mengangguk.


"Ya, aku juga mau kembali ke rumah sakit," sahut Gino. Selena segera melangkah, sedang Gino hanya bisa menatap wanita itu dengan penyesalan.

__ADS_1


"El," panggil Gino.


Seketika Selena berhenti, dia menatap Gino yang kini sudah dekat dengannya.


"Ya," sahutnya singkat.


"Apa boleh lain waktu aku menjenguk putriku?" tanyanya. Selena tampak terharu, hingga dia diam tak kunjung menjawab.


"Tapi kalau tidak boleh tidak papa, aku mengerti El," ucap Gino lagi.


Selena masih diam, tadi dia melihat kebahagiaan Alya saat bertemu Gino. Lalu apa tega dia melarang putrinya bertemu papanya?


"Kamu boleh kesini lain waktu, tapi karna sekarang sudah malam. Sebaiknya kamu ke rumah sakit lagi, kasian papa sendiri," ucap Selena.


Gino tampak berbinar, reflek dia medekat dan menggenggam tangan Selena.


Selena tampak terkejut, hatinya berdesir. Bahkan perasaan yang saat ini dia rasakan masih sama dengan perasaannya dulu kepada Gino.


Selena menarik tangannya dari genggaman Gino, dia mengangguk dan masuk ke dalam mobil. Selena mengusap air mata yang ada di sudut matanya. Tak bisa dia membohongi perasaanya, dia masih merasakan cinta yang sama seperti dulu. Tapi untuk bersama, sepertinya dia harus berpikir berulang kali.


Gino menatap kepergian Selena, kini dia melangkah ke luar. Meninggalkan rumah berlantai dua itu. Gino segera naik ke dalam mobil taksi yang dia pesan, dia akan kembali ke rumah sakit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Zifana mengerjab-ngerjabkankan matanya, dia mencoba untuk menetralkan pandangannya. Dia menggerakan tangannya, terasa hangat. Zifana menoleh, dilihatnya Delon duduk dan tertidur disampingnya. Delon menggenggam tangannya dengan erat.


Zifana tersenyum, melihat Delon selalu ada di sampingnya membuat dirinya bahagia. Zifana memegang infus yang ada di tangannya. Sudah habis. Zifana melepas selang infus itu.


Pergerakan Zifana membuat Delon terbangun, lelaki tampan itu menatap Zifana dengan tenang.

__ADS_1


"Sayang, kau sudah sadar," ucap Delon.


Dia meluruskan tubuhnya dan menatap Zifana dengan senyuman manis. Diulurkan tangan kanannya dan mengambil segelas air untuk Zifana.


"Minum dulu Sayang," ucap Delon.


Zifana mengangguk dan minum separuh air di dalam gelas.


"Alhamdulilah kamu sudah sadar, aku sangat menghawatirkanmu," ucap Delon.


Zifana tampak berpikir, sadar? Apa tadi dia pingsan? Zifana mencoba mengingat apa yang terjadi hingga pada akhirnya dia menjatuhkan gelas yang ada di tangannya.


Pyar


Delon tampak terkejut, dia menatap ke arah Zifana yang tampak ketakutan. Delon memegang kedua pipi Zifana.


"Sayang, ada apa?" tanya Delon.


Zifana memejamkan matanya, bayangan Leo dan juga Gino berputar dalam otaknya.


"Mas, aku takut," ucapnya lirih.


Delon meraih Zifana dalam dekapannya.


"Ada aku disini Sayang," ucap Delon penuh kegelisahan.


"Ceritakan padaku, apa yang terjadi?" ucapnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2