Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Anggap saja menggendong putraku


__ADS_3

Gisel menoleh dan menatap ke arah lelaki yang berdiri di depannya. Keduanya saling berpandangan.


Segera Gisel menutup pintu mobilnya. Angin bertiup kencang, menerpa rambut Gisel yang kini menutup wajahnya. Orang di depannya tampak menautkan alisnya.


"Apa aku terlihat tampan, sehingga pandangan matamu tak beralih dariku Nona Gisel?" tanya Andreas dengan senyum menjengkelkan. Gisel yang pemarah adalah hiburan baginya. Suka sekali menggoda wanita cantik yang dianggapnya adik sendiri itu.


"Bisa diam? Kurasa dunia ini lebar, tapi kenapa hanya kau yang selalu muncul dihadapanku, dan menghancurkan suasana hatiku? Menyebalkan!" kesal Gisel kemudian melangkah pergi.


Gisel melangkah dengan buru buru, ingin rasanya segera menjauh dari pandangan mata kakak angkatnya itu. Kakinya tersandung, hingga Gisel terkejut saat dia terjegal langkahnya sendiri dan menabrak orang didepannya.


Gisel semakin terkejut, orang itu juga sama. Dengan Gesit lelaki itu menoleh dan meraih pinggang Gisel yang terhuyung dan hampir terjatuh. Gisel memejamkan matanya.


Lelaki tampan itu tampak mengamati wajah cantik dalam rengkuhannya. Dipandangnya lekat wajah ayu wanita yang tidak asing yang kini ada di dalam rengkuhannya. Lelaki itu tampak menautkan alisnya. Senyum tipis menghiasi wajah tampan dengan rahang kokoh itu.


"Apa kabar Nona Gie yang terhormat?" ucap lelaki tampan itu dengan dingin.


Gisel yang semula memejamkan matanya tampak membuka matanya, keduanya saling berpandangan. Gisel terkejut, memori lama seakan berputar cepat di ingatannya.


Gisel mendorong tubuh lelaki yang sangat kental diingatannya itu. Willyam Gerald Tanubrata. Lelaki tampan yang sempat mengisi hatinya, lelaki dingin yang baginya hanya bisa dekat dengan Zifana.


"Maaf. Aku tidak sengaja, sepertinya anda salah orang Tuan," ucap Gisel kemudian melangkah pergi.


Willy menatap kepergian wanita cantik itu, wanita cantik yang menghilang sejak semester akhir menuju S1, tiga tahun lalu. Wanita sombong, angkuh, sebelas dua belas dari Zifana. Tidak mungkin dia salah orang. Yang merasakan adalah hatinya.


Pikiran Willy melayang jauh, membayangkan persahabatan mereka bertiga dulu. Indah sekali.


"Zie, tolonglah. Coba katakan pada Gisel tentang perasaanku," ucap Willy yang saat itu memang suka sekali bergonta ganti pasangan.


"Berikan bunga ini padanya," ucap Willy lagi sambil menyerahkan buket bunga mawar merah pada Zifana. Zifana hanya memandang lelaki tampan yang tiga tahun lebih tua darinya dan Gisel itu.


"Aku tidak percaya padamu. Bisa saja kau menyakiti Gie. Dan aku tidak akan membiarkan itu," ucap Zifana.


"Zie aku beneran, pegang omonganku deh. Aku tidak akan menjalin hubungan dengan wanita lain dan menyakiti hatinya," ucap Willy.


"Enggak, enggak artinya enggak!" ketus Zifana.

__ADS_1


"Aku tau kau Wil, sejak kecil kita barengan. Dan aku tau kelakuanmu," kesal Zifana.


"Oke, lihat saja Zie. Kedepan aku tidak akan lagi main wanita. Kalau bukan Gie, kau pun tak apa," ucap Willy dengan senyumannya menggoda Zifana.


"Kau gila ya? Harus masuk rumah sakit jiwa emang," kesal Zifana sambil menyeruput teh hangatnya.


Di sebrang sana, Gisel melihat keakraban dua orang itu dari kejauhan. Melihat keduanya tampak akrab, dengan bunga mawar merah diantara Willy dan Zifana membuatnya merasakan sesak yang amat sangat. Tanpa peduli pembicaraan apa yang sebenarnya terjadi, wanita bernama lengkap Arzenia Gisela Meca itu pergi membawa luka dan menyimpan rapat rapat perasaan yang ada.


Willy tersadar dari lamunannya, memandang punggung wanita yang sampai saat ini masih membuat jantungnya berdetak tak karuan. Bahkan, sampai sekarang pun dia benar benar tak menjalin hubungan dengan orang lain.


Suka Zifana? Itu hanya untuk mencoba melarikan perasaannya. Mencoba move on dari Gisel, dan nyatanya Zifana yang memang sedari kecil bersahat dengannya karna kedua orang tua mereka bersahabat itu tak pernah menanggapi serius ucapan bualannya. Zifana tau, dirinya hanya bercanda.


Bahkan, dekat dengan Zifana tak membuat jantungnya berdetak kencang seperti di dekat Gisel. Membual pada Zifana memang sudah menjadi kebiasaannya semenjak Gisel pergi tanpa jejak. Bisa dikatakan dirinya yang suka bermain wanita itu dipatahkan oleh seorang Gisel.


Willy tersenyum sinis dan memandang punggung wanita yang sudah masuk ke dalam mall dan menghilang dari pandangannya itu.


"Kau hutang penjelasan padaku tentang kepergianmu," lirih Willy kemudian melangkah ke arah yang sama.


Andreas yang dari tadi menatap ke arah Willy dan Gisel tampak menautkan alisnya. Ada hubungan apa adiknya dengan CEO WL grup? Saling kenalkah mereka?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Delon melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 19.00. Delon melirik ke arah Zifana yang memejamkan matanya.


"Mama Zifa tidul, Pa?" tanya Elia sedikit berbisik, gadis kecil yang kini duduk di belakang itu takut jika mamanya terbangun.


Delon memandang Elia dan mengangguk.


"Papa mau gendong mama? Kan biasanya papa gendong Elia kalo tidul di mobil," ucap gadis kecil itu.


Delon menautkan alisnya, merasa lucu dengan segala ucapan Elia. Memang selalu seperti itu, dia selalu digendong disaat tidur. Dan paginya selalu berterimakasih.


"Mamakan udah besar, bisa malu sama Elia kalau papa gendong di depan Elia," ucap Delon.


"Kasian mama pa, kasian juga dedek bayinya. Dedek bayi capek pastinya aku ajak main seharian," ucap gadis kecil itu.

__ADS_1


Deg


Delon memejamkan matanya, menatap perut datar Zifana yang tertutup baju gamis. Zifana masih enggan menjawab pertanyaan darinya untuk periksa. Dan itu membuatnya tak ingin juga memaksa.


"Oke, papa akan gendong mama," ucap Delon dan membuat Elia tampak berbinar.


Delon turun dan membuka pintu untuk putri kecilnya, tak lama kemudian dia berputar dan membuka pintu mobil depan. Ditatapnya wajah cantik Zifana yang tampak lelah itu. Delon tersenyum dan meraih tangan Zifana ke lehernya. Diangkatnya tubuh ramping istri kesayangannya itu. Delon melangkah mengikuti langkah Elia yang sudah berjalan dulu.


Delon berjalan, selain memperhatikan jalan, netranya juga melirik ke arah wanita cantik yang ada dalam rengkuhannya.


Zifana yang merasa bergerak gerak tampak mengerjabkan matanya, begitu terkejut saat dirinya berada dalam rengkuhan, gendongan Tuan Delon, Suaminya.


"Kak, turunkan aku. Aku bisa jalan," ucap Zifana sambil berontak.


"Jangan bergerak Nyonya Delon. Kalau kau keberatan aku gendong, anggap saja aku menggendong putraku dan imbalannya kau ikut tergendong karna dia ada di dalam perutmu," ucap Delon dengan sudut bibir yang terangkat dan membuat seulas senyuman.


Zifana membelalakan matanya, begitu yakinnya Delon jika ada putranya dalam perutnya? Zifana memejamkan matanya. Perasaannya campur aduk. Bahagia, cemas, semuanya berkecamuk dalam benaknya.


"Ya Allah, berikanlah yang terbaik," batin Zifana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yuk like komen dan hadiahnya. wkwkw.


Sambil nunggu up.. Yuk mampir di karya sahabat othor yang pastinya kece badai. 😍😍😍


Seperti Menikahi bocah karya Kak Rita tatha


Mbak Jum Wo Ai Ni karya kak Realrf


Aku pengganti kakaku karya dedek Bae Lla


Jangan lupa beri dukungan ya.. wkwkwk


__ADS_1


__ADS_2