Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Bertemu Papa mertua


__ADS_3

Gino dan Tuan Sinatria tampak saling berpandangan. Ada apa sebenarnya?


"Jangan berbelit belit, aku tidak suka itu. Kau tau, papa dan aku mendekam di sini sudah lama, aku tak melakukan kesalahan apapun, baik padamu atau bosmu," ucap Gino tampak emosi.


"Kalian memang tak melakukan kesalahan apapun dari bosnya. Tapi kalian melakukan kesalahan padaku, pada istriku," ucap Marvel Raditia Dika dengan tegas.


Gino dan Tuan Sinatria tampak menoleh, keduanya teekejut saat mendapati ada Marvel Raditia Dika beserta Delon Wilantama. Mereka seketika berdiri.


Gino dan Tuan Sinatria tampak ketakutan, ada emosi yang menggebu mendapati dua lelaki yang menjadi alasan dirinya berada dalam bui. Lalu, ada apa mereka datang? Bagaimana bisa?


Tuan Sinatria hanya diam, pasrah. Dia tak takut bila di bui semakin lama oleh Radit sekalipun. Kesehatannya menurun setelah berada di dalam bui. Yang dia takutkan adalah ketika dia tak lagi bisa memeluk putrinya, padahal dia sangat merindukan putri semata wayangnya itu. Rasa bersalah seolah menghantuinya.


Walau dia terkejut dengan kedatangan dua lelaki itu, namun dia tak memikirkan itu. Yang ada dalam ingatannya hanya Zifana Manda, putri kesayangannya.

__ADS_1


"Marvel Raditia Dika, Delon ?" lirih Gino dan Tuan Sinatria bersamaan.


"Selamat Siang Tuan Sinatria dan juga Tuan Gino," ucap Radit dengan tenang sambil mengulurkan tangannya.


Gino menatap uluran tangan dua lelaki itu, kemudian menatap papanya yang tampak bengong. Delon dan Radit menarik uluran tangan mereka, saat uluran tangan mereka tak tersambut oleh Gino.


"Jika kedatangan kalian hanya untuk menghina kami, membuat pembalasan yang lebih dari ini, sebaiknya kalian tidak usah menampakan wajah di hadapan kami yang saat ini tak berdaya," ucap Tuan Gino yang tampak menderita, semakin menderita saat dirinya melihat wajah papanya yang semakin lemah.


"Kau salah, duduklah. Kedatangan kami ingin memberikan penawaran pada kalian," ucap Delon dengan tenang.


Gino duduk, begitu juga Tuan Sinatria. Andreas yang tadi berdiri juga duduk. Memang dia tapi bersikap waspada, siapa tau Gino berulah dan menyerang Delon dan Radit.


Melihat tiga orang itu duduk, Delon dan Raditpun ikut duduk. Delon menatap ke arah Gino yang bisa mengontrol emosinya itu.

__ADS_1


"Penawaran apa yang ingin kau berikan pada kami?" tanya Gino.


Delon dan Radit saling berpandangan, Radit tersenyum dan memberikan berkas persetujuan pada Gino dan juga Tuan Sinatria.


Gino membaca beberapa poin isi dari persetujuan tersebut. Mereka akan dibebaskan asal tidak mengulangi lagi. Bisa menjadi manusia lebih baik, mau bertaubat, dan menjauhi hal yang merugikan orang lain.


Gino melempar berkas itu di atas meja, matanya berkaca kaca. Sebenarnya dia sudah melakukan semua di dalam bui sebelum Radit dan Delon memintanya. Lalu atas dasar apa Radit dan Delon melakukan ini? Bukankah seharusnya mereka bahagia atas kehancurannya?


Tak lagi memikirkan apapun, yang ada di pikiran Gino saat ini adalah dimana Zifana berada? Bagaimana hidupnya?


"Aku tidak butuh kebebasan, disini hidupku dan papaku lebih baik. Lagi pula seharusnya kalian bahagia atas kehancuran keluargaku, bukankah tak ada untungnya bagi kalian jika membebaskan aku dan papaku?" tanya Gino sambil tersenyum sinis.


"Jangan menyibukan diri kalian hanya untuk berbagi belas kasih pada manusia yang pernah membuat kesalahan pada kalian," ucap Gino dengan penuh sesal.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2