Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Bertemu Selena


__ADS_3

"Selena?" tanyanya.


Zifana menatap antusias ke arah Delon, Marvel dan juga Nada.


"Ya, Selena. Jadi dia adalah wanita yang dulu mencoba menghancurkan aku dengan cara meminta pertanggung jawaban padaku atas kehamilannya. Delon selama ini yang mendampinginya atas permintaanku. Nada tidak keberatan jika kami membantunya, dan saat ini kami ingin mengenalkan dia denganmu, selain agar tidak terjadi kesalah pahaman antara kau dan Delon mengenai ini, sebenarnya kami merasa putra Selena sangat mirip dengan kakakmu," ucap Marvel dengan tanang.


Deg


Air mata Zifana mengalir deras, bayangan masalalu mengiang dalam benaknya. Zifana memejamkan matanya. Selena? Wanita yang berkehidupan dibawah rata rata, harus menikah dengan kakaknya tanpa cinta karna sejumlah uang untuk biaya pengobatan ibunya. Menderita karna ulah kakaknya yang biadab. Bahkan, rela menjual diri demi kelangsungan hidup yang tak dijamin sama sekali oleh orang yang berstatus sebagai suaminya.


Hampir setahun dia tidak bertemu dengan kakak iparnya itu, setelah Selena mengandung dan kakaknya tidak mengakui bayi dalam perut itu adalah putranya. Lalu, bagaimana bisa Selena meminta pertanggung jawaban Marvel? Apa kakaknya memaksa Selena lagi? Bahkan dirinya dulu yang sombong, angkuh, tak memperdulikan sama sekali kakak iparnya itu.


Jadi Selena sudah melahirkan? Anak Selena mirip kakaknya? Zifana memejamkan matanya. Rasa bersalah atas ulah kakaknya bersarang dalam benaknya. Hatinya sesak, dia juga wanita seperti Selena. Mungkin dia akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi Selena.


"Dimana dia sekarang?" tanya Zifana. Dia ingin memeluk keponakan bayinya.

__ADS_1


Delon, Nada dan juga Marvel tampak terkejut. Ada apa dengan Zifana?


"Di ruang mawar no 12. Bayi Selena sedang sakit," jawab Delon.


Tanpa menunggu lama, Zifana berjalan ke sana. Nada, Delon dan juga Marvel mengikuti langkah wanita cantik itu.


Tak berapa lama kemudian, sampai sudah Zifana di depan kamar yang dituju, Zifana membuka hendel pintu dan mendapati wanita berhijab tengah menenangkan bayi mungil yang usianya sekitar tiga bulan.


Air mata Zifana mengalir deras, Netranya mengamati wajah tenang Selena? Wanita yang pernah menjual dirinya, mengotori dirinya dengan perbuatan haram. Kini telah berubah drastis, sama sepertinya yang dulu adalah pendosa. Wanita yang selalu di sakiti kakaknya, sekarang berdiri di depannya?


"Kak Selena," panggil Zifana.


Bayangan masa lalu berputar dalam memori, Selena menatap wanita berhijab yang berdiri di depan pintu. Ditatapnya wajah yang tak asing, tapi dia lupa. Siapa dia?


Delon, Nada dan juga Marvel tampak terkejut. Zifana mengenal Selena? Bagaimana bisa? Apa memang karna ada hubungan diantaranya? Lalu, bagaimana bisa mereka takut mengatakan ini sebelumnya?

__ADS_1


Ketiga orang itu tampak mengamati Zifana yang saat ini mendekat ke arah Selena.


"Kak, Aku Zifana," ucapnya.


Deg


Selena mundur beberapa langkah, dia mengamati wajah Zifana. Dan benar saja, itu adalah adik iparnya. Adik ipar yang sebenarnya tidak pernah ikut campur urusannya. Bahkan karna sombongnya dulu, dia tidak perduli dengan keberadaan Selena.


"Mau apa kau kesini? Jangan sakiti aku dan anakku, pergi!" ucap Selena dan terus saja memundurkan langkahnya.


Zifana menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dulu dia jahat. Wajar jika keberadaan dirinya seperti tertolak oleh orang yang pernah tersakiti olehnya.


"Kak, aku tidak akan menyakitimu. Maafkan aku kak, berhentilah, kita bicara," ucap Zifana sambil menatap ke arah Selena yang sudah mentok di dinding.


"Selena, dengarkan dia. Kami tidak tau ada apa diantara kalian, yang jelas kalian sepertinya memang harus saling bicara," ucap Nada sambil menatap ke arah Selena.

__ADS_1


Selena memperhatikan penampilan Zifana, dia merasa tenang. Bahkan dia juga melihat Marvel, Delon dan Nada membersamai wanita itu. Apa dia harus mendengar Zifana?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2