
Delon, Gisel dan Zifana tampak terkejut melihat ada Willy disana. Delon membelalakan matanya. Apa maksud ucapan Willy? Lelaki yang selalu membuatnya cemburu itu?
Willy mendekat ke arah Gisel dan menatap ke arah wanita yang sedari tadi lari larian itu. Setelah sekian tahun, sekarang dia baru sadar dengan apa yang terjadi. Dilihatnya Gisel menghindari Zifana. Pasti ada yang tidak beres. Dia tak mau semua semakin berlarut.
Willy berhenti di samping Gisel, mengulurkan tangannya mengusap keringat Gisel yang berada di dahi. Gisel dan Willy saling menatap, jantung keduanya terpompa lebih cepat.
Gisel mengalihkan pandangannya, menatap ke sembarang arah. Tidak bisa dia pungkiri, berada bersama Willy membuatnya gugup, apalagi Willy memperlakukan dirinya dengan manis, walau itu di depan Zifana.
"Kau mau kemana lagi baby, setelah sekian tahun lamanya kau mau terus menghindar? Mau sampai kapan? Kau hutang penjelasan padaku," ucap Willy sambil mengusap pelan pipi mulus Gisel dengan jari telunjuknya.
Gisel memjamkan matanya, desiran hangat semakin merajai hatinya. willy benar benar membuat hatinya porak poranda.
"Apa kau tidak dengar tadi? Pernikahan kita sudah didepan mata, kau mau kemana lagi? Bahkan kakakmu yang katamu sangat menyebalkan dan menjengkelkan itu sudah menyetujuinya," ucap Willy lagi.
Willy yang memang tadi mengikuti laju mobil mamanya dan Gisel sudah sampai di mansion sedari tadi. Bahkan dia mendengar semua ucapan mamanya dan keluarga Gisel.
Sempat terkejut saat mendapati kenyataan bahwa Gisel adalah adik Delon. terkejut juga saat mendapati Zifana, sahabat baiknya bersama dengan Delon. Bahkan lebih terkejut lagi saat Delon tak sengaja mengatakan bahwa Zifana mengandung. Jadi apa yang sebenarnya terjadi? Apa Zifana dan Delon cinta lokasi setelah syuting? Ah, entahlah.
Delon yang terkejut tampak membelalakkan matanya melihat pemandangan ini. Jadi lamaran yang dia setujui tadi adalah Willy? Lelaki yang selalu membuatnya kesal saat dekat dengan Zifana? Dan sekarang membuatnya kesal karna mendekati adiknya? Jadi apa karna tidak mendapatkan Zifana, lalu dia mencoba mendekati Zifana dengan melamar Gisel?
Delon melepaskan genggaman tangannya pada Zifana. Dia berjalan ke arah Willy dan Gisel berada. Ketiganya saling berhadapan. Willy dan Delon beradu tatapan tajam.
"Aku menyetujui karna aku tidak tau itu kau, Tuan Willy. Sekarang aku tarik kata kataku," ucap Delon dengan ketus.
__ADS_1
"Jangan harap kau bisa menggoda istriku dengan mendekati adikku. Kau perlu tau, Zifana istriku dan akan selamanya seperti itu," ucap Delon.
Zifana membelalakkan matanya, teringat saat itu, Delon sempat mengajaknya pulang bersama dengan kesal seusai meeting, apa karna dia cemburu pada Willy? Zifana menggelengkan kepalanya saat menyadari Gisel dan Delon salah paham dengan Willy dan dirinya. Fiks semuanya harus dijelaskan. Delon dan Gisel, kakak beradik itu ternyata kompak dan memiliki pemikiran yang sama .
Gisel menatap tak percaya, bagaimana bisa Willy melamarnya sedang kakaknyapun menyadari kedekatan mereka? Zifana dan Willy, sangat menguras emosinya.
"Kau dengar itu Tuan Willy? Kakakku menarik ucapannya, dan aku tidak mau menerima pinanganmu. Lebih baik kau pergi," ucap Gisel.
Deg
Jantung Willy seakan terhempas, tapi dia tau Gisel sedang dikuasai emosi. Dia ingin meyakinkan wanita itu.
"Tidak bisa begitu, kau tetap harus menikah denganku!" ucap Willy.
Delon tampak menggelengkan kepalanya melihat perdebatan mereka.
"Aku bilang pergi, pergilah! Jangan berharap pernikahan, Aku tidak mau mengenalmu lagi, bahkan dia!" sentak Gisel sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah Zifana.
Zifana memejamkan matanya saat ditunjuk seperti itu. Ya, dia tau Gisel salah paham, walau tidak tau kejadian apa yang membuat Gisel salah paham padanya dan Willy.
Delon tampak semakin tak mengerti dengan semuanya. Willy mengenal Gisel? Zifana mengenal Gisel? Bahkan mereka mengenal Willy? Ada apa diantara mereka?
"Tapi Willy mencintaimu Gie, sejak dulu," ucap Zifana yang kini mendekat ke arah dimana Delon, Gisel dan Willy berada.
__ADS_1
Gisel menatap ke arah Zifana, sahabatnya dulu. Keduanya bertatapan setelah lama tak berjumpa. Rindu? Pastinya.
"Kamu bilang dia mencintai aku sejak dulu, Zie? Setelah kalian bertemu dibelakang aku, saling tertawa, saling dekat dengan mawar merah diantara kalian? Jangan bergurau," ucap Gisel dengan senyuman muaknya.
"Bahkan kakakku saja, orang yang baru kenal kalian menyadari kedekatan kalian. Kau sudah menikah dengan kakakku Zie, jangan bermain api dengan memintaku menikah dengan dia, atas dalih cinta yang masuk akal ini! Jangan sekali sekali menyakiti kakakku, atau aku akan membencimu seumur hidup" ucap Gisel dengan penekanan.
Zifana dan Willy saling menatap, mawar merah? Keduanya tampak mengingat kejadian itu. Mereka ingat betul kejadian itu. Kafe Melati, setelah acara makan malam keluarga dan tinggal mereka saja. Zifana dan Willy membelalakkan matanya, jadi karna mawar merah yang mau willy kasih pada Gisel itu yang membuat Gisel marah? Mawar merah yang dititipkan pada Zifana, tapi tiba tiba Gisel berubah dan memutuskan untuk pergi?
Delon menundukan pandangannya, dia tau ujung permasalahannya. Mereka kenal sejak lama, bahkan terlibat cinta segitiga.
"Kau salah paham Gie!!" ucap Zifana dan Willy bersamaan.
Gisel semakin muak saat mendengar kekompakan Zifana dan Willy. Delon masih diam, dia yakin cinta Zifana untuknya. Walau apapun yang terjadi dulu. Bahkan Zifana pernah mendekati Marvel raditia Dika. Bukankah artinya Willy bukan siapa siapa?
"Tidak ada maling yang ngaku," kesal Gisel.
"Mawar itu untukmu,"
"Mawar itu untukmu,"
Zifana dan Willy bersamaan lagi. Delon dan Gisel tampak terkejut dan menatap ke arah Willy dan Zifana berada.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1