Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Bukan waktu yang tepat


__ADS_3

"Iya, tapikan setidaknya sudah memberimu pelajaran beberapa minggu," jawab Zifana.


Delon terkekeh dan megeratkan pelukannya, makin kesini makin dia sadar bahwa keluarganya, bahkan Andreas adalah orang yang benar benar menyayanginya.


"Kak," panggil Zifana.


"Hem," jawab Delon.


Zifana mendongak dan menatap ke arah Delon. Dia masih tak tau alasan, kenapa Delon seolah tak mau memberi tau publik atas pernikahan mereka.


"Kenapa kakak tidak membiarkan aku mengatakan jika suamiku adalah kamu? Tadinya aku ingin publik merasakan kebahagiaan yang sama, seperti apa yang aku rasakan," ucap Zifana seolah protes.


Delon terkekeh, dia pikir dengan Zifana mengikuti dramanya, wanita cantik itu tau maksudnya. Tapi ternyata, walau dulunya dia juga orang berbahaya bagi Nada, saat ini dia tak berpikir sejauh itu.


"Iya kalau mereka bahagia, jika mereka iri dan ingin menghancurkan kita bagaimana?" tanya Delon.


Zifana menunduk, apa artinya dia tak akan diperkenalkan? Dia merasakan sesak dalam dadanya.


Delon menyadari kesedihan Zifana, lelaki itu menunduk. Menempelkan hidung mancungnya di dihidung Zifana.


"Kamu sedih?" tanya Delon.


Zifana mengalirkan air mata, berusaha dia menyembunyikan kesedihan dari Delon. Dia sangat cengeng memang. Semenjak beberapa minggu yang lalu, dan pastinya karna efek dari ibu hamil yang memang sangat sensitif.

__ADS_1


Delon memegang kedua pipi Zifana, kepalanya bergerak kanan kiri, di wajah Zifana, sehingga membuat Zifana merasa geli dan membuat wanita itu terkekekeh diantara tangisnya.


"Sayang, tidak harus disini kita mengungkap kebahagiaan ini. Disini bukan tempat yang tepat untuk berbagi kebahagiaan ini, ada cara lain selain disini," ucap Delon sambil mengusap air mata Zifana.


"Kamu mau pesta yang seperti apa? Tinggal bilang, aku akan mempersiapkanya untukmu, jika bersamaan dengan Willy dan Gisel sebulan lagi terlalu lama, aku bisa mempercepatnya. Besok mungkin," ucap Delon.


Zifana membelalakan mata indahnya, dia terkekeh pelan.


"Maaf kak," ucap Zifana.


"Untuk?" tanya Delon.


"Untuk prasangkaku yang ternyata tidak benar. Aku pikir kamu tidak mau memperkenalkan aku," ucap Zifana. Delon tertawa renyah.


Deg


Zifana tersenyum, mendengar nama Sinatria membuanya rindu dengan ayahnya. Bagaimana kabar orang yang sangat dia sayangi itu?


"Kak, bisa keluar sebentar? Acara sudah...." Gisel yang membuka pintu ruangan tampak malu saat melihat kakak ipar dan kakaknya tengah beromantis ria.


Segera Zifana melepas pelukan Delon, dia malu sekali dipergoki Gisel tengah bermesraan dengan Delon.


"Maaf Kak, nggak tau," ucap Gisel sambil nyengir dan mengatupkan kedua tangannya. Delon hanya tersenyum saja.

__ADS_1


"Makanya lain waktu dikunci, aku kan bisa ngetok dulu," ucap Gisel tak mau kalah.


"Suka suka dong. Ada apa?" tanya Delon sambil menatap Gisel.


"Acara udah mau selesai, kakek meminta kakak dan Kak Zifa menyalami tamu di depan," ucap Gisel.


Delon dan Zifana mengangguk.


"Kita kesana sekarang," ucap Delon.


Ketiganya berjalan keluar dari ruangan, mereka segera mengantar kepulangan para tamu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah perusahaan, seorang ayah dan anak tengah berhadapan. Mereka mengamati foto di pesta megah yang digelar tadi.


"ZA grup milik Zifana? Bagaimana bisa?" tanya Mr Lee pada Leo putranya.


"Iya. Kata papa dia jatuh miskin, tapi nyatanya kita di bodohi. Mungkin uang yang kita keluarkan dulu tidak seberapa baginya, tapi ini sebuah penghinaan bagiku. Dia kabur dariku, dan aku tidak bisa membiarkan dia bahagia...." ucap Leo.


Mr Lee menghela napas panjang, dia tampak mengingat masa itu. Kesal sekali pada Zifana yang tak datang, dan malah kabur. Padahal MR Lee sudah mzngeluarkan banyak uang untuk perusahaan SNT, walau saat ini perusahaan itu sudah hancur dan dimiliki oleh pengusaha lain.


"Kau harus membayar mahal atas kesedihan putraku," ucap Mr lee lirih.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2