Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Berhenti


__ADS_3

Gisel? Dia tampak membeku, mama Willy mengenal Zifana? Pikirannya melayang jauh, sempat terpesona dengan segala ucapan mama Tina, tapi ternyata hatinya sakit saat dia mendengar memanggil nama Zifana.


Mama Tina berdiri, dia terlalu bahagia bertemu Zifana. Dia berjalan mendekat ke arah Zifana, memeluk erat Zifana dalam rengkuhannya. Kabar kebangkrutan SNT grup terdengar ditelinganya, papa dan kakak Zifana menjadi napi, dan Zifana sendiri menghilang, membuatnya hawatir pada putri cantiknya itu.


"Zifa, Mama menghawatirkanmu. Kemana saja kamu Nak? Bagaimana bisa kamu disini?" tanya mama Tina dengan perasaan yang tak menentu. Mama Zifana meninggal sejak Zifana kecil, membuat mereka sangat dekat.


Air mata Gisel menetes, apa dia akan terluka oleh keadaan yang selama ini dia hindari? Zifana, kenapa dia selalu menjadi alasan hatinya terluka? Tidak pernah puaskah dia menyakitinya?


Gisel berdiri dan berjalan cepat keluar dari mansion. Kakek dan Mama Amel yang tadinya hanya terbengong kini tampak berdiri dan mencoba mengejar Gisel.


Zifana yang terkejut kini melepas pelukan wanita yang dianggapnya mama itu. Zifana berjalan setengah berlari mengejar Gisel, dia tau Gisel salah sangka lagi. Dia tidak bisa membiarkan ini berlarut. Lama dia putus kontak dan salah paham, dan sekarang setelah bertemu akan terjadi hal yang sama? Tidak akan dia biarkan.


Zifana terus berjalan, sedang Mama Tina yang tak menau ada hubungan apa diantara Zifana dan Gisel tampak keluar juga.


Delon? Dia juga tak tau ada apa, hanya saja yang dia hawatirkan adalah kandungan Zifana. Bagaimana bisa istri cantiknya itu berjalan tergesa seperti itu?Apa yang sebenarnya terjadi dengan adik dan istrinya? Delon segera menyusul.


"Gie tunggu!!" teriak Zifana.


Mama dan kakek yang melihat Zifana mengejar tampak berhenti, dia membiarkan Zifana mengejar Gisel. Mereka yakin Gisel dan Zifana sebenarnya saling mengenal dan sedang ada masalah. Pantas saja Gisel selalu menolak untuk bertemu Zifana.


Zifana mengejar langkah Gisel dan memanggil nama Gisel.


"Gie, tunggu!! Coba dengarkan aku kali ini Gie!" teriak Zifana.


"Gie!!"


Zifana terkejut saat sebuah lubang dia pijak, pikirannya melayang jauh. Dia takut terjatuh, bagaimana dengan kandungannya. Sengaja dia berjalan cepat untuk mengejar Gisel dengan hati hati. Tapi kenapa ada lubang yang menghalangi?

__ADS_1


Zifana memejamkan matanya, entah apa yang terjadi dia pasrah.


"Kak Delon maafkan aku," batin Zifana berucap. Bayangan Delon menari di otaknya.


Grep


Sebelum Zifana terjatuh, sebuah tangan menyambar dirinya. Delon yang sangat hawatir dengan langkah cepat mengejar Zifana. Dan saat mengetahui lubang disana, dia segera cepat mendekat dan pada akhirnya bisa menyambar Zifana di waktu yang tepat.


"Nona Gisela berhenti! Tidak akan aku maafkan kau jika terjadi sesuatu dengan calon putraku," sentaknya di keheningan malam.


Deg


Gisel berhenti mendadak mendengar ucapan kakaknya. Dia membeku, apa Zifana hamil? Banyak Pertanyaan bersarang di otaknya.


Mama Amel, mama Tina, kakek, semuanya tampak membelalakkan mata indahnya mendengar ucapan dari Delon. Mereka juga mengejar langkah Zifana dan Gisel walau tidak secepat langkah Delon.


"Jangan menangis," ucap Delon.


Deg


Ucapan Delon membuatnya semakin terisak, jadi Gisel adik Delon? Sahabat baiknya? Pikiran Zifana melayang jauh.


Aku sebal sama kakakku yang posesif itu, aku tidak boleh bergaul. Gak boleh ini ga boleh itu, kesel,menyebalkan. Aku kan udah besar, masih aja diatur! ucap Gisel saat itu.


Pertemukan aku dengannya, kubuat dia bertekuk lutut di hadapanku Gie. jawab Zifana saat itu.


Kau mau jadi pelakor gitu? Dia udah tunangan beb, kau harus datang di nikahannya minggu depan. ucap Gisel.

__ADS_1


Minggu depan aku ada acara penting juga Gie di keluarga aku. Lain waktu lah, hari ini gagal bertemu kakakmu, lain waktu pasti akan dipertemukan, jodoh nggak kemana. Ucapan Zifana saat itu sambil terkekeh.


Kau gila emang, Zie. niat amat jadi pelakor. canda Gisel.


Baru tau ya? sahut Willy saat itu dan membuat ketiganya tertawa lepas.


"Turunkan aku kak, aku mau bicara dengannya," ucap Zifana saat tersadar dari lamunannya. Zifana menatap Delon dengan teduh.


Delon menganggukan kepalanya. Berharap apa yang terjadi diantra Gisel dan Zifana segera membaik.


Gisel yang lega Zifana tidak kenapa napa tampak melangkah lagi, dia tidak bisa berbicara dengan Zifana saat ini. Hatinya sakit, hatinya kacau. Walau dia yakin Zifana dan kakaknya saling mencintai, tapi melihat Zifana disayangi Willy dan mamanya tetap saja membuatnya terluka. Dia tidak bisa bertemu, menjauh, menghindar, baginya lebih baik.


Delon geram saat melihat Gisel kembali melangkah, hingga dia menarik tangan Zifana untuk tetap berdiam di tempat. Zifana menurut.


"Gisel, jangan harap aku menganggapmu adik bila kau terus berjalan! Berhenti kakak bilang!" kesal Delon.


Deg


Hati Gisel semakin hancur, dia berhenti. Hati Zifana merasakan hal yang sama. Bagaimana bisa Delon membentak Gisel? Sedang Gisel sangat kesal dia bentak seperti itu?


"Jangan menbentak calon istriku calon kakak ipar yang telah menyetujui lamaranku, kau bisa berhadapan denganku jika menyakitinya," ucap suara lantang seseorang yang bersandar di pohon samping Gisel.


Delon, Gisel dan Zifana tampak terkejut melihat ada Willy disana. Delon membelalakan matanya. Apa maksud ucapan Willy? Lelaki yang selalu membuatnya cemburu itu?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like komen banyakin, sore up lagi kalo banyak. wkwkwk

__ADS_1


__ADS_2