Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Owner ZA grup 3


__ADS_3

Delon mengeratkan tanganya, dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Zifana? Apa dia benar benar Zifana istrinya? Bagaimana bisa? Bukankah yang diminta naik adalah owner ZA grup?


Delon mengepalkan tangannya, menatap ke atas sana. Delon tak henti memandang ciptaan Tuhan yang begitu cantik itu.


Cantik? Ya, Zifana sangat cantik dan banyak mencuri perhatian pria yang kini ada di sekitarnya, membuat hatinya semakin panas. Pasalnya saat ini dia baru menyadari sesuatu. Apa Zifana pemilik dari ZA grup? Berarti Zifana cucu dari sahabat kakeknya? Apa begitu kejelasanya?


Andreas kini menepuk pundak Delon yang tampak gelisah menatap ke arah sana. Menatap Delon yang penuh dengan emosi itu.


"Dia Owner ZA grup?" ucap Andreas. Delon menoleh ke arah Andreas. Sebal sekali pada asistenya itu, menutupi kebenaran darinya. Zifana, kakek, bahkan seluruh keluarganya, apa juga sudah tau? Kini pandangannya tertuju pada Zifana lagi.


"Bukankah Dia Ziera? Model cantik yang menjadi model di ZA grup dulu?" tanya seseorang yang ada di belakang Delon pada rekan di sampingnya.


"Iya, dia yang berpasangan dengan Tuan Delon. Tapi dulu tidak berhijab. Lihatlah, berhijap wanita itu tampak lebih cantik," puji lelaki yang tak tau jika ada Delon tak jauh darinya.


Delon yang mendengar ucapan dan orang itu tampak mengepalkan tangannya dan melirik ke arah Andreas yang terkekeh pelan. Sepertinya Delon tidak rela jika istrinya mendapat perhatian lebih dari lelaki lain.

__ADS_1


"Sepertinya memintanya mempromosikan perusahaan seperti yang dilakukan Tuan Delon bisa membuat perusahaan kita semakin jaya," ucap yang lainya lagi.


Delon menatap Zifana, rahangnya sedikit mengeras saat Zifana tersenyum indah, dan senyuman itu mampu menyihir semua yang ada di arena.


"Assalamualaikum hadirin yang berbahagia, dikesempatan yang sangat berharga ini, sebagai owner dari ZA grup, saya mengucapkan banyak terimakasih karna diperkenankan untuk berdiri disini. Terima kasih, kususnya untuk kakek Wilan, dan juga Tuan Delon yang telah membawa ZA grup menjadi seperti sekarang. Terimakasih pada seluruh staf beserta kolega bisnis lainnya, tanpa kalian semuanya, ZA grup bukanlah apa apa," ucap Zifana sambil memandang ke arah hadirin.


Kini, netranya bersitatap dengan pandangan mata Delon. Delon merasakan detak jantung yang beraturan, rasa kesal bergelayut. Andai semua orang tau jika Zifana istrinya, pasti dia bahagia. Tapi, saat ini tak ada satupun yang tau. Rasa kesal, sesak, semua menyiksanya. Bagaimana bisa dia tak tau hal sepenting ini?


"Dia sangat sempurna, bolehlah berikan aku kontak ponselnya, agar aku bisa mengenalnya lebih dekat Tuan Delon," ucap Tuan Leo yang kini duduk di samping Delon.


Deg


"Aku tidak bisa melakukan hal itu, Tuan Leo. Itu terlalu privasi," ucap Delon.


Ditengah sambutan Zifana yang sangat memukau, Delon berdiri. Dia merasakan sesak yang semakin menekan hatinya. Tak mau saja dia lama lama menyaksikan Zifana menjadi perhatian banyak orang. Dia harus keluar dari gedung ini.

__ADS_1


Leo yang tampaknya menyadari keanehan Delon tampak tersenyum sinis. Andreas tampak terkejut, bagaimana bisa Delon malah beranjak?


Zifana yang mengetahui Delon berdiri dan berjalan ke belakang tampak pias, kenapa dengan suaminya? Apa dia marah? Kenapa wajahnya seperti itu.


"Terimakasih juga, untuk orang yang sangat sepesial bagi saya, mama, adik, dan juga suami saya, suami yang sangat mencintai saya...."


Deg


Delon yang berdiri di tengah keramaian tampak berhenti. Lelaki itu, memejamkan matanya, hatinya berdesir ngilu. Memang Zifana sangat dia cintai. Tapi, wanita itu tak pernah mengatakan cinta padanya. Lalu, apa dia harus bangga? Justru, saat ini hatinya dibuat cemburu, saat banyak orang yang juga hebat memuji Zifana. Apa ada nama orang lain di hati Zifana?


Delon kembali berjalan, tak mau saja dia mendengar ucapan dari Zifana yang membuatnya semakin tersiksa.


Zifana yang tampak gelisah, apa Delon tak memperdulikannya? Zifana merasakan sesak, dia pikir reaksi Delon tidak begini. Dia ingin mengungkapkan cintanya malam ini. Lalu, kenapa malah begini? Zifana melanjutkan kata katanya. Meski hatinya merasa sesak karna Delon seolah mengabaikannya.


"Suami penyayang, suami yang membawa saya ke jalan yang lebih baik dengan caranya. Dan juga suami yang saya cintai, sepenuh hati...."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2