Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Tuan Leo


__ADS_3

Zifana mundur beberapa langkah, netranya menatap waspada ke arah orang asing itu.


"Anda mengenal saya?" tanya Zifana sambil mengamati lelaki berjas hitam di depannya. Lelaki berkaca mata hitam itu.


Zifana menyadari sesuatu, pernah dia melihat wajah yang seperti ini. Tapi dimana? Ingatanya berputar, tapi dia tak mengingat apapun.


"Bagaimana tidak mengenal anda, anda sangat dikenal oleh banyak orang. Anda pemilik ZA grup bukan? Wanita yang pastinya sangat menyita perhatian banyak manusia. Sudah cantik, pandai, kaya, lelaki mana yang tak mendambakan wanita seperti anda," ucap lelaki itu.


Zifana tampak tersenyum dan menatap tamu tak diundangnya itu.


"Anda terlalu berlebihan," sanggah Zifana. Dirinya merasakan aura yang tak enak ditunjukan oleh lelaki di depannya.


Lelaki itu melepas kacamata dan menatap Zifana dengan tenang, akan tetapi terlihat sinis.


Zifana bisa melihat dengan jelas wajah sinisnya, walau sebenarnya lelaki itu mencoba untuk menutupi.


"Berlebihan? Saya rasa tidak," ucap lelaki di depannya.


"Maaf Tuan, saya tidak ada waktu untuk berbincang lebih dari ini, permisi," ucap Zifana kemudian melangkah. Lama lama berada satu tempat dengan lelaki tak jelas itu membuatnya takut.

__ADS_1


Leo mengepalkan tangannya, sejak pagi dia mengikuti Zifana, dan baru kali ini ada kesempatan untuk mendekat. Lalu, dia diacuhkan? Sangat menjengkelkan.


Mengingat penolakan Zifana saat itu membuat emosi Leo naik. Dia tak akan membiarkan wanita itu pergi begitu saja.


"Tetap di tempatmu Nona, kita nostalgia tentang kepergianmu waktu itu. Bagaimana bisa kau pergi menghindari perjodohan yang sudah di sepakati oleh ayahku dan ayahmu?" ucap lelaki itu.


Zifana terkejut, dia memutar langkahnya dan menatap Leo dengan seksama. Perjodohan? Pergi? Zifana tampak mengingat itu. Zifana membelalakan matanya. Menatap ke arah Leo yang mulai mendekat ke arahnya. Mr Lee? Apa benar ini Mr Lee? Zifana mundur beberapa langkah.


"Siapa anda?" tanya Zifana antusias. Ingin tau saja siapa lelaki ini. Karna yang dia tau Mr Lee adalah lelaki tua yang jahat. Lelaki tua yang keji.


"Kau melupakan kepergianmu, Nona Zifana?" tanya Leo pada Zifana.


Zifana diam, netranya masih saja mengamati Leo dengan waspada.


Ucapan Leo membuat Zifana mundur beberapa langkah. Sekarang dia yakin, bahwa orang di depannya ada hubungannya dengan MR Lee.


"Kau Mr Lee?" tanyanya memastikan. Mungkin ini adalah runtutan dari masa lalu yang memang harus dia selesaikan. Dia tidak bisa menghindar.


"Berapa uang yang sudah anda berikan pada Papa dan kakak saya? Aku akan kembalikan," tanya Zifana tanpa basa basi. Mungkin dengan ini dia bisa segera pergi.

__ADS_1


Leo tersenyum sinis, baginya ini adalah sebuah penghinaan. Bagaimana bisa Zifana dengan percaya dirinya menanyakan hal itu?


"Wau. Menakjupkan, waktu itu ayahmu meminta uang dengan merengek. Dan sekarang dengan gampangnya kau berkata seperti ini," ucap Leo.


"Bagiku bukan itu yang menjadi masalah, tapi perjanjian atas nama uang itu yang harus kau tunaikan," ucap Leo sinis.


Zifana menghela napas panjang, dia menatap Leo dengan kesal.


"Bisa lupakan tentang itu? Saya sudah bersuami, dan sampai kapanpun akan seperti itu. Anda perlu tau Tuan, bahwa yang wajib menunaikan perjanjian adalah papa saya. Saya tidak ada dalam perjanjian itu, saya tidak setuju itu. Saya berhak untuk memilih pergi," ucap Zifana.


Leo mengepalkan tangannya. Ditatapnya Zifana dengan kesal. Bagaimana bisa Zifana menyangkal.


"Tidak semudah itu Zifana," ucap Leo.


"Mudah, itu mudah Tuan. Tinggal bilang berapa, dan saya akan menggantinya. Selesai semua, anda dan saya tidak ada perjanjian apapun. Saya masih baik mau mengganti kerugian anda pada papa saya, karna sebenarnya melaporkan anda juga sah sah saja saya lakukan karna mengganggu ketentraman saya yang tak tau apapun masalah kalian," ucap Zifana.


Leo mengepalkan tangannya, bagaimana bisa Zifana setegas ini?


"Permisi, bagi saya sudah tak ada yang perlu dibicarakan. Anda bisa ke kantor jika mengurus uang gantinya," ucap Zifana sambil meletakan alamat kantor di sebuah kursi kayu.

__ADS_1


Zifana melangkah pergi, meninggalkan Leo yang tampak sangat emosi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2