
"Suami penyayang, suami yang membawa saya ke jalan yang lebih baik dengan caranya. Dan juga suami yang saya cintai, sepenuh hati...." ucap Zifana dengan tenang.
Deg
Delon yang semula melangkah menghentikan langkah kakinya, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Zifana mengungkapkan cinta? Zifana mencintai dirinya? Hatinya sangat bahagia.
Para hadirin tampak terkejut dengan ungkapan cinta Zifana yang ditujukan pada suaminya. Siapa lelaki yang beruntung itu? Mereka seolah saling bertanya.
Leo mengepalkan tangannya, jadi Zifana telah menikah? Siapa suaminya? Setelah lari dari perjodohan yang disepakati, sekarang dia malah bersuami? Leo memejamkan matanya, dia tidak bisa membiarkan ini semua. Baginya ini adalah sebuah penghinaan. Dulu papa Zifana meminta bantuan, dan ternyata putrinya memiliki usaha yang lebih dari yang dia punya?
Leo tampak geram. Bukankah dirinya klien juga? Leo berpikir untuk bicara dengan Delon, selaku pengelola, Dia harus bertemu dengan Zifana dan meminta bantuan pada Delon.
"Siapa Nama suamimu, Nona Ziera? Apa dia disini?" tanya seseorang yang kini berada di dekat Leo.
Leo mengamati gerak gerik wanita cantik itu, pandangan matanya menyiratkan sebuah kebencian.
Zifana tersenyum, dia bahagia karna Delon kini berjalalan ke arah panggung. Apa dia harus mengatakan jika suaminya adalah Delon?
__ADS_1
"Namanya,,,," Zifana memejamkan matanya, dia menghela napas panjang, jantungnya berdetak tak karuan.
"Namanya tersimpan dalam hati, terucap dalam doa, dan bersemayam dalam ingatan, begitukah Nona Ziera?" ucap Delon sambil tersenyum. Delon mendekat ke arah Zifana setelah meraih microfon.
Wanita cantik itu menoleh dan menyambut kedatangan pangeran tampan yang sangat menyita perhatiannya. Pangeran tampan yang kini tersenyum indah padanya. Apa suaminya tak mau identitasnya terungkap? Sempat ada perih yang menyayat. Tapi segera Zifana menepis perasaan itu.
"Tuan Aezenio Delon Wilantama," ucap Zifana sambil tersenyum menatap ke arah Delon. Menyambut ledatangan lelaki tampan itu.
"Ya, anda benar sekali Nona. Disini saya mau protes lo," ucap Delon.
Zifana menautkan alisnya, seolah dia tau suaminya sedang mengajaknya memainkan drama.
"Apa? Apa yang anda proteskan Tuan?" tanya Zifana sambil terkekeh.
"Kenapa anda mematahkan hati banyak pria di bawah sana, mereka pasti tak trima jika ternyata anda sudah berdua," ucap Delon sambil terkekeh juga.
Zifana tampak tersenyum dan menatap Delon penuh cinta. Jadi Delon tak mau di publikasikan dulu? Zifana menghela napas panjang, dia yakin Delon menghawatirkan keselamatannya. Mungkin saja banyak musuh Delon berkeliaran hingga Delon melakukan ini. Belajar dari Marvel dan Nada yang telah lalu, saat ini dirinya bisa berpikir lebih positif.
__ADS_1
"Biarlah patah di awal, dan selanjutnya akan tumbuh yang baru," ucap Zifana sambil terkekeh dan disambut riuh tepuk tangan.
"Harusnya kau tak mematahkan hati banyak orang yang mengatakan kita adalah pasangan serasi Nona," canda Delon.
Zifana terkekeh, dia cukup tau jika memang banyak orang yang menjodoh jodohkan dirinya dan Delon setelah iklan promosi saat itu.
"Begitukah?" tanyanya. Delon tersenyum tipis.
"Aku rasa seperti itu, simpan kata mesramu untuk suamimu. Saat ini kau berhadapan denganku, Nona. Jadilah patner yang baik agar kita mendapatkan keserasian dalam berkolabirasi," ucap Delon. Zifana terkekeh dan menunduk.
Delon mendekat dan tersenyum indah. Delon menghela napas lega, Zifana bisa menangkap signal yang dia berikan pada istrinya itu. Dia belum bisa mengungkap hari ini, karna dia merasa ada musuh disekitarnya. Tak mau saja sesuatu terjadi pada Zifana.
Mama, Gisel, dan juga kakek yang harap cemas kini menghela napas lega. Untung saja Zifana belum mengungkap. Itu artinya keberadaan Zifana masih aman.
Di sebrang sana, Leo tampak kesal karna dia tak jadi mengetahui siapa suami Zifana.
"Kau boleh bahagia saat ini Zifana, tapi lihat saja nanti," ucap orang itu kemudian menlenggang pergi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...