
"Ceritakan padaku, apa yang terjadi?" ucapnya.
Zifana melepaskan pelukannya, wanita cantik itu menatap Delon dengan penuh kegelisahan. Ketakutan tampak dari raut wajahnya.
Sebenarnya Delon sudah menerka satu hal tentang Zifana yang bertemu dengan Gino. Tapi apa memang hanya itu? Entahlah, dia akan menunggu jawaban dari Zifana.
Ponsel Delon bergetar, dilihatnya satu pesan Vidio dari Andreas. Dari sini dia yakin terjadi sesuatu. Tapi dia ingin Zifana yang menceritakan, dia ingin Zifana terbuka padanya. Dan juga ingin Zifana merasa aman bersamanya, karna itu adalah bukti cinta dan pastinya akan membuat Delon bersemangat.
"Sayang, ada apa? Apa kau tak mau berbagi denganku? Bukankah aku suamimu?" tanya Delon. Zifana tampak memejamkan matanya, dia tak bisa memandam ini sendiri. Ketakutan pasti akan membuat ketidak baikan untuk dirinya dan juga janinnya.
"Putuskan kerja sama dengan Mr Lee," ucap Zifana seketika.
Delon menautkan alisnya, Mr Lee? Bahkan tidak ada kliennya bernama Mr Lee. Siapa dia?
"Mr Lee?" tanya Delon. Zifana menganggukan kepalanya. Dia tak tau siapa lelaki itu, tapi itu adalah orang yang berhubungan dengan masalalunya. Delon tampak bertanya tanya.
"Dia klien ZA grup, dia orang dari masa lalu yang saat ini sedang meneroku. Kau tau Sayang, dia adalah tempat papa akan menjualku sehingga aku kabur," ucap Zifana.
Dada Zifana naik turun, ketakutan seakan kembali hadir dalam hatinya. Delon mengepalkan tangannya. Mr Lee? Siapa lelaki itu?
Delon mencoba tersenyum, dia duduk di samping Zifana, memeluk istrinya yang tampak ketakutan itu. Sejak kapan Zifana di teror? Kanapa baru kali ini dia mau bercerita? Mr Lee? Siapa lelaki yang dimaksud Zifana?
Zifana merasakan aman sekarang, dia merasa lega berada dalam rengkuhan Delon.
__ADS_1
"Kau tau Sayang, tadi aku juga bertemu Kak Gino tak lama dari bertemu dengan lelaki itu. Aku yakin Kak Gino dibebaskan oleh lelaki itu, aku yakin Kak Gino mau memaksaku untuk bertemu dengannya. Dan aku benci itu Mas. Tolong jaga aku Mas, jaga juga dirimu. Jangan sampai para orang orang jahat itu mendekat dan menjadi ancama untuk kita," ucap Zifana dengan suara yang terdengar parau.
Delon menautkan alisnya, jadi Zifana masih saja menganggap Gino jahat? Bahkan Pikirannya sampai sejauh ini. Sepertinya dia tak bisa membiarkan Zifana larut dalam pemikiran salahnya.Gino datang untuk papa, sama sekali tidak ada hubungannya dengan orang itu. Atau justru malah pemikiran Zifana benar? Dia harus menyelidiki ini nantinya.
"Sayang, tenanglah. Aku akan selalu ada untukmu," ucap Delon. Zifana merasa lega, dia sangat bahagia Delon selalu jadi orang terdepan untuk melindunginya.
Delon memejamkan matanya, sepertinya banyak hal yang harus dia selidiki. Banyak juga hal yang harus dia luruskan. Hari H Pernikahan tinggal menunggu hari. Dia tak mau sesuatu terjadi. Dia tidak bisa membiarkan ini, dia harus menyelesaikan ancaman yang dimaksud oleh Zifana.
"Sayang," ucap Delon.
"Ya," Zifana yang sudah tenang tampak melepas pelukan Delon, wanita cantik itu menatap ke arah suaminya. Tangan Delon menggenggam tangannya dengan penuh kehangatan.
"Tapi ada satu hal yang harus kamu tau Sayang," ucap Delon.
"Aku dan Marvel yang membebaskan Kak Gino," ucap Delon.
Zifana yang semula tenang tampak terkejut. Air matanya mengalir begitu saja. Entah, pikiranya kacau. Bagaimana bisa Delon yang membebaskan kakaknya?
Zifana melepas genggaman tangan Delon, dia menggelengkan kepalanya.
"Kamu yang melakukan ini?" tanya Zifana.
"Sayang, aku bisa jelaskan," ucap Delon.
__ADS_1
"Aku tidak butuh penjelasan apapun," ucap Zifana.
"Sayang, tolong dengarkan aku dulu, Kak Gino tak ada hubungannya dengan lelaki itu. Kau tau...."
"Tinggalkan aku, aku mau sendiri," ketus Zifana.
"Sayang," Delon mencoba untuk meraih Zifana dalam dekapnya. Akan tetapi Zifana menepisnya.
"Pergi," ucapnya.
"Tolong dengarkan aku Zifa," ucap Delon.
"Aku bilang tidak, tidak! Kamu mungkin tak tau bagaimana sakitnya aku. Kamu juga tak tau bagaimana papa dan kakakku, aku yang merasakan penderitaan selama ini Mas, tolong jangan paksa aku. Aku kecewa karna kamu melakukan hal yang tak sejalan dengan pemikiran aku," ucap Zifana.
"Sayang...."
"Jangan katakan apapun, pergi!" ucap Zifana. Air matanya meleleh. Kekecewaan tampak di raut wajahnya. Baru saja merasa bahagia karna Delon selalu ada untuknya tapi malah justru lelaki itu yang dia pikir menciptakan prahara dengan membebaskan Gino.
Delon tampak memejamkan matanya, hawatir pada Zifana jika dia terus memaksanya.
"Zifa, kali ini jangan keras kepala. Tolong dengarkan penjelasan Delon," ucap suara yang kini ada di ambang pintu.
Delon dan Zifana menoleh ke asal suara.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...