Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Kembali terkejut


__ADS_3

Zifana kembali menutup pintu, dia berbalik arah. Dia tampak terkejut saat melihat seseorang tampak berdiri di belakangnya.


"Selamat siang, Nona Zifana," ucap seorang lelaki yang kini menatap ke arah Zifana dengan senyuman sinisnya.


Zifana mundur beberapa langkah dan menatap ke arah lelaki yang telah mengejutkannya itu.


"Apa yang anda lakukan disini?" tanya Zifana. Netranya melirik ke arah Leo yang kini menatapnya dengan tatapan yang menakutkan.


"Bukankah aku sudah membayar lunas semua hutang ayahku? Jadi aku mohon, jangan mengganggku lagi, pergi dari sini," ucap Zifana. Zifana mundur beberapa langkah, tak tau saja apa yang ada di pikiran Leo. Yang dia takutkan, Leo akan berbuat yang tidak tidak.


"Jangan berprasangka buruk Nona, aku ke sini hanya untuk berterimakasih padamu karna hal itu. Jangan takut juga Nona, karna aku adalah salah satu klienmu. Klien dari ZA grup yang dipimpin oleh CEO yang berstatus sebagai suamimu itu," ucap Leo sambil tersenyum.


Senyuman Leo yang seakan meledek, mampu membuat Zifana panik. Jantung Zifana berdetak hebat, bukankah ini masih menjadi rahasia dan akan diumumkan beberapa hari lagi? Lalu, bagaimana bisa lelaki didepannya mengetahui ini?


"Kau takut?" tanya Leo.


Kali ini Leo sangat senang, melihat Zifana ketakutan adalah hal yang saat ini bisa memberikan kebahagiaan baginya.


Tidak menjawab, justru Zifana hanya diam. Jadi Leo adalah kliennya? Bukankah ini akan membahayakan dirinya dan juga Delon? Bagaimana bisa Delon bekerjasama dengan manusia licik seperti Leo?


"Maaf Tuan Leo, aku rasa kita sudah tidak ada lagi urusan. Tinggalkan tempat ini sekarang juga," ucap Zifana.


"Disini tempat umum Nona, siapapun berhak berada disini. Tak ada satu orangpun yang bisa melarangku, termasuk kau," ucap Leo.

__ADS_1


"Oke, kalau begitu saya permisi. Masih ada hal lain yang akan saya urus," ucap Zifana mencoba untuk tenang.


"Temani aku sebentar saja, kita berbincang disini," ucap Leo sambil mendekat ke arah Zifana, tangannya terulur dan mengusap pipi Zifana.


Reflek Zifana menepis dan melemparkan satu tamparan di pipi Leo. Seketika Leo menatap ke arah Zifana dengan kesal.


"Jangan kurang ajar, saya bisa membuat anda menyesal karna kurang ajar pada saya," sahut Zifana.


"Kau terlalu berani Nona, lekukan saja jika kau bisa," ucap Leo tampak menantang.


Zifana menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa Leo seberani ini? Apa yang harus dia lakukan? Zifana hampir saja melangkah, tapi Leo menahan tangan Zifana.


Zifana yang ketakutan tampak menarik paksa tangannya, dia melangkah pergi, dia berjalan cepat sambil mengamati Leo yang berusaha mengejarnya dengan langkah tergesa. Zifana melirik kesana kesini. Area parkir sangat sepi. Ketakutan merajai hatinya.


Zifana semakin menjauh, tangannya mengusap perutnya beberapa kali yang terasa kram. Zifana berhenti di balik sebuah mobil, dia bersembunyi, netranya mengamati Leo yang semakin dekat.


Dia tak bisa pergi, tapi bagaimana jika Leo mendapatkannya? Apa sebenarnya yang dimau Leo? Bukankah urusan mereka sudah selesai?


Zifana membungkam mulutnya sendiri agar tidak bersuara, saat Leo tepat ada di dekatnya. Leo masih berusaha mencarinya. Zifana merasakan jantung berdetak hebat saat Leo mendekat ke arahnya. Dia pasrah.


"Tuan Leo, apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya seseorang yang membuat Loe terkejut.


Leo menoleh, dilihatnya seseorang yang tak asing baginya.

__ADS_1


"Arya," ucap Leo sambil menatap seseorang yang Familiar baginya itu. Lelaki itu tersenyum singkat.


"Kau masih mengingatku?" tanyanya.


"Pasti aku mengingatmu," ucap Leo.


"Oke, bolehlah kita ngobrol sejenak, Sobat," ucap Arya.


"Boleh, kita ke kafe sebrang sana," ucap Leo. Dua lelaki itu berjalan.


Leo tampak mencoba untuk bersikap wajar, membiarkan Zifana lolos. Dia tersenyum, setidaknya dia sudah bahagia mendapati Zifana tampak ketakutan.


Arya menghela napas lega, setidaknya dia berhasil mengalihkan perhatian Leo. Dia tau Leo ada maksud buruk pada wanita yang menjadi Kliennya itu. Mungkin Leo juga tertarik dengan Zifana, sama seperti dirinya. Tapi, bukankah Zifana sudah mengumumkan di ZA grup waktu itu jika dia bersuami? Walau kecewa seperti dirinya, tak seharusnya sahabat baiknya itu menakuti Zifana seperti ini. Dia harus menasehati sahabatnya.


"Nona Zie, pergilah," lirih Arya.


Zifana menghela napas lega saat mwngetahui Leo dan Arya menjauh. Dia hampir saja melangkah, tapi langkahnya terhenti kembali saat dirinya mendapati seseorang kini berada di belakangnya. Rasa takut kembali menghantuinya.


"Kak Gino," lirihnya. Zifana mundur beberapa langkah. Jantungnya berdetak hebat. Keringat dingin membasahi tubuhnya.


"Pergi," bentak Zifana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2